Sifat tersembunyi My Husban

Sifat tersembunyi My Husban
Bab 12 Bukan itu


__ADS_3

Besoknya.


Setelah sarapan.


Sofian duduk di kamar dan memainkan HP-nya. Zahra yang baru datang tidak malu-malunya langsung tidur dengan menaruh kepala di pangkuan Sofian.


Sofian memang bingung dengan sifat manja Zahra akhir-akhir ini. Namun Sofian juga senang "Zahra mulai membuka hati untuknya"


Sofian langsung menaruh HP nya di nakas


"Mas, mas tidak kekantor?" tanya zayhra


"Aku cuti hari ini, Zahra"


"Cuti? emang tidak ada kerjaan?"


"Kemarin saat aku tau kamu tanpa ijin ke supermakert aku minta libur hari ini"


"Bukankah kerjaan mas akan menumpuk nanti"


"Emm. tidak masalah"


"Mas?"


"Emm"


"Sebenarnya kapan kita bertemu?"


"Kau harus mengingatnya sendiri, Zahra"


" Mas kamu lulusan Harvard University kan? aku membacanya."


"Emm"


"Berarti..." Zahra berfikir.


"Oh. Aku tau kau lelaki aneh itu ya?" Zahra mengingat sesuatu.


"Lelaki aneh?"


" Pria yang tiba-tiba mengatakan aku pacarnya di taman Harvard padahal baru sekali ketemu"

__ADS_1


sofian hanya diam "*Ja*di julukan aku lelaki aneh sekarang?"


"Emm. Bukan ya? "


"Kau suka sekali memberi julukan padaku, Zahra.. Aku bukan lelaki aneh, Zahra."


"Jadi.. Benar kamu mas, orang itu?"


"Iya dan aku tidak aneh"


"Tidak aneh bagaimana, mas? Kau tiba-tiba datang bilang aku pacarmu dan kita baru pertama kali bertemu.. Kalau tidak aneh apa coba?"


"Aku berhasil menebak dong. Aku mau hadiah" ucap Zahra senang.


" Hadiah? tapi itu bukan pertama kali kita bertemuertemu"


" Ha? Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Zahra.


"Iya. Mungkin itu pertemuan ke seratus kita?"


"APA?"


"Emm.."Zahra berfikir


"ada apa Zahra?" tanya Sofian khawatir tiba-tiba Zahra memijit kepalanya.


"Apakah kepalanya pusing?" lanjutnya.


"Tidak tau mas. Akhir-akhir ini kepala Zahra sering pusing. Perut Zahra juga sering sakit" tutur Zahra dan memiringkan badannya kearah Sofian dan mencari posisinya yang enak.


Sofian mengantikan Zahra memijit kapala Zahra.


"Apa maag mu kambuh? Apa perlu kita ke dokter?" Zahra menggeleng.


"Tidak usah mas. Sebentar lagi juga sembuh"


"EH?" Zahra mengambil HPNYA di kantong.


" Mas..Apa aku bisa ke supermakert"


" Ke supermakert lagi? Kamu mau beli apa zahra?"

__ADS_1


"Kalau berdasarkan kalender 2 hari lagi adalah jadwalku"


"Jadwal?"


Wajah Zahra malu.


"em. Jadwal datang bulanku dan aku belum ada itu" jawab Zahra malu.


Sofian sedih jika Zahra datang bulan berarti ia tidak hamil. Ia butuh kerja keras lagi.


"Em. baik lah.Apa kepalamu masih sakit?" tanya Sofian mengusap kepala Zahra.


"Masih. Sedikit" jawab Zahra.


"Tidur dulu saja. Nanti siang kita ke supermakert nya" yang masih mengusap kepala Zahra.


"Eh kita?"


"Iya..Aku juga mau membeli beberapa snack"


"Emm baiklah"


"Tidur lah Zahra... Tidur lah" kata Sofian yang terus mengusap kepala Zahra Sampai tertidur.


Sofian menunduk dan mencium Zahra "Cepatlah mengingatku Zahra. Aku mau tau reaksimu. Aku menyayangimu Zahra" ucap Sofian. Menyenderkan kepalanya ke tepi ranjang dan ikut tertidur.


#####


jangan lupa like, komen dan follow ya


Apa yang terjadi dengan Zahra?


Apa Zahra mulai membuka hati untuk Sofian?


Dan bagaimana kehidupan Zahra dan Sofian akan berjalan dengan baik.


saksikan kelanjutanya.


dan coba sabar ya.


author agak ada masalah.

__ADS_1


__ADS_2