
"Amira, kita punya tugas untuk diselesaikan. Jadi jika kau tidak keberatan, bisakah kau mengerjakannya bersamaku." Ucap Ariel.
'Jika aku pergi ke rumahnya, aku tidak harus melihat Mama terus menerus. Aku rasa itu akan sangat bagus.' ucap Amira dalam hati.
"Iya, baiklah." Balas Amira. "Ayo kita kembali ke rumahku dan mengambil barang-narang yang diperlukan untuk mengerjakan tugas itu." Ucap Amira.
"Yeaahh..." Balas Ariel dengan begitu gembira.
Ariel lantas memutar kembali mobil menuju rumah Amira.
Setelah beberapa saat kemudian, mereka akhirnya tiba.
"Kau tunggulah disini. Aku akan kembali." Ucap Amira kepada Ariel dan Ariel pun mengangguk.
'Aku harus memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah mereka. Mama Amira sangat baik, tapi dia tidak bisa menunjukkan kebaikannya itu pada putrinya.' ucap Ariel dalam hati seraya menghela napas.
"Kau akhirnya kembali." Ucap Alia.
"Pa, aku ajan pergi ke rumah Ariel untuk mengerjakan tugas kami bersama." Ucap Amira pada papa nya dan tidak menghiraukan mama nya.
Arka melihat ke arah Alia.
"Jaga dirimu." Ucap Arka pada Amira.
Amira pun mengangguk. Dia lalu pergi ke lantai atas menuju kamarnya untuk mengambil barang-barangnya.
"Ma, tenanglah. Amira, adalah gadis yang pintar dan sangat menyayangi Mama juga. Jadi tolong jangan katakan apapun yang akan menyakitinya." Ucap Dafa.
Setelah beberapa saat, Amira turun ke lantai bawah dengan barang-barangnya. Dia lalu berpamitan pada papa dan juga kakaknya.
"Ayo kita pergi." Ucap Amira pada Ariel.
********
Mereka akhirnya tiba di rumah Ariel.
Saat mereka masuk ke dalam rumah, semua pelayan membungkuk ke arah Ariel dan menyambut keduanya masuk ke dalam rumah.
"Selamat datang Nona." Ucap kepala pelayan di rumah Ariel.
"Terima kasih." Balas Amira dengan sopan.
"Tolong panggil saya John." Ucap kepala pelayan itu pada Amira.
Amira pun mengangguk.
"Baiklah sekarang, ayo kita pergi ke ruang belajar ku." Ucap Ariel.
Pelayan lalu memanggil Mama Ariel dan berkata, "Nyonya, Tuan Muda sudah datang membawa Nona Muda dan mereka sudah pergi ke dalam ruang belajar."
Mama Ariel pun berkata bahwa dia akan menemui mereka nanti.
Di ruang belajar Ariel...
'Wah semuanya tampak menakjubkan, seperti seorang pangeran. Disini juga ada banyak buku. Aku sebenarnya tidak tertarik pada buku, tapi semua ini tampak sangat bagus.' ucap Amira dalam hati.
__ADS_1
Ariel membuat Amira duduk di kursi. Mereka mulai mengerjakan tugas secara bersama.
"Sebenarnya tugas apa ini?" Tanya Ariel pada Amira.
"Untuk kontes kecantikan di kampus." Balas Amira.
"Kecantikan kampus?" Tanya Ariel.
"Kau itu orang baru, jadi kau tidak tahu." Jawab Amira.
Kontes kecantikan kampus, bukan hanya ditujukan untuk para wanita, tapi juga para pria.
Ada dua tes di dalamnya, yang pertama adalah ketua himpunan mahasiswa. Akan ada pertanyaan yang juga berhubungan dengan kampus. Jika orang itu bisa menjawab pertanyaan dan juga melakukan tugas yang berhubungan dengan kontes, maka orang itu akan menjadi ketua himpunan mahasiswa di kampus.
Dan yang kedua adalah tentang kecantikan kampus. Pemenangnya adalah sepasang pria dan wanita. Dan mereka akan dipilih sesuai dengan talenta mereka.
Itulah yang dijelaskan Amira pada Ariel.
"Ooohh terdengar menarik. Siapa yang menjadi ketua himpunan mahasiswa dan kontes kecantikan tahun ini?" Tanya Arisk.
"Ketua himpunan mahasiswa adalah kakak tingkat, Jimmy Samuel dan wakilnya Kak Doni Anggara. Sementara untuk ratu kecantikan tahun lalu dan tahun ini adalah Kak Dona Amelia. Karena tidak ada orang lain yang ikut berpartisipasi dalam kontes itu." Ucap Amira menjelaskan semuanya pada Ariel.
