Sifat tersembunyi My Husban

Sifat tersembunyi My Husban
Bab 30 janji


__ADS_3

Hari ini seperti biasa Zahra pulang dengan Sofian dan juga Dani.


Sampai depan rumah Zahra ramai.


"Ada apa ya kak?" tanya Zahra.


"Tidak tau" jawab Dani. Sofian hanya menaikan kedua bahunya.


Zahra, Sofian , dan Dani melangkah ke dalam rumah.


Ayah Zahra tampak lesu.


"Ayah" pangil Zahra.


Ramli melihat putrinya.


Ramli merentangkan tanganya. Zahra belari kepelukan sang ayah. Air mata Ramli mengalir deras.


"Ayah ada apa? Kita pengajian?" tanya polos Zahra.


Ramli hanya diam


Zahra melihat sekeliling


"Yah. Ayah siapa yang itu kok diselimutin sampai atas?" tanya Zahra menunjuk sesorang yang tidur dan diselimuti sampai atas dan tidak jauh dari mereka.


Ramli hanya diam dalam tangis. Ia menusap tangisnya kasar.


"Ayah. Ibu mana yah? Masih dirumah sakit?"


"Yah. Ibu mana yah? Hiks hiks" tangis Zahra pecah.


"Ibu sudah sehat sayang" ucap Ramli menahan tangis dan tercoba tersenyum


"Beneran ayah?" Zahra senang.


"Lalu mana ibu?" lanjut gadis kecil itu.


"Itu. Yang didepan kamu. Itu ibu sayang" ucap Ramli menunjuk orang yang diselimut sampai kepala.


Ramli menusap air mata kasar yang sialnya terus mengalir.


"Itu ibu ayah? Kenapa ibu ditutup dengan selimut. Ibu tidak gerah ya?"


"Tidak sayang ibu sudah sama tuhan ibu tidak gerah lagi" Ramli dengan senyum palsunya.


"Jadi kalau sama tuhan ibu langsung sehat dan tidak pernah gerah ya ayah?"


Ibu ibu dan bapak bapak pengajian ikut menangis melihat kelakuan Ramli dan putrinya.


Sedangkan Sofian yang tau langsung terduduk lemas. Bayanganya penculikan dan sang ayah yang terluka parah dan akhirnya sang ayah ditutup sampai kepala. Kejadian itu berputar dan akhirnya ia pingsan.


"Ian. Yan. Sofian" Dani menepuk pipi Sofian.


Orang-orang membantu Sofian dan diangkat ke kamar.


Zahra mengikuti orang yang mengendong Sofian ke kamar Zahra.


Dani dan Zahra ikut naik ke atas ranjang.


"Om. om. Ian kenapa?" tanya Zahra pada orang yang membaringkan Sofian.


"Dia lelah, Zahra" jawab orang itu asal.


Namun tiba-tiba matanya menangis melihat Zahra yang masih kecil harus kehilangan sang ibu. Ia mengusap kepala Zahra.


Ibu-ibu memberi minum kepada Sofian dan menjipratkan air kemuka Sofian agar sadar.


Sebagian memijit kaki sofian.


Sofian sadar kepalanya pusing.


"Hiks hiks ayah hiks hiks" Tangis Sofian serasa kejadian malang itu baru terjadi.


Zahra memeluk Sofian. Rasa hangat tersalurkan. Dani mengusap punggung Zahra.


Yang melihat itu terharu.

__ADS_1


"Ian tidak apa-apa?"


seakan tersadar Sofian melepaskan pelukannya dan melihat Zahra gadis itu biasa saja.


"Aku janji Zahra, akan selalu ada disampingmu" ucap Sofian lirih.


"Aku baik-baik saja kak. Tapi janji ya?" Zahra yang belum mengerti.


"Iya kakak janji"


Waktu pemakaman.


"Ayah-ayah ibu mau dibawa kemana?" tanya Zahra.


"Ibu mau istirahat sayang" Ramli mengusap punggung Zahra.


"Kok engga ke kamar malah di gotong keluar"


"Ibu tidurnya disamping tuhan, sayang" Ramli mengendong Zahra.


"Apa ibu akan kembali?"


"Zahra lihat ibu sakit, Zahra sedih kan?"


