
Dekan dan dosen terkejut bahwa yang datang
adalah kakak Hana, mereka tak menduga bahwa
Hana berasal dari keluarga yang kaya raya,
apakah selama ini Hana menyembunyikan
sesuatu atau mereka yang tidak teliti
Selain dekan dan dosen banyak mahasiswa
yang juga menyaksikan peristiwa tersebut, bisik
bisik diantara mereka seperti bunyi lebah yang
ribut.
" Hana kakakmu datang ke kampus " teriak
sherli dalam keadaan ngos ngosan
Emang kenapa sher, kok lo jadi terengah engah
gitu, kan biasa aja kalau kakak gw dateng lagian
pihak kampus memang memangil keluarga gw
klarifikasi terhadap isu yang berkembang " kata
Hana yang heran melihat Sherli
" biasa sih biasa tapi kakak lo datang ke kampus
membawa helikopter"
"whattttt"
jerit Hana dan teman teman di dalam ruangan
Merasa tak percaya Hana segera berlari keluar
dan dikuti oleh para sahabatnya, mereka juga
tak percaya dengan perkataan Sherli apalagi
Hesti, dia tau betul keadaan keluarga Hana
Di luar mereka melihat helikopter yang megah
dan tertulis di badan helikopter itu The King,
mulut mereka terganga dan mereka melihat ke
arah Hana denga mata membelalak
Terdengar pengilan untuk Hana datang ke ruang
BP dari pengeras suara, dengan wajah pucat
pasi Hana segera berlari keruangan BP, dia takut
Steve mengalami masalah
Tok tok..
" Silahkan masuk Hana " mendadak tingkah laku
__ADS_1
dosen BP ini terlihat hormat dan tidak lagi galak
seperti pertemuan pertama
" Kami dari pihak kampus minta maaf atas isu
dan fitnah yang telah berkembang, kakak anda
sudah menjelaskan semuanya, kami akan tutup
kasus ini dan mencari dalang di balik
penyebaran isu ini " tatap dosen dengan mata
penuh permohonan dan sikap yang murah hati
" Tidak masalah pak, saya sebenarnya tidak
begitu peduli dengan isu yang berkenmbang,
karena ini menyangkut nama baik kampus tentu
saja keluarga saya harus turun tangan "Hana
menatap Steve dengan ambigu
"Dan untuk pak Steve saya ucapkan atas nama
kampus ribuan terima kasih atas sumbangan
beasiswa yang sudah di berikan kepada kami,
percayalah kami akan menyalurkan dengan baik
dan melindungi Hana di kampus"
'Sama sama, saya harap kejadian ini tidak akan
saya bagian terpenting dalam hidup saya, saya
tidak akan toleran terhadap para pemfitnah jika
hal ini terulang kembali "tegas Steve sambil
melihat tajam ke dosen yang tertunduk dan
merasa malu
" baik..baik pak kami berjanji "
" Saya pamit dulu masih ada pekerjaan mesti
saya lakukan"
" oke baik pak silahkan "
Dekan dan dosen menungu di luar dan
mengantarkab kepergian Steve ke helikopter
Steve memeluk adiknya dan berbisik semua
sudah selesai seperti yang kakak janjikan ke
depan tidak ada lagi yang berani memfitnah
kamu di kampus ini
__ADS_1
Banyak pertanyaan yang belum terucapa di
mulut Hana kepada kakaknya tapi dia
berangapan ya sudahlah yang penting masalah
sudah selesai soal lain bisa ditanyakan di rumah
nanti, setiap orang punya rahasia walau kakak
kandung sendiri
Helikopter mulai terbang mengangkasa dari
bawah pancaran takjub dan kagun terlukis jelas
di wajah para pendidik dab mahasiswa, mereka
tak pernah menduga akan ada peristiwa seperti
ini, bahwa teman kampus mereka merupakan
konglomerasi di indonesia, sedikitpun mereka
tak menduga
Dalam perjalanan kembali ke PIK terdengar dari
pemancar radio di helikopter untuk
mengarahkan helikopter Steve ke landasan
udara militer, jika tidak mematuhi perintah
helikopter akan ditembak jatuh
Pihak pertahanan keamanan dan nasional
curiga dengan helikopter tersebut, mereka saja
yang tidak tahu bahwa helikopter sudah punya
izin terbang, mungkin baru satu hari jadi semua
belum ter inkripsi dalam data perbangan
Steve menuruti perintah militer, dia tidak takut
sama sekali, bukankah semua sudah ada izin
dan lengkap, dan dengan segera menghubungi
manager Sentul mengatakan persoalan yang dia
hadapi
Pihak sentul berjanji akan membereskan semua
persoalan Steve secepat mungkin, dan meminta
Steve untuk tidak panik karena semua sudah
resmi dan legal, mungkin saja belum masuk
data udara militer
Helikopter mendarat di landasan udara militer
__ADS_1
dan Steve di jemput dan dibawa oleh militer
udara untuk di introgasi