
Mini cerita episode 1
Hari cerah...langit biru berawan...di villa Ai dan Akak sedang bermain bersama tuan kucing dan para kucing...sampai Ai bertanya...
"emm...Akak..." nanya tapi ragu.
"..." melihat ke arah Ai.
"Akak..."
"kulan(iya)..."
"Ai hoyong naros (mau nanya)"
"kamu mau nanya apa?"
"emm...aanu...itu emm..." Ai masih ragu.
"siapa Akak sebenarnya?"
"..." menatap Ai.
"kenapa tidak kasih tau nama lengkap?!...malah nama pangilan!"
"..." masih menatap.
"Akak...kenapa...diam??"
"..." terus menatap Ai.
"kenapa diam?! Jawab Akak!!!" Ai terus bertanya.
"..." senyum.
Ai terus bertanya kepada Akak, dia ingin tau siapakah Akak sebenarnya, kenapa dia (Akak) tidak memberi tau nama asli atau lengkapnya. Saat Ai bertanya lagi tiba-tiba...
"jawab Akak---" terhenti.
"sttsssss..." menempelkan jari telunjuk di bibir Ai.
"deg!"
Akak mendekatkan wajahnya ke arah wajah Ai dan menempelkan jari telunjuknya ke bibir Ai untuk mrmbuat Ai diam.
"..." wajah Ai memerah.
"..." menatap Ai.
"belum saatnya kamu tau gadis kecil" sambil menempelkan jari telunjuk di bibirnya dan mengedipkan mata.
"deg!" Ai terdiam.
__ADS_1
Mini cerita episode 2
Langit biru berawan di taman belakang villa Ai dan Akak sedang bermain bersama tuan kucing dan para kucing di taman bunga, mereka juga berbincang-bincang.
"...Akak...Ai hoyong naros..."
"hmm...naros naon?"
"emm...aanuu..."
"hmm..."
"siapa Akak sebebnarnya?"
"..." melihat Ai.
"Akak belum memberi tau nama lengkap Akak..."
"..." menatap Ai.
"Akak!!"
"hmm(iya)..."
"jawab"
"..."
Ai terus bertanya kepada Akak, sebaliknya Akak hanya diam dan menatap Ai dan tersenyum.
"hmm..." senyum.
"Akak---" terpotong.
"sttssss..." menempelkan jari telujuk di bibir Ai.
"deg!"
Akak mendekatkan wajahnya ke arah wajah Ai dan menempelkan jari telunjuknya kebibir Ai untuk membuat Ai diam.
"..." wajah Ai memerah.
"..." menatap Ai.
"belum saatnya kamu tau gadis kecil...sahabatku...jika sudah saatnya...saya akan memberi tau mu..."
"..." Akak tersenyum dan menatap Ai.
"..." Ai terdiam.
Akak mendekati Ai...membuat jarak mereka sangat dekat, sedamgkan Ai tidak bisa bergerak, tuan kucing dan semua kucing putih melihat kearah Ai dan Akak.
__ADS_1
"..." wajah Ai merah seluruhnya.
"kamu tau...apa yang sekarang saya lihat di wajahmu Ai..."
"a...aapaa..."
"kepiting rebus" tersenyum.
"!?...!?...HAH!!??"
"yaa..wajahmu sangat merah seperti kepiting rebus atau tomat yang siap untuk di panen..." Akak mengoda Ai.
"jadi...maksudnya...itu lucu..." Ai mulai kesal.
"hmm...lucu sekali"
"selucu itu kahh!!"
"yaa...lucu sekali...kamu sangat lucu saat wajahmu memerah"
"Hmph" menahan tawa.
"Hahaha..."
"Ah...maaf...Akak nngak bermaksud begitu...tapi kalau boleh jujur...Akak suka mengodamu...apalagi melihat wajahmu merah seperti kepiting rebus atau tomat" terus tertawa.
"Teb" meremas bantal duduk.
"Hahaha..."
"..." Ai sangat kesal.
"Hmph...kamu benar-benar lucu..."
"BUGH!!" di lempar bantal.
"PIKASEBELEN!!!" Ai kesal dan marah.
"celaka...sampai dia yang marah saja terlihat manis sekali..." ucapnya dalam hati.
"Akak" Ai masih kesal.
"kulan(iya)..." tersenyum.
"manis yaa..." ucapnya dalam hati.
Akak yang terus mengoda Ai membuat Ai sangat kesal, Ai terus melempari Akak dengan bantal duduk sedangkan Akak hanya menepis dan tersenyum ke arah Ai karena bagi dia Ai sangat manis.
percakapan Ai mulai.
"begitula...jawaban dari Akak... 'belum saatnya kamu tau gadis kecil' setiap kali saya bertanya nama dan siapa dia sebenarnya pasti jawabannya sama..."
__ADS_1
"sebenarnya kamu siapa Akak?..."
percakapan Ai selesai.