Siblings Love Story

Siblings Love Story
19. Tersesat


__ADS_3

Amira semakin masuk ke dalam hutan mencoba mencari teman yang dikatakan Febby itu.


"Aku rasa aku sudah tersesat. Sial... Ini adalah perangkap. Bagaimana kau bisa begitu bodoh Amira?" Ucap Amira pada dirinya sendiri.


Amira terus saja berjalan masuk ke dalam hutan dan tersesat. Semua pohon tampak sama, Amira menjadi semakin bingung karena hal itu. Hari pun sudah semakin gelap.


"Sial. Disini juga tidak ada sinyal." Ucap Amira.


'Apakah bodyguard ku mengikuti aku kemari? Jika mereka melakukannya maka aku bisa dengan mudah di temukan. Tapi bagaimana jika mereka ikut tersesat juga. Aaarrgghh... Ini semua gara-gara si Febby itu. Kau sudah melakukan kesalahan fatal, kau akan menyesai semua ini. Kau seharusnya tidak membuat masalah dengan ku, sekarang tunggulah pembalasan dariku.' ucap Amira dalam hati.


Disisi lain...


"Apakah kau menemukan Amira?" Tanya dosen.


Semua orang tengah mencari Amira. Febby datang ke arah tenda dengan menangis.


"Pak, Amira masuk ke dalam hutan. Aku sudah berusaha menghentikannya, tapi dia tetap pergi. Aku bilang padanya bahwa dosen akan marah tapi dia bilang mereka tidak akan berani." Ucap Febby dengan terisak dan mengusap air matanya.


"Kau!!!!! Aku tahu ini ulahmu, kau yang melakukan semua ini. Kenapa Amira akan masuk ke dalam hutan begitu saja? Dia tidak bodoh kecuali kau mengatakan sesuatu kepadanya." Teriak Cindy pada Febby.


"Cindy, kenapa kau berkata seperti itu? Kenapa aku harus melakukan hal seperti itu kepada teman sekelas ku?" Ucap Febby dan mendekat ke arah telinga Cindy dan berbisik. "Dia tidak akan kembali dengan selamat."


Mendengar hal itu, Cindy langsung mendorong Febby hingga terjatuh.


"Aku akan membunuhmu jika terjadi sesuatu padanya." Ucap Cindy.


Ariel langsung berlari ke dalam hutan, dia mendengar apa yang dibisikkan Febby ke telinga Cindy.


'Aku seharusnya tidak meninggalkan mu sendirian. Ku mohon, kau harus baik-baik saja Amira.' ucap Ariel dalam hati.


Sementara itu di dalam hutan, dimana Amira berada....


"Untuk memberinya pelajaran, aku harus keluar dari sini lebih dulu. Ada banyak nyamuk disini, aku harap Kak Dafa tidak akan memarahi aku." Ucap Amira pada dirinya sendiri seraya menghela napas.


Amira kembali bangun setelah duduk untuk beristirahat beberapa saat dan mulai berjalan kembali. Dia terus menerus mencoba untuk keluar dari dalam hutan, tapi dia tetap saja kembali ke tempat yang sama. Saat berjalan, Amira terjatuh ke dalam sebuah lubang kecil.


"Aduh, aku tidak akan memaafkannya. Dia harus membayar apa yang dia perbuat padaku." Ucap Amira pada dirinya sendiri.


Kaki dan tangan Amira terluka karena terjatuh ke lubang itu. Ia lalu merobek pakaiannya untuk menghentikan pendarahan di tangan dan kakinya.


Malam mulai tiba....


"Amira...!! Amira...!!" Teriak Ariel terus memanggil nama Amira.


Amira mendengar teriakan Ariel. Dia pun ikut berteriak.

__ADS_1


"Ariel... Aku disini!!"


Ariel mendengar Amira kemudian melihatnya berada di dalam lubang kecil. Ariel pun melompat turun ke dalam lubang. Ariel langsung menarik Amira mendekat pada dirinya dan memeluk Amira dengan begitu erat.


"Hei... Hei..." Ucap Amira.


'Ya Tuhan, dia begitu gemetar.' ucap Amira dalam hati.


Amira membalas pelukan Ariel.


"Aku minta maaf, aku tidak bisa melindungimu." Ucap Ariel pada Amira.


"Bodoh, seharusnya aku yang mengucapkan kata maaf." Balas Amira.


"Apa kau bodoh? Kenapa kau mempercayai ucapan wanita tidak tahu malu itu?" Teriak Ariel pada Amira.


Amira menatap wajah Ariel dan mulai tertawa kecil.


