Siapakah Pria Misterius Yang Muncul Di Dalam Mimpiku

Siapakah Pria Misterius Yang Muncul Di Dalam Mimpiku
Mini cerita


__ADS_3

Mini cerita episode 17


Langiy biru berawan dan suasana yang sejuk dengan angin yang berhembus sepoy-sepoy, di lapanggan memanah Ai yang masih terus berusaha memanah tepat ke tengah, belum bisa-bisa.


"haaa..." menghelan napas.


"lagi-lagi meleset! kalau tidak meleset anak panahnya menancap di lingkaran putih... hiii susah! banget pengen tepat sasaran!"


"mau saya bantu sahabatku?"


"(Akak berdiri di belakang Ai)"


"baiklah ayo kita mulai"


Akak berdiri di belakang Ai lebih tepatnya di samping Ai, tangan kanannya memegang tangan kanan Ai yang memegang anak panah, tangan kiri Akak memegang tangan kiri Ai yang memegang busur dan wajah Akak tepat di samping wajah Ai, Akak membingbing Ai untuk fokus ke arah target sasaran, terlihat wajah Ai yang fokus melihat ke depan tapi sebenarnya dalam hati dia deg-degan karena Akak yang begitu dekat dengan dirinya.


"(mengikuti arahan Akak)"


"(Ai melesatkan anak panah)"


"jebb!!" menancap tepat di tengah.


"...haaa!!!...berhasil!!!" senang dan lompat-lompat.


"wowhh tenang jangan melompat-lompat" menenangkan Ai.


"akhirnya tepat sasaran juga"


"kayaknya senang banget"


"tentu saja sangat senang...senaaaannnggg...banget pake banget!"


"hmm hehehehehe..." tertawa kexil melihat sahabatnya.


"(Ai tersenyum bahagia)"


"..." Akak menatap Ai.


"haaa..." mendudukkan diri di rumput.


"Huh?!"


"haaa...cape..." masih dalam suasana puas.


"hmm...saya sangat bahagia saat melihatmu tersenyum bahagia seperti ini, kamu terlihay sangay cantik dan saya merasa senang melihatmu bahagia...karena melihatmu tersenyum dan bahagia saya juga senang dan bahagia" ucap Akak dalam hati.


"Akak..."


"kulan"


"..."


"ada apa?"


"emm..."


"ada apa? kamu mau menanyakan apa?"


"saya mau menanyakan sesuatu... tapi..."


"tapi? tapi kenapa?"


"tapi...jawabannya pasti sama"


"???"


"siapa Akak sebenarnya? lalu Akak pasti menjawab, 'belum waktunya kamu tau, saat waktunya tiba Akak akan memberi taumu' pasti itu yang akan Akak katakan" menatap Akak.


"..." Akak terdiam.


"puk puk puk" Ai menepuk rumput di sampingnya.


"ayo duduk"

__ADS_1


"(Akak duduk di samping Ai)"


"baiklah...jawabannya memang sama seperti yang baru kamu katakan, karena itulah bersabarlah..."


"(melihat ke arah Ai)"


"(Ai melihat ke arah Akak)"


"baiklah..." sesikit termenung.


"Ai...kau baik-baik saja?"


"..." Ai tidak menjawab.


"Ai...Aaii..."


"..."


"Ai kau---" terpotong.


"(menegakkan kepala)"


"???"


"(melihat ke arah Ai)"


"saya pengen makan es krim..."


"Ahhhkk! yaampun..." merasa lega karena Ai sudah ngomong.


"mhh...hihihi" tertawa kecil.


"ok...ayo kita kembali ke villa, saya akan buatkan es krim untukmu"


"yea..." Ai senang.


Mereka berdua dan para kucing pergi kembali ke villa dan membuat es krim dan memakan es krim sambil nonton Tv.


Mini episode 18


"(Akak membaca buku)"


"meong"


"hmm?? ada apa tuan kucing?"


"Tuan muda...apakah harus Nona muda melakukannya?"


"harus! malahan harus bisa! karena ini menyangkut dirinya sendiri"


"..." Tuan kucing sedih.


"dia harus bisa tegar dan tidak boleh berlebihan terhadap hubunggan...mau itu pertemanan atau persahabatan bahkan cinta... dia tidak bolehberlebihan karena akan seperti ini hasilnya menyakitkan"


"ini kedua kalinyakan Nona muda tersakiti oleh sahabat perempuannya"


"iya...pertama Ai harus berkorban merelakan cinta pertamanya untuk dia (sahabat perempuan Ai) kedua sekarang menghianati Ai dan memutuskan tali persahabatannya oleh dia juga (sahabat perempuan Ai) haaa..." menghelan napas berat.


