
Amira menerima pesan dari papanya.
'Pulanglah dengan cepat. Kau harus menemui tunangan mu.' ucap Arka kepada Amira melalui pesan singkat.
Setelah perkuliahan selesai, Amira berkata kepada Calvin untuk mengantar Cindy pulang ke rumahnya. Sementara Ariel sendiri juga pulang ke rumahnya karena mamanya menelpon nya juga.
Amira tiba di rumahnya. Semua keluarganya sudah mengenakan pakaian mereka dengan begitu rapi. Amira pun bertanya kepada mereka.
"Apakah kalian semua akan pergi ke pesta?"
"Apa kau lupa sayang? Papa kan sudah bilang, kita akan bertemu tunangan mu." Ucap Arka kepada Amira.
"Aku tidak mau menikah." Teriak Amira dengan marah.
"Amira, bukankah aku sudah mengatakannya kepadamu semalam. Apakah kau sudah lupa dengan apa yang aku katakan?" Ucap Dafa pada Amira.
"Aku tidak akan pernah mau menikah dan sejujurnya aku menyukai orang lain." Ucap Amira. "Lagipula, kenapa aku harus bertunangan sementara Kak Dafa sendiri belum bertunangan?" Ucap Amira lagi lalu pergi kedalam kamarnya dengan penuh amarah.
"Tolong pergilah dan bujuk adikmu. Pernikahan ini adalah yang terbaik untuknya." Ucap Arka kepada Dafa.
"Baik Pa." Balas Dafa.
Dafa lalu pergi ke lantai atas dan mengetuk pintu kamar Amira, dia kemudian masuk ke dalam kamar itu.
Amir berteriak kepadanya, "aku tidak mau pergi."
Amira melempar bantal ke arah Dafa. Dafa dengan mudah menangkap bantal itu dan mendekat kearah Amira.
Dia lalu mengusap kepala Amira dan berkata,
"Mungkin kau bisa meyakinkan mereka untuk membatalkan pertunangan ini." Ucap Dafa.
'Benar, jika aku mengakhiri pertunangan ini, maka aku tidak perlu menikah dengan orang yang tidak aku ketahui.' ucap Amira dalam hati.
__ADS_1
"Kakak turun saja lebih dulu. Aku akan mengganti pakaianku dan segera menyusul." Ucap Amira.
Dafa tersenyum lalu keluar dari dalam kamar Amira.
Setelah beberapa saat, Amira datang dengan menggunakan gaun berwarna navy.
"Kau sangat cantik sayang." Ucap Alia kepada Amira.
Amira tersenyum kepada mamanya itu dan berkata, "mama juga sangat cantik."
Amira lalu pergi dan duduk di dalam mobil Dafa.
"Kak, siapa sebenarnya tunangan yang tidak diketahui ini?" Tanya Amira penuh tanda tanya.
"Kau akan tahu nanti." Balas Dafa dengan menyeringai.
Setelah beberapa saat, mereka tiba di sebuah hotel. Amira dan Dafa masuk secara bersamaan.
Amira begitu terkejut melihat sosok Ariel berada di sana.
"Aku bisa menanyakan hal yang sama dengan mu. Kau sendiri sedang apa disini?" Balas Amira.
'apakah dia disini untuk melihat tunangannya?' ucap mereka berdua dalam hati masing-masing.
Setelah orang tua Amira datang, papa Ariel juga masuk ke dalam ruangan pesta di hotel itu. Dia kemudian naik ke atas sebuah panggung kecil yang tersedia.
Dia pun berkata, "malam ini, aku punya pengumuman yang sangat penting untuk dikatakan."
Ada banyak reporter yang datang dan mulai merekam momen apa yang akan dikatakan oleh papa Ariel itu.
Jantung Amira berdegup dengan begitu kencang. Dia sangat takut bahwa Ariel akan bertemu dengan tunangannya. Amira tidak perduli tentang pernikahannya, tapi dia hanya memikirkan tentang Ariel.
Papa Ariel kembali berkata, "pertunangan putra ku."
__ADS_1
Ariel lalu berdiri di samping papanya. Papa Ariel melihat kearah Amira. Amira merasa begitu bingung, kenapa papa ariel melihat kearah dirinya.
Papa Ariel kemudian berkata, "putra ku akan bertunangan dengan putri dari sahabatku, yaitu Amira Arka Wijaya.
Amira dan Ariel sama-sama terkejut.
Dafa lalu memegang tangan Amira dan kemudian menggandengnya berjalan kearah Ariel dan berkata, "bodoh."
Amira menjadi marah kepada Dafa.
"Kenapa kakak menyembunyikan semua ini dari kami?" Ucap Amira kepada kakaknya itu.
Ariel menjadi begitu lega dia lantas memegang tangan Amira dan berkata, "aku tidak akan pernah melepaskan tangan ini lagi."
Pipi Amira langsung merona merah dan kemarahan nya seketika pergi begitu saja setelah melihat Ariel dan dia begitu bahagia mengetahui bahwa Ariel adalah tunangannya yang selama ini dia hindari.
Ariel sendiri tertawa dalam hati karena menertawakan kebodohannya yang selama ini terus menginvestigasi tentang tunangan Amira yang ternyata adalah dirinya sendiri.
'aku benar-benar bodoh.' ucap Ariel dalam hati.
"Kau terlihat sangat cantik tunangan ku." Bisik Ariel di telinga Amira.
Mereka berdua tengah berdansa.
"Aku akan menginjak kakimu." Ucap Amira dengan menyeringai.
"Aku tidak akan masalah dengan hal itu istriku." Ucap Ariel dengan tersenyum.
Keduanya lalu tersenyum bersama lalu terbahak.
Semua orang yang hadir di pesta itu mengucapkan selamat pada mereka berdua. Kedua orang tua mereka tampak begitu bahagia.
Setelah pesta usai, Ariel mengantar Amira ke rumahnya.
__ADS_1
"Jangan lupa dengan kompetisi besok." Ucap Amira saat masuk ke dalam rumah.
Bersambung....