"Kenapa kau tidak ikut berpartisipasi dalam kontes itu?" Tanya Ariel pada Amira.
"Karena aku tidak mau." Balas Amira.
Mereka pun menyelesaikan tugas mereka secara bersama-sama, Mama Ariel datang dan menyiapkan makan malam.
Mereka akhirnya turun ke lantai bawah, Ariel tampak terkejut melihat kehadiran mamanya.
"Kapan Mama datang?" Tanya Ariel pada mamanya.
Mama Ariel mendekat dan membuat Amira duduk untuk makan malam.
"Mama sudah memasak dengan penuh cinta, jadi makanlah dengan cinta." Ucap Mama Ariel dengan bangga.
Ariel menghela napas dan berkata pada Amira.
"Mama memang seperti itu, jadi makanlah disini. Aku akan mengantar mu pulang nanti."
"Apa kau gila? Siapa yang akan pergi begitu saja setelah melihat makanan enak ini." Ucap Amira tampak sumringah.
"Lihat, belajarlah darinya Riel." Ucap Mama Ariel.
Mama Ariel lantas ikut duduk setelah menyiapkan semua makanan dia tas meja. Mereka mulai makan. Amira mencoba semua makanan yang dibuat Mama Ariel dan ekspresinya tampak berbeda setiap kali mencicipi semua makanan itu.
"Aku sangat menyukai semuanya. Terima kasih atas semua makanannya." Ucap Amira.
Mama Ariel tampak begitu bahagia melihat Amira menyukai masakan buatannya. Mama Ariel juga mengetahui bagaimana hubungan Amira dengan mama nya.
'Aku tidak pernah merasakan masakan mama ku. Apakah dia juga orang yang pandai memasak? Hanya Bibi yang membuat makanan untukku sejak awal. Jadi aku tidak yakin jika Mama bisa memasak. Aku sangat bahagia karena bisa makan semua makanan ini.' ucap Amira dalam hati seraya menghela napasnya.
Setelah selesai makan malam, Ariel mengantar Amira kembali ke rumahnya.
"Semua orang menyayangimu Amira." Ucap Ariel.
__ADS_1
Amira tersenyum dan berkata, "bagaimana denganmu, apa kau menyukai aku?"
Ariel langsung merona dan keluar dari dalam mobilnya.
"Apa kau mau menjadi kekasihku?"
Amira tampak terkejut, bulir air mata mulai terjatuh di pipinya.
"Tolong jangan menangis, jika kau tidak mau menjadi kekasihku maka katakan saja." Ucap Ariel tampak khawatir.
Amira lantas menganggukkan kepalanya.
Ariel tampak terkejut, dia kembali bertanya, "apa kau serius?"
Amira kembali mengangguk.
Ariel menjadi begitu kegirangan dan langsung menggendong Amira dalam lengannya dan mulai berkata, "terima kasih banyak."
"Diam lah, kau akan membuat orang tua ku keluar rumah." Ucap Amira pada Ariel.
"Aku tidak mau kau untuk pergi." Ucap Ariel seraya memegang tangan Amira.
Amira mengusap kepala Ariel dan berkata, "bodoh, kita punya banyak waktu."
Ariel langsung memeluk Amira.
"Hei, aku tidak mengizinkan mu untuk memelukku." Ucap Amira.
"Oh, maaf." Balas Ariel.
Amira tertawa kecil dan berkata, "bye, berhati-hatilah dijalan."
Amira lantas masuk ke dalam rumah saat Ariel kembali ke rumahnya.
Amira tertawa kecil, dia tidak melihat orang tuanya dan juga kakaknya menunggu dirinya.
"Amira..." Ucap Dafa.
"Oh, kakak belum tidur juga?" Tanya Amira padanya.
"Tidak bisakah kau menelepon kami?" Tanya Dafa tampak khawatir.
"Daya ponselku mati Kak." Balas Amira.
Papa Amira datang dan langsung memeluk Amira.
"Bisakah kita mengobrol sayang?" Ucap Arka.
Mereka berdua lalu pergi ke kamar Amira.
"Kalian berdua terlalu memanjakannya." Ucap Alia.
"Tante bilang, Mama harus meredakan amarah Mama. Amira tadi bersama mereka jadi semuanya tidak masalah." Ucap Dafa pada Alia dan kembali ke kamarnya.
Alia menghela napas panjang.
__ADS_1
'Aku juga ingin melihat Amira bahagia. Tapi, aku tidak bisa menunjukkan perasaan sayang ku padanya. Aku harap, dia bisa mengerti.' Ucap Alia dalam hati.
Bersambung....