
percakapan Ai mulai
"Assalammualaikum wr.wb. halo bagaimana kabar kalian semua? semoga sehat selalu aamiin... kalau ada yang kurang sehat semoga lekas sembuh aamiin"
"di episode hari ini menceritakan dimana tali persahabatan saya terputus oleh sahabat saya sendiri yang namanya sama seperti saya yaitu "Ai" dan orang yang memutuskannya adalah dia sendiri karena dia lebih memilih bersama orang ke tiga, orang yang ingin kami tidak bersana lagi" wajah memurung.
"latar waktunya saat saya masih Mts/Smp dan saat kondisi saya yang sangat tersakiti itu...sahabat yang sebenarnya... hadir"
"huh?! kalian bertanya siapa? siapa lagi kalau bukan "Dia" yang selalu datang ke dalam mimpi saya... yap banar "Akak"..."
"bagaimana ceritanya? silahkan membaca..."
percakapan Ai selesai
...Terputusnya tali persahabatan dengan sahabatku...
Langit mendung dan hujan turun begitu lebat, di halaman belakang villa Ai terduduk di rumput membiarkan dirinya terguyur air hujan, tatapan matanya begitu kosong dan hanya menatap genangan air hujan di hadapannya, ia menangis tapi karena hujan air matanya tidak terlihat.
"..." Ai yang menangis dan terguyur Ai hujan.
"(duduk diam dan tidak bergerak)"
"..." tatapan mata yang kosong.
"tap...tap...tap" seseorang berjalan ke arah Ai.
"(berhenti di hadapan Ai)"
"(berlutut dan memayungi Ai)"
"(melihat ke arah atas)"
"Ai..." memangil dan menatapdengan sedih.
"Akak mengajak Ai masuk ke dalam villa,sesampai di dalam villa Akak menyuruh Ai untuk pergi membersihkan diri (mandi) dan berganti pakaian, sedangkan dirinya akan menyiapkan teh hangat untuk Ai, Ai hanya diam dan pergi ke lantai dua, Akak memanggil semua kucing putih betinah dan memberi arahan untuk membantu Ai, semua kucing betinah langsung mengikuti Ai ke lantai dua.
selesai membersihkan diri Ai turun dari lantai dua bersama para kucing betinah ia berjalan menuju ruang santai ia duduk di sofa dengan tatapan yang masih kosong, Ai memakai baju kaos lebgan panjang berwarna biru dan celana panjang berwarna abu-abu, handuk di kepalanya dan rambut terurai karena basah.
Akak datang dari dapur dan menuju ruang santai dimana Ai sekarang Akak membawa teh hangat dan juga kue bolu ia meletakkan di meja...
"huh?! kalau kamu tidak mengeringkan rambutmu dengan benar kamu bisa masuk angin..." melihat ke arah Ai.
"..." Ai hanya diam.
"haaaa (mengeln napas) ya sudah saya bantu mengeribgkan rambutmu" berjalan menuju belakang sofa Ai duduk.
Akak berdiri di belakang sofa Ai dan membantu mengeringkan rambut Ai dengan handuk yang ada di kepala Ai, sedangkan Ai sendiri masih diam dan tatapannya kosong, tuan kucing naik ke pangkuan Ai dan menoel-noel tangan Ai sambil menggeong untuk menyadarkan Ai dari tatapan mata kosongnya.
"meong...meong...meong" tuan kucing dan para kucing g putih.
"..." Ai masih diam.
"baiklah rambutmu sudah kering sekarang"
"(Akak meletakan handuk di atas kepala Ai lagi)"
__ADS_1
"..." duduk di samping Ai.
"Ai...ada apa? kenapa kamu sampai begini? Ai sadar!... tenangkan hatu dan pikiranmu" sambil menggenggam tangan Ai.
"(menatap Ai)"
"hisk...hisk...hisk" Ai menangis kembali.
"huh? hmm..." terkejut dan mencoba menenangkan Ai.
Akak terus mencoba untuk menenangkan Ai dan lambat laut akhirnya Ai tenang dan mau berbicara...
"kamu mau memberi tau apa yang terjadi?"
"(mengangukkan kepala)"
setelah menenangkan diri Ai mau bercerita kepada Akak, soal yang terjadi kepadanya
"sahabat perempuanku dia menghianati saya, memutuskan tali persahabatan kami dia lebih memilih orang ke tiga...orang yang ingin kami berpisah. Ai bercerita sambil menahan kesedihannya.
"..."
"tali persahabatan kami sudah meregang semenjak orang ke tiga muncul, saya terus berusaha agar tali persahabatan kami tidak terputus tapi sahabat perempuanku... hisk hisk hisk..." tidak bisa membendung air matanya lagi.
"(mengelus punggu Ai dan menenagkan Ai)"
"hisk hisk tapi sahabat perempuan saya...dia yang membuat renganggannya semakin besar dan akhirnya pitus dia menghianati saya... dia lebih memilih orabg ke tiga dan semua kesalahan atau kekesalan karena seatu hal dia melampiaskan semuanya kepada saya! saya hanya di jadikan tempat pelampiasa! dia marah kepada saya! dia kesal kepada saya! dan masih banyak lagi! hisk hisk"
"(mengeretakan gigi)" karena kesal kepada sahabat perempuan Ai.
Ai menceritakan semua yang terjadi kepada Akak, setelah selesai bercerita keheninggan pun muncul dan tidak ada yang berbicara lagi tapi kemudian...
"Akak..."
"hmm..."
"menurut Akak apa yang harus saya lakukan sekarang?"
"haaaa...(menghelan napas) intinya kamu harus ungkapkan perasaanmu kepada sahabat perempuanmu... katakan semua yang ada di pikiran maupun hatimu beritaukan semua yang baru saja kamu ceritakan kepada Akak kepadanya juga" sambil melihat ke arah Ai.
