
"Nona, kami sangat minta maaf. Tolong hukum kami karena tidak menjaga Nona dengan baik." Ucap bodyguard Amira.
"Ini bukan kesalahan kalian. Jadi santai saja dan tetaplah menjaga aku." Balas Amira pada mereka.
Setelah luka Amira diobati, dia keluar dari dalam tenda dan para bodyguardnya tengah berlutut didepan tendanya.
Beberapa saat kemudian, dosen memulai permainan berikutnya.
"Semuanya, perhatikan kemari." Ucap dosen.
Semua mahasiswa menghentikan aktifitas mereka dan mulai diam untuk mendengar ucapan dosen..
"Akan ada beberapa clue yang berhubungan dengan permainan. Kalian semua harus menebak clue itu kemudian saat kalian selesai menebak semua clue itu, kalian akan mendapat satu benda. Tentang benda itu, semuanya akan ditulis di clue terakhir kalian. Siapapun pemenangnya, akan mendapat hadiah dari kampus. Dan juga, akan ada waktu yang diberikan untuk clue berikutnya. Jika kalian tidak bisa menebak benda apa itu sesuai dengan waktu yang ditentukan, tim kalian akan didiskualifikasi." Ucap dosen itu..
"Oh! Ini semua kelihatannya menarik tapi kemudian aku merasa ini akan sangat sulit." Ucap Cindy.
Semua tim mulai mendiskusikan tentang permainan itu.
"Waktu kalian dimulai dari sekarang." Ucap dosen pada semua mahasiswa.
Mereka semua pun mulau mencari clue yang dimaksud, tapi tidak dengan Amira. Anggota tim Amira mulai bertanya padanya.
"Kenapa kau tidak mencari clue itu?"
"Kalian semua kemari lah." Ucap Amira.
Mereka semua mulai berkumpul dan membentuk lingkaran kemudian mulai berdiskusi.
"Dengarkan aku baik-baik, kita semua ada enam orang. Jadi kita semua akan menemukan clue itu secara terpisah dengan masing-masing dua orang. Dan jika kalian menemukan sesuatu, kita akan kembali bertemu disini sebelum waktunya habis. Dengan cara seperti ini, kita akan menemukannya dengan cepat. Dan juga jangan buat mereka penasaran, jika kalian menemukan sesuatu yang berhubungan dengan clue itu. Apa semuanya jelas?" Ucap Amira pada anggota tim nya.
Amira dan Cindy pergi bersama.
"Hey, jika kita mencari clue itu bersama, kita akan menemukannya lebih cepat. Jadi, kenapa kau malah meminta kita mencarinya secara terpisah." Tanya Cindy pada Amira.
"Sayangku, jika aku ingin melakukan sesuatu yang buruk, aku akan melakukannya dengan diam-diam bukan? Jadi tunggu dan lihatlah." Ucap Amira dengan menyeringai.
'Ya Tuhan, senyumannya sangat mematikan. Febby kau akan mati. Hahahaha aku sangat bahagia.' ucap Cindy dalam hati.
Mereka semua sibuk mencari clue itu, tapi Amira duduk dengan santai dan menunggu kedatangan Febby.
Akhirnya Febby datang. Dia melihat Amira dan hendak pergi tapi kemudian Amira menariknya dan menamparnya.
__ADS_1
"Apa kau bodoh? Kenapa kau menamparku?" Ucap Febby.
Amira memegang dagu Amira dan berkata, "ini baru permulaan saja sayang."
Febby berkata, "aku akan berteriak minta tolong jika kau melakukan sesuatu kepadaku."
Amira tertawa dan bersiul. Para bodyguardnya datang dari belakang.
"Kau... Apa... Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Febby.
Amira mengangkat alisnya dan berkata pada bodyguard nya.
"Kalian tahu apa yang harus dilakukan bukan?"
Bodyguard Amira mengangguk dan mengikat tangan Febby dan kakinya.
Febby berteriak tapi Cindy juga menutup mulutnya dengan kain.
"Kau seharusnya sudah tahu sejak awal, kau jangan mencari masalah denganku." Ucap Amira dan pergi dari sana bersama Cindy.
Bodyguard Amira lalu melempar Cindy ke dalam hutan dan meninggalkannya disana.
