Sifat tersembunyi My Husban

Sifat tersembunyi My Husban
Bab 33


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


"amas, kok berkas ini zahra yang tanda tangan? Kan Zahra tidak ada saham diperusahan kamu"


"Siapa bilang kamu tidak ada?"


"Kapan aku beli sahamnya?"


"Kamu pemilik saham terbesar di perusahan Albar"


"Ha?"


"Rumah, rumah sakit, Apartemen, semua milik mas sudah berubah alih atas nama kamu"


"Bisa ya, mas?"


"Ya bisa lah."


"Ternyata pindah alih kek gitu tidak butuh tanda-tangan orang bersangkutan. Zahra baru tau"


"Perlu lah tanda tangan orang bersangkutan. tanda tangan kamu, mas dan saksi"


"Kapan...?"


"Tanda tangan kamu mas curi. Mas selipin suratnya di surat lain dan akhirnya dapet."


"Mas kamu gila ya? Kamu gila mas"


"Kenapa sayang? Kamu tidak suka?"


"Mas, kenapa kamu lakuin itu? Itu kan jerih payah kamu? Bagaimana kalau.."


"Suts... menutup mulut Zahra dengan jari telunjuk. Karena mas sayang sama kamu. Karena dirumah mas bosnya maka dikantor kamu bosnya"


"Tapi mas.."


"Tidak ada tapi-tapian. Kalau kamu pisah dari mas. Mas jadi gembel. Engga juga sih, mas ada 1 apartemen dan 5 % saham yang lainya atas nama kamu"


Zahra menangis.


"Hiks hiks Kenapa mas? Kenapa ngelakuin itu"


"Tidak ada bedanya sayang. Atas nama kamu atau mas. 5% sama mas itu juga agar mas bisa tetap ikut rapat dalam rapat pemengang saham"


Sofian mengusap kepala Zahra lembut.


"Jika kamu mau pecat mas jadi CEO juga mas seneng diam dirumah. Dirumah kan mas bosnya jadi kamu harus layanin mas"


"Ih mau mu"

__ADS_1


Sofian memeluk Zahra, mencium pipi kiri dan kanannya.


"Mas jangan macem-macem ya"


"Mas cuma minta satu macam aja kok, Zahra"


"A...pa?"


Sofian memeluk Zahra erat.


"Kau selalu bersamaku sampai maut memisahkan bahkan sampai diakhirat. maukan?"


"Tentu"


Sofian mengankat Zahra. Zahra replek mengalungkan tangannya di leher Sofian dan kakinya di pinggang Sofian.


"Mas turunin engga. Nanti ada yang liat"


"Siapa?"


"Mas"


"Aku kangen kamu sayang. Aku mau jenguk baby-babyku"


"Tapi... tapi"


"Mas pelan-pelan kok"


#######


Berbulan-bulan kemudian


"Mas, kamu udah siap?"


"Sudah siap sayang?"


Sofian datang mengusap perut Zahra yang sudah besar usia kandungan sudah 8 bulan.


"Anak ayah sudah siap juga blom?" tanya Sofian mencium perut Zahra.


"Belum ayah. Anak ayah masih butuh waktu sebulan lagi" Jawab Zahra seperti anak kecil.


"Udah yuk mas. Kita telat nanti."


"Yok"


Sofian melingkarkan tangan kirinya di pinggang Zahra dan berjalan bersampingan dengan Zahra menuju mobil.


Sampai tujuan

__ADS_1


"Selamat ya Dan, Nes" ujar Zahra sambil memeluk Agnes.


"Akhirnya loe nikah juga bro selamat ya" ujar Sofian sambil tos dengan Dani.


"Gimana ceritanya Nes loe bisa sama si tegil Dani?"


"Terpaksa, Sof. Dia lucu Sof buat gua ketawa terus. Tidak enak mau nolak" ucap Agnes cengengesan.


"Terpaksa nih? mau dibatalin aja pernikahannya. Aku tidak mau pengantin wanitanya terpaksa."


"Eh. Mana ada. Kita udah sah juga."


"Siapa suruh ngomongnya kek gitu"


"Dih cowok kok ngambek" ejek Sofian.


Dani hanya diam dan masih pura-pura ngambek.


"Mas, ngambek? Jangan ngambek dong. Aku asal bicara aja tadi. Aku nerima juga karena cinta kok"


"Sih gombal. Tidak percaya tuh. Tadi bilang terpaksa sekarang bilang cinta"


"Udah. Udah kalian sudah suami istri juga malah berantem. Ini masih di pelaminan juga" tegur Zahra.


"Maaf ya mas" ucap Agnes merasa bersalah.


" Eh kok sedih. Mas yang minta maaf. Jangan sedih ya. Mas cuma bercanda. Mas engga ngambek kok"


"Bener ya?"


"Iya. eh Ra gimana kabar kandungan kamu?"


" Zah. ini menginjak 8 bulan kan ya?"


" Iya Nes sudah mulai 8 bulan. Kandungan aku sehat"


"Sofian, kalau sudah kek gini loe harus berada di samping istri kamu 24 jam. Siapa tahu berojol tidak ketauan"


"Bahasa mu mas. Bahasa apa itu brojol" omel Agnes.


"Iya iya. Sof kalau udah mendekati masa melahirkan sang suami harus siap siaga"


"Iya. Mami juga akan tinggal dirumah mulai besok"


"Eh. Besok? Kok mami tidak bilang sama Zahra"


"Mami SMS ke hp kamu. Mas yang baca"


"Oooh"

__ADS_1


#####


__ADS_2