Siapakah Pria Misterius Yang Muncul Di Dalam Mimpiku

Siapakah Pria Misterius Yang Muncul Di Dalam Mimpiku
Episode 2


__ADS_3

Percakapan Ai


“assalammualaikum wr. Wb. Halo…bagaimana kabar kalian semua? Semoga sehat selalu aamiin… kalau ada yang kurang sehat semoga lekas sembuh aamiin…”


“komik hari ini menceritakan kelanjutan kisah saya kemarin yaitu pertemuan kedua saya dengan Akak, bagaimana ceritanya? Langsug saja baca… selamat membaca”


percakapan selesai.


...Menjadi sahabat...


“…” mata tertutup.


“…” mata sedikit terbuka.


“…” mata terbuka.


“huh? Saya ada dimana? Kenapa kenapa saya di sini?” terbangun dari tidurnya.


“meong…”


“tuan kucing..”


“hai.. kita bertemu lagi…” mengelus kepala tuan kucing.


“meong…” meminta mengikuti.


“kau ingin saya mengikutimu tua kucing?”


“meong (iya)”


“baiklah”


Langit cerah, dedaunan pohon tertiup angin, bunga-bunga bermekaran… Ai sedang megikuti tuan kucing ke suatu tempat, di tempat lain Akak sedang menunggu mereka dengan memetik bunga mawar. Ai dan tuan kucing pun sampai di tempat tujuan.


“…” berhenti dan melihat sebuah bangunan.


“bukankah itu villa kemarin? pantas saja jalan menuju kesins tidak asing”


“meong (iya)…”


Tuan kucing mengajak Ai menuju halaman belakang villa.


“tap…tap…tap”


“kau sebenarnya mengajakku kemana tuan kucing? Kenapa kita pergi ke arah belakang villa? Tuan kucing kau mau mengajakku kemana?!... haaa…dahlah…ikuti dia saja dehh…”


“tap…” berhenti.


“hooo…” bengong.


“waahhh…” terpukau.


“subhanaallah…indah sekali tamanya…”


Ai yang terpikau dengan ke indahan dari taman villa itu tidak menyadari Akak sedang bejalan kearahnya dan berhenti tepat di belakang Ai.


“tapi… mungkin ungkapan untukmu ‘masyaallah’…”


“hah”


“…” bebalik ke belakang.


“Deg!” terkejut.


“…” tersenyum.


Mata Ai terpaku kearah mata Akak menatap mata yang tajam (tatapannya) dan dingin itu (tapi di penuhi perhatian) Ai yang terkejut oleh Akak yang tepat di hadapannya, wajahnya merona merah. Mereka saling berhadapan, Akak yang menatap Ai dengan tatapan lembut berkata…


“cantik dan manisnya gadis dihadapan saya ini..”


“Deg!”


“…” wajah Ai memerah/tersipu malu.


“Akak bisa aja…” sambil memalingkan wajahnya.


“manis sekali” ucapnya dalam hati.


“assalammualaikum Ai…”


“waalaikumsalam Akak...”


“bagaimana kabar kamu?”


“alhamdulilah sehat sawalerna?”


“alhamdulilah sehat juga”


“sepertinya perkataan saya waktu itu benar”


“yang mana?”


“KALAU JODOH PASTI KETEMU LAGI”


"deg!"


"..." Ai tersipu malu.


“ibaratnya begitukan”


“iya ibaratnya begitu”


“sepertinya tuan kucing yang mengajakmu kemari”


“iya..tuan kucing yang mengajak Ai ke sini… omong-omong Akak lagi ngapain?”


“lagi berkebut…”


“mau ikut berkebun Ai?”


“bolehkah?”

__ADS_1


“hmm(iya)…”


Ai dan Akak, tuan kucing ke arah kebun bunga di belakang villa.


“baiklah sebelum kita berkebun bunga kita harus pakai celemek dulu…supaya pakaian kita tidak kotor”


“hmm…baiklah”


Ai dan Akak pun mempresiapkan diri masing-masing memakai celemek khusus untuk berkebun bunga, tampa Ai sadari Akak terus melihat.


“…” Akak memakai celemek.


“…” Akak melirik dan menatap Ai.


“…” tersenyum.


“Ai…”


“kahh…” Ai menjawab sambil memakai celemek.


Disaat Ai menoleh ke arah Akak, Ai terkejut karena Akak sudah menatapnya dengan membungkuk tubuhnya agar sejajar dengan Ai (karena tubuh Ai hanya setinggi dada Akak) melihat Akak yang mendekatkan wajahnya Ai yang merasa takut dia mundur perlahan-lahan sedangkan Akak terus maju mendekat.


