SISTEM

SISTEM
CHAPTER 42


__ADS_3

Yang tidak diketahui oleh Steve, sebenarnya


Santoso ini merupakan pengkhianat negara dia


berkerjasama dengan negara asing


membocorkan informasi tentang kelemahan


ekonomi dan kekuatan militer.


Santoso mendapat keuntungan kekuatan


finansial dari negara asing, dana tak terbatas


dan memberi akses sebesar besarnya untuk


membeli perusahaan perusahaan lokal yang


menguasai kepentingan masyarakat seperti


telekomunikasi dan infrakstruktur, tentu saja


sifat arogan begitu besar melakat pada diri


Santoso


Badan inteligen dan pertahanan nasional bukan


tidak tahu Santoso ini seorang pengkhianat tapi


mereka belum menemukan bukti, jikapun ada


bukti sangat riskan untuk menangkap Santoso


yang bisa mengakibatkan runtuhnya atau


goncangnya ekonomi nasional.


Santoso bertekad untuk melawan Steve, sangat


susah mendekati Tiara jika masih bersama


Steve, Santoso mempunyai kepentingan


mendekati Tiara supaya bisa menekan Jendral


besar handoko.


" Kamu harus menghabisi Steve soal biaya tidak


ada masalah" desak Santoso ke peimpinan


Tiger. Sebenarnya sudah beberapa kali Santoso


mengunakan kelompok Tiger dalam menekan


musuh dan saingannya.


Kelompok Tiger juga dendam dengan Steve


sudah beberapa orang yang menangani Steve


hilang dan tidak ada khabar berita, kelompok


Tiger yakin bahwa mereka sudah terbunuh, demi


balas dendam dan memenuhi permintaan


Santoso kelompok Tiger mengirimkan


pembunuh bayaran elit tingkat SSbahkan pembunuh elit ini akan berkoloborasi


dengan tentara elit asing yang juga diminta


bantuan oleh Santoso, sangat genting memang


keadaan Steve.


Ditempat lain perayaan pembukaan perusahaan


baru dilakukan, ratusan karangan bunga berdiri


berjejer mengucapkan selamat atas pembukaan


perusahaan sekuritas dan penjualan batu mulia.


Tiara terlihat angun dengan gaun berwarna


hitam yang sangat kontras dengan kulitnya yang


putih susu, sementara di dalam ruangan Steve


juga sedang berbincang dengan beberapa relasi


sambil mengunakan tuxedo berwarna putih,


suasana meriah dan penuh keakraban


bremm...bremmm


Diluar terdengar bunyi hiruk pikuk yang


membuat orang di dalam merasa tidak nyaman,


pandandan mereka serentak melihat apa yang


terjadi, rombongan mobil sport berhenti di luar


ruangan dan memakirkan mobil sembarangan,


Santoso keluar dari salah satu mobil yang


diiringi oleh pemuda lainnya, bukan kaleng


kaleng pemuda yang mengiringi Santoso


merupakan kelompok pengusaha muda


nasional.


Steve memberikan kode kepada Tiara agar diam


di tempat dan biar dia yang menyambut

__ADS_1


kedatangan mereka, Steve juga tidak bisa


menolak tamu walau mereka tidak diundang


karena tamu yang datang ini adalah pengusaha


semuanya.


" Selamat datang di perayaaan pendirian


perusahaan kami, silahkan masuk dan


bergabung "tutur Steve ramah dan sopan pada


rombongan mobil sport"Selamat datang di perayaaan pendiria


n


perusahaan kami, silahkan masuk dan


bergabung " tutur Steve ramah dan sopan pada


rombongan mobil sport


Bagi Steve jika mereka tidak mencari masalah


tak ada alasan melarang mereka, lain hal jika


mereka mencari masalah maka Steve tak akan


bersikap lembut bahkan akan bersikap kejam.


Santoso dan rombongan mobil sport masuk ke


dalam tanpa menghiraukan Steve bahkan


berjabat tangan pun tidak, sopan santun dan


adat ketimuran yang seharusnya mereka


perlihatkan ternyata tidak berlaku untuk Steve.


Santoso kemudian mendatangi Tiara yang


dikawal teman temannya


" yo, Tiara selamat atas pendirian usaha anda,


jika anda butuh bantuan teman teman saya


dibelakang siap membantu anda, mereka


semua adalah pengusaha nasional dari


berbagai macam usaha "Santoso menjelaskan


panjang lebar dan sok akrab seakan akan


Tiaralah pemilik perusahaan


" Terima kasih pak Santoso atas perhatiannya,


tapi jika memang mau berinvestasi pak Santoso


perusahaan " Tiara menunjuk ke arah Steve.


