
Beberapa hari sebelumnya....
Amira tengah bersiap untuk pergi camping. Amira harus bersedia untuk menuruti kemauan Dafa agar ia membawa bodyguard yang akan menjaganya selama camping. Meski begitu, Amira meminta agar para bodyguard menjaga jarak agar tak dilihat teman-temannya yang lain.
Semua orang sudah berkumpul dan kemudian duduk di dalam bis. Amira dan Cindy duduk bersama, sementara Ariel duduk bersama dengan Calvin.
"Apa kau sangat membenciku?" Ucap Calvin kepada Ariel.
Ariel malah melihat kearah lain dan tidak membalas ucapan Calvin.
Dalam perjalanan, mereka menikmati semuanya dengan bermain games bersama yang lainnya.
Setelah 1 jam mereka tiba di tempat tujuan mereka. Tempat camping itu berdekatan dengan hutan. Dosen menginstruksikan kepada mereka untuk tidak pergi ke dalam hutan tanpa sepengetahuan dosen.
Mereka semua lalu bekerja sama untuk mendirikan tenda mereka.
"Baiklah semuanya, dengarkan dengan baik!" Ucap dosen. "Kita akan melakukan kegiatan barbeque dan yang setelahnya hanya permainan. Kalian semua harus melakukannya dan kami para dosen akan membimbing kalian. Permainannya tentang, akan ada sebuah clue yang diberikan dan kalian semua harus menebak tentang hal apa itu bersama dengan anggota tim kalian. Bagi kelompok yang dapat menebak pertama kali akan menjadi pemenangnya." Lanjut dosen berbicara panjang lebar.
"Siapa yang tahu bagaimana caranya melakukan barbeque?" Banyak mahasiswa mulai bertanya pada tim mereka masing-masing.
"Amira, kau bisa bukan?" Tanya Cindy pada Amira.
Amira menyeringai dan berkata, "kau hanya tinggal makan saja nanti sayang."
Dafa sudah mengajari Amira sebelumnya, bagaimana cara untuk melakukan barbeque yang enak. Dan tidak ada hal yang tidak diketahui oleh Amira, dia juga hebat dalam memasak.
'Aku mengetahui semuanya, tapi untuk apa yang akan kita lakukan hari ini, aku sudah mempelajarinya sejak kecil. Dan hebatnya hari ini, semua kemampuan itu akhirnya berguna juga. Terima kasih Kak Dafa.' ucap Amira dalam hati.
Mereka semua mulai melakukan barbeque.
Melihat Amira, semua orang mengaguminya. Amira menguncir rambutnya tinggi. Dia menggulung lengan pakaiannya dan melakukan barbeque seperti seorang chef handal. Dia mulai membolak-balik makanan diatas bara api dan menambahkan saus diatasnya.
"Ya Tuhan, kenapa dia sangat seksi." Ucap seorang mahasiswa dari tim Calvin.
Ariel dan Calvin menatap pria itu. Ariel lalu mendekat ke arah Amira dan melepaskan ikatan rambutnya. Ariel berbisik di telinga Amira.
"Aku sudah terpesona, kau tidak perlu melakukannya lagi." Ucap Ariel pada Amira.
__ADS_1
Amira pun merona dan dia kemudian langsung mendorong Ariel. Ariel lantas mengedipkan mata kearah Amira dan berkata, "aku menunggu untuk memakan masakan mu."
Melihat hal itu, anggota tim Amira mulai menggodanya.
Setelah beberapa saat, ketika barbeque sudah siap, para dosen mulai menilai hasil masakan mereka.
Semua tim menyajikan barbeque mereka pada dosen. Dosen mulai mencoba makanan dari semua tim dan menilainya.
"Tim pertama hasilnya enak, tapi sedikit gosong."
"Tim kedua juga enak tapi terlalu pedas."
"Tim ketiga sempurna."
"Dan tim keempat, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Amira, apakah kau memang sering melakukan ini? Kami benar-benar kagum dengan talenta yang kau miliki."
Semua orang pun memuji Amira dan dosen kemudian mengumumkan pemenang dari kegiatan barbeque adalah tim Amira.
Lebih dari Amira, Ariel jauh lebih merasa bahagia.
