
Steve memilih pantai indah kapuk karena
sistem keamanan, kenyamanan serta penghuni
banyak yang kaya dan terpelajar, dia akan
memberikan yang terbaik untuk kedua adiknya.
Selesai membeli rumah yang mewah yang
menghabiskan biaya sepuluh milliar rupiah
Steve kembali kerumah lama mereka dan
mengatur barang barang mana saja yang mau
di bawa, tidak banyak yang dibawa kecuali
pakaian, surat surat dan album kenangan
ibunya, barang lain dia hibahkan ke panti
asuhan, biarlah dia membeli barang barang
baru untuk kebutuhan rumah mewah mereka
Tugas menata rumah dia serahkan pada Hana
dan lara, terserah mereka mau merenofasinya
sesuai kesukaan mereka, bagi Steve dia hanya
perlu satu kamar tidur, walau kecil dan sempit
tidak mengapa yang penting adiknya sejahtera
dan nyaman
Tapi mana mau Hana dan lara berbuat begitu,
mereka sangat menyayangi Steve, bahkan
kehilangan ayah sendiri tidak mereka pikirkan
bagi mereka cukuplah dengan keberadaan
Steve
" Hana, lara ayo kesini sebentar kakak mau
bicara" Steve memangil adik adiknya untuk ikut
bergabung
" kakak akan mentransfer uang untuk
kebutuhan kalian dan jika ada kekurangan
minta saja kembali sama kakak, jangan
menahan selera apapun yang kalian inginkan,
sekarang kakak kalian orang kaya" gurau Steve
pada mereka
ding..ding
bunyi notifikasi transfer terdengar di hp
hana dan lara, mereka bergeflgas membuka
notifikasi dan melihat besarnya uang yang di
transfer
awww kakakkk ini terlalu besar jumlahnya
pekik mereka sambil memandang Steve
dengan heran dan takjub
tidak masalah itu buat jajan dan keperluan
sekolah kalian, jika ada kekurangan jangan
segan segan meminta ke kakak
"gadis kecil yang cantik, terima kasih ya, kamu
kenapa dijalan sendirian mana orang tuanya
tatap Steve merasa cemas dengan keadaan si
gadis kecil apalagi ini dimalam hari
lagi menungu ayah dia ke supermarket
__ADS_1
membeli rokok, itu dia datang " telunjuk mungil
itu menunjuk seorang pria yang berumur lima
puluh lima tahun yang kelihatan berwibawa dan
berkharisma
Bella lagi apa nak" tanya orang tua itu sambil
tersenyum pada Steve
maaf pak tadi bella memberikan payung pada
saya, dia melihat saya kehujanan" tutur Steve
dengan sopan
tidak apa apa nak bella menmang begitu, kalau
suka sama orang dia langsung jadi baik hati"
kekeh si bapak sambil mengendong bella
" ya udah kami pamit dulu mau pulang"
silahkan pak terima kasih atas perhatian bella
ujar Steve sambil membelai rambut bella
" ya udah kami pamit dulu mau pulang"
silahkan pak terima kasih atas perhatian bella
" ujar Steve sambil membelai rambut bela
Sambil berjalan pergi bella bertanya pada
ayahnya" ayah kenapa kakak tersebut berjalan
dalam hujan padahal ada tempat untuk berteduh"
" bisa jadi dia sedang menghormati hujan, dan
bisa jadi dia menenangkan batinnya yang lagi
terluka dengan berjalan di bawah guyuran
hujan, hidup memang sedikit rumit nak"
terobati, dia memikirkan langkah ke depan
dan tidak mungkin diam dan menghabiskan
uang yang ada, apalagi perjalanan hidup kedua
adiknya masih panjang
Kembali kerumah Steve membuka kamar
tidurnya, dia ingat baru belajar kultivasi secara
sederhana, dia seorang pria harus punya
kemampuan untuk melindungi dan membela
Steve kembali membuka buku dan mempelajari
buku beladiri yang dikirimkan oleh sistem, dia
belajar pernafasan dan berusaha menerobos
membuka meridian tubuhnya.
Badannya terasa ringan dan penuh dengan
kekuatan, dia mau menguji kekuatan tapi takut
bahwa kamar akan hancur dan bisa mengangu
tidur adik adiknya, yang jelas dia merasa bisa
menghancurkan dinding dengan pukulannya.
Pagi hari Steve mengantar kedua adiknya, lara
kesekolah dan hana ke kampus, dia merasa
sudah lama tidak mengantarkan adiknya,
sesekali dia meluangkan waktu mengantarkan
adiknya.
Lalu lintas menuju Pik sangat ramai, dia melihat
kemacetan yang cukup panjang, banyak
__ADS_1
pengemudi yang turun dan melihat kemacetan,
iseng dia juga turun dan melihat apa yang
terjadi
Terlihat dua mobil mewah yang bertabrakan
dan di mobil mewah tersebut ada masih ada
korban yang tegencet didalam, beberapa
orang berusaha mengeluarkan si korban tapi
cekunaan mobil beaitu dalam
Steve yang melihat kejadian coba ikut
membantu, dia berkonsentrasi dan menyuruh
orang sekitar untuk mundur, kemudian.
bummm
dia meninju kap mobil yang mengencet
penumpang sehingga terlepas keluar, begitu
kuat tinju yang dia lakukan, penonton pun
banyak merasa takjub dengan kekuatannya.
" Ayo pak coba bertahan sedikit saya akan
mengeluarkan anda dari mobil, " dan diapun
menarik keluar korban dengan hati hati
" Allhmadulilah " teriak kerumunan penonton
Dengan keluarnya korban dan kedatangan
ambulance kemacetan segera teratasi dan
Steve kembali ke mobilnya tidak mau berlama
lama dan sok bertindak jadi pahlawan lagian
tidak ada gunanya ia tidak memiliki banyak
teman di Jakarta ini.
Jika bisa memilih dia akan melancong ke luar
negeri berjudi di casino atau bertaruh judi batu,
di Jakarta dia belum mengerti mau mendirikan
bisnis apa, jikapun ingin berbisnis dia perlu
menemukan partner yang tepar
Ini metropolitan yang mempunyai semboyan"
ibukota lebih kejam dari ibu tiri" segala pemain
ada disini dari tukang tipu, rampok, broker,
pengusaha, pejabat bahkan para mafia, jika
tidak hati hati maka yang ada kehancuran
Sesampainya di rumah dia kembali belajar buku
bela diri, dia harus menuntaskan pelajaran
ini sampai menjadi ahli, dia tak akan menyia
yiakan pemberian sistem, bahkan kegiatan ini
sudah hampir sebulan dia lakukan seakan akan
menjadi rutinitas bagi dirinya
" Temukan penyelamat itu, saya tidak peduli
bagaimana kalian mencarinya"
Perintah tegas keluar dari mulut seorang
jendral pertahanan dan keamanan terhadap
anak buahnya, jendarl inilah yang diselamatkan
oleh Steve dan dia sudah mencari keberadaan
Steve selama sebulan ini.
__ADS_1