Siblings Love Story

Siblings Love Story
7. Mahasiswa Baru Kelas Amira


__ADS_3

Sementara itu di kelas Amira...


Dosen masuk ke dalam kelas dan berkata, "semuanya, hari ini kelas kita kembali mendapatkan mahasiswa baru."


Semua mahasiswa mulai tampak kegirangan dan bertanya berbagai macam hal, "apakah itu perempuan atau laki-laki?"


Dosen tersenyum dan berkata, "kau boleh masuk sekarang."


Saat sosok mahasiswa baru itu masuk, seluruh kelas terdiam. Mereka terus menatap sosok pria itu.


Tinggi dan tampan dengan wajahnya yang blasteran dengan rambut yang coklat keemasan dengan mata yang berwarna biru seperti lautan dan telinganya yang mengenalkan anting seperti idola k-pop.


"Hai semuanya, aku Calvin Lee, senang berjumpa dengan kalian semua."


Calvin menatap ke arah Amira dan tersenyum.


'Apa-apaan itu, kenapa dia tersenyum ke arahku? Kenapa aku merasa ada yang marah di sampingku. Oh ya Tuhan, kenapa dia begitu marah.' pikir Amira.


Ariel menatap kearah Calvin.


"Kau boleh memilih tempat duduk mu Calvin." Ucap dosen itu.


"Kalau begitu, bisakah aku duduk di samping Amira?" Ucap Calvin.


Semua mahasiswa yang duduk di dalam kelas itu menatap kearah Amira.


'Bagaimana dia tahu namaku?' pikir Amira.


Calvin mendekat kearah amira dan berkata kepada Ariel.


"Bisakah kau pindah ke bangku lainnya?"


Rahang Ariel mengeras.


"Kau jangan berani-beraninya datang diantara kami." Ucap Ariel dengan marah.


Amira menghela napas dan berkata, "Bu, bisakah saya saja yang pindah tempat duduk?"


Dosen itu mengangguk.


Amira lalu bergegas berpindah tempat duduk di samping Cindy.


"Sekarang, kita mulai semuanya." Ucap dosen itu.


Setelah kelas berakhir....


"Kau gadis nakal, kenapa kau tidak mengatakan bahwa kau mengenal Calvin?" Cindy bertanya kepada Amira.


"Aku memang tidak mengenalnya." Balas Amira.


Calvin mendekat ke arah Amira dan berkata, "apakah kau melupakan aku Amira?"

__ADS_1


Amira melihat ke arah Ariel, yang tampak mengalihkan wajahnya dan tampak kesal. Amira tertawa kecil melihat tingkahnya. Calvin dan Cindy melihat ke arah Amira. Amira langsung menelan ludah.


"Mmmm aku tidak tahu." Ucap Amira.


Ariel tertawa dan langsung mendekat ke arah bangku Amira dan berkata kepada Cindy.


"Bisakah kita bertukar tempat duduk?"


Cindy melihat kearah mereka berdua dan mengambil barang-barangnya lalu duduk di tempat duduk Ariel.


"Aku pikir kau masih mengingatku." Ucap Calvin.


Amira merasa bersalah setelah melihat wajah sedih Calvin.


Amira hendak mengatakan sesuatu, tapi Ariel lebih dulu berucap.


"Dengar ya, siapapun dirimu, dia adalah milikku. Jadi menjauh lah darinya."


Seisi kelas mulai menggoda Amira.


"Ooooo miliknya... Amira."


Amira langsung merona dan berkata, "aku adalah milikku sendiri."


Semua orang tertawa bersama bahkan Calvin dan juga Ariel.


"Apa yang kalian ter tawakan?" Ucap seorang dosen yang tiba-tiba masuk ke dalam kelas.


"Amira, aku punya tugas untukmu." Ucap dosen itu.


Amira berdiri dan bertanya, "tugas apa itu Pak?"


Dosen itu tersenyum pada Amira dan berkata, "kemari lah dan selesaikan soal ini."


Amira berjalan maju ke depan kelas dan mulai menyelesaikan pertanyaan yang diberikan.


Amira memang dikenal sebagai mahasiswa yang paling pintar dikelasnya. Amira menyelesaikan soal yang diberikan dosen dengan begitu mudah. Seisi kelas bertepuk tangan untuknya. Amira tersenyum kemudian kembali duduk di bangkunya.


