Siapakah Pria Misterius Yang Muncul Di Dalam Mimpiku

Siapakah Pria Misterius Yang Muncul Di Dalam Mimpiku
Episode 16


__ADS_3

Percakapan Ai mulai


"Assalammualaikum wr.wb. halo bagaimana kabar kalian semua? Semoga sehat selalu Aamiin... Kalau ada yang kurang sehat semoga lekas sembuh Aamiin..."


"episode hari ini menceritakan... Pada hari libur sekolah... Saya sedang gabut dan tidak tau mau melakukan kegiatan apa pun tapi saat saya bertemu Akak di dalam mimpi...kami melakukan...emm...lebihbtepatnya Akak mengajari saya menari balet..."


"bagaimana keseruannya? Silahkan membaca... Selamat membaca..."


Percakapan Ai selesai...


...Akak mengajari menari balet...


Hari yang cerah dan suasana sangat sejuk, Ai yang terbangun di dalam mimpi dan menyadari kalau Akak tidak ada dimana-mana sampai tuan kucing mendatangi Ai...


"meong..."


"tuan kucing..."


"meong..." mendorong kaki Ai dengan kepala.


"kamu ingin saya mengikutimu?"


"meong..."


Ai mengikuti tuan kucing ke suatu ruangan yang ada di villa, sesampainya di ruang yang di tuju...


"ruangan untuk menari? Kenapa kau membawa saya kemari tuan kucing?"


"meong..." menunjukan satu kakinya ke arah depan.


"Huh? (bingung) mmm...Hah!!" terkejut.


Ai melihat ke arah tujukan tuan kucing, saat dia melihat je arah tersebut ia terkejut melihat Akak yang sedang menari dan kalau di lihat-lihat...dia menari balet.


"(Akak yang latihantari balet)"


"....." Ai terdiam dan melihat Akak.


Melihat Akak yang begitu mempesona saat dia menari balet, Ai terdiam dan duduk di kursi yang ada di ruangan tari, Ai fokus melihat Akak yang menari, tuan kucing duduk tepat di samping kiri Ai dan segerombolan kucing putih pun duduk di sekitar Ai. Lagu pun berhenti dan menandakan tarian Akak pun berhenti...


"(Akakselesai menari)"


"huh?...hmm" tersenyum dan mendekati Ai.


"hay..." sapa Akak.


"hai..." jawab Ai.


"bagaimana kabarmu?"


"alhamdulilah sehat...sawalerna?"


"alhamdululah sehat juga"


"(mengambil botol air mineral dan meminumnya)"


"sudah lama tidak ketemu...ada 5 hari kita tidak ketemu..."


"hmm...kemana saja selama itu?"


"urusan keluarga..."


"ohhh..."


"mmm...kenapa? Kangen?" mengoda Ai


"deg!"


"enggak!...biasa aja..."


"yakin?" menkabedo Ai/mendorong Ai ke dingding dan mengurungnya dengan tangannya.


"......" wajah Ai memerah.


"baiklah...saya bercanda, saya tudak akan mengodamu..." menjauhkan diri dan duduk di samping kanan Ai.


"tadi itu tari balet ya?"


"hmm..."


"itu tentang tarian apa?" menarikan tari dengan judul lagu apa.


"danau angsa..."


"danau angsa...bukannya perempuan yang menarikan danau angsa?"


"itu benar...tapi saya suka..."


"hmm-hmm" mengagukan kepala.


"mau saya ajari tari balet?"


"Huh?! A-aeenggak! Makasih saya gak selentur itu..."


"tidak apa...namanya juga belajar"


"engak! enggak! Gak mau!"


"coba dulu, ayok sekarang ganti bajumu dulu" menunjuk ruang ganti.

__ADS_1


"....." menatap dengan tidak mau.


"coba dulu..." meyakinkan.


"......" pasrah dan pergi keruang ganti baju.


Setelah beberapa menit Ai keluar dari ruang gani baju, Ai mengenakan baju stoking berwarna hitam (baju **********) panjang, baju kaos biru lengan pendwk, celana soking panjang berwarna hitam (dalamnya) celana biru pendek sedikit selutut, kerudung puih lebih tepatnya ciput ninja dengan kerudung putih yang di ikat kebelakang. Sedangkan Akak memakai kaos putih lengan pendek dan celana hitam panjang.


"apakah harus seperti ini pakaiannya..." Ai yang merasa malu dengan pakaiannya.


"yaa...agar lebih mudah bergerak saja...tapi kalau mau pakai celana olah raga juga tidak apa..."


"...yaudah gak apa...saya gak akan ganti pakai celana olah raga...seengaknya kaos sama celananya sedikit longar (ukurannya agak besar)"


"baiklah kita lakukan pemanasan dulu sebelum menari agar otot-ototnya tidak kaku..."


"hmm...baiklah..."


Ai dan Akak melakukan pemanasan sebelum mereka berdua menari balet, setelah pemanasan kita mulai menari balet...kita melakukan kelenturan dulu..."


"Hah! Pemanasan lagi?!"


"iya...tadi kan baru pemanasan...sekarang kelenturan..."


Akak mengajak Ai ke arah tiang keseimbangan yang sampingnya ding-ding cermin, Akak mengarahkan semua arahanya kepada Ai... Mereka saling berhadapan dan Akak mencontohnya yang harus di lakukan oleh pemula dalam balet, Ai mengikuti arahan Akak...dan tidak mudah oleh pemula dalam balet, Ai mengikuti arahan Akak...dan tidak mudah bagi Ai melakukannya, terlihat Ai melakukan semua tahapan dengan benar tapi sayangnya karena Ai yang tidak terbiasa...dia sering jatuh karena kurang seimbang.


"Aaaa...sudah cukup! Kita istirahat!" Ai merenggek.


