
17 tahun kemudian
Zahra sibuk membuat makan untuk anak-anak dan suaminya.
Sofian datang dengan pakaian rapihnya.
Memeluk Zahra dari belakang dan mengecup pipi Zahra.
"Yang ada dokumen yang perlu tanda tangan kamu, udah mas taruh di nakas kamar"
"Nanti Zahra tanda tangan ya, mas"
"Em" sofian memeluk erat Zahra.
"Mas, nanti anak-anak liat"
"Mereka sudah besar juga"
"Emm ehm" deheman seseorang membuat Zahra melepaskan pelukan Sofian.
"Pah mah mesranya di kamar aja. Risih Tion liatnya" ujar tion.
Tion Albarnista putra bungsu Sofian dan Zahra. Bersifar humoris dan mudah tersenyum, bersahaja dan mudah bergaul.
Berbeda dengan Dion Albarnista kembaranya. Kakak beda 5 menit. Dion dulunya juga Seorang yang humoris dan mudah tersenyum. Namun semenjak kepergian Najwa karena kecelakaan mobil yang merubah Dion menjadi orang yang dingin dan pendiam.
"Tion sarapan sudah siap. Mana kakakmu Dion?" tanya Zahra
"Masih siap-siap keknya mah"
"Pah, dasi papah kok kek gitu?"
"Nunggu mamamu pakain"
"Lah kek anak kecil. Tion aja pakai sendiri"
Zahra merapihkan dasi Sofian.
Dion turun
"Mah dion berangkat" Dion salim kepada Zahra.
"Kamu tidak sarapan dulu?"
"Engga ma" Dion kemudian salin ke Sofian.
"Assalamuaikum"
"Waalaikum salam"
"Itu kakamu kapan senyumnya sih?" tanya Zahra.
"Tidak tau mah mukanya dingin mulu. Tau engga mah dikelas dia udah kek manusia dibuli suka sendiri. Tuh headset engga lepas-lepas dah dari kepala. Padahal ya dia orang populer juga"
"Iya dulu kakak kamu tidak kek gitu semenjak Najwa meninggal dia berubah. Kamu sih, mas"
"Kok salah aku. Emang aku yang menyebabkan Najwa dan orang tuannya kecelakaan?"
__ADS_1
"Bukan sih. Tapi kamu yang kasih gen setia"
"Lah bagus dong dia setia"
"Tapi kasian kan mas. Kalau wanitanya masih hidup sih tidak apa-apa masih ada harapan. Lihat deh anak kita jadi pendiam"
"Salahin aja terus papah mah, yang penting mama tetap sayang papah engga masalah"
"Dih pusing palak Tion, bang"
Disisi lain.
Dion yang telah berangkat dengan motornya. harus berhenti ditengah jalan karena motornya mogok.
"Kenapa nih motor?"
Dion mencoba berapa kali namun motornya tidak hidup. Akhirnya dia mendorong motor. mana bangkel jauh lagi.
15 menit dia mendorong motor namun tidak sampai-sampai bangkel.
Tiba-tiba ada yang berhenti.
"Ada apa dengan motornya?" tanya seseorang.
"Mogok" jawab Dion datar
"Kau?" pekik lelaki itu.
Lelaki? bukan ia bukan lelaki namun cewek super tomboy dia memakai celana bukan androk rambut pendek dan juga naik motor ninja dia Angraeni Dwi Deka sasendri. Tidak salah kan jika semua mengangapnya laki-laki. Angra ( panggilan Anggraini) dia di sukai banyak cewek walau dia sudah bilang kalau dia bukan cowok tapi cewek.
"Kenapa?" tanya Dion dingin.
"Mau di bantu tarik engga? Bengkel masih jauh. Tidak mau juga tidak apa-apa?"
"Bantunya niat engga?"
"Niat sih. Kalau engga niat dibantu. Aku bisa apa?"
"Oke. Bantu tarik deh" Dion terpaksa
Anggraini turun dari motor dan mengambil tali di yok motornya. Dion membantu mengikat di motornya dan Anggraini mengikat di motornya juga.
"Oke. Siap?"
Anggraini mulai melajukan motornya pelan.
Sampailah di bangkel.
Motor dion mulai diperbaiki.
"Oke. Terima kasih " ucap Dion dengan wajah tanpa ekspresinya.
"Loe bisa ucap terima kasih juga?"
"Kau anak sekolah Sasendri?" tanya Dion tidak perdulikan pertanyaan Anggra tadi
"Kita sekelas ****" kesal Anggraini
__ADS_1
"Oh"
"Motor loe kek mana? Apa yang rusak?"
"Belum tau. Gua tinggal aja"
"Oh. Naik apa loe?"
"Cari ojek"
"Elah bareng gua aja napa? Gua juga kesekolah yang sama. Lagipula sebentar lagi masuk. Kecuali loe mau telat"
"Bareng deh" Dion naik motor Anggraini. Anggraini langsung menjalakan motornya.
Ada polisi tidur. Anggraini mengerem mendadak kemudian Dion yang digonceng replek memeluk perut Anggraini.
Deg deg deg.
"Loe kok jantungku" batin Anggraini.
Dion langsung merapihkan duduknya
"Loe bisa bawa motor engga sih?" tanya dioyn tidak bersahabat.
"Sory sory. Salah polisi itu lah. Tidur kok di jalan" ujar Anggraini tidak mau disalahkan.
Dion memutar matanya malas.
Sesampainya di parkiran.
Dion turun dari motornya Anggraini.
"Aekali lagi terima kasih" dengan senyum canggungnya.
" Oke. Sama -sama" jawab Anggraini yang telah melepas helmnya sambil tersenyum
Deg deg deg.
"Kenapa jantungku berdengup kencang. Gila kau Dion dia laki-laki. Lagi pula aku milik Najwa. Apa karena ditingal nayjwa aku beralih ke laki-laki?" Dion menepis pikiran buruknya.
"Loe deluan aja. Gua mau ke pencak silat dulu"
"Sekali lagi terima kasih" ucap Dion dan pergi meningalkan Anggraini.
"Gila dia mau ucapin terima kasih berapa kali coba ini aja udah 3 kali"
ini dion dan tion
**autor masih niat buat novel sequel i hate you status dan sifat tersembunyi my husban tantang angraini dan dion, serta david dan tion. setuju ngga?
kalau banyak yang setuju komen ya?
entar setelah sifat tersembunyi my husban tamat aku buat ini.
Judulnya cewek tomboy vs cowok tsundere**
__ADS_1
see you next time
ditunggu komennya...