
Mini cerita episode 6
Di dapur Akak dan Ai sedang membuat adonan dan Ai pun bertanya...
"Akak..."
"kulan(iya)..."
"emm...abdi hoyong naros..."
"mau tanya apa?"
"...."
"....."
"(berhenti memcetak kue)" Ai berhenti.
"saha Akak saberna?"
"!!!"
"(Akak berhenti membuat adonan kue)"
"....." Akak melihat ke arah Ai.
"......." Ai melihat ke arah Akak.
"abdi moal bosen naros keun wae 'saha saberna Akak?!' ayena jawab! Saha saberna Akak?"
"(Akak menatap Ai)"
Ai terus bertanya pertanyaan yang sama dan terus menatap Akak, sebaliknya Akak hanya tersenyum dan menatap Ai.
"....." Akak tersenyum.
"jawab! Tong cicing wae!"
"(Akak mencolek adonan)"
"(mencolekkan ke hidung Ai)"
"hey!!! Apa yang---"
"(menempelkan jadi kelingkinya ke bibir Ai dan menempelkan jadi telunjuknya di bibir sendiri)" dengan satu tangan yang sama.
"sttsssss...."
"deg!"
"saya pun tidak akan bosan sahabatku dengan jawabat yang sama"
"belum waktunya kamu tau sahabatku..." sambil mengedipkan mata.
"(wajah Ai memerah)"
"huh?! Waahh...ada romat matang..."
__ADS_1
"heh?!!"
"waktunya memanen tomat" mengoda Ai.
"emmmm...(menahan kesal) Akaaaakkk!!!"
"kaburrrrr...."
"jangan lariiii!!!"
"hahaha...hahaha...hahaha"
"ohkk! Awas yaa!!!"
"hahaha...hahaha...hahah"
Mini cerita episode 7
Hari yang cerah...ditambah suasana di dalam villa begitu meriah karena Ai yang bahagia ulang tahunnya sedang di rayakan olaeh Akak, Ai begitu bahagia dia bermain bersama para kucing. Akak dari belakang melihat Ai...
"....." tersenyum.
"(Ai bermain bersama kucing-kucing putih)"
"....." Akak melihat Ai.
"tuan muda..."
"....." melihat ke arah samping.
"sepertinya anda terlihat sangat senang..." ucap tuan kucing.
"meong...ulang tahunnya yang ke 17 tahun ini sungguh berkenan untuk nona muda...aku tidak perna melibatnya sebahagia ini..."
"...." tersenyum.
"emm...tuan muda...bukankah tuan muda...akan bemberi tau identitasmu kepada nona muda?"
"....."
"meong???"
"sttsssss..."
"belum waktunya dia tau! Belum waktunya...saya akan memberi tau dia pada waktunya tiba...ini belum waktunya kucing..."
"baiklah...aku mengerti tuan muda"
"sekarang yang terpenting adalah...kita ikut bahagia bersama dia...sahabatku yang sedang berulang tahun sekarang"
"walau pun hanya di dalam mimpi...setidaknya saya bisa merayakan ulta mu sahabatku..."
"suatu saat nanti saya akan merayakan ulta mu di dunia nyata...di saat waktunya tiba dimana saya akan membari tau siapakah identitas saya sebenarnya..."
Selamat ulang tahun sahabatku... Ai nurlatifah..." tersenyum.
Mini cerita episode 8
__ADS_1
Hujan masih turun dengan derasnya...dan suasana di villa begitu sedih, Akak yang mengelus kepala Ai dan tangan Ai...tidak bisa menahan air matanya lagi Akak menangis tampa suara...
"...." Akak menangis.
"tap...tap...tap" suarah langkah mendekat.
"tap" berhenti.
"Tuan muda..." ucap tuan kucing.
"(menoleh ke arah suara)"
"....."
"Tuan muda...sevaiknya anda istirahat juga...luka yang anda dapat belum sepenuhnya hilang...anda pasti kesakit---"
"sakit!"
"....."
"tidak lebih sakit yang dia rasakan tuan kucing! Sakit yang saya rasa ini tidak ada apa-apabya di bandingkan yang dia sarakan!"
"tapi Tuan muda..."
"tuan kucing luka fisik ini tidak terlalu sakit! Ke timbang luka batin saya! Hati saya benar-benar hancur melihat sahabatku"
"....." tuan kucing terdiam.
"saat saya di terlilit oleh belenggu yang melilit Ai... Saya bisa rasakan kesakitan, kesedihan, kegelisaan, depfresi, tekanan, dan masih banyak lagi yang Ai rasakan!"
"belenggu itu! Membuat Ai menderita!"
"dari mana belenggu itu berasal? Bahkan itu dapat melukai Tuan muda"
"saya tidak tau! Yang pasti belenggu itu sudah membelenggu Ai cukup lama..."
"...."
"kesedihan Ai...membuat belenggu itu semakin mengikat dia!"
"lalu bagaimana cara kita menghilangkan belenggu itu?"
"entahlah...yang bisa kita lakukan hanyalah membuat Ai tersenyum dan bahagian...walaupun hanya dalam mimpi...setidaknya itu menguragi kesedihan dia"
"tapi...Tuan muda juga lihat di dunia nyata nona muda selalu tersakiti perasaannya...dia sangat sensitif Tuan muda"
"itulah tugas kita untuk membuat dia tidak merasa kesepian dan mengigatkannya kalau dia tidak sendirian"
"(menatap Ai yang tertidur)"
"jika waktunya sedah tiba saya akan memberi taumu siapa saya sebenarnya...kepadamu sahabatku"
"Tuan muda aku tidak ingin mengangumu tapi...waktunya kita sudah habis kita harus kembali... Pagi akan segera tiba"
"dan anda juga harus bangun dari mimpi, karena nona muda akan bangu jam 4 pagi nanti"
"baiklah..."
__ADS_1
"selamat tidur sehabatku..."