"Zahra pengen ibu selalu sehatkan?".


"Zahra tidak mau ibu masuk rumah sakit kan?" Tanya ramli yang dijawab zahra manggut manggut.


"Maka dari itu ibu bobonya disamping tuhan"


"Jadi Zahra tidak akan ketemu ibu lagi ya, ayah?"


Tangis Zahra pecah. "hiks hiks hiks ibu ibu."


Ramli mendudukan Zahra di sofa "Jangan menangis... Kan ada ayah" Ramli menenangkan Zahra.


"Kan ada kak Ian dan kak Thio" lanjut Sofian duduk disamping Zahra.


"Hiks hiks kakak janjikan selalu ada untuk Zahra?"


"Iya kakak akan selalu ada"


#####


Seperti biasa Zahra, Dani dan Sofian berjalan kaki.


Dani sibuk dengan makanannya. Ia beli eskrim dan cimol.


Mungkin hanya diejeki si endut atau embul sama Zahra.


" Kak thio "pangil Zahra


Yang dijawab deheman oleh Dani karena masih makan.


"Kak Thio" pangil Zahra lagi.


Dan hanya deheman lagi.


"Kak thio yang gembul"


"Apaan sih Tania aku tidak gembul" protes Dani


"Kak Thio, kak Ian. Kata ayah besok Tania sama ayah pindah ke Kalimantan" ujar Zahra polos dan senang yang berfikir akan jalan-jalan.


"Kemana Tania?" tanya Sofian.


"Kalimantan"


"Jauh dong Zahra. Kita tidak akan jangan jalan bareng lagi" rengek Dani.


"Tidak boleh!" larang Sofian.


"Kenapa?" tanyanya polos.


"Aku sudah janji akan selalu bersama kamu"


"Ya. Kan nanti setelah Zahra pulang kesini. kita bersama lagi"

__ADS_1


"Aku tidak setuju, Aku mau kamu disini"


"Is kak. Kamu kan bukan keluarga aku"


"Kamu mau aku jadi keluarga kamu?"


"Emang bisa?"


"Bisa. Kita nikah nanti kamu jadi istri aku dan aku jadi suami kamu" jelas Sofian.


"Nikah? Tania mau sama kak aian nikah. tapi kita kan masih kecil" ujar Zahra yang polos.


"Tunggu dewasa lah"


"Jadi bisa dong tunggu Tania pulang kesini lagi"


"Baiklah"


"Janji ya kak" ucap Zahra dengan wajah imutnya.


"Kakak janji"


"Ye. Kita bakal nikah dan hidup bersama selamanya" ucap Zahra tentang janji selalu bersama dan nikah tanpa tau maksudnya.


"Nikah itu apa, Tan?" tanya Dani.


"Tidak tau. Kalau keluar dari mulut kak Ian pasti baik"


"Yang keluar dari mulutku?" tanya Dani.


"]akanan hehehehe" ejek Zahra.


"Kau mulai berani sekarang" Dani mau menyerang zahra didapatkan pelototan Sofian.


Akhirnya sampai depan rumah


"Kak kak. Tapi jika Zahra betah disana sampai Zahra besar. Bagaimana kakak tau itu Tania?"


"Dengan hati"


"Bisa ya kak?"


"Bisa"


"Kalau Zahra yang tidak tau kek mana?"


"Maka kamu harus mengigatnya"


"Kah kenapa tidak dikasih tau?"


"Kalau kau lupa maka kau dapat hukuman. kau harus ingat dengan sendirinya"


"Ish jahat. Aku kesal dengan kak Ian"


Zahra langsung masuk kerumah.


Besoknya Sofian tidak bisa tidur. Ia mau mengantar Tania nya pergi. Dan sialnya ia datang terlambat hanya rumah yang kosong


Ramli memilih pergi pagi agar tidak macet.


Zahra menyempatkan meninggalkan surat berisi alamat dan juga 2 kalung mainan.


*Untuk kak Thio dan kak Ian.


Tania pamit ya. Itu kalung untuk kalian jangan lupa di pakai tania punya satu juga.


Ini alamat Tania yang baru


(jln. ........) tulisan Ramli


Kak jangan lupa janji kita ya.


Tania sayang kalian semua*


#######


see you next time

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca


like dan comen


__ADS_2