"di sakiti oleh sahabatnya saja sudah sesakit ini...apa lagi kalau dia di sakiti oleh pria (yang di sukai) haaa..."


"tapi tuan muda anda kan pria?"


"justru itu saya tidak boleh sampai menyakiti perasaan Ai"


"(menatap wajah tidur Ai)"


"walau sebenarnya saya sudah menyakiti perasaannya"


"Hah! tapi Tuan muda apa yang anda perbuat?"


"kau sendiri pun tau saya menyembuyikan identitas saya dari Ai"


"tapi itukan..."

__ADS_1


"saya tau! itu memang persaratannya, saya bel boleh memberi tau siapa saya sebenarnya kepada Ai, sebel waktunya tiba... saya harus terus menyembunyikan identitas saya"


"..." terdiam.


"maafkan saya sahabatku... saya belumbisa memberi tau siapa saya sebenarnya saat waktunya tiba, saya akan memberi tau siapa saya sebenarnya" mengelus kepala Ai.


Keesokan harinya...(kembali bertemu di dalam mimpi)


"Hah?! jadi setelah kamu menggungkapkan semua itu...dia malah berlaga tidak terjadi apa-apa?!"


"hmm...saya juga tidak mengerti! dan saat saya melihat ke arah orang ketiga itu, dia tersenyum bangga dan berhasil menjadikan mantan sahabat saya menjadi orangnya" Ai mulai menagis.


"...kenapa kamu malah menagis?"


"saya tidak tau!" terus menagis.


"...haa..." menghelan napas.


"(Ai terus menangis)"


"maaf saya sedikit membentak barusan" menenangkan Ai.


Saat di sekolah Ai di tenangkan oleh semuah teman sekelasnya dan di dalam mimpi Ai di tenangkan oleh Akak.


Ai menangis dan tidak terasa karena lelah Ai tertidur di sofa, Akak menggendong Ai dan membawanya ke kamarnya di lantai atas, sesampai di kamar Ai, Akak merebahkan tubuh Ai di kasur dan menyelimutinya.


"(menatap Ai)"


"Tuan muda..." tuan kucing datang menyusul bersama para kucing putih.


"saya tau... Ai sangat tersakiti dan melihat dia tersakiti seperti ini saya juga sangat tersakiti"


"apa menurut Tuan muda, Nona muda bisa melakukannya?"


"harua! dia harus bisa..." menatap Ai.


"(tuan kucing menatap Ai)"


"haaa..." menghelan napas.


"(mengelus kepala Ai)"


"saya tau kamu pasti tersakiti...tapi jika kamu terus menyembunyikan perasaanmu kamu malah akan menyakiti dirimu sendiri dan saya pun merasakan apa yang kamu rasakan" menatap dengan sedih.


"sakit...sangat sakit... saya tau itu" manahan air mata.


"sahabatku...kamu harus kuat... jika kau tidak mengatakannya kau akan semakin teraakiti"


Di keesokan harinya, setelah Ai menggungkapkan perasaanya yang tersakiti oleh sahabatn perempuannya, ternyata sahabat perempuan Ai bersama dengan orang ketiga itu dan ia merasa tidak terjadi apa-apa di antara mereka (Ai dan sahabat perempuannya) dan saat di dalam mimpi Ai kembali menagis ia menagis di dalam kamarnya dan Akak terus membujuk Ai untuk membuka pintu kamarnya (pintunya di kunci) menit berikutnya auara tangisan Ai tidak terdengar lagi, Akak khawatir terjadi sesuatu kepada Ai, ia langsung mendobrak pintu kamar Ai, saat melihat Ai tidak sadarkan diri Akak langsung menghampirinya.


"Ai...Ai..." Akak langsung merangkul Ai.


"Ai..." terhenti.


"(Ai tertidur)"


"haaa (menghelan napas) syukurlah...kau hanya tertidur" Akak merasa lega.


Akak mebaringkan Ai dan menyelimuti dia, Akak di samping kanan Ai dan mengengam tangan Ai.


"(menatap Ai yang tertidur)"


"Akak mengeretakkan gigi)"


"Tuan muda tenang...anda tidak boleh marah" ucap tuan kucing.


"haaa..." menghelan napas.


"maaf hampir saja saya lepas kendali..."


"(mengelus kepala Ai)"


"jangan khawatir...suatu hari nanti mantan sahabatmu... pasti akan tau kalau orang jetiga itu yang inginkalian berpisah" menatap Ai.

__ADS_1


"cup💙" mencium kening Ai.


"tidurlah sahabatku..."


__ADS_2