"..." Ai mendengarkan.
"mungkin akan sangat sakit tapi jika diam dan tidak mengungkapkannya akan lebih menyakitkan, kamu akan terus menjadi tempat pelampiasan"
"..." Ai terdiam.
Akak terus menasehati Ai. Dan Ai terus mendengarkan nasehat dari Akak. setelah 3 menit Ai menangis, Ai tertidur di sofa karena lelah menangis, Akak kucing dan para kucing putih menatap ke arah Ai dengan tatapan sedih. Akak menghapus sisa air mata Ai dan mengendong Ai pergi ke kamarnya, sesampai di kamar Ai, Akak merebahkan tubuh Ai di kasur dan menyelimutinya.
"(menatap Ai)"
"Tuan muda" tuan kucing datang menyusul.
"saya tau...Ai sangat tersakiti dan melihat dia tersakiti, seperti ini saya juga sangat tersakiti"
"apa menurut Tuan muda... nona muda bisa melakukannya?"
__ADS_1
"harus! dia harus bisa" menatap Ai.
"..." tuan kucing menatap Ai.
pagi hari tiba Ai terbangun dari tidurnya dan duduk sebentar dia menyetuh wajahnya lebih tepatnya pipinya yang basah karena dia menangis dan terdiam sebentar, setelahnya dia pergi untuk melakukan rutinitasnya.
Di sekolah tepatnya jam istirahat Ai dan sahabat perempuannya sedang berdua dan membicarakan semua yang ingin di katakan oleh Ai. Ai mengungkapkan semua yang dia rasakan kepada sahabatnya dari awal hubungan persahabatan mereka yang mulai rengang dan hampir putus di karenakan orang ke tiga dan sahabat perempuannya yang memutuskan hubungan persahabatan mereka, Ai terus menceritakan semua yang dia rasakan, kesakitan yang dia rasakan kepada sahabatnya dan akhirnya.
"mulai ti ayena jeung saterusna alurang lain sahabat dei! didinya anu mutus keun tali persahabatan alurang, ayena alurang kur batur hungkul!" ucap Ai dengan menahan air mata.
"..." sahabat perempuan Ai menangis.
"(Ai menangis)"
setelah itu sahabat...akh! tidak mantan sahabat Ai pergi dan Ai juga pergi dan tidak bertemu kembali, ke esokan harinya betapa terkejutnya Ai saat melihat mantan sahabatnya bersama dengan orang ke tiga itu dan yang membuat Ai semakin sakit hati adalah mantan sahabatnya berlaga seperti tidak terjadi apa-apa di antara mereka berdua, dan masih saja menyakiti hati Ai. Ai benar-benar tidak habis pikir tapi saat Ai melihat ke arah orang ke tiga itu, Ai menyadari kalau orang ke tiga itulah yang membuat mantan sahabatnya berubah.
Teman-teman Ai yang mengetahui apa yang terjadi dan tau kalau orang ke tiga itu seperti apa, mereka mendatangi Ai dan menengakan Ai dan menyemagatinya agar tidak bersedih.
"(Ai yang menangis)"
"(teman sekelas Ai yang menenangkan Ai)"
Tampa Ai sadari ada seseorang yang melihatnya dari kejauhan.
"..." melihat Ai menangis.
"(menggeretakkan gigi)" karena kesal.
"..." melihat ke arah mantan sahabat Ai.
percakapan Ai mulai
"nahh...begitulah yang terjadi antara saya dan sahabat perempuan saya di masa lalu... tepatnya saat kami duduk di bangku Mts kelas 8 atau smp kelas 2..."
"hmm?? kalian bertanya bagaimana hubungan saya dan mantan sahabat saya?"
"alhamdulilah hubungan kami baik-baik saja... yaa walau pun setelag kejadian itu selama satu bulan saya benar-benar tidak sembuh dari rasa sakit karena kejadian itu... satu bulan kemudian barulah saya sudah sembuh"
"apa? mantan sahabat saya sekarang bagaimana?"
"alhamdulilah dia sudah menikah dan sekarang sedang mengandung, yaa...hubungan kami sudah membaik, kami memuali kembali hubungan dari awal lagi... yaitu teman biasa, jadi dekat kembali..."
"aealnya saya tidak mau dekt lagi dengannya karena tidak mau lagi tersakiti olehnya, tapi dia datang kepada saya, dia bilang kalau dia sudah tau kalau orang ke tiga itu yang ibgin kami berpisah dan menjadikan dirinya sebagai orangnya, dia menangis, meminta maaf, menyesal, dia sadar kalau dia memang bodoh karena pwrcaya dan terhasut oleh orang ke tiga"
"Akak? emm..yaa awalnya Akak juga tidak percaya dengan mantan sahabat saya...itu karena Akak takutnya saya tersakiti lagi, tapi setelah saya menjelaskan apa yang terjadi Akak pun terdiam dan memikirkan kembali apa yang saya jelaskan"
"dan dia menasehati saya kalau memang saya mau mamberikan kesempatan ke dua untuk mantan sahabat saya itu, tergantung dari saya sendiri mau atau tidak dan pilihan saya memberi dia kesempatan ke dua dan memaafkan dirinya hubungan kami lambat laut kembali baik dan yahh, kami menjadi teman lagi"
"hehehe...mmm..aahh! kenapa ketawa? itu karena..."
"emm ketimbang teman...malahan kami seperti kaka dan adik, dan dia yang menjadi kakaknya karena dia satu tahun lebih tua dari saya"
"baiklah segitu dulu untuk hari ini... terima kasih sudah membaca, sampai jumpa lagi...
wasalammualaikum wr.wb"
__ADS_1
percakapan Ai selesai