
Yang ada diruangan hanya Endah, Zahra dan Doni. Yang lain menjaga di luar.
"Baiklah nyonya jadi begini saat nyonya hilang saya mencari nyonya. Saya tidak bisa melacak nyonya karena HP nyonya di tinggal di toilet. Saya menghubungi tuan namun tuan sibuk. Namun akhirnya tuan menghubungi saya. Tuan marah besar dan mematikan telponnya"
"Maaf" ucap Zahra lirih
"Tidak nyonya, mungkin kalau saja tadi nyonya kabur karena kesalahan tuan juga. Saya tau nyonya diculik dan dipaksa menikah. Tapi alasan nyonya pergi itu urusan nyonya dengan tuan"
"Namun ternyata tuan menghubungi saja lagi dan bilang gps bukan hanya di hp tetapi juga di cincin dan juga kalung nyonya" (Zahra melihat cincin pernikahannya).
"Saya melacaknya dan menemukan letak nyona di kampung grogol. Saya juga menemukan surat nyonya di bangku belakang mobil, saya tidak membacanya dan sudah saya berikan pada tuan. Saat itu aku, tuan dan Fahri yang ke tempat nyonya. Kami terlambat nyonya tidak ada. GPS pada nyonya juga berubah. Tuan tau gps itu dimana? itu rumah tuan Alex. Nyonya ingat saat nyonya ke supermarkert di tarik tuan pulang. Karena hampir saja Alex berhasil...."
"Jangan bilang..."
"Iya nyonya. Orang yang nyonya ajak ngomong itu Alex nyonya"potong Doni.
" Karena itu tuan menelpon yang lain. Karena jauh yang lain akan lama maka tuan dengan aku dan Fahri duluan. Namun ternyata mereka sudah tau kedatangan kita. Nyonya ada disitu. Apa perlu saya ceritakan?"
"Tidak perlu! ceritakan saja saat aku pingsan"
"Saat nyonya pingsan, tuan menepuk pipi nyonya..."
Flasback
sofian menepuk-nepuk pipi Zahra " Zahra bangun zahra apa maksudmu anak? bom?"
Namun Zahra hanya tidur.
"Bangun tidak kau Zahra. Kau harus bangun. Kau harus jelaskan padaku"
__ADS_1
"Hahaha dia tidur" ujar Alex melihat Zahra.
Tatapan Sofian menuju Alex dengan tatapan amarah.
Sofian menurunkan kepala Zahra pelan-pelan.
Doni yang lemah mencoba berdiri ingin membantu Sofian. Sedangkan Fahri sudah pingsan dari tadi.
Saat Doni ingin menghajar namun diberhentikan Sofian.
"Jangan doni. Kau jaga nyonya saja" perintah Sofian.
"Biar orang gila ini, urusan saya" lanjutnya.
Doni menurut dan duduk di samping Zahra
Namun tidak lama anak buah dan polisi dari luar masuk dan memberhentikan Sofian yang terus memukuli Alex. Sofian tertatih mendekati Zahra.
Sofian menjatuhkan dirinya dengan dengkul sebagai tumpuan "Zahra bangun" Sofian menepuk pipi Zahra.
Doni sudah dipapah untuk berdiri dan Fahri sudah di gotong keluar
Sofian berusaha mengangkat Zahra sendiri kegendongan. Ada beberapa anak buah mau mengangkat namun ditepih oleh Sofian.
Saat sudah berdiri Sofian ingat kata Zahra sebelum pingsan " Anak dan bom"
"CEPAT BANTU AKU..Disini ada bom. Kita tidak tau waktu kita tinggal berapa detik lagi"
2 orang bodyguardnya membantu.
__ADS_1
"Tolong jangan dia. Selamatkan dia berserta anakku. Tolong" ucap Sofian lirih dan memberikan Zahra kepada 2 orang itu.
Seseorang membantu memapah sofian.
tanpa mereka sadari bom itu sudah diaktifkan dari tadi saat Alex memukul Zahra ia memencet pengaktifan bom. Waktu di bom 5 menit dan sudah berlalu 4 menit 20 detik
Semua sudah keluar. Tinggal Sofian dengan orang yang memapahnya.
Saat Sofian baru keluar baru sedikit, bom meledak ( duar) dan Sofian dan pemapah masih terkena bom.
Mereka terpental. Kepala Sofian terkena luka cukup parah karena terbentur batu.
"TUAN" teriak semua orang yang melihat itu.
Sebagian lari dan menolong sofian dan 1 orang itu. Mereka semua langsung ke rumah sakit.
Sofian harus mengobati luka kepala dan seluruh badan akibat pukulan. Yang sangat parah.
Zahra juga dirawat. Karena pukulan itu anaknya dalam perut melemah dokter dan para medis berusah keras 3 jam dokter dan berhasil menyelamatkan bayi itu. Untung bayi Zahra memang kuat.
Semua yang terluka dirawat.
Polisi menyelidiki semuanya. Namun para bodyguard menyuruh tunda penyelidikan sampai tuan dan nyonyanya sembuh.
Mereka juga menyiapkan perlindungan diluar ruangan Zahra dan Sofian. Karena musuh Sofian bukan hanya Alex namun semua musuh bisnis.
Mereka juga menelpon Endah untuk menyiapkan keperluan tuan dan nyonyanya di rumah sakit. Endah dengan beberapa pelayan datang kerumah sakit untuk menjaga Sofian dan Zahra di dalam ruangan.
flasback off.
__ADS_1