“AAkakk… mau… ngapain?” terus mundur.


“…” Akak terus maju.


“brak!” Ai menabrak meja.


“mentok…”


“…” Ai mendonggak ke atas.


“…” Akak membungkuk dan mendekatkan wajahnya.


“…”


“…” hidung Ai bersentuhan dengan hidung Akak.


“…” wajah Ai merona merah.


“huh!” melirik ke bawah.


“emm…” Ai ketakutan dan menutup matanya, tubuhnya gemetaran.


"ppfffppp....lucu..."


"!!??" Ai terkejut.


"sini Akak bantu pakai celemeknya..." Akak memakaikan celemek Ai (seperti memeluknya) dari depan.


"kerudungmu juga di ikat supaya tidak kotor dan gak kesulitan..."


"nahh... Sudah selesai dengan begini kamu tidak akan kesulitan, baiklah ayo kita mulai berkebun"


"..." Akak melirik ke arah Ai.


"nyebelin! Belegug! Kurang ajar! Dasar bambang! Pika sebelen! Kampret! Kurang asem!" Ai mengomel-gomel karena Akak mengerjai dia.


Ai dan Akak pun pergi ke kebun bunga untuk berkebun, banyak bunga-bunga bermekaran di taman belakang villa. Di saat Akak sedang memindah dan merapihkan pot-pot bunga dengan bunga-bunga cantik, seketika pandangannya teralihkan ke arah Ai yang sedang menyiram bunga-bunga sambil bersenandung, Akak terus menatap ke arah Ai... Dan tidak lama Ai menyadari kalau dia sedang ditatap.


"huh?"


"..." tersenyum ke arah Akak.


"Deg!"


"..." Akak yerpanah melihat senyum Ai.


"maniss..." gumamnya.


"cantik..." Akak membalas senyumman Ai.


Ai dan Akak menghabiskan waktu bersama dengan berkebun bunga, melihat bunga-bunga di taman villa. Tak terasa sudah cukup lama mereka berdua berkebun akhirnya mereka selelai berkebun. Akak yang pergi ke dalam villa untuk membuat jus buah dan es krim.


"Ai...sudah...ayo istirahat"


"..." tidak ada jawaban.


"Akak sudah buat jus buah dan es krim..."


"..." masih tidak ada jawaban.


"Ai..."


Akak mencari Ai dan terus memanggilnya.


"Ai..." Ai nya ketemu dekat bunga lily.


"..." Ai terkejut.


"..." Ai berbalik.


"Deg!"


Saat Ai berbalik untuk menghadap Akak...Akak langsung terpanah lagi melihat Ai yang memegang bunga lily dan di belakangnya bunga-bunga lily yang indah dengan angin yang berhembus ke arah mereka berdua semakin menambah ke indahan suasana.


"masyaallah...cantik yaa..." ucap Akak dalam hati.


"..." Ai tersenyum.


Setelah menemukan Ai yang sedang memetik bunga lily saya mengajak Ai minum jus buah dan juga makan es krim yang saya buat. 'bunga lily...memiliki makna kesucian, kemurnian dan kesopanan, bunga lily juga di anggap sebagai lambang keindahan'. Itulah yang saya lihat dari Ai... Saat dia memegang bunga lily...dia memiliki semua makna dari bunga lily... Masyaallh cantik gadis kecil ini. Ucap Akak dalam hati.


Lima menit pun sudah berlalu...tampa sadar Ai tertidur di kursi yang ada di teras belakang villa (yang menghadap taman) Ai tertidur lelap... Akak yang melihat itu pun langsung mendekatkan dirinya ke Ai yang tertidur di kursi.


"kamu pasti kelelahan...tidurlah sebentar gadis kecil..."


"..." menatap.


"..." tersenyum.


"cup" mencium dahi Ai dengan lembut dan sayang.

__ADS_1


"..." senyum.


Beberapa menit kemudian...


"Ai...bangun...bangun..."


"..." Ai membuka mata perlahan.


"hmm..."


"Deg!"


Saat Ai bangun dari tidurnya dia terkejut melihat Akak membawa buket bunga mawar biru...Ai terkejut sampai menutup mulutnya dengan tanganya saking tak bisa berkata-kata, apalagi Akak yang berlututdi hadapan Ai, membuat wajah Ai agak memerah.


"Akak...ini...maksudnya apa?" Ai tidak mau salah paham.


"hadiah...untukmu terima kasih sudah membantu Akak berkebun,lihat semua bunga yang ada di taman ini bermekaran dengan indah kamu sudah berkerja keras..."


