
...Dilema...
Percakapan Ai mulai
"assalammualaikum wr.wb. halo... Bagaimana kabar kalia semua? Semoga sehat-sehat Aamiin...kalau ada yang kurang sehat semoga lekas sembuh Aamiin..."
"cerita hari ini menceritakan saya yang terkena dilema dari sahabat dan cinta pertamaku... Bagaimana kah...ceritanya langsung baca saja ceritanya selamat membaca..."
Percakapan Ai selesai
Hari yang mendung awan pun menunjukan akan turun hujan...di villa tepatnya di ruang tamu Ai terlihat galau kembali, dia duduk sambil memeluk boneka dan melamun.
"....." Ai melamun.
"....." tatapa Ai lurus.
Tampa Ai sadari...Akak dan tuang kucing menatap dari belakang.
"....."
"....."
"tuan muda...sepertinya nona muda galau lagi..." ucap tuan kucing.
"hmm..."
"saya akan menghampiri dia..."
"tap...tap...tap"
"Ai..."
"mmm..." melihat ke arah yang memangil.
"ada apa sahabatku? Kenapa kamu terlihat sedih lagi?"
"ketimbang sedih...Ai itu juga kesal..."
"kesal? Kesal kenapa?"
"gimana saya gak kesal coba! Saya udah ngorbankan perasaan demi dia (sahabat perempuan), merelakan 'MRK' buat dia, menjadi pelantara mereka jadian, akhirnya mereka jadian, saya mengiklaskan perasaan saya, saya pun bahagia akhirnya mereka jadian, walau pun sakit!, tapi saya senang dan bahagia untuk mereka, mereka sudah menjalani hubungan sampai sekarang (3,4, atau 5 hari)"
"terus apa yang membuatmu kesal?"
"mereka itu sekarang udah putus!"
"hahhh!!??"
"udah putus?!"
"iyaa!"
"padahal belum seminggu loh..."
"alasan putusnya?"
"karena 'MRK' belum mau hubungan mereka di ketahui orang dulu"
"terus dia tipekal yang gak suka DI GENGGEHKEUN (di ejek atau di godain) MRK di genggerehkeun di sakola sareng pesantrena na..."
"terus itu gimana ceritanya?"
"MRK kan selalu absen di kelas (sekelas dengan Ai) saa yang jadi absensi...nahh dia kan punya sodara...namanya 'ASM' dia yang selalu ngasih surat izin MRK dan bilang kalau MRK izin, kebagian piket, gaji atau apala gitu..."
"hmm-hmm" Akak menganguk.
"nahh pas jam istirahat sahabat (perempuan) ku nanya kemana MRK?"
"saya jawab kalau dia izin gak masuk...dan itu udah 3,4, atau 5 hari dia gak masuk, nahh sahabat (perempuan) ku khawatir...dua terus nanya saya, yaa jawaban saya sana 'MRK izin' akhirnya dia minta saya anter ke sodaranya yaitu 'ASM' untuk nanya kabar 'MRK' kenapa gak masuk-masuk..."
"terus..."
"nahh ternyata 'ASM' orangnya bawel atau suka ngegodain 'MRK', pas sahabat (perempuan) ku sama sya nanya ke ASM kemana MRK atau kabarnya...jawabnnya sama izin ada keperluan di pesantrenan"
"besoknya pas dia masuk sekolah MRK di genggerehkeun disekolah sama di pesantrenan... Semua orang jadi tau kalau dia sama sahabat (perempuan) ku pacaran"
"terus mereka putusnya kapan?"
"malem! Malemnya sahabat (perempuan) ku nelepon MRK"
"terus apa katanya?"
"katanya 'urang entosan we ayena! Tong bobogohan dei! Abdi mah hoyong na hubungan arurang tehh tong aya nu terang hela! Tapi didinya nu ieu hubungan ieu kayahoan kubu sanes na! Abdi tee resep di genggerehkeun! Abdi di genggerehkeun di pesantenan! di sekola! Ges we ayena mah urang gesan! Putus!' "
__ADS_1
"itu yang di katakan MRK ke sahabat(pr)ku dan yang diceritakan olehnya..."
"terus?" ucap Akak.
"yaudah sekarang mereka udah putus"
"terus?" ucap Akak.
"hah?!"
"terus?"
"terus...yaa terus apa?" ucap Ai.
"yaa...terus?" ucap Akak.
"....." Ai bingung.
"terus apa Ai..."