"Kenapa kau malah tertawa? Aku ketakutan setengah mati. Aku punya begitu banyak pikiran, bagaimana jika sesuatu mungkin terjadi padamu." Ucap Ariel pada Amira saat memegang tangannya dengan erat.


"Aaahh...!!!" Teriak Amira.


"Apa... Aa yang terjadi? Apa kau terluka?" Tanya Ariel tampak begitu khawatir.


"Ya Tuhan, kau berdarah." Ucap Ariel begitu terkejut.


Amira tersenyum dan berkata, "terima kasih karena tidak pernah menyerah akan diriku."


Ariel menatap Amira dengan penuh harapan.


"Aku akan memberitahukanmu semuanya setelah camping ini selesai." Ucap Amira lagi pada Ariel.


Ariel tengah mencoba untuk membuat api dengan beberapa kayu yang ia kumpulkan menggunakan dua buah batu yang ia gesekkan, tapi tidak bisa. Amira mendekat ke arahnya dan mengambil batu dari tangan Ariel.


Amira mulai menggesek batu itu dan akhirnya berhasil membuat api. Ariel menatap Amira dengan penuh kekaguman.


"Lihat ke arah lain." Ucap Amira.


Ariel tersenyum dan berkata, "aku tidak akan melepaskan dia dengan mudah, beraninya dia melakukan semua ini padamu."


"Jangan lakukan apapun. Aku akan memberinya pelajaran dengan caraku sendiri." Balas Amira.


Amira lalu merebahkan kepalanya di pundak Ariel. Dia pun terlelap karena merasa begitu lelah sejak pagi tadi.


'Kau mau menghukumnya, tapi kemudian setelah itu aku juga akan menghukumnya. Dia seharusnya tidak menyentuh wanitaku. Dia sendiri yang meminta untuk mati.' ucap Ariel dalam hati.

__ADS_1


Hari pun mulai beranjak pagi, Amira terbangun tapi Ariel masih tertidur. Amira membuat Ariel tertidur di pangkuannya. Dari kejauhan, beberapa suara datang mendekat. Amira berteriak dan akhirnya Cindy dan Calvin menemukan mereka.


"Oho! Romansa di tengah hutan hah, boleh juga." Ucap Cindy menggoda Amira.


"Diam lah." Balas Amira pada Cindy.


Ariel pun terbangun saat mendengar mereka berbicara. Dia begitu senang saat terbangun langsung melihat wajah Amira di pagi hari.


Mereka semua lalu keluar dari dalam hutan setelah beberapa saat. Para dosen mulai memarahi Amira, tapi saat mereka melihat luka pda kaki dan tangan Amira, mereka menjadi khawatir dan mulai membantu Amira dengan mengobati lukanya.


Semua mahasiswa berkumpul dan melihat Amira dengan tatapan khawatir di mata mereka. Amira melihat mereka semua.


"Tidak apa-apa guys, aku baik-baik saja." Ucap Amira.


Cindy berjalan masuk ke dalam tenda Febby dan berteriak padanya.


"Lihatlah apa yang sudah kau lakukan pada Amira."


Febby berjalan keluar dari dalam tendanya dan melihat Amira. Amira melirik ke arah Febby dan menyeringai. Febby merasa gugup, namun ia tetap berjalan mendekat ke arah Amira.


"Amira!! Aku senang karena kau baik-baik saja." Ucap Febby dengan suara yang terisak.


Ariel mendorong Febby dan berkata, "Amira terluka, jadi jangan menyentuhnya."


Di mata Febby, tidak ada sedikitpun ketakutan tapi tampak reaksi berbeda.


'Ariel menyentuhku... Oh Tuhan, dia menyentuhku!' ucap Febby dalam hati.


Ariel melihat Febby dengan tatapan yang merasa jijik dan mendorongnya menjauh.


"Menjijikkan." Ucap Ariel dan membawa Amira berjalan kembali ke tenda Amira.


Semua orang melihat ke arah Febby, dia tampak berkeringat dan berkata, "aku sangat lelah, jadi aku akan kembali ke tenda ku."


"Benar-benar wanita yang menjijikkan." Ucap Cindy.


"Cindy, lihat lah sebelum kau berbicara." Ucap Calvin pada Cindy.


Cindy melihat ke arah Calvin dan kemudian pergi ke tenda Amira.


"Wanita ****** itu melukaimu dengan sengaja, kenapa kau tidak mendorongnya menjauh." Ucap Ariel pada Amira.


Amira tertawa dan berkata, "Dia tengah menggali kuburannya sendiri, jadi biarkan saja dia.".


'Sayangku, apa yang akan kau lakukan padanya.... Tapi tetap saja, aku akan membuat dia menyesal.' ucap Ariel dalam hati.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2