Siapakah Pria Misterius Yang Muncul Di Dalam Mimpiku

Siapakah Pria Misterius Yang Muncul Di Dalam Mimpiku
Episode 13


__ADS_3

Percakapan Ai mulai


"Assalammualaikum wr.wb. halo...bagaimana kabar kalian semua? Semoga sehat selalu aamiin... Kalau ada yang kurang sehat semoga lekas sembuh aamiin..."


"episode kali ini menceritakan saya yang tidak bisa berenang dan gagal dalam ujian praktek olahraga yang dimana harus renang tapi saya tidak bisa"


"......" terdiam.


"yaa saya tau dari kalian semua akan bilang... 'kan namanya juga belajar! Bukan kamu doang yang gak bisa! Banyak yang gak bisa juga! Makanya ini di ajarin biar bisa!' pasti dari sekian banyak orang akan mengatakan itu"


"tapi saya punya alasannya juga, yaitu... Jika saya terlalu lama di dalam air... Usus saya akan keram dan saya akan drop lagi karena usus saya luka kecil dan juga lebih sensitif karena itu saya tidak boleh kelelahan"


"ok! Kembali ke topik episode... Di episode ini, setelah kejadian di sekolah saya terpuruk karena nilai ujian saya rendah dan masih untung guru olahraganya memmberikan tugas tambahan untuk saya sendiri karena ini ujian praktek olahraga saya rendah"


"nahh setelah malam hari sesudah menyelesaikan tugas ujian, saya tidur...dan di dalam mimpi Akak...menghibur dengan cara..."


"penasaran? Langsung baca saja ceritanya selamat membaca"


Percakapan Ai selelai


...Jalan-jalan ke kolam renang di taman bermain...


Hari yang cerah, langit biru dengan sedikit awan yang terlihat, ketika Ai membuka matanya dia tidak ada di villa seperti biasa...kali ini dia bangun di tempat yang biasanya orang berjemur (kursi untuk bersantai atau berjemur, biasanya ada di tepi kolam renang).


"....." Ai terbangun.


"(melihat ke kanan kiri)"


"kenapa? Bingung?" seseorang berbicara.


"Huh?!" melihat ke arah kolam renang.


"Deg!" terkejut dan wajah merona merah.


"(memalingkan wajah)"


"ada apa?...kenapa kamu memalingkan wajahmu?"


"ke-kenapa...bertelanjang dada..." bicara sesikit gugup.


"(bersandar di tepian kolam)"


"kan namanya juga berenang otomatis pakai baju renang? (lebih suka pakai celana renang dan bertelanjang dada) kalau pakai kemeja mau pergi ke pernikahan"


"ini kok kita bisa ada di kolam renang!"


"kan mau berenang bukan mau ke pesta pernikahan..." membalas jawaban dengan santai.


"Aakkaakk!!!" Ai mulai kesal.


"......" tersenyum.


"iya-iya...maaf-maaf gak dehh...gak becanda lagi"


"jelasin gimana coba kita di kolam renang!"


"untuj mengajarimu berenang..."


"Haaaahhhh!!???"


"hmm...kamu mau bisa kau?"


"eeengggaakk makasih...saya gak bisa berenang!"


"makanya sekarang mau di ajarin"


Akak keluar dari dalam kolam renang dan memhampiri Ai yang masih duduk, Akak duduk di bangku sebelah Ai dan mengeringkan rambut memakai handuk.

__ADS_1


"(sedang mengeringkan rambut)"


"(Ai melihat ke sekitar)"


"Haaaa...(menhelan napas) Ai...apa benar kamu tidak bisa berenang?"


"Hah?! Omm...iya...memang gak bisa dan lagi..."


"dan lagi? Apa?"


"saya kalau agak lama di dalam Ai meskipun hanya airnya di atas perut...usus saya keram..."


"apa ususmu...terluka?"


"hmm..." mengangukan kepala.


"mmm...tapi setidaknya kamu harus bisa, Akak akan ajakan, ayo kita pemanasan dulu sebelum berenang" mengulurkan tangan.


"b-baiklah..." menerima uluran tangan.


Ai dan Akak melakukan pemanasan sebelum memulai berenag, setelah pemanasan selesai Akak mengajak Ai masuk ke dalam kolam yang dalam sepinggang orang dewasa.


"ayo...kita akan mulai, kita akan mengawalinya dengan membiasakan dirimu di dalam air"


"ta-tapi...ususku akan keram"


"itulah intinya...kamu harus busa menghilangkan rasa sakit keram ususmu"


"....." menatap Akak.


"jangan takut...kamu sudah pemanasan dengan benar kalau kamu gak kuat kita akan istirahat..."


"...." Ai ragu.


