
Sudah sebulan Zahra kerja. Dia bagaikan bos kedua di perusahan itu. Rapat dengan klein, menyelesaikan proyek.
Sofian senang selain masalah dan tugas kantor cepat selesai. Ia bisa melihat Zahra setiap saat dan yang paling senang yaitu bisa manja-manja.
Sampai di rumah.
Kantor memang jam 16.00 sudah pulang namun Zahra dan Sofian memilih jalan-jalan dan makan malam di luar. Jadi baru sampai rumah jam 21.00.
Setelah mandi dan sholat isya ia mau tidur.
Krek pintu kamar terbuka. Sofian masuk dengan pakaian santainya baju kaos putih dan celana pendeknya..
"Andai kamu baik mungkin aku akan jatuh cinta padamu mas"
"Aku tau aku tampan Zahra. Itu sudah dari aku lahir" ujar Sofian menyadarkan Zahra
"Dih. pede banget"
"Bukan pede tapi kenyataan, Zahra. Kan kamu dulu yang bilang aku tampan"
"Kapan aku bilang kamu tampan?"
"Ish. Udah ah" Sofian masuk selimut, menarik Zahra kepelukan, lalu mencium kening Zahra
"Selamat tidur"
"Iya. selamat tidur, mas" jawab Zahra.
Malam hari
__ADS_1
Kira-kira jam 02.30 Sofian terbangun karena haus.
Setelah minum Sofian melihat Zahra tidur nyenyak. Sofian membuka laci meja dan mengambil sebuah map
"Bagaimana cara agar kau tanda-tangan Zahra tanpa membaca, Mas tau kau pasti bingung mungkin tidak mau tanda tangan." ujar Sofian memandangi wajah zyahra yang tertidur.
Sebenarnya map itu berulang kali ingin sofian suruh Zahra tanda tangani namun gagal. Sofian juga pernah menyelipkan map itu di map yang Zahra tanda tangani namun diambil Sofian lagi sebelum Zahra membukanya. Zahra sudah menjadi bos ke2 jadi berkas-berkas ada yang bisa di tanda-tangani Zahra khususnya dari bawahan untuk sofian.
di kantor.
Sofian memberi sebuah maap kepada zahra "Apa ini mas?" zahra membuka tertulis daftar anak magang yang diterima di Albarnista
kontruksi
"Kok aku yang tanda tangan? " tanya Zahra lagi.
"Kan memang sebagian dari bawah ke aku sudah minta tanda tangan kamu. Pas menerima anak magang juga kamu kan yang berwenang waktu itu"
"Jelip di map aku ada yang salah taruh. Tanda tangan saja"
Zahra membuka-buka dan membacanya sekilas
"Cepat zahra aku butuh itu"
"Baiklah"
Zahra membuka dan mencari yang harus ditanda tanggannya langsung menanda tanganinya.
zahra menyodorkan berkas itu ke sofian "Nih. sudah" Sofian mengambilnya dan jalan ke meja kantornya. Menyelipkan 2 kertas di berkas tadi.
__ADS_1
Dan kembali ke meja Zahra
"Semoga kau tidak curiga Zahra" batin Sofian.
"Kenapa mas?"
"Ada yang belum kau tanda tangani"
"Benarkah? Sepertinya tadi sudah"
"Ini" Sofian membuka lembar yang belum Zahra tanda tangani hanya sedikit sehinga Zahra tidak bisa membaca bagian atasnya.
"Oh iya maaf ya, mas" Zahra mengambil pena dan tanda tangan tanpa curiga. Zahra menutup pena.
"da satu lagi zahra" ujar sofian
" oh masih ada. Banyak juga ya"
Sofian kembali membuka bagian yang Zahra tanda tangani. Dan kembali Zahra membuka menanda tanganinya tanpa ragu.
"Oke" Sofian cepat menutup map tersebut mengecup kening Zahra.
"Terima kasih sayang dan maaf. semoga kamu tidak marah" batin sofian.
#######
sebenarnya itu surat apa?
kenapa Sofian memerlukan tanda tanga Zahra?
__ADS_1
kenapa sofian tidak ingin Zahra tau?
apa yang direncanain Sofian.