Sifat tersembunyi My Husban

Sifat tersembunyi My Husban
Bab 6. ciuman dan pengalaman pertama


__ADS_3

Sebelumnya author minta maaf karena author menyelesakan novel i hate you status dulu. mulai sekarang author mau lanjutin yang ini.


khusus 21+++ author tidak mau tanggung jawab ok 👌.


Pagi hari. zahra terbangun waktunya sholat subuh. mata zahra mengerjab dan terbuka. Ia merasa berat di punggungnya dan perutnya. zahra sadar sepenuhnya dan mengetahui bahwa Sofian lah yang memeluknya. Tidak mau membangunkan Sofian, Zahra berhati-hati agar tidak mengusik tidur suami nya.


*S*uami? hati zahra miris jika ingat bahwa orang yang memeluknya adalah suaminya. Entah rencana apalagi yang telah tuhan atur?.


Setelah lepas dari pelukan Sofian, Zahra turun dari ranjang lalu ke kamar mandi. Sebelum masuk ke kamar mandi zahra mengambil pakaian terlebih dahulu. Celana legging abu-abu panjang dengan kaos putih tangan pendek.


setelah mandi, Zahra sholat. Zahra sedih ia telah menikah harusnya suaminya yang jadi imamnya namun miris bahkan Zahra tidak tau apakah Sofian bisa sholat? lalu bagaimana dengan surganya?. Tapi Zahra tidak ambil pusing dia hanya berdoa dahulu jika tuhan mengijinkan untuknya untuk membuka hati suaminya.


Setelah sholat Zahra ke dapur melaksanakan tugasnya menyiapkan sarapan untuk Sofian. namun sebelum keluar ia menganti pakaian panjang dan rok panjang serta hijabnya. Zahra tau bahwa selain di kamar ia harus mengenakan hijab, karena ada pembantu dan penjaga laki-laki di luar sana. Saat Zahra menutup pintu Sofian membuka mata.


"*Ma*u kemana dia? tapi syukurlah dia sudah pergi".


sofian langsung bangun dan mandi. Setelah mandi Sofian ingin mengerjakan sesuatu namun ia takut Zahra kembali dan melihatnya.


"*B*isa gila, jika dia kembali. Aku harus mengunci pintu"


setelah selesai Sofian membuka pintu kembali. Ia turun ke bawah dan melihat Zahra masak di dapur. Sofian terpana ia tidak henti-hentinya melihat Zahra dari jauh. Sofian tidak ingin Zahra melihatnya. Sofian hanya bisa memuji Zahra "cantik".


Zahra sudah hampir selesai memasak. ia meletakan masakannya di meja makan. Sebelum Zahra selesai, Sofian mengendap-endap naik tangga dan kembali ke kamar.


"*G*ila aku seperti pencuri dirumah sendiri".


"Selesai" kata Zahra setelah semua masakan di susun di atas meja makan. Zahra ingin memangil suaminya untuk sarapan. Namun hati kecil Zahra tidak mau mengusik Sofian


Ia takut membangunkan singa yang lagi tidur namun itu tugasnya. Setelah berperang batin Zahra memutuskan membangunkan Sofian seterah ia akan marah setidaknya ia telah berusaha.


Sofian yang berbaring di atas kasur sambil main hp. mendengar pintu kamar akan terbuka. Ia langsung mematikan hp meletakan di meja nakas disampingnya dan pura-pura tidur.


Melihat Sofian yang masih meringkuk diatas kasur. Zahra kesal namun hanya bisa ia pendam. "Apa dia tidak sholat?" itu yang zahra pikirkan karena sekarang jam 06.20


Zahra mendekat dan mencoba membangunkan Sofian hampir saya Zahra akan memangil Mas "*M*as? ah tidak! aku takut dibunuh tuan saja"


"Tuan, bangun. Sarapan telah siap"


sofian pura-pura tidur. "*Tu*an? Apa aku bosnya?" fikir sofian


"Tuan" pangil zahra lagi. Karena tidak ada respon Zahra memberanikan diri menguncang tubuh Sofian "Tuan bangun. Apakah tuan tidak ke kantor?"


Sofian merasakan tangan Zahra di bahunya. Sofian langsung memengang tangan Zahra. Zahra bingung dan berusaha menarik tangannya.


Sofian berbalik sehingga tidur terlentang dan menarik tangan Zahra, sehingga Zahra jatuh dan menabrak tubuh Sofian. Sebelum Zahra bangkit sofian langsung melingkarkan tangannya ditubuh Zahra. karena tidak dapat bergerak zahra memutar kepalanya dan melihat sofian.


"Eh. rambutnya basah. Apa dia sudah mandi? Apa cuma keringat? eh wangi juga. Apa dia memang sewangi ini?" tanya zahra dalam hati.

__ADS_1


"Kenapa? kau baru tau aku tampan?" kata Sofian menyadarkan zahra.


Zahra memberontak namun gagal karena Sofian mengencangkan palukan.


"Le.lepaskan saya tuan" kata zahra sedikit memohon.


"Aku tidak akan melepakanmu" jawab sofian dingin.