"kolam renang ini hanya sepinggang orang dewasa, jadi jangan takut"


"iya-iya...saya tau jadi ayo lakukan dan jangan banyak bicara"


Mereka berduapun memulai latihan renang Ai, Ai melatih dirinya yang selalu keram usus di dalam air. Dan belum satu menit atau sudah satu menit, Ai sudah merigis kesakitan, Akak yang menyadarinya langsung mengangkatnya dari kolam dan membawanya ke kursi.


"......" Ai meringis kesakitan.


"ini...minumlah air hangat" sambil memberikan mantel (baju handuk) dan mengenakan kepada Ai.


"(meminum air hangat)"


"....." melihat Ai dengan khawatir.


"(saling menatap)"


"kann! Abdi tos nyarios! Abdi bakal keram usus pami di jero cai! Tee percayaan!" sambil menahan rasa sakit.


"yaa...maaf tapi ini latihan agar kamu bisa berenang atau mehilangkan rasa sakit keram usus itu..."


"tapi tetap saja!" terhenti.


"itu karena kamu takut!"


"Huh!"


"iya kan?! Kamu sebenarnya juga takut...karena saat usiamu antara 9 atau 10 tahun kamu pernah hampir tengelam di kolam renang orang dewasa...lebih tepatnya kejadian itu saat kamu tiburan di tempat kakak kedua mu...rancaekekkan?"


"Hah?? Bagaimana kau"


"karena...salah satu pengujung di kolam renang itu adalah saya dan saat itu saya sedang pergi untuk bertemu dengan dengan teman, saat kembalu saya dengar ceritanya dari salah satu teman saya"


"teman?"

__ADS_1


"...kenapa? Tidak percaya? Kalau saya punya reman?"


"tidak...hanya saya..."


"saya tau apa yang sedang kamu pikirkan"


"Huh??"


"bagaimana pria dingin,cuek,jarang gomong, muka datar macam tembok dan lainya bisa punya banyak teman?" menatap Ai.


"....."


"merka yang tertarik dan penasaran dengan saya...makanya mereka mendekati saya dan ingin jadi teman saya...dan lambat laut kami jadi teman..."


"Huh?! Kenapa kamu menatap saya begitu?" baru sadar Ai menatapnya heran.


"ini ke sekian lagi...Akak berbicara panjang lebar"


"Huh??? Hehh...kamu ini...apa saya seirit itu saat berbicara?"


"hmm-hmm" mengagukkan kepala.


"hmm..." mengusap kepala Ai dan mengacak-acak kepala kerudung Ai dengan gemas.


"hey! Kerudung ku jadi kusut!"


"hmm..."


"mengemaskan" ucapnya dalam hati.


"baiklah setelah istirahat kita jalan-jalan di wahana air ini...dan setelahnya kita lanjut melatihmu berenang oke" tersenyum.


"hmm..." mengagukkan kepalan.


Setelah Ai merasa sudah lebih baik..mereka pun pergi jalan-jalan di sekitar wahana air di tempat itu, Ai menikmati melihat sekeliling dan suasana di wahana itu sangat ramai pengunjung, banyak yang bermain di kolam renang, bermain di wahana air itu.


"....." Ai melihat ke sekeliling.


"(Akak tersenyum dan melihat ke arah Ai)"


"disini ramai sekali...apa setiap akhir pekan selalu ramai?" bertanya.


"...tidak, setiap hari di wahana air/kolam renang ini selalu ramai"


"....."


"kamu...suka?"


"yaa..tidak terlalu...karena"


"karena?" Akak penasaran.


"saya tidak terlalu suka main air di wahana air/kolam renang itu dan tidak melanjutkan latihan renang Ai, di karena kan usus Ai terussaja keram dan itu sudah 3 sampai 4 kali... Akhirnya Akak putuskan tidak akan melanjutkan latihan Ai terlalu parah. Ai dan Akak menghabiskan waktu bersama di wahana air/kolam renang itu.


Pagi hari tiba... Ai terbangun dari tidurnya, dia terduduk dan terdiam mengigat momen-momen yang dia alami di dalam mimpi dan tersenyum.


Percakapan Ai mulai


"nahh begitulah...tadinya mau di ajarkan untuk berenang...saya malah terus keram usus, pada akhirnya malah jalan-jalan di wahana air.


"pada akhirnya saya masih belum bisa berenang, tapi jalan-jalan di wahana air itu menywnangkan, walau saya tidak terlalu suka bermain air terutama di kolam renang yaa...begitulah..."


"baiklah sekian untuk hari ini terimakasih sudah membaca, sampai jumpa lagi..."


"wasalammualaikum wr.wb. dadahh..."


Percakapan Ai selesai.

__ADS_1


__ADS_2