Siapakah Pria Misterius Yang Muncul Di Dalam Mimpiku

Siapakah Pria Misterius Yang Muncul Di Dalam Mimpiku
Episode 17


__ADS_3

percakapan Ai mulai


"assalammualaikum wr.wb. halo...bagaimana kabar kalian? semoga sehat selalu aamiin... kalau ada yang kurang sehat semoga lekas sembuh aamiin..."


"episode hari ini menceritakan saya yang sangat ingin belajar memanah tapi tidak kesampaian, alasanya di sekolah saya tidak ada olahraga memanah dan saya tidak di izin kan oleh bapak saya untuk belajar memanah di rumah..."


"hah?? kalaian bertanya kenapa saya tiba-tiba ingin belajar memanah? emm...karena saya memang tertarik dengan olahraga memanah dan karena saya melihat anak santri pesantrena yang tidak jauh dari sekola saya belajar memanah di halaman depan (dekat pinggir jalan) sedang latihan memanah"


"dan satu orang berhasil mewujudkan ke inginan saya itu..."


"yap siapa lagi kalau bukan sahabat misterius saya... Akak... walau hanya di dalam mimpi tapi itu cukup menyenangkan"


"bagaimanakah keseruan saya yang belajar memanah bersama Akak? silahkan baca ceritanya"


percakapan Ai selesai


...Belajar memanah bersama Akak...


hari cerah berawan...dan suasana sangat sejuk, di villa Ai sedang menyiram bunga di taman villa, tak lama tuan kucing menghampirinya, dia mengigit ujung celana Ai seakan meminta Ai untuk mengikutinya, Ai yang menyadarinya dan mengikuti tuan kucing ke suatu tempat dan tempat itu adalah lapangan untuk latihan memanah.


"kenapa kau mengajak saya kemari tuan kucing?"


"meong..." menunjuk dengan satu kakinya.


"huh?..." melihat arah yang di tunjuk.


"(anak panah menancap di sasaran panahan)"


"jeb! jeb! jeb!" semua anak panah tepat kenah sasaran tengah.


"haaa..." menghelan napas.


"huh!" menyadari kedatangan Ai.


"Ai..." ucap Akak.


"......" Ai hanya senyum.


"ayo kemari..."


"Akak bisa olahraga memanah?"


"bisa...kamu mau mencobanya?"


"boleh kah?"


"tentu saja...tapi sebelumnya kamu haru pakai perlengkapannya dulu...saya antar kamu ke loker dan mengambil perlengkapan memanahmu..."


"hmm" mengangguk.

__ADS_1


Akak mengajak Ai ke loker perlengkapan untuk memanah, setelah dari loker mereka kembali ke lapangan. Saat memakai peralatan memanah Ai memakai kerudung putih di ikat pita berwarna biru (agar kerudung tidak menghalagi saat memanah) memakai kaos biru dengan mengendong tas berisi anak panah di punggungnya, memakai celana panjang biru tua, dan memegang busur, sedangkan Akak memakai kaos biru tua lengan pendek dan celana abu-abu panjang dengan tas berisi anak panah di punggung dan memegang busur.


"baiklah sekarang mari saya ajarkan bagaimana memanah dengan baik dan benar"


"hm...ok..."


Mereka pun pergi ke arah lapanggan memanah, sesampai di lapangan Akak membantu Ai untuk bersikap atau kuda-kuda untuk memanah yang baik dan benar agar tidak terjadi kecelakaan kecil.


"baiklah...sekarang berdiri dengan tegak, kaki rengangkan sedikit untuk jarak, kamu harus berdiri menyamping seperti ini..." Akak memperagakan posisi atau kuda-kuda saat akan memanah.


"(Ai memperhatikan)"


"setelah kamu sudah berdiri dengan benar, pegang busur dengan tangan kirimu dengan erat lalu ambil anak panah dan selipkan ekornya di tali busur, tarik anak panah dengan perlahan, tarik sampai ke belakang telinga...setelah itu pandangan ke depan lihat target fokus...konsentrasu...tenangkan diri...bidik dan lepaskan anak panahnya..."


"(anak panah melesat)"


"....."


"jebb!!" anak panah menancap di sasaran panah.