"....."


"eee...bokongku sakit...karena jatuh terus..."


"makanya di bilang fokus dan perhatikan ke seimbanganmu...malah engak! Jatuh teruskan jadinya..."


"....." Ai diam.


"Akak sii enak karena sudah terbiasa...saya kan engak!" cemberut.


"haaaa..." Akak menghelan napas.


"huh! aha..." mendapat ide untuk menjahili Ai.


"...."


"ya-ya...saya memang sudah terbiasa, tapi kamu juga harus terbiasa...itung-itungkan membantumu untuk diet..." sambil menyeringai jahil.


"blussshing" wajah Ai memerah.


"(melihat ke arah Akak)"


"a-apaa..."


"...AAkkaakk!!!" mencoba memukul Akak.


"(Akak menhindar)"


Karena kesal Ai mengejar Akak yang lari sambil terus mengoda Ai kalau Ai itu gendut, mereka berdua terus kejar-kejaran sampai akhirnya, Ai yang hilang ke seimbangan tersandung dan jaruh.


"gedebuk!" Ai terjatuh.


"Aaaoouuu!"


"Akh! Ai..." terkejut dan menghampiri Ai.


"Aauukk! Sakit!!"


"kakimu terkilir sinih biar saya urut" memegang kaki Ai.


"Aauu!! Aauu!! Sakit! Akak sakit!" kesakitan karena di urut.


"diem saya lahi mengobati kakimu!"


"sakit!!!"


"haaa..." menghelan napas.


"emm..." meliha ke arah Ai.


"(Ai kesakitan)"


"Ai..." memanggil dengan suara berat.


"Huh?"


"Ai...ada yang ingin saya katakan kepadamu..." menatap Ai dan mencondongkan badan mendekati Ai.


"Aaa...app...Akak mau gapain?!"


"(terus mendekati Ai)"


"(Ai memundurkan badan)"


"Ai...saya..." menatap dengan tatapan berbeda.


"eehk! ehk! Mau apa??..."


"(wajah sudah di depan wajah Ai)"


"......" Ai ketakutan.

__ADS_1


"Ai..." suara Akak mulai memberat.


"(Ai tidak bisa mundur lagi)"


"A-Akaakk!...mau apa?" ketakutan.


"saya mau..." wajah mendekat ke wajah Ai.


"....." Ai ketakutan.


"(menatap)"


"......"


"Ai..."


"kretak!" suara tulang yang di luruskan.


"AAAaaauuu!!!...au!"


"....." menatap Ai dan mengagukkan kepala dengan wajah bertanya ke Ai.


"Hah!? ehk! Udah gak sakit lagi"


"itu cara cepat menagani orang yang susah di buat tenang saat kikinya lagi di obati karena terkilir" tersenyum.


"???"


"(Akak mengurit dan memijat kaki Ai)"


"nahh sudah kakimu baik-baik saja"


"(menjewer telinga Akak)"


"Akk! Aaakkk! Ai! Ai! Aauukk!" kesakitan karena telinganya di jewer.


"ini semuakan karena Akak yang mengoda saya kalau saya itu gendut! Terus apa maksudnya tadi! Akak membuat saya takut muka yosor-yosor macam bebek!"


"au! au! Yaa...maaf-maaf auu! Sakit Ai! Telinga saya bisa lepas nanti!"


"(melepas jeweran)"


"aadduuuhh...kamu menjewer saya keras sekali lihat sampai merah!"


"...hehhpp!" Ai cemberut.


"uuuppp...eeemmm...mmm...masyaallah..bahkan pas lago cwmbwrut atau merajuknya mengemaskan" ucap dalam hati.


"Ai..."


"....."


"Ai...maaf...saya tidak akan mengodamu lagi..."


"tapi saya sangat suka mengodamu lagi"


"tapi saya sangat sukan mengodamu" ucap dalam hati.


"....."


"Ai...jangan ngambek dong!...saya minta maaf ya! ya!"


"....." masih ngambek.


"maaf seharusnya saya tidak mengodamu...dan lagi kamu sampai terluka karena saya..." Akak menyesal.


"(Akak menunduk)"


"......" Ai melirik Akak.


"(Ai mencubit ke dua pipi Akak)"


"Huh?"


"eeeeemmmm" pipi Akak di cubit ke dua sisi.


"emn?" menatap Ai.


"jangan lakukan lagi"


"iya...maaf..."


"jangan lakukan lagi"


"iya...maaf..."


Mereka berdua berbaikan kembalu setelah 2 menit kaki Ai sudah membaik , dan Akak mengajak Ai untuk kembali latihan balet kali ini Akak berdiri di belakang Ai, dia membantu agar Ai tidak jatuh lagi. Lambat laut Ai terbiasa dan ia...mulai sedikit lancar melakukan gerakan pemula untuk balet, Akak mengajak Ai mengikuti tariannya dan hal asil mereka menari dengan kompak dan mereka menghabiskan waktu untuk menari.


Pagi hari tiba, Ai terbangun dari mimpinya dan merasa tubuhnya sangat pegal ia ingat kalau dalam mimpi dia latihan balet dan ternyata saat bangun dari tidur ia sedikit pegal-pegal dan kakinya yang terkilir (kaki kirinya) sedikit sakit atau ngilu.


Percakapan Ai mulai


"nahh begitula keseruan yang saya alami...tapi badan sayapegal-pegal karena latihan balet itu...mungkin karena saya belum terbiasa..."


"hehehe...hehehe" tertawa kecil.


"baiklah sekian untuk hari ini...terimakasih sudah membaca, sampai jumpa lagi..."


"wasalammualaikum wr.wb. dadah"

__ADS_1


Percakapan Ai selesai.


__ADS_2