"dari tadi Akak bilang terus-terus...emangnya mau parkirin mobil"
"kan tadi saya udah bilang mereka sekarang mereka udah putus"
"yaa...terus?"
"terus apa lagi! Udah gak ada lagi ceritanya!" ucap Ai mulai kesal.
"terus?..." ucap Akak.
"dari tadi Akak bilang terus-terus mulu..." kesal.
"terus...sekarang kamu maunya gimana?"
"apanya yang gimana?!"
"sekarang kan mereka udah putus! Terus kamu sekarang mau yaa gimana? Mengungkapkan perasaan kamu ke MRK atau menyalahkan sagabat(pr)mu?"
"deg!"
"ada dua pilihan...mengungkapkan perasaanmu! Atau menyalahkan sahabat(pr)mu yang sudah kamu relakan perasaanmu demi mereka pacaran!"
"....." Ai terdiam.
"apakah kamu akan mengungkapkan perasaan kamu? Atau memberi tau yang sebenarnya kepada sahabat(pr)mu? Atau akan kamu pendam terus perasaanmu?"
"itukan yang membuat kamu terkena 'dilema' sekarang?!"
"deg!"
"bagaimana Akak---"
"saya tau?! Bagaimana saya tau?! Mudah saja"
"....."
"itu terlihat di wajahmu"
"....." Ai terdiam.
"Ai...apa keputusanmu? Dari tiga pertanyaan yang mengiyang di kepalamu?"
"Akak...bisa lihat dari wajahmu...kamu terkena dilema dari tiga pertanyaan yang kamu sendiri bingung untuk menjawabnya"
"....."
"keputusan dan jawabannya ada pada dirimu sendiri..."
"....."
Ai yang terkena dilema dan mendengar apa yang di ketakan Akak membuat dia semakin binggung harus apa...hujan pun turun bersamaan dengan Ai yang menangis...yang binggung herus apa...
"(hujan deras dengan petir)"
"higss...hitss...higss..." Ai mulai menangis.
"....." Akak menatap Ai.
"saya tidak tau...apa yang harus saya lakukan..."
"....."
"hiss...hiss...hiss"
__ADS_1
"haaaaaa..." Akak menghelan napas.
"Ai..."
Saat Ai yang menangis, dipangil oleh Akak, dia melihat kearah Akak, Akak sudah berlutut dihadapannya dan mereka saling menatap dan berhadapan.
"Ai...sahabatku...apapun keputusanmu...Akak mendukung kamu"
"hmm..." tersenyum dan membelai wajah Ai.
"hmm..." Ai tersenyum walau masih menangis.
Setelah beberapa menit Ai termenung akhirnya ia memutuskan apa yang akan dia lakukan.
"saya sudah putuskan"
"....."
"saya akan memendam perasaan ini dan mencoba untuk melupakan perasaan ini...karena saya dan MRK sudah dekat menjadi teman/sahabat"
"yakin?" ucap Akak.
"yakin!" ucap Ai.
"...."
"kalau kalian berjodoh...pasti akan di persatukan..." ucap Akak.
"hmm..."
"tapi kalau berjodohnya sebagai sahabat...saya juga akan terima"
Tersenyum.
"huh!!"
"...." tersenyum.
"...hmm...yaa" ucap Akak.
"kalau berjodoh sebagai sahabat juga harus terima..."
"hihihihihi" tertawa.
"hehehehehe" tertawa.
"hmm..."
"(membelai kepala Ai)"
"huh??"
"...kamu itu cantik kalau tersenyum Ai..."
"deg!"
"(wajah Ai memerah)"
"hmm..." Akak tersenyum.
"...."
"gemas yaa... Wajahmu jadi kaya tomat matang merah banget"
"emmppfff" cemberu.
"...." tersenyum.
Pagi hari tiba...Ai bangun dari tidurnya dan duduk...
"(membuka mata)"
"...." Ai terdiam.
"...."
Percakapan Ai mulai.
"nahh...begitulah cerita dimana saya terkena dilema, dan disini...Akak sekali lagi menunjukkan kalau dia adalah sahabat yang benar-benar ada disaat sya membutuhkan ketika semua orang (keluarga atau teman-teman) sedang tidak bisa ada untuk menjadi teman atau tempat curhat"
"....." Ai tersenyum.
"baiklah sekian untuk hari ini terima sudah membaca, sampai jumpa lagi"
__ADS_1
"wasalammualaikum wr.wb. dadah"
Percakapan Ai selesai