"Oh ya, kita punya mahasiswa baru." Ucap dosen itu. "Kemari lah dan selesaikan soal ini, biar aku lihat seberapa pintarnya dirimu." Lanjut dosen itu.


Calvin maju ke depan dan menyelesaikan semuanya dengan benar. Dosen itu sumringah dan menepuk pundak Calvin.


"Hebat sekali."


Amira tersenyum ke arah Calvin yang membuat Calvin merasa senang. Calvin lalu menatap kearah Ariel dan berkata, "hmmmpphh..."


'Apa yang hebat dengan hal itu. Yang benar saja, apa barusan dia mengatakan hmmph padaku. Beraninya dia memandangku dengan rendah.' ucap Ariel dalam hati.


Amira melihat ke arah Ariel.


"Bukankah dia hebat." Ucap Amira.

__ADS_1


Ariel menjadi semakin kesal dan berjalan keluar kelas. Dosen berteriak memanggil Ariel, tapi tak dihiraukan.


Setelah kelas selesai, Amira segera keluar kelas mencari Ariel.


Cindy mendekat ke arah Calvin dan berkata, "dengar ya orang asing. Sahabatku itu sulit untuk dimengerti dan akan sangat baik jika kau tidak mengacaukan hubungan mereka berdua."


Calvin tersenyum ke arah Cindy dengan tersenyum di wajahnya.


"Mereka berdua tidak berpacaran." Ucap Calvin lalu ikut keluar dari dalam kelas.


'Dia itu aneh, aku harus mengamatinya.' ucap Cindy dalam hati.


Disisi lain, Amira pergi ke lantai paling atas kampus dan menemukan Ariel. Amira merasa kelelahan dan ngos-ngosan. Ariel memberikannya jus, Amira pun meminumnya. Setelah meminum jus itu, Amira menatap Ariel.


Ariel tersenyum, Amira langsung bertanya kepadanya.


"Kenapa kau tersenyum seperti orang bodoh?"


Ariel mendekat ke arah Amira.


"Terima kasih atas ciuman tidak langsungnya." Ucap Ariel.


Amira menjadi bengong dan mulai memukuli Ariel. Ariel pun tertawa. Amira merasa lelah dan kemudian terduduk. Ariel ikut duduk disamping Amira dan menaruh kepalanya di pundak Amira.


"Jangan katakan apapun, hanya biarkan saja aku melakukan ini sebentar." Ucap Ariel serius.


'Dia bertingkah seperti anak kecil. Aku sering memarahinya saat itu, jadi aku rasa tidak masalah membiarkannya bersandar di bahuku sebentar.' Pikir Amira.


"Aku tidak suka pemuda itu. Dia terlihat seperti orang jahat, jadi kau harus menjauh darinya." Ucap Ariel dan menutup matanya.


Amira tertawa kecil melihat ke wajah Ariel.


'Bulu matanya lebih lentik dari punyaku. Dan dia tampak tampan saat tertidur.' ucap Amira dalam hati.


"Amira..." Ucap Ariel.


"Hmmm...." Balas Amira.


"Berikan aku kesempatan." Ucap Ariel yang duduk dihadapan Amira.


Amira terdiam beberapa saat kemudian mengatakan, "aku.... Aku tidak mau berada dalam suatu hubungan."


Ariel terlihat sedih.


'Kenapa hatiku terasa sakit? Bukankah ini benar, aku tidak bisa memiliki hubungan dengannya. Aku sidah punya hubunganku sendiri di masa depan dengan orang lain.' ucap Amira dalam hati.


Calvin berdiri dibalik pintu dan mendengar percakapan mereka. Dia lalu turun kebawah dan bertabrakan dengan Cindy.


"Maafkan aku." Ucap Calvin dan berjalan kembali ke arah kelasnya.


'Apa yang dia lakukan? Amira bilang bahwa dia akan berada di lantai atas bersama Ariel. Jadi kenapa dia berasal dari sana? Aku harus memberitahukan semua ini kepada Kak Dafa tentang Calvin. Dia benar-benar mencurigakan.' ucap Cindy dalam hati.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2