"Bagaimana kau bisa begitu sempurna dalam segala hal?" Ucap Cindy pada Amira setelah makan.
Semua orang merasa begitu puas setelah memakan masakan yang dibuat Amira.
'Memangnya kenapa jika dia sempurna dalam segala hal? Dia hanya orang kaya yang bodoh, yang selalu menggoda orang lain. Aku sangat membencinya. Bukan hanya karena dia selalu menggoda Ariel, tapi juga Calvin. Sangat memalukan. Aku akan memberikanmu pelajaran, karena kau mencoba untuk mencuri orang yang aku sukai.' ucap Febby dalam hati.
Febby juga sangat menyukai Ariel dan selalu mencoba mendekati Ariel kapanpun dia punya kesempatan. Tapi Ariel tidak pernah memperhatikannya. Dia adalah ketua dari tim kedua dan orang yang tidak menyukai Amira. Dia bukan berasal dari keluarga kaya, tidak juga dari keluarga miskin. Amira dan Febby tidak pernah berbicara satu sama lain.
"Amira, kenapa wanita sampah itu melihatmu dengan tatapan yang menjengkelkan?" Ucap Cindy pada Amira.
"Cindy, jangan bicara omong kosong dan abaikan saja dia." Balas Amira pada Cindy
'Sayang, kau tidak bisa terus bersikap baik pada semua orang, kau tidak tahu dia, tapi aku tahu. Dia wanita yang tidak tahu malu, aku sudah pernah melihatnya. Dia selalu berusaha menggoda Ariel. Apakah aku harus mengatakan hal ini pada Amira? Tapi bagaimana jika dia sedih.' pikir Cindy dalam hati.
"Hei, ayo kita pergi jalan-jalan. Aku sangat kenyang." Ucap Amira pada Cindy.
"Ah baiklah, ayo pergi." Balas Cindy.
__ADS_1
Amira meminta izin pada dosennya. Amira dan Cindy pergi berjalan bersama setelah meminta izin pada dosen.
Setelah beberapa saat berjalan, ponsel Cindy berdering.
"Jawab panggilan itu." Ucap Amira.
Cindy lantas menjawab panggilan yang merupakan dari Calvin itu. Calvin bertanya dimana dia dan Amira berada. Cindy mengatakan pada Calvin bahwa mereka tengah berjalan di samping kemah. Calvin menelepon Cindy untuk mengatakan bahwa dosen tengah memanggil dirinya.
"Amira ayo kita kembali, dosen memanggilku." Ucap Cindy pada Amira.
"Tidak, aku akan kembali nanti. Kau pergi dan temui dosen." Ucap Cindy.
Cindy mengangguk dan kembali ke kemah. Sementara Amira berjalan lurus lalu duduk di sebuah batu.
'Hmmmpphhh, jangan salahkan aku Amira. Kau seharusnya tidak menggoda orang yang aku suka.' ucap Febby dalam hati.
Febby tengah berdiri di belakang sebuah pohon. Dia kemudian masuk ke dalam hutan dan berteriak begitu keras hingga Amira bisa mendengarkan suaranya.
"Apa itu! Apa seseorang ada di dalam hutan?" Ucap Amira.
Amira bergegas masuk ke dalam hutan untuk melihat.
"Oh ya Tuhan, Febby apa yang kau lakukan disini?" Tanya Amira padanya
Febby mengaitkan kakinya di sebuah ranting pohon yang ada di tanah. Amira membantunya untuk berdiri
"Amira, temanku masuk ke dalam hutan. Dia bilang, dia akan kembali. Tapi ternyata tidak kembali sampai sekarang, jadi aku pergi mencarinya dan terjatuh." Ucap Febby dengan air mata yang menggenang di matanya.
'Apa-apaan itu? Apa gadis itu sangat bodoh, apa dia tidak mendengar apa yang dikatakan dosen?' ucap Amira dalam hati.
Amira membuat Febby duduk di batu di luar hutan.
"Tunggu disini dan saat Cindy datang, katakan padanya bahwa aku masuk ke dalam hutan." Ucap Amira pada Febby.
Amira lalu masuk ke dalam hutan.
'Hmmmpphh dasar bodoh.' ucap Febby dalam hati.
__ADS_1
Febby menyeringai setelah Amira masuk ke dalam hutan.
Bersambung.....