
PoV Sheila
Seperti halnya hari ini, kami semua tengah berada di sebuah taman untuk berpiknik bersama. Denis dengan istrinya Amel, yang tengah berbadan dua tampak sibuk berbincang sembari tertawa dan memakan buah. Sementara Amira dan Ariel yang baru saja menikah terlihat memilih duduk di bawah pohon berdua dengan posisi Ariel yang membaringkan kepalanya di pangkuan Amira.
Sementara aku dan Dafa duduk bersama di atas tikar yang kami gelar di taman bersama dengan Denis dan istrinya juga Faradina.
"Hei Fara, sampai kapan kau akan hidup melajang?" Tanya Dafa yang mulai mengejek Faradina lagi.
"Ayolah Kak Dafa, sampai kapan kakak terus saja mengejek aku seperti itu." Ucap Faradina dengan bibir yang cemberut.
"Apa kau tidak iri melihat kami semua sudah memiliki pasangan, bahkan Amira yang usianya lebih muda darimu baru saja beberapa bulan yang lalu menikah dengan Ariel." Ucap Dafa lagi.
"Aku tidak akan mau menikah jika harus dijodohkan. Kalian semua bisa mendapatkan pasangan kalian dengan pilihan kalian sendiri, sementara aku, kenapa aku harus dijodohkan?" Ucap Faradina protes.
"Aku juga menikah karena dijodohkan." Ucap Amira yang tiba-tiba mendekat ke arah kami semua.
__ADS_1
"Bukankah kau menikah dengan Ariel itu karena kau mencintai dia?" Tanya Fara kepada Amira.
"Aku memang menyukai Ariel dan pernah berpacaran dengannya sebelum pernikahan kami. Tapi Papa, Mama dan seluruh keluarga lainnya tidak mengetahui hal itu dan tetap ingin menjodohkan aku dengan pria yang mereka anggap begitu baik untuk diriku dan juga keluarga kita. Siapa yang menyangka, ternyata pria yang di jodohkan denganku itu adalah Ariel sendiri." Ucap Amira menjelaskan kisah cintanya itu kepada Faradina.
Aku hanya diam mendengarkan percakapan mereka karena aku tidak tahu apa yang harus aku katakan.
"Bagaimana dengan Kak Denis dan juga Kak Dafa? Bukankah kalian menikahi orang yang kalian cintai dan bukan karena dijodohkan?" Ucap Fara lagi.
"Kami juga dijodohkan." Ucap Amel istri dari Denis.
Amel lalu menjelaskan bagaimana kisah percintaannya bermula dengan Denis, kakak Fara, di mana sebenarnya mereka juga diperkenalkan oleh kedua orang tua mereka dengan maksud untuk menjodohkan mereka. Tapi para orang tua mereka tidak mau memaksakan jika mereka memang tidak mau untuk menikah dengan satu sama lain.
"Bagaimana dengan Kak Dafa?" Tanya Fara lagi.
"Biarkan Kak Sheila yang menjelaskannya kepadamu." Ucap Dafa.
__ADS_1
Aku terkejut saat Dafa memintaku untuk menjelaskan bagaimana perjalanan cinta kami.
Fara melihat ke arahku dan dengan wajah yang seolah memintaku untuk menjelaskan semuanya. Aku pun lantas menjelaskan semuanya bahwa kami memang tidak dijodohkan karena kami bertemu di kampus yang sama. Namun meski begitu, kami juga melewati tahap di mana keluarga harus melihat kami, apakah kami cocok jika bersama atau tidak.
"Aku rasa keluarga kita tidak akan memaksa kita jika orang yang mereka setujui untuk menikah dengan kita itu bukanlah orang baik. Tapi jika mereka berpikir bahwa pasangan yang akan kita nikahi itu adalah baik, itulah kenapa mereka bersikukuh untuk menjodohkan kita sama seperti yang terjadi kepada Amira dan juga Ariel, begitu juga dengan Dennis dan Amel." Ucapku kepada Fara berharap semoga dia mengerti.
Fara tetap terdiam mencoba untuk mencerna semua ucapan ku.
"Kau tahu Fara, jika Om Devan dan Tante Arsha ingin menjodohkan mu dengan seseorang, setidaknya kau cobalah untuk melihat dan mengenal pria yang mereka ingin jodohkan denganmu itu. Aku yakin kedua orang tuamu tidak akan mungkin memberikanmu jodoh atau suami yang tidak baik untukmu." Ucapku kepada Fara lagi.
"Jangan lupa untuk meminta petunjuk dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Apakah pria yang dijodohkan denganmu itu memang pantas untukmu atau tidak. Tuhan pasti akan menunjukkan semuanya kepadamu. Jika dia memang tidak ditakdirkan untukmu, maka Tuhan pasti akan memberikan jalan keluar yang terbaik dan akan menjauhkan dirimu dengan pria itu." Ucap Denis menyambung apa yang aku katakan kepada Fara seraya mengusap kepala adiknya itu.
Jodoh memang tidak ada yang tahu, sama seperti aku dan Daffa. Begitu juga dengan Amira dan Ariel.
Aku harap cinta kami semua bisa bertahan sampai maut memisahkan kami.
__ADS_1
......TAMAT......