
Mini cerita episode 11
Hari yang begitu panas...tapi itu tidak membuat suasana di pantai sepi malah semakin padat, ada yang berjemur, berselancar, main voli dan lainyan. Di kafe Ai dan Akak sedang makan es krim...
"(memakan es krim)"
"semakin siang pantai jadi semakin ramai orang..."
"namanya juga pantai...kalu mau pantainya sepi perginya di malam hari...tapi lebih baik jangan..."
"kenapa?"
"haaa...kamu lupa? Angin laut d malam hari sangat dingain...tidak baik untuk kesehatan..."
"ohh...iya juga..."
"....."
"ada apa? Kamu mau bertanya sesuatu Ai?"
"HAH?"
"kalau mau tanya...tanya saja..."
"emm...aanu..."
"mmm?..."
"siapa sebenarnya Akak?!"
"???"
"dan bagaimana Akak bisa...membuat semua cewek yang mencoba mengjahiliku diam?"
"Akak benar orang kan? Bukan yang begituan..." sambil mengatas bawahkan ke dua jari telunjuk dan tengan.
"....."
"hhppfffpp..." menahan tawa
"kenapa ketawa?"
"stsss...belum waktunya kamu tau siapa Akak sebenarnya..."
"....." cemberut.
"kalau bagaimana Akak membua semua cewek itu diam..."
"(melihat ke arah Ai)"
"......" bangun dai tempat duduk dan mndekati Ai.
"saya mendekati mereka...lalu melangkah sedikit demi sedikit ke mereka"
"(Ai memundurkan badanya)"
"setelah itu saya menatap mata mereka dengan tatapan sinis..." Akak sedang mempragakan kejadian tadi kepada Ai.
__ADS_1
"(Ai semakin mundur)"
"Dug!" Ai mentok ke tembok di belakangnya.
"saat mereka sudah merasa terpojokkan sepertimu sekarang..."
"...." Ai terdiam.
"saya pun mengatarkan perkataan yang membuat mereka akhirnya terdiam"
"...."
"(Akak menatap Ai)"
"......." menatap sinis dan dingin.
"(Ai ketakutan)"
"HUH!"
"......." Akak terdiam.
"...Akak..."
"(melihat Ai)"
"kalau jawaban saya orang atau bukan...jawabannya yaa! Saya orang! Bukan yang begituan..." sambil mencubit hidung Ai karena gemas.
"......." Ai memegang hidungnya.
"(Ai cemberut)"
"(Ai masih kesal)"
"haaa...yaa maaf Akak becandanya jelek...Akak bukan bermaksud menakutimu...Akak hanya mencontohkan bagaimana membuat semua cewek itu bungkam"
"(melihat ke arah Akak)"
"maaf yaa...yaudah deh Akak belikan es krim lagi yaa...jadi jangan cemberut lagi yahh..."
"......"
"hmm...bahkan saat kamu merajuk lamu terlihat manis sahabatku...kamu membuat saya sangat kegemesan karena mu... Aduuhh gemassnnyaa..." ucapnya dalam hati.
"???" Ai bingung melihat Akak tersenyum.
"....." Akak tersenyum.
Mini cerita episode 12
Hari yang tadi mendung...kembali cerah dengan langit biru berawan dan suasana yang damai, begitu menenangkan di temani alunan suara gitar...
"(berhenti main gitar)"
"kenapa berhenti?"
"udahann...saya tidak mau bermaingitar lagi...saya tidak berbakat main gitar, jari saya keseleo terus..."
__ADS_1
"(meletakkan gitar di bngku yang Akak duduk tadi)"
"coba saya lihay jari-jari tanganmu..."
"(melihat jari tangan Ai)"
"......"
"tidak apa-apa...kalau sudah terbiasa nanti juga bisa" menyemangati Ai.
"terimakasih semangatnya, tapi saya lebih suka mengambar..." tersenyum.
"iya... Baiklah asa lagu lain yang kamu mau saya mainkan?"
"lagu mine lagi..."
"sangat suka dengan lagu itu?"
"hmm...sangat suka"
"baiklah...saya akan memainkannya lagi"
"(Akak duduk di sebelah Ai di ayunan)"
"......" Ai sedikit bergeser.
"(Akak memainkan lagu mine lagi)"
"......." Ai mendengar dengan seksama.
Akak terus memainkan lagu mine dengan merdunya alunan musik yang dia mainkan dengan gitar begitu merdu, saking merdunya dengan suasana yang begitu damai mendukung kenyamanan suasana, tampa di sadari Ai tertidur dan...
"pukk" kepala Ai mendarat di pundak Akak.
"tap...tap...tap" mendekati Akak dan Ai.
"meong...tuan muda aku membawa bantalnya..."
"bawa kemari"
"(meletakan bantal kebelakang kepada Ai dan meletakan kepala Ai di bantal)"
"....." tuan kucing melihat Ai dan duduk di samping ayunan Ai.
"(Akak kembali memainkan lagu mine dwngan gitar)"
"nona muda tertidur dengan pulas Tuan muda..."
"hmmm...biarkan dia tidur..."
"belum waktunya kamu tau siapakah saya sebenarnya sahabatku..."
"......" Ai tidur.
"hmm..." Akak tersenyum.
"meong..." tuan kucing tersenyum.
__ADS_1
"selamat tidur sahabatku..."