SISTEM

SISTEM
CHAPTER 20


__ADS_3

Steve memilih pantai indah kapuk karena


sistem keamanan, kenyamanan serta penghuni


banyak yang kaya dan terpelajar, dia akan


memberikan yang terbaik untuk kedua adiknya.


Selesai membeli rumah yang mewah yang


menghabiskan biaya sepuluh milliar rupiah


Steve kembali kerumah lama mereka dan


mengatur barang barang mana saja yang mau


di bawa, tidak banyak yang dibawa kecuali


pakaian, surat surat dan album kenangan


ibunya, barang lain dia hibahkan ke panti


asuhan, biarlah dia membeli barang barang


baru untuk kebutuhan rumah mewah mereka


Tugas menata rumah dia serahkan pada Hana


dan lara, terserah mereka mau merenofasinya


sesuai kesukaan mereka, bagi Steve dia hanya


perlu satu kamar tidur, walau kecil dan sempit


tidak mengapa yang penting adiknya sejahtera


dan nyaman


Tapi mana mau Hana dan lara berbuat begitu,


mereka sangat menyayangi Steve, bahkan


kehilangan ayah sendiri tidak mereka pikirkan


bagi mereka cukuplah dengan keberadaan


Steve


" Hana, lara ayo kesini sebentar kakak mau


bicara" Steve memangil adik adiknya untuk ikut


bergabung


" kakak akan mentransfer uang untuk


kebutuhan kalian dan jika ada kekurangan


minta saja kembali sama kakak, jangan


menahan selera apapun yang kalian inginkan,


sekarang kakak kalian orang kaya" gurau Steve


pada mereka


ding..ding


bunyi notifikasi transfer terdengar di hp


hana dan lara, mereka bergeflgas membuka


notifikasi dan melihat besarnya uang yang di


transfer


awww kakakkk ini terlalu besar jumlahnya


pekik mereka sambil memandang Steve


dengan heran dan takjub


tidak masalah itu buat jajan dan keperluan


sekolah kalian, jika ada kekurangan jangan


segan segan meminta ke kakak


"gadis kecil yang cantik, terima kasih ya, kamu


kenapa dijalan sendirian mana orang tuanya


tatap Steve merasa cemas dengan keadaan si


gadis kecil apalagi ini dimalam hari


lagi menungu ayah dia ke supermarket

__ADS_1


membeli rokok, itu dia datang " telunjuk mungil


itu menunjuk seorang pria yang berumur lima


puluh lima tahun yang kelihatan berwibawa dan


berkharisma


Bella lagi apa nak" tanya orang tua itu sambil


tersenyum pada Steve


maaf pak tadi bella memberikan payung pada


saya, dia melihat saya kehujanan" tutur Steve


dengan sopan


tidak apa apa nak bella menmang begitu, kalau


suka sama orang dia langsung jadi baik hati"


kekeh si bapak sambil mengendong bella


" ya udah kami pamit dulu mau pulang"


silahkan pak terima kasih atas perhatian bella


ujar Steve sambil membelai rambut bella


" ya udah kami pamit dulu mau pulang"


silahkan pak terima kasih atas perhatian bella


" ujar Steve sambil membelai rambut bela


Sambil berjalan pergi bella bertanya pada


ayahnya" ayah kenapa kakak tersebut berjalan


dalam hujan padahal ada tempat untuk berteduh"


" bisa jadi dia sedang menghormati hujan, dan


bisa jadi dia menenangkan batinnya yang lagi


terluka dengan berjalan di bawah guyuran


hujan, hidup memang sedikit rumit nak"


terobati, dia memikirkan langkah ke depan


dan tidak mungkin diam dan menghabiskan


uang yang ada, apalagi perjalanan hidup kedua


adiknya masih panjang


Kembali kerumah Steve membuka kamar


tidurnya, dia ingat baru belajar kultivasi secara


sederhana, dia seorang pria harus punya


kemampuan untuk melindungi dan membela


Steve kembali membuka buku dan mempelajari


buku beladiri yang dikirimkan oleh sistem, dia


belajar pernafasan dan berusaha menerobos


membuka meridian tubuhnya.


Badannya terasa ringan dan penuh dengan


kekuatan, dia mau menguji kekuatan tapi takut


bahwa kamar akan hancur dan bisa mengangu


tidur adik adiknya, yang jelas dia merasa bisa


menghancurkan dinding dengan pukulannya.


Pagi hari Steve mengantar kedua adiknya, lara


kesekolah dan hana ke kampus, dia merasa


sudah lama tidak mengantarkan adiknya,


sesekali dia meluangkan waktu mengantarkan


adiknya.


Lalu lintas menuju Pik sangat ramai, dia melihat


kemacetan yang cukup panjang, banyak

__ADS_1


pengemudi yang turun dan melihat kemacetan,


iseng dia juga turun dan melihat apa yang


terjadi


Terlihat dua mobil mewah yang bertabrakan


dan di mobil mewah tersebut ada masih ada


korban yang tegencet didalam, beberapa


orang berusaha mengeluarkan si korban tapi


cekunaan mobil beaitu dalam


Steve yang melihat kejadian coba ikut


membantu, dia berkonsentrasi dan menyuruh


orang sekitar untuk mundur, kemudian.


bummm


dia meninju kap mobil yang mengencet


penumpang sehingga terlepas keluar, begitu


kuat tinju yang dia lakukan, penonton pun


banyak merasa takjub dengan kekuatannya.


" Ayo pak coba bertahan sedikit saya akan


mengeluarkan anda dari mobil, " dan diapun


menarik keluar korban dengan hati hati


" Allhmadulilah " teriak kerumunan penonton


Dengan keluarnya korban dan kedatangan


ambulance kemacetan segera teratasi dan


Steve kembali ke mobilnya tidak mau berlama


lama dan sok bertindak jadi pahlawan lagian


tidak ada gunanya ia tidak memiliki banyak


teman di Jakarta ini.


Jika bisa memilih dia akan melancong ke luar


negeri berjudi di casino atau bertaruh judi batu,


di Jakarta dia belum mengerti mau mendirikan


bisnis apa, jikapun ingin berbisnis dia perlu


menemukan partner yang tepar


Ini metropolitan yang mempunyai semboyan"


ibukota lebih kejam dari ibu tiri" segala pemain


ada disini dari tukang tipu, rampok, broker,


pengusaha, pejabat bahkan para mafia, jika


tidak hati hati maka yang ada kehancuran


Sesampainya di rumah dia kembali belajar buku


bela diri, dia harus menuntaskan pelajaran


ini sampai menjadi ahli, dia tak akan menyia


yiakan pemberian sistem, bahkan kegiatan ini


sudah hampir sebulan dia lakukan seakan akan


menjadi rutinitas bagi dirinya


" Temukan penyelamat itu, saya tidak peduli


bagaimana kalian mencarinya"


Perintah tegas keluar dari mulut seorang


jendral pertahanan dan keamanan terhadap


anak buahnya, jendarl inilah yang diselamatkan


oleh Steve dan dia sudah mencari keberadaan


Steve selama sebulan ini.

__ADS_1


__ADS_2