
mini cerita episode 15
Hari yang tadinya mendung kembali cerah, di ruang santai (di villa) Akak dan Ai sedang menonton anime movie dektektif conan sambil memakan es krim...
"(memakan es krim)"
"....." Akak melihat ke arah Ai.
"(Ai yang fokus menonton dan makan es krim)"
"setidaknya saya berhasil membantunya untuk melupakan dan melepaskannya amarahnya...kalau tidak dia...akan melukai dirinya sendiri dan orang lain...dan buruknya dia...akan menjadi orang pemarah dan itu tidak baik haaa...tidak! tidak! malah tidak bagus... kalau sampai terjadi..." ucap Akak dalam hati.
"hmmm..conan dan kid berkerja sama... kawaii..." mengomentari anime.
"....." Akak tersenyum.
"kamu sangat suka dengan conan dan kaito kid?"
"suka...terutama kalau mereka main di satu episode atau movie yang sama"
"benar-benar penyuka anime..."
"tergantung anime apa dulu yang mau di tonton"
"(tersenyum bersama)"
"oh yaa...Akak...ingat saat bercosplay menjadi kaito kid?"
"hmm...jadi?"
"saya sangat tidak menyangka akan sangat mirip...saat melihat kaito kid asli di anime dengan Akak yang benar-benar mirip"
"terimakasih...kan harus menghayati peran yang saya cosplaykan lagi pula...orang-orang yang bekerja sebagai cosplayer dari anime juga sangat profesional, merka mendalami peran mereka dengan sangat mirip"
"hmm..."
Ai dan Akak mengobrol untuk beberapa menit, di menit berikitnya Akak berkata...
"Ai..."
"hm?"
"orang terkuat dan terhebat bukanlah orang yang punya kekuatan atau kekuasaan saja... tapi orang terkuat dan terhebat adalah dia yang bisa mengalahkan hawa nafsunya, emosinya, dan kemarahannya...barulah orang terkuat..." ucap Akak dengan serius.
"hmm...saya mengerti, tapi saya pasti tidak bisa...buktinya saya masih mudah emosian" murung.
"itu sebabnya berusahala...mungkin tidak bisa tapi setidaknya kamu bisa mengendalikan emosimu..." menyemagati.
"hmm..." Ai tersenyum.
"tapi...Akak..."
"hmm..."
"siapa kamu sebenarnya?"
"...hmm..." menatap Ai dan terswnyum.
"(mendekatkan wajahnya ke arah Ai)"
"......"
__ADS_1
"sttssss..."
"belum waktunya kamu tau siapa saya sebenarnya..." tersenyum.
"....." Ai terdiam.
mini cerita episode 16
Hari yang cerah dengan langit biru dan sedikit awan, di villa tepatnya di ruang tari, Ai yang di ajari tari balet oleh Akak, masih terlihat kaku...tapi Akak terus menbantu agar bisa melakukannya...
"(berhenti menari)"
"(terengah-engah)"
"cape?"
"yaa...istirahat dulu sebentar..." duduk di lantai.
"nihh...minum dulu air beningnya" menyodorkan botol air mineral.
"(menerima botol air mineral)"
"......" meminum air bening.
"....." Akak sedang berpikir.
"Huh?...Akak lagi mikirin apa?"
"Hahh!!...oohh...emm gak..."
"???"
"Aha!...(dapat ide) tunggu sebentar yaa Ai..."
"(Akak...mendekati radio dan menyetel lagu danau angsa)"
"(musik danau angsa bermain)"
"...." Akak berdiri dan mendekati Ai.
"....." Ai bengong dan menatap Akak.
"nona manis maukah anda menari bersama saya..." mengulurkan tangan.
"Akak...ini apa maksud---" terpotong.
"stssss...ikuti saja..."
"....."
"(menerima uluran tangan dan berdiri)"
"(berdiri di belakang Ai)"
"sekarang tutup matamu danfokus dengarkan musik atau lagu danau angsa ini...ikuti alunan musiknya"
"...." mengangguk dan menutup mata dan menghayati musik danau angsa.
Ai mengikuti arahan dari Akak, tampa di sadari Ai...tubuhnya menari mengikuti alunan musik danau angsa dan Akak membantu untuk menjadi penari prianya, Ai dan Akak menari balet bersama dengan mengikuti alunan musik danau angsa.
Ai menari begitu indahnya sama persis seperti balerina...bagaikan angsa yang cantik yang menari" Ai yang tersenyum mendengar alunan musik danau angsa ia mengikuti alunan musik dan menari, Akak pun tersenyum dia menari bersama Ai...begitu indahnya tarian mereka berdua.
__ADS_1
"(menari bersama)"
"(Akak mengangkat Ai)"
"(berputar bersama)"
"....." menurunkan Ai perlahan.
"(Ai membuka mata perlahan dan matanya bertemu mata Akak)"
"(saling menatap)"
saat Akak menurunkan Ai perlahan untuk pose terakhir tapi di karenakan Ai tidak bisa split jadi posenya di ubah yaitu Ai jadi duduk dengan melipat kakinya dan Akak merangkulnya dari atas, mata mereka bertemu...mereka saling memandang dan musik pun selwsai bermain...
"....." masih saling memandang.
"meong..." tun kucing membuyarkan keheningan.
"Huh!?" ucap Ai dan Akak dan melihat ke arah tuan kucing.
setwlah tuan kucing mengeong, Ai dan Akak tersadarkan dan mereka duduk bersama di lantai mengisrirahatkan diri dari menari balet tadi.
"(istirahat dan dusuk di lantai)"
"wow...tadi itu kamu benar-benar seperti balerina..."
"emm...terimakasih, benarkah?!...saya tidak menyangka bisa menari seperti tadi"
"(Akak tersenyum)"
"tapi bagaimana bisa?"
"tentu saja bisa...kalau Allah berkehendak dan kita hanya bisa menjalaninya..."
"heh!? ohh yaa...benar"
"...."
"ada apa? apa kamu mau menayakan sesuatu?"
"Hah! emm..."
"hmm..."
"Akak...siapa sebenarnya dirimu?" bertanya dengan serius.
"....hmm..." diam dan tersenyum.
"kenapa senyum..."
"(menatap Ai)"
"jawab!"
"stsss...belum waktunya kamu tau" dengam meletakan jari telunjuk di bibir.
karena Akak tidak menjawab pertanyaan Ai... Ai jadi merajuk tapi Akak terus membujuk Ai kalau memang belum waktunya, beberapa menit kemudian Ai tidak merajuk lagi. Akak mengajak Ai kembali menari tapi kali ino bukan balet tapi tarian moderen, Akak memperagakan dan Ai memgikutinya. setelah selesai memahami tariannya mereka pun menari baersama, canda tawa pun bergema di ruang tari dengan musik. Tapi di dalam hati Akak berkata...
"saat waktunya tiba...saya akan memberitau siapa saya sebenarnya..." ucapnya dalam hati.
"(menari bersama)"
__ADS_1
"....." tersenyum bersama.
"hahaha...hahaha..." tertawa bersama.