Walau kesal Santoso masih menjaga harga


dirinya, sangat naif jika membuat keributan dia


datang hanya sebagai tamu, dia bertekad akan


menghancurkan perusahaan Steve melalui


saham. Acara berlangsung dengan keadaan


tenang tanpa terjadi keributan.


Keesokan harinya Santoso menghubungi


kelompoknya meminta mereka membantu


penyediaan danaTekhniknya adalah menekan saham Steve


dengan membeli semua saham yang dijual dan


menjual dengan semurahnya sehingga harga


saham menjadi rendah, jika saham menjadi


rendah maka pemegang saham akan menjadi


panik dan pasti melepas harga saham yang


tersisa, disitu dia akan membeli dengan harga


murah dan kemudian menyuntikan dana besar


agar harga saham kembali naik, dengan


mengunakan berbagai perusahan untuk


berinvestasi pada perusahaa. tersebut.


Tak ada yang istimewa dengan strategi yang


dilakukan, dalam bursa saham permainan


semacam ini sudah biasa dilakukan pialang


anda hanya butuh dana yang besar, network


yang luas serta ketelitian.


Pagi itu saham hotel Steve sudah berada di


ujung tanduk, harga saham yang semula stabil


berkisar dua ribu lima ratus perlembar menurun


tajam hinga mencapai seribu perlembar, jika


terus turun maka pemegang saham akan

__ADS_1


mengalami kerugian bahkan memiliki hutang


tanpa sebab, memang dunia saham ini raja tega


Jannet segera menghubungi Steve dan


menceritakan persoalan yang terjadi, jannet


merasakan ada jebakan yang dilakukan pialang


saham, Steve yang mendengar berita tersebut


segera membuka laptop dan menyuruh Tiara


untuk bersiap siap melakukan transaksi


pembelian saham.


Diperusahaan sekuritas mereka Steve sudah


mencadangkan dana lima ratus milyar, dia


kemudian memasukan investasi satu triliun


lebih sebagian dari dana sekuritas dan sebagian


dari kantongnya sendiri, investasi yang masuk


menyebar di kalangan pengusaha secara cepat


dan menyebabkan sentimen pasar pada saham


hotel menjadi positif, bahkan harga saham naik


tajam menjadi tiga ribu perlembar.


Disatu sisi Santoso merasa kaget bahwa Steve


yang punya perusahaan padahal dia masih


dendam dengan Steve soal hotel dan masalah


hubungan Steve dengan Tiara


Santoso gelap mata dengan keadaan yang


terjadi dan berusaha menurunkan kembali harga


saham dengan menjual murah di bursa saham,


tekhnik kotor ini dilakukan agar sentimen


kembali negatif dan Steve harus membakar


uangnya lebih banyak lagi.


Steve tahu sangat paham dengan permainan ini


dia membeli semua saham yang Santoso jual


dengan mengunakan salah satu nama


perusahaan yang berbeda, melepaskan isu


bahwa akan menyuntik permodalan hotel


sekitar dua triliun.


lsu ini disambut oleh para investor dengan


kembali harga saham Steve menjadi lima ribu


rupiah perlembar, kemudian Steve menjual


kembali dua puluh lima persen saham ke bursa


efek, dari uang yang dibakar oleh Steve sekitar


satu setengah triliun akhirnya rebound menjadi


tiga triliun, dalam hal ini Steve untung satu


setengah triliun sementara posisi saham stabil


di bursa efek..


Bagi yang tidak mengerti saham tentu ribet


mengikuti permainan pembelian dan penjualan


saham, sama juga dengan Santoso dia tidak


begitu ahli, jikapun ahli kemampuan dananya


juga tidak mencukupi, dia memang memiliki


banyak investasi tapi bukan uang tunai.


Santoso membanting laptopnya, dia sudah


berhutang kepada kelompok mobil sport empat


ratus miliar sedangkan dana pengembalian dari


bursa saham hanya dua ratus milliar, dalam


pertarungan tadi dia sudah rugi dua ratus milliar,


mukanya gelap dan suram, sedangkan teman


temannya melihat dalam keadaan panik.Walaupun mereka pengusaha kaya uang tunai


itu dari kas perusahaan. yang mereka pakai,


tentu beresiko sekali jika kas perusahaan


menjadi kosong.


" Tak usah khawatir uang kalian aman, berikan


saya waktu dua hari membayar semua " ujar


Santoso yang membuat teman temannya

__ADS_1


bernafas dengan lega


__ADS_2