
Percakapan Ai mulai
"Assalammualaikum wr.wb. halo... Bagaimana kabar kalian? Semoga sehat selalu aamiin... Kalau ada yang kurang sehat semoga lekas sembuh aamiin..."
"Episode kali ini menceritakan keseruan yang saya rasakan saat bisa melukis... Walaupun lukisannya kurang bagus...tapi yang terpenting adalah kesenangan dan keseruan yang saya rasakan..."
"Bagaimana ceritanya? Silahkan baca ceritanya...selamat membaca..."
Percakapan Ai selesai
...Melukis bersama...
Hari yang cerah dengan langit biru tampa ada awan sedikitpun dan suasana begitu sejuk, di ruang lukis... Ai dan Akak sedang mengambar dan melukis...
"(Ai dan Akak sedang melukis)"
"hmm...mmm...hhh" Ai bersenandung.
"....." Ai fokus melukis.
"....." Akak fokus melukis.
Ai yang fokus melukis bunga sangat fokus sambil bersenandung dia tidak sadar kalau Akak sedang melukis dirinya yang sedang melukis dan terus melukis Ai.
"....." Melihat Ai.
"saya senang kalau kamu tersenyum seperti itu Ai...saya merasa tenang... Hmm...manisnya..." ucapnya dalam hati.
"setidaknya belenggu itu tidak terlalu terlihat dan mengikat Ai terlalu kuat, saya sedikit lega..." mata Akak sedikit meredup.
"....." Akak melamun.
"Akak..."
"....."
"Akak..."
"......"
"Akak!!" sedikit berteriak.
"Hah!!" terkejut.
"dari tadi pangil Kenapa malah ngelamun?"
"....."
"itu catnya menetes ke celana"
"oh! Ya ampun..."
__ADS_1
"kenapa melamun?"
"emm...maaf lagi mikirin mauu...masak apa untuk makan siang kita"
"....."
"emm...saya ganti baju dulu..."
"hmm...baiklah"
"(Akak pergi untuk mengati pakaian)"
Sementara Akak pergi berganti baju, Ai kembali fokus melukis setelah selesai berganti baju Akak kembali ke ruang lukis dengan membawa cemilan kecil untuk Ai.
"saya kembali"
"hmm...Akak bawa apa?"
"cemilan kecil...ayo istirahat dulu kita makan"
"hmm...baiklah"
Mereka berdua menikmati cemilan yang di bawa oleh Akak, sambil mengobrol tentang lukisan yang mereka buat masing-masing.
"hmm..."
"ada apa?"
"melukis saya?"
"hm mau tidak?"
"boleh...tapi saya tidak bisa berpose dengan bagus"
"...tidak masalah duduk saja dengan melipat tanganmu"
"...."
Ai di arahkan oleh Akak duduk di sebuah kursi, Ai duduk dengan sopan dan melipat tangannya (meletakannya di atas pahanya) selesai memposisikan model duduk Ai, Akak langsung fokus melukis Ai.
"(Ai duduk menjadi model)"
"......" Akak fokus melukis.
Selang beberapa waktu akhirnya lukisannya sudah selelai.
"nahh sudah selelai"
"benarkah?"
"kemari dan lihatlah"
__ADS_1
"(berjalan ke arah Akak)"
"waaahhh..." Ai terpukau sempai tidak bisa berkata-kata.
"(menutup mulut dengan tangan)" saking terpukaunya.
"bagaimana? Mirip denganmu kan?"
"hm(iya)...bagus Akak memang hebat dan serba bisa..."
"hmm-hmm (menganggukkan kepala) tapi..."
"tapi...tapi kenapa?"
"masih...cantikan yang asli dari lukisan"melihat ke arah Ai dan tersenyum.
"deg!"
"....." wajah Ai merona.
"hmm..." tersenyum.
"mnis sekali..."
"(Ai berjalan pergi ke arah jendela)"
"hmhmhm...lucu yaa..."
Ai yang wajagnya memerah...memilih unuk menjauh, Ai dusuk di tepian (teras kecil) yang ada di jendela ruang lukis, Ai memandang keluar jendela dan Akak kembali melukis Ai yang sedang tersipu malu Akak hanya tersenyum.
"(Ai yang memandang keluar jendela)"
"......" Akak yang memandang Ai dan melukis dia.
"....." tersenyum.
Pagi hari tiba Ai bangun dari tidurnya, dia duduk dan terdiam sejenak...lalu melakukan aktivitasnya seperti biasanya.
Percakapan Ai mulai
"nahh...itulah yang terjadi di ruang lukis yang ada di villa..."
"...hmm...dasar bangbang! Akak selalu mengoda saya dia benar-benar sulit di tebak" menggelengkan kepala.
"...." tersenyum.
"baiklah sekian dulu untuk hari ini terimakasih sudah membaca...sampai jumpa lagi... Dadah"
"wasalammualaikum wr.wb."
Percakapan Ai selesai
__ADS_1