
Percakapan Ai mulai
"assalammualaikum wr.wb. halo...bagaimana kabar kalian semua? Semoga sehat-sehat Aamiin... Kalau ada yang kurang sehat semoga lekas sembuh Aamiin..."
"cerita hari ini menceritakan saya yangvlagi gabut di karenakan teman sekelas saya...yang bisa main ke sebuah tempat untuk hiling...sedangkan saya tidak bisa ikut di kerenakan dilarang kemana-mana dan juga karena tidak di ajak teman-teman saya..."
"....." Ai terdiam.
"latar waktunya saat saya berusia 16 tahun, dan disaat saya sedang gabut ini... Akak menghibur saya dengan..."
"bagaimanakah ceritannya? Langsung saja baca ceritanya...selamat membaca..."
Percakapan Ai selelai.
...Memasak bersama...
Hari cerah berawan...suasana meyejukan, di villa Ai sedang gabit karena dia yang tidak bisa kemana-mana, Ai yang sedang mengambarpun melamun dan bergumam.
"kenapa?...saya tidak boleh melakukan apa yang saya suka?!"
"kenapa?...saya tidak boleh menghabiskan waktu bersama teman-teman?!"
"kenapa? Mereka pilih-pilih?! Kenapa hanya saya yang tidak diajak?!"
"saya tau ini demi kebaikan saya tapi seharusnya saya jagan di kurung di rumah atau di izinkan untuk bersama teman-teman sesekali"
"....." Ai termenung.
"rasa...yaa...saya...seperti..."
"sruuttt!!!" suara akar duri melilit.
"sruutttt...cliikk!" suara rantai melilit.
"....."
"terbelenggu!"
Penampakan Ai yang terbelenggu oleh rantai dan akar duri.
"Ai..."
"...."
"Ai..."
"....."
"Aiii!" suara kencang.
"huh!!" terkejut.
"(melirik ke arah yang memangil)"
"kahh(iya)"
"dari tadi Akak pangil... Kenapa kamu gak nyawut?"
"Akh!...maaf saya ngelamun..."
"....."
"celetak!" menyetil dahi Ai.
"Aduuuhhh! Sakit!!"
"makanyaa jangan ngelamun!"
"....."
"......" tatapan dingin Akak.
"mengambarnya sudahin dulu..."
"hah?? Kenapa?"
"ikut Akak ke dapur...kita masak makanan atau kue"
"masak"
"iyaa.."
"???"
"(cubit hidung Ai)"
"biar gak gabut lagi"
"deg!"
"yuk..." mengandeng tangan Ai.
"(Ai yang mengikuti dari belakang)"
Mereka berdua pergi ke arah dapur untuk memasak bersama tapi di dalam hati Akak berkata...
"barusan saya melihat itu lagi..."
"belenggu yang mengikat, merantai, membelenggu dirimu Ai..."
"belenggu yang membelenggumu dengan kuat"
__ADS_1
"setidaknya...jika saya membuatmu ceria dan tersenyum...belenggu itu tidak akan terlalu mengikatmu dengan erat"
"...." Akak terdiam.
Akak mengajak Ai berjalan menuju ke arah dapur untuk memasak bersama, sesampai di dapur...
"nahh... Sekarang ayo kita pakai celemek dulu... Sebelum memulai memasak"
"hmm..."
Mereka berdua memakai celemek untuk memasak, saat Akak memakai celemek dia melirik Ai yang melamun dan lupa untuk mengikat celemeknya.
"haaaaa..." Akak menghelan napas.
"(mendekati Ai)"
"huh?"
"kamu lupa mengikat pita celemeknya Ai..." sambilmengikat pita celemek.
"hmm..."
"sudah selesai"
"mari kita memasak..."
"kita mau buat apa?"
"membuat kue bolu atau tar"
"....."
"sekarang kita siapkan bahan-bahannya"
"apa kita akan buat kue kering juga?"
"yaa...kita akan buat kue kering juga"
Mereka berdua mulai membuat adonan dan juga hiasan untuk kue bolu dan kue kering... Tapi Ai masih terlihat termenung...Akak yang melihat sahabatnya termenung seperti itu...Akak merasa sedih...
"Ai..."
"hmm..."
"kamu masih merasa sedih?"
"....."
"sahabatku...jangan sedih...semua akan baik-baik saja..."
"....." menatap Akak.
Akak terus menghibur Ai agar dia tidak bersedih lagi, lambat laut Ai tidak bersedih lagi...dan mulai tersenyum.