" Ke.. kenapa?"


"Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau menciumku"


"A..a..apa cium?" tanyanya tidak percaya.


"Ia. kiss"


Pipi Zahra memerah dan membalikan wajahnya


"A.. aku tidak bisa" jawab Zahra terbata-bata.


"Baiklah kita akan seperti ini sampai kau menciumku"


zahra menongak dan kembali melihat wajah Sofian.


"A..apa kau tidak ke kantor?" berharap suaminya membebaskannya.


"Terserah aku kan bosnya. Dan jika kerjaan menumpuk kau yang disalahkan".


"Ya. karena kamu tidak mau menciumku. berarti kau menahanku disini" jawab Sofian santai


"Kan..".


"tidak ada kan kan. Pilihanmu hanya menciumku. Apa susahnya sih mencium suami sendiri" Sofian mulai kesal dan menekan kata suami sendiri.


Zahra menyerah dan mencium sofian.


"PUAS? itu ciuman pertamaku. Sekarang lepaskan aku" minta Zahra kesal di depan wajah Sofian.


Sofian tidak menjawab ia terlalu fokus dengan wajah Zahra yang tidak jauh darinya. sehingga dapat dilihatnya dengan jelas.


Zahra ingin protes karena bukannya melepaskannya Sofian malah mengeratkan pelukannya. Zahra melihat Sofian. mata mereka bertemu. Zahra ingin protes namun


Sofian malah menciumnya.


Saat bibir Sofian sampai di bibirnya zahra membuka matanya lebar lebar. Zahra mendorong Sofian, namun Sofian menarik tekuk Zahra agar memperdalam ciumannya. sofian melumatnya dan mengulum bibir bagian bawah dan atas zahra secara bergantian. Zahra kehabisan nafas dan memukul dada Sofian.


Sofian melepaskan bibirnya dari bibir Zahra. Zahra langsung mengambil nafas banyak-banyak. Namun tidak berselang lama sofian mencium Zahra kembali

__ADS_1


"Tetaplah bernafas Zahra" suruh Sofian sebelum ******* bibir Siska lagi.


Kali ini Sofian ingin lebih, ia menggigit bibir bawah zahra, sehingga Zahra membuka mulutnya. Sofian langsung memasukan lidahnya ke dalam mulut Zahra dan mengabsen semua gigi Zahra.


Zahra tidak melepaskan atau memberontak lagi dia sudah lelah.


Karena tidak ada pemberontakan dari zahra. sofian melepaskan pautannya dan menarik jilbab zahra dan membuang ke sembarang tempat. Zahra mengambil nafas.


Sofian memutar tubuhnya sehingga tubuh Zahra dibawahnya.


Zahra seakan mulau terbuai.


Sofian kembali mencium Zahra. Tangan Sofian tidak tinggal diam tangan kirinya telah berkeliaran masuk ke dalam baju Zahra dan mengelus perut Zahra. Geli itu yang Zahra rasakan.


Namun mulutnya hanya bisa mengucapkan emmp emph karena masih di ***** sofian.


Sofian melepaskan ciumnya.


Seakan sadar Zahra mendorong dada Sofian.


Namun Sofian malah menggenggam kedua tangan Zahra.


"Jangan menolak lagi Zahra. Aku tidak akan memaafkannya jika kau mendorongku lagi" kata Sofian devil dengan nafas berburu.


"Ta.ta..tap.."


"Tidak ada tapi tapian Zahra. Aku telah lelah main solo" jelas Sofian yang tidak di mengerti Zahra sama sekali.


"Kita sudah menikah. Aku tidak menyentuhmu tanpa ikatan. Aku tidak akan memaafkan kali ini. Jikka kau menolak akan ku borgol tangan dan kakimu" lanjut Sofian.


Zahra melihat ke manik-manik mata Sofian membuatnya ketakutan. "*Tu*han lindungi Zahra. Tapi dia suamiku"


Sofian kembali mencium Zahra. Zahra sudah pasrah sekarang cuma air mata yang terus mengalir.


Akhirnya pagi yg panas pun terjadi.


Zahra tertidur


Sofian Ingat saat Zahra selesai menciumnya. "Puas? ini ciuman pertamaku" Sofian tersenyum dan menyentuh bibirnya. "*A*ku orang pertama?"


" Ciuman pertama dan pengalaman pertama. kuambil hari ini" Sofian bangga dan menutup matanya karena ia juga lelah.


Zahra tidak enak tidur terlentang ia mengerakan tubuhnya namun sakit.


"Auw" rintih zahra


Zahra mengankat kepalanya dan meletakannya membali. Zahra tidak tau kalau itu dada Sofian dan tangan Zahra melingkar di pinggang Sofian karena Zahra memang masih tidur dan matanya tertutup. Sofian yang belum tidur membuka matanya.

__ADS_1


Zahra ngujel-gujel di dada Sofian mencari tempat nyaman. Setelah itu Zahra berhenti dan kembali tidur nyenak. Sofian mengusap punggung zahra. "Apakah masih sakit?" tanya Sofian dalam hati.


Akhirnya sofian dan zahra kembali tidur..


__ADS_2