"ohh...begitu...bikin kaget saja...sama-sama tidak perlu sunkan-sunkan, kan kita harus membatu teman saat dia membutuhkan"


"hmm...itu benar, tapi...sebenarnya saya tidak mengangapmu sebagai teman...melainkan seorang sahabat Ai..."


"maksud Akak apa?"


"maksud Akak... Akak tidak mau di anggap teman tapi Akak ingin kita menjadi sahabat...seorang sahabat"


"sejak pertama kita bertemu saya sudah lihat perbadaanmu dengan gadis-gadis kebanyakan...memang kamu itu pendiam dan jarang bicara, seperti sulit untuk di ajak bebicara...tapi sebenarnya kalau sudah berbicara denganmu sangat menyenangkan dan ternyata kebaradaanmu...membuat saya nyaman jadi karena itu..saya tidak mau kehilanganmu"


"..." Ai tersipu malu.


"yaa...walaupun sebenarnya gadis kecil ini masih lugu dan polos" sedikit mengoda Ai.


"huh?!! Maaf gimana?"


"tidak ada..." tersenyum.


"maaf Akak...tadi ngomong apa? Ai kurang mendengar" Ai mulai kesal.


"dia mengemaskan walau sedang kesal" ucapnya dalam hati.


"Akak!" agak marah.


"kulan..."


"uuu...dia benar-benar mengemaskan" ucapnya dalam hati.


"..." mengulurkan tangan.


"Ai..."


"maukah kamu menjadi sahabat saya..."


"..." Ai terdiam dan tersipu.


"saya akan selalu ada di sampingmu Ai... Di saat suka maupun duka, walau pun hanya bertemu di dalam mimpi...izin kan saya menjadi tempatmu berlari untuk mengadu...izinkan saya menjadi tempatmu bersandar di saat kau butuh untuk bersandar.


"..." mata sedikit berkaca-kaca.


"..." tidak bisa berkata-kata.


"awalnya...saya tidak mau percaya dengannya...tapi entah apa perasaan akrab ini seakan-akan...membuat saya merasa nyaman dengan kebaradaan Akak juga, dan akhirnya..." ucap Ai dalam hati tapi terhenti.


"..." Akak menatap dengan lembut.


Ai menerima uluran tangan Akak, dia meletakan tanganya di telapak tangan Akak dan... Dengan mata berkaca-kaca Ai terharu dengan apa yang di lakukan, Akak menatap Ai dengan lembut dan megengam tangan Ai dengan lembut.


"hmm...Ai mau jadi sahabatmu..." tersenyum dengan mata berkaca-kaca.


"terima kasih Ai..." tersenyum lembut.


"mulai hari ini kita menjadi sahabat" ucap Akak.


Ai yang menangis haru...ditenanglan oleh Akak dan mereka menghabiskan waktu dengan bermain bersama para kucing.


"emm...Akak, Ai mau nanya...kenapa Akak memberi Ai mawar biru?


"jadi...kamu penasaran? Alasannya..."


"mawar biru menjadi lambang kesetiaan,komitmen dan kebijaksanaan. Selain itu layaknya langit yang biru dan birunya lautan mawar biru menjadi lambang ketenangan, cocok diberikan kepada sahabat atau pasangan sebagai bentuk do'a untuk menenangkan hati..."


"emm...jadi bagitu..."


"yaa...dan lagi Akak rasa kamu akan suka mawar biru karena kamu suka warna biru kan?bagaimana kamu suka mawarnya?"


"hmm...abdi resep (saya suka)"


"Akak senang kalau kamu senang"


Ai, Akak, dan tuan kucing menghabiskan waktu bersama.


Pagi hari pun tiba...Ai terbangun dari tidurnya dan membuka mata...Ai bangun dan duduk dia termenung sebentar dan...


"..." tersenyum.


"Mimpi...hmm walau hanya mimpi setidaknya...saya merasa senang dari semua rasa sakit yang harus saya rasa didunia nyata (sakt hati,kesepian,dll)"


Di tempat lain...ada seorang pria sedang berdiri menatap langit pagi di balkon teras kamarnya.


"..." tersenyum.


percakapan Ai.


"nahh...begitula pertemuan kedua saya dengan Akak...dan kami pun menjalin hubungan persahabatan"


"hmm... kami menjadi sahabat" tersenyum.


"baiklah sekian dulu untuk hari ini...terima kasih sudah membaca"


"waalammualaikum wr.wb."


percakapan selesai.

__ADS_1


__ADS_2