Amira dan timnya berkumpul bersama dan mereka mulai mencari clue itu secara bersama-sama. Mereka pun menemukan semua clue itu dan pada akhirnya saat mereka mendekat ke arah clue terakhir, disana tertulis:
'Apakah dosen berpikir bahwa kita ini masih duduk di bangku taman kanak-kanak? Maksud ku yang benar saja? Sejak awal, semua clue nya sangat mudah untuk ditebak bahkan kita tidak perlu membacanya dua kali.' ucap Amira dalam hati.
"Jawabannya adalah bintang." Ucap Amira.
Mereka lalu mulai mencari sesuatu yang terlihat seperti bintang. Pada akhirnya mereka menemukan sebuah kristal yang berkilau seperti bintang. Mereka semua berteriak penuh kegirangan. Mereka kembali ke tenda dengan membawa kristal itu.
Setelah dosen membunyikan bel, semua tim lainnya juga mulai kembali. Dosen mengumumkan tim Amira sebagai pemenangnya.
Setelah beberapa saat, teman Febby memberitahukan kepada dosen.
"Kami tidak bisa menemukan Febby."
"Ah... Yang benar saja? Apa kalian semua ini serius?" Tanya dosen pada mereka.
Ariel menatap Amira, mata mereka bertemu dan Amira mengerlingkan matanya pada Ariel. Ariel pun tersenyum dan berkata pada dosen.
"Aku rasa dia masih bisa ditemukan dan dia akan kembali sama seperti terakhir kalinya."
__ADS_1
Dosen pun setuju dengan ucapan Ariel.
Setelah dua jam berlalu, dosen mulai khawatir karena Febby belum juga kembali. Para dosen berkata kepada semua mahasiswa untuk masuk ke dalam tenda mereka masing-masing. Sementara para dosen pergi mencari keberadaan Febby.
"Aaah, ini masih sangat cepat, kau berada di dalam hutan dalam waktu seharian." Ucap Cindy pada Amira.
Calvin dan Ariel juga berdiri bersama Amira, jadi mereka mendengarkan ucapan Cindy dan setuju dengan ucapan Cindy.
Amira menyeringai dan berkata, "guys, ayo kita makan sesuatu setelah perkemahan ini berakhir."
Para teman Febby mendekat ke arah Amira dan berteriak padanya.
"Ini semua ulah mu kan? Kau lah orang yang membalas dendam padanya kan?"
Para mahasiswa lainnya menghentikan kegiatan mereka dan mulai mendengarkan ucapan teman Febby, bahkan para dosen.
"Pembalasan, apa yang kalian bicarakan?" Tanya Amira dengan suara yang terdengar sopan.
'Dia berakting dengan sangat bagus... Begitulah istri masa depanku.' ucap Ariel dalam hati.
"Yah, kau mau membalas dendam padanya. Dialah yang mengatur rencana dimana kau masuk ke dalam hutan dan sekarang kau tengah membalas dendam padanya." Ucap teman Febby dihadapan semua orang.
Tidak hanya semua mahasiswa yang ada disana, tapi para dosen juga tampak terkejut mengetahui semuanya. Mereka pun bertanya pada Amira tentang kebenaran semua itu.
Amira pun menjawab pertanyaan mereka semua.
"Yeah, Febby lah yang mengatakan bahwa temannya masuk ke dalam hutan. Jadi aku pergi untuk mencarinya. Tapi kemudian insiden itu terjadi, tapi kenapa kalian semua berpikir bahwa aku akan sama seperti dia dan melakukan sesuatu yang bodoh pada teman sekelas ku?" Ucap Amira dengan mata yang tampak penuh kejujuran dan air matanya yang menggenang.
Dosen mendekat ke arah Amira dan meminta maaf padanya atas kelakuan Febby padanya. Beberapa dosen masuk ke dalam hutan dan setelah beberapa saat mereka menemukan Febby dan membawanya kembali ke tenda.
Saat Febby kembali dia langsung memegang kerah pakaian Amira dan berkata padanya.
"Dasar kau wanita ******. Aku tidak akan memaafkan mu."
Dosen datang dan menghentikan Febby dan juga berteriak padanya.
"Lihat, tanganku diikat." Ucap Febby.
"Tidak ada hal seperti itu." Ucap seorang dosen bernama Kim setelah melihat ke arah tangan Febby.
Febby menatap Amira, dan Amira menyeringai padanya.
__ADS_1
Bersambung....