
Sofian dan anak buahnya datang ke rumah Alex. Mereka manjat pagar yang tinggi dan mengendap-endap.
Permrcuma mengendap-endap Alex sudah tau. Alex memperhatikan mereka lewat CCTV.
Alex mengajak Zahra untuk menonton kedatangan Sofian. Entah apa yang dipikirkan Alex seakan Zahra memang ingin bersamanya, sehinga dia tidak segan-segan mengajak Zahra melihat dan mendengar rencananya.
Alex tau Zahra kabur dari Sofian dan berfikir Zahra tidak suka Sofian dan membenci Sofian sehingga kematian Sofian adalah hal yang di inginkan Zahra.
Disisi lain Zahra hanya berdoa semoga ia dan buah hatinya bisa selamat dari Alex. Zahra adalah dokter umum lulusan terbaik Harvard, dia tau Alex punya kelainan jiwa jika dia melawan bahaya untuknya dan buah hatinya.
Zahra berharap sofiatn bisa membawanya pergi dari sini.
"Zahra liat lelaki itu.. (sambil menunjuk cctv pada Sofian) hahahaha ia tidak tau lawanya, namun berani masuk kesini" ejek Alex.
Zahra hanya melihat Sofian dan berdoa semoga Sofian selamat dan selalu baik-baik saja.
"Mas maafin Zahra ya? ya Allah lindungin Zahra, mas Sofian, dan anak-anak Zahra. tolong bantu kami keluar dari sini ya Allah"
Alex memengang tangan Zahra dan segera Zahra hempaskan. Alex marah dan menampar Zahra sampai cap tangan Alex berbekas. Zahra memengang pipinya yang perih dan panas. Air mata menetes. Bukan hanya sampai situ kemudian Alex mencekik leher Zahra.
"BERANI-BERANINYA KAU ZAHRA MELEPASKAN TANGANKU" bentak Alex dan terus mencekik Zahra, Zahra kehabisan nafas.
"Eh. Mas bukan ... bukan itu kita belum muhrim tunggu pada saatnya ya, mas" ungkap Zahra agar bebas.
Alex luluh dan melepaskan cekikanya. Zahra terbatuk-batuk dan mengambil nafas yang banyak..
"Ya Allah hampir saya mati " batin Zahra.
__ADS_1
Zahra memengang pipinya yang panas. teringat Zahra selama bersama Sofian. Sofian punya penyakit satu dua dengan Alex namun setidaknya Sofian masih bisa menahan amarahnya. Tidak pernah sofian menampar atau memukulnya. Waktu itu yang sofian marah menghempaskannya dikasur yang empuk dan yang paling parah Sofian yang memaksanya namun untuk melindungi Zahra Sofian menyakiti dirinya sendiri dengan mengengam beling kaca gelas yang pecah karena gengaman.
Namun Alex hanya menghepaskan tangannya ia sudah menampar dan mencekik Zahra.
Selama Sofian mengurung Zahra tanpa sentuhan fisik mungkin mereka terlalu dekat. hanya sekali ya itu saat Zahra mau kabur
Alex akan menghapus air mata yang lolos di pipi Zahra. Buru-buru Zahra hapus sendiri.
"Mas lupa ya?" zahra mengingatanya bahwa jangan sentuh-sentuh.
Alex terkekeh dan mengusap puncak kepala Zahra. Ingin Zahra hempaskan tangan Alex yang berani menyentuhnya namun ia urungkan lagipula yang disentuh alex kerudung
"Mas, engga sabar halalin kamu" ucap alex
"Ya tuhan lindungi hambamu ini. zahra mengaku salah telah kabur dari rumah. Ya Allah beri hamba sekali kesempatan agar menjadi istri soleha" melihat cctv pada sofian "Mas maafin Zahra ya?"
"Kenapa sayang?" tanya Alex.
Zahra terus menangis.
Alex mengusap kepala Zahra.
"Sabar sayang lelaki itu tidak akan keluar dari rumah ini hidup-hidup. Mas janji"
Zahra mendongak melihat Alex dan menghapus air matanya. "*B*enar-benar gila. Apa obatnya habis? Pasien rumah sakit jiwa"
Zahra tidak berhenti berdoa.
__ADS_1
Sofian sudah dekat sekali dengan pintu.
"Ayo Zahra kita sambut lelaki itu" ajak Alex.
Zahra mengikuti Alex.
Sofian sudah masuk kerumah tepatnya lantai 1 dengan 2 anak buah. Yang lain berpencar.
Saat Sofian dengan anak buah siap naik tangga Alex keluar dengan bertepuk tangan
pok pok pok.
Kini sofian terperanjak karena yang datang hampir 20 an orang yang mengelilingi mereka.
"Selamat datang Sofian dirumah Alex Widrajaya" sambut Alex.
Sofian melihat Zahra disamping Alex "Lihat saja Zahra. Tunggu hukuman mu" namun Sofian juga lega karena Zahra baik-baik saja.
Zahra melihat sofian tertunduk malu dan takut karena ternyata Sofian melihatnya dengan tatapan marah "*M*aafin Zahra ya mas" batin Zahra.
Sofian tau rumah siapa ini dan siapa Alex. Bukan karena teman atau rival kerja. Namun tau Alex adalah stelkernya Zahra. Sofian sudah mencari tau alexy siapa.
Alex Widrajaya mempunyai kelaian jiwa semenjak kecelakaan dan kehilangan kedua orang tua sejak ia masih kelas 6 SD. Alex dijauhi teman-temannya. Entah kenapa ia terlalu obsesi dengan Zahra saat SMP dan syukur Zahra pindah kota. Alex seperti orang gila mencari nya. Akhir nya bertemu lagi di Harvard University dan mulai dari situ Alex jadi stalker Zahra. Namun belum berhasil menculik Zahra, Sofian dengan anak buahnya duluan yang menculik Zahra.
cerita lengkap diepisode berikutnya berikutnya tunggu aja ya..
hari ini satu aja ya. autor lagi sedih..ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1