
Acara pesta semalam di menangkan oleh pasangan Amira dan Ariel. Keduanya menjadi pasangan terbaik dalam pesta itu. Mengenai kabar tentang pertunangan mereka pun sudah diketahui oleh semua orang yang ada di kampus, kecuali Sheila.
Sheila memang tidak terlalu mengenal banyak orang di kampus termasuk pasangan yang tengah viral, Amira dan juga Ariel. Bahkan Sheila tidak tahu jika Amira adalah adik dari Dafa, pria yang belakangan ini dekat dengannya.
Keesokan harinya hasil dari tes TOEFL diumumkan dan ada tiga orang dengan predikat tertinggi.
Yang pertama adalah atas nama Sheila dengan poin maksimal 1000 poin. Yang kedua Lola dengan poin 700 dan yang ketiga Daffa Wijaya dengan poin 688.
"Tidak ada seorang pun yang ada di dalam kampus ini dalam sejarah bisa mencapai poin setinggi itu." Ucap seorang mahasiswa.
"Dia adalah monster. Ada 300 poin jarak antara dirinya dengan peserta yang nomor 2." Balas mahasiswa lainnya.
Para mahasiswa lainnya pun mulai membicarakan tentang Sheila yang bisa mengalahkan record yang pernah ada sebelumnya tentang hasil tes TOEFL di kampus mereka.
...----------------...
__ADS_1
Waktu berlalu dengan begitu cepat. Benih-benih cinta yang muncul dalam diri Daffa dan Sheila semakin besar. Keduanya akhirnya mulai berhubungan dengan saling mengenalkan kepada keluarga masing-masing.
...----------------...
PoV Sheila
Dua tahun kemudian....
"Sheila hari ini kau begitu cantik. Gaun pernikahan ini sangat sempurna untukmu." Ucap Marissa.
"Jika Kak Dafa tidak menyukainya, aku sendiri yang akan merusak jas pernikahan yang dia gunakan. Sekarang cepatlah, semua orang sudah menunggu." Ucap Amira, gadis yang sebentar lagi menjadi adik ipar ku itu.
Setelah itu, aku pun berjalan melewati karpet merah di taman.
Ini adalah hari terbaik dalam hidupku sejauh ini, hari pernikahanku. Aku berjalan di karpet merah dengan Marissa dan Amira yang memegang gaunku dari belakang. Sepupu Dafa dan beberapa teman kelas kami ada di sana.
__ADS_1
Dafa berbalik dan melihatku. Saat kami saling menatap, aku bisa melihat dengan jelas bagaimana mata Dafa yang tampak berbinar dan saat aku sudah berada di depannya, dia pun memegang tanganku dan kami pun duduk di depan semua orang yang akan menjadi saksi pernikahan kami.
Beberapa saat kemudian kami berdua pun sudah sah menjadi pasangan suami istri.
Sekarang aku sudah menjadi bagian dari keluarga Wijaya, di mana aku mulai mengetahui ternyata Papa Dafa memiliki saudara kembar yang bernama Nyonya Arsha Wijaya. Dia memintaku untuk memanggilnya dengan sebutan Tante Arsha.
Tante Arsha memiliki dua orang anak, yang pertama bernama Denis dan sudah menikah sementara yang kedua bernama Faradina.
Aku mulai terbiasa hidup dalam keluarga besar Dafa terutama dengan kasih sayang diberikan oleh seluruh keluarganya termasuk Oma dan Opanya, Opa Reyhan Wijaya dan Oma Izzah Wijaya.
Berselang beberapa bulan setelah pernikahanku dengan Dafa, giliran adiknya Amira yang menikah dengan pria bernama Ariel. Semua keluarga merasa begitu bahagia akan pernikahan itu dan kini tersisa tinggal Faradina, putri dari Om Devan dan Tante Arsha yang belum menikah.
Aku dengar bahwa pihak keluarga Wijaya sudah sering menjodohkan Faradina dengan beberapa laki-laki. Tapi Fara selalu saja menolak dengan alasan belum mau menikah dan ingin fokus pada karirnya.
Aku menjadi lebih dekat dengan para sepupu Dafa karena kami semua memang sering berkumpul bersama dengan pasangan kami masing-masing kecuali Faradina yang memang masih lajang.
__ADS_1
Bersambung....