"nahh begitulah dong... Kamu itu sangat cantik kalau tersenyum Ai"
"deg!" Ai tersipu malu.
"(Ai menunduk karena malu)"
"ffpppfff" menahan tawa.
"(mencolek adonan krim)"
"Ai..."
"hmm..." melihat ke Akak.
"(mengoleskan ke wajah Ai)"
"hah?!"
"Akak!!!"
"hahahahah..."
"(Ai mengambil tepung dan mengoleskan banyak ke muka Akak)"
"pup...puah...ahohoho..."
"Akh!?"
"hahahahah...putih banget bedaknya..."
"Aiii..." mengejar Ai.
"Aaaaa..." berlari.
Ai berlari dan Akak mengejar, mereka terus bercanda, akhirnya Akak berhasil menangkap Ai dan mengusap wajahnya ke wajah Ai agar wajah Ai pun putih karena tepung yang ada di wajah Akak.
"hahahahahah..." Tertawa bersama.
"(saling melihat)"
Mereka kembali fokus untuk membuat adonan kue, mereka terus membuat kue dan juga kadang-kadang bercada. Waktu tidak terasa sudah berlalu dan mereka akhirnyaselesai membuat kue bolu dan kue kering.
"alhamdulilah...akhirnya selesai"
"hmm...alhamdulilah selesai..."
"nahh...sekarang ayok kita istirahat sambil menikmati masakan yang kita masak"
__ADS_1
"hmm..."
Mereka pun istirahat dan menikmati makanan yang telah mereka masak, mereka memakan makanan dan menikmatinya bersama, sedang asik menikmati makanan mereka...Akak terus saja melirik ke.
"mmm..." Ai yang sedang makan.
"....." Akak melirik ke arah Ai.
"hm?!" Ai menyadari di perhatikan.
"ada apa? Kenapa Akak terus melihatku?"
"huh!"
"ohh...emm...hanya mau lihat saja..."
"???"
"abis kamu kelihatan menikmati makan kue yaa..."
"...kan Akak juga makan kue juga..."
"yaa..."
"....."
"kamu kelihatan imut saat makan"
"deg!"
"mirip anak kecil..."
"(memalingkan wajah)"
"...masisnyaa..." ucap Akak dalam hati.
Lambat laut... Ai yang tadinya galau dan sedih kembali tersenyum dan menghabiskan waktunya bersama Akak, tuan kucing dan semua kucing lainnya. Tak terasa waktu sudah berlalu...dan Ai ketiduran karena kelelahan...
"zzzzzzz..." Ai ketiduran.
"....." Akak melihat dari samping.
"(Akak tersenyum)"
"kelihatannya nona muda kelelahan..." ucap tuan kucing.
"hmm(iya)...dan terlihat ada senyuman di wajahnya..."
"hmmm..." Ai tersenyum di tidurnya.
"Aaaaaa...masissss...yaaaaa..." ucapnya dalam hati.
"(melihat Ai yang tidur)"
"kasian kalau dia tidur disini...saya akan bawa dia ke kamarnya"
"kenapa tidak ubah saja sofanya jadi tempat tidur? Itukan sofabant"
"Akh! Benar juga...baiklah..."
Akak mengendong Ai dengan pelan-pelan supaya Ai tidak terbangun dan mengubah sofanya menjadi tempat tidur, setelah menjadi tempat tidur Akak menidurkan kembali Ai ke sofabant dan menyelimutinya dengan jaket sweter miliknya.
"Zzzzzzzz..."
"hffppp..."
"lucu yaa..." sambil menoel-noel pipi Ai.
"selamat tidur sahabatku..."
"cup" mencium puncak kepala Ai.
Akak membaca buku di samping Ai yang tertidur lelap.
"....."
"huh?!"
"sttssss..."
"(tersenyum)"
Pagi haripun tiba...Ai terbangun dari tidurnya dan...
"(membuka mata)"
"(bangun dan duduk)"
"......" terdiam.
"hmm..." tersenyum.
Percakapan Ai mulai.
"nahh begitulah Akak menghibur saya dengan cara memasak bersama dan makan bersana dan juga menghabiskan waktu bersama, dan itu bisa membuat saya tidak galau lagi"
"......." tersenyum.
"baiklah...sekian dulu untuk hari ini...terimakasih sudah membaca sampai jumpa lagi"
"wasalammualaikum wr.wb. dadahh..."
__ADS_1
Percakapan Ai selesai.