
Percakapan Ai mulai.
"Assalammualammualaikum wr.wb. Halo...bagaimana kabar kalian semua? Semoga sehat selalu Aamiin... Kalau ada yang kurang sehat semoga lekas sembuh Aamiin..."
"episode hari ini menceritakan saya yang sedang sedih di karenakan saya kecewa kepada sahabat perempuan saya..."
"kenapa? Harusnya di hari itu saya dan dia pergi lari pagi bersama pada hari minggu tepi dia tidak bisa karena dia bilang ada keperluan..."
"jadi kami membatalkannya tapi saya tetap lari pagi pada hari minggu dan... Saat itu saya melihat sahabat perempuan saya ternyata sedang apel atau kencan dengan pacarnya dan kami saling bertemu"
"......." agak kesal.
"saat di dalam mimpi Akak yang merasa saya sedang sedih...dia pun menghibur saya... Bagaimana cara dia menghibur saya?silahkan langsung baca... Selamat membaca"
Percakapan Ai selesai.
...Bermain gitar dan belajar main gitar...
Hari berawan dan suasana cukup sejuk, Ai terlihat murung dia duduk di ayunan sambil menatap langit berawan...
"....."
"haaaaaa" menghelan napas.
"(menatap langit)"
"......." menutup mata.
"tap...tap...tap" seseorang berjalan mendekat.
"tap" berhenti di depan Ai.
"jrengggg..." suara senar gitar di petik.
"huh?!" membuka mata dan melihat ke hadapannya.
"....." Akak tersenyum.
"eeehhhkkk??"
"punten neng...abdi kur saorang pengamen ker nuju neang nafkah lewat mengamen...apa neng mau rikwes lagu? Abdi bakal menyayikannya...mau rikwes lagu apa?" Akak berbicara bergaya selayaknya seorang pengamen dengan membawa gitar.
"hhppff...hehaha..." menahan tawa.
"......."
"waw...baru kali ini saya melihat ada seorang pengamen yangsangat tampan..." mengikuti candaan Akak.
"benarkah...saya merasa tersanjung karena nona manis ini memuji saya sangat tampan" sambil menutup wajahnya dengan satu tangan.
"......" saling melihat dan tersenyum.
"(duduk di bangku yang dekat ayunan)"
"mau Akak mainkan satu lagu?"
"bisa main gitar?"
"...tentu saja... Tidak percaya?"
"emmmmm..."
__ADS_1
"baiklah...saya akan buktikan, saya akan mainkan satu lagu untukmu...dengarkan yaa"
"(Ai memperhatikan)"
"......." Akak bersiap main gitar.
"(Akak main lagu bukti dan menyayikan liriknya)"
"......." Ai mendengarkan.
Akak memainkan gitar dengan begitu terampil dan menyayikan lagu bukti, suara Akak begitu merdu dengan suasa di taman villa yang begitu tenang, dan angin yang berhembus sepoi-sepoi menambahkan suasa semakin menenangkan, Ai yang mendengarkan pun terbawa suasana dan tampa sandar ikut bernyayi dengan Akak. Mereka bernyayi bersama sampai lagu selelai.
"(berhenti main gitar)"
"plok! plok! plok!" Ai bertepuk tangan.
"......" Akak tersenyum.
"bagus...hebat..."
"terimakasih..."
"......" Ai tersenyum.
"nahh...begitu dong...terseyum..."
"hah?!"
"jangan murung terus..."
"....."
"mau mencritakan apa yang terjadi?"
"hmm..."
"lalu?"
"seharusnya tadi pagi kami lari pagi bersama tapi tidak jadi karena dia bilang ada urusan keluarga jadi gak bisa lari, tapi tadi saat saua lari, saua memergoki dia sedang berpacaran dengan pacarnya"
"terus?..."
"kami saling tatap muka, dan dia malah senyum...kayak gak bersalah sudah berbohong kepada saya"
"......." mendengarkan.
"saya tidak keberatan kalau dia mau berpacaran, yang saya tidak suka...dia berbohong kalau punya urusan keluarga dan parahnya dia bilang ke orang tuanya kalau dia main ke rumah salah satu teman kami...ngeselin gak siihh..." Ai mulai kesal.
"emm...begitu...yaa saya juga setuju, dia sedikit keterlaluan"
"......"
"memang kamu tidak keberatan kalau dia berpacaran?"
"tentu saja tidak! Saya mengerti dia juga harus meluangkan waktu dengan pacarnya, setidaknya jujur saja! Kalau dia mau berpacaran! Bukan malah berbohong!"
"tapi bagaimana kamu tau dia berbohong kepada orang tuanya?"
"mamahnya/ibunya menelepon kepada saya...dan menayakan apa dia ada di rumah saya tidak?"
"jawabanmu?"
__ADS_1
"saya menjawab tidak, dan ibunya megira kalau dia pergi ke rumah teman dia seperti dia bilang..."
"kamu tidak memberi tau kalau dia sedang berpacaran?"
"saya tidak mau ikut campur..."
"...begitu..."
"......"
"jrenggg..." memetik gitar.
"ehk!"
"baiklah...lupakan semua itu...dan sekarang kamu mau Akak menyayikan lagu?"
"menyayikan lagu?"
"hmm..." Ai tersenyum.
"jadi mau lagu apa?"
"lagu paforit saya... Petra sihombing mine versi indonesia"
"baiklah saya akan memainkannya untukmu..."
"sungguh..."
"tentu saja...apa yang tidak untuk sahabatku..."
"hehehe..." tertawa kecil.
"(Akak mulai memainkan gitar dan bernyayi lagu mine)"
"....." Ai mendengarkan dan tersenyum.
Ai mendengarkan dengan seksama dan dia sudah tidak murung atau sesih,kesel lagi. akak bernyayi dan memainkan gitar dengan merdu, beberapa menit kemudian lagunya sudah di mainkan...
"hmm..." Ai tersenyum dan bertepuk tangan.
"kamu mau belajar main gitar?"
"Ahh! Eng-engak saya tidak bisa..."
"coba dulu...mari saya ajarkan" menyerahkan gitar kepada Ai.
Akak mengarahkan Ai untuk memegang gitar dengan benar, tangan kiri menekan senar kunci, tangan kanan memetik senar, Akak berdiri di belakang Ai, yang duduk di ayunan. Dia membantu tangan Ai untuk memetik gitar dengan benar.
"(Ai mencoba memetik gitar)"
"....." Akak yang memegang tangan Ai dan mengajari Ai.
Mereka terus bermain gitar (mengajari Ai) walau Ai tetap tidak bisa tapi setidaknya... Ai melupakan yang dia lihat tadi pagi. Mereka menikmati waktu bersama saat main gitar.
Pagi hari tiba... Ai bangun dari tidurnya dan terduduk, dia pun tersenyum dan melupankan kejadian kemarin (kekesalannya) Ai pergi bersiap-siap seperti biasanya.
Percakapan Ai mulai
"nahh begitulah...yang terjadi, Akak menghibur saya dengan cara bermain gitar dan bernyayi pless... Mengajari saya main gitar dan saya melupakan apa yang terjadi dengan sahabat perempuan saya, dan bersikap biasa saja kepada sahabat perempuan saya"
"baiklah sekian dulu untuk hari ini, terimakasih sudah membaca... Wasalammualaikum wr.wb. sampai jumpa lagi dadah..."
__ADS_1
Percakapan Ai selesai.