"tepat sasaran..."


"yap! itulah hasilnya...sekarang kamu coba"


"ok..."


"hah...papan warna putih bagian 4" Ai senang.


"lumayan bagus coba lagi supaya lancar"


"hm!" menggiyakannya.


Ai dan Akak melanjutkan latihan memanah, Akak memanah dengan tepat sasaran, sebaliknya Ai selalu meleset dari sasaran sekalinya berhasil membidik selalu ada di lingkarab berwarna putih, tapi bukannya sedih Ai malah menikmatinya.


"masih belum tepat di tengah..."


"yaa...tapi tidak apa-apa...saya masih bisa menikmatinya ini membantu untuk saya lebih berkonsentrasi, yaa jujur sedikit kesal juga karena tidak tepat sasaran tapi...nikmati sajakan?"


"hmm..." menganguk.


Ai kembali berlatih memanah dan Akak memerhatikan dari belakang, Ai sangat menikmarinya saat belajar memanah walau kebanyakan melesaet tapi ia terus mencoba memanah Akak yang melihay Ai dari belakang hanya tersenyum melihat sahabatnya.


"hmm...hmmm" menahan tawa.


"masyaallah...ya Allah...saat saya melihat Ai, saya sangat senang terutama saat dia terus membuat mimik wajah yang berbeda-beda setiap dia meleset dan tepat sasaran memanah... saya sangat senang bisa menghabiskan waktu dengannya walau di dalam mimpi"


"huh!!" terkejut.


"ya Allah saya meminta petunjukmu bagaimana cara saya menghilangkan belenggu yang membelenggu Ai...walau sekarang tidak terlalu terlihat tapi sekilas rantai dan akar duri yang membelenggu Ai..." bicara dalam hati.

__ADS_1


"...." Akak hayut dalam pikiran.


"Akak..." Ai memangil.


"....."


"Akak..."


"....."


"Akak!!!"


"hah!??"


"di panfil dari tadi! kok malah ngelamun?"


"oh...emm...maaf memang kamu ngomong apa?"


"...haaa..." menghelan napas.


"saya sudah lelag...ayo kita kembali ke villa...ini sudah waktunya makan siang..."


"hmm...ayo..."


Ai dan Akak pergi dari lapangan memanah dan kembali ke villa...


"kamu mau kita masak apa untuk makan siang?" mencoba melupakan yang tadi di pikirkan.


"hmm...saya sihh kepengen makan mie ayam"


"baiklag ayo kita buat mie ayam"


Ai dan Akak membuat mie ayam di dapur, seperti biasanya Akak pasti menjahili Ai saat membuat adonan mie dan pada akhirnya mereka menyelesaikan mie dengan wajah yang cemong karena tepung (tadi kejar-kejaran sambil mengoles tepung di muka) setelah semua bahan untuk membuat mie ayam, mereka membuat dua porsimie ayam, setelah jadi mereka makan siang bersama, menikmati mie ayam di ruang santai sambil menonton anime assasin classroom, setelah selesai makan dan menunggu 15 menit mereka berdua bersama sekelompok kucing putih dan tuan kucing pergi ke lapanggab memenah lagi untuk meneruskan latihan memanah, Akak selalu memanah dengan anak panah tepat sasaran di tengah sedangkan Ai masih meleset tapi dia terus melakukannya (memanah) mereka menghabiskan waktu dengan memanah.


pagi hari tiba Ai bangun dari tidurnya, saat duduk setelah bangun tidur badan Ai sedikit pegal-pegal karena di dalam mimpi berlatih memanah di dalam mimpi.


"haaa...(menghelan napas) badanku pegal-pegal" mengeluh.


"....."


percakapan Ai mulai


"nahh...begitulah...keseruan saya dan Akak dimana akhirnya yang saya mau yaitu latihan memanah...yaa...walau di dalam mimpi tapi setidaknya itu terwujud dan badan saya pegal-pegal setelah bangun tidur" badan merasa kurang nyaman.


"baiklah sekian dulu untuk hari ini...terima kasih sudah membaca sampai jumpa lagi..."


"wasalammualaikum wr.wb. dadah..." melambaikan tangan.


percakapan Ai selesai

__ADS_1


__ADS_2