
Kepalanya menjadi sakit karena begitu banyak
informasi yang berseliweran dalam pikirannya,
selama setengah jam sakit di kepalanya mulai
hilang dan kembali normal, dia sudah punyak
banyak keahlian sekarang, bertarung,
pengetahuan, pengobatan dan musik.
Sore harinya dia keluar dengan pakaian olahraga
dan belari di lapangan, saat itu lapangan masih
sangat sepi hanya ada dia sendiri, dia
menghidupkan stop wacht di ponselnya dan
berlari dengan mengerahkan segenap
kekuatanya
Banyangan berkelebat sangat cepat, dia merasa
ringan sekaan terbang dia sudah menghitung
lari sekitar sepuluh putaran mengelilingi stadion
olahraga, melihat waktu du ponsel Steve terkejut
dia menghabiskan waktu cuma tiga menit,
stadion olahraga itu jika diukur secara horizontal
untuk satu putaran adalah 10 kilometer dan dia
hanya menghabiskan waktu cuma tiga menit
untuk sepuluh kali putaran.
Steve merasa sangat luar biasa, tetapi dia
merasa belum puas, dia merasakan ada potensi
lain yang dia miliki dari meminum pil peringan
tubuh.
Kebetulan Plk berada di daerah kawasan pantai,
dia mecoba berjalan di atas air, pikiran
mendadak ini muncul karena dia yakin sistem
tidak akan sembarangan memberi pil dengan
kekuataan terbatas.
Melihat pantai dia berlari dengan kencang ke
arah laut menjejakan kaki di atas air dengan
penuh keyakinan dan kembali ke pantai, dia
merasa sangat istimewa
Melihat waktu sudah hampir gelap Steve
teringat janjinya dengan Jendral Handoko untuk
makan malam, dia segera pulang dan kemudian
mandi dan bersih bersih.
__ADS_1
Memakai pakaian kemeja ketat dan jeans Steve
terlihat lebih tampan dan menawan
cie cie ada yang kencan nih malam ini " canda
adik adiknya meledek Steve, mereka kagum
melihat ketampanan kakak mereka, seandainya
saja mereka bisa menemukan cowok seperti
Steve tentu saja akan sempurna.
Tapi Steve adalah Steve hanya satu orang Steve
yang ada di dunia dan itu adalah kakak mereka.
" Apaan sih kakak cuma pergi makam maalm ke
rumah salah satu sahabat kakak" muka Steve
merona karena malu, dia memang belum pernah
pacaran, bukan tidak ada yang naksir tapi dia
yang sering menolak karena tidak punya waktu,
waktunya habis untuk mencari uang buat
keluarga, pacaran butuh uang lebih baik
uangnya buat biaya adik adik dan kebutuhan
keluarga itu prinsip dia dulunya entah
bagaimana dengan sekarang setelah dia
memiliki bayak uang.
perumahan elit di Kemang yang di jaga oleh
militer, setelah menyerahkan identitasnya pada
penjaga Steve diantar memasuki kawasan
rumah mewah itu, dipintu masuk terlihat jendral
handoko menungu kedatangan Steve.
Masuk Steve anggap rumah sendiri, disini
cuma saya dan anak gadis serta para pelayan"
" Terima kasih pak atas undangan makan
malamnya " tutur Steve dengan sopan
Mereka duduk dan bercerita sambil menungu
pelayan menyiapkan makanan, seorang gadis
yang cantik dan angun turun dari tangga dan
menuju meja makan, Steve melihat dan merasa
familiar
"Tiara ..."
" Pak Steve ..."
Tiara terkejut melihat tamu bapaknya, dia
merasa kebetulan dan suprise
__ADS_1
Pak ini loh yang kemaren bermain saham di
sekuritas aku"
"Jadi nak Steve ya yang kemaren sempat
menguncang bursa efek dengan keuntungan
empat triliun rupiah" Handoko sendiri tak
menyangka bahwa Steve inilah orang yang di
maksud oleh Tiara
" Hanya kebetulan pak, mungkin lagi hoki saja
jawab Steve merendah
Handoko terkekeh sambil melirik Tiara dia tidak
menyangka bahwa anak buah pasukannya ini
memiliki begitu banyak keahlian.
Timbul keinginan Handoko untuk menjodohkan
mereka berdua, Handoko bisa melihat bahwa
Steve pria yang bertangung jawab, tanguh dan
penyayang, kontras dengan anaknya yang
dingin, cantik dan serta keras kepala, bukankah
dua kutub berlawanan akan menghasilkan
sesuatu yang sempurna
Tiara sebenarnya sangat tertarik dengan Steve
dia melihat paras yang menawan, cool, pria yang
cerdas dalam sosok Steve, tapi sebagai
perempuan tentu dia tidak mau memulai dia
punya harga diri, sangat tabu jika perempuan
yang mulai mengatakan suka pada seorang pria
Mata yang sering bertemu pandang dengan
Steve membuat keduanya sering tersipu dengan
wajah memerah, bagi Steve ini pertama kalinya
dia suka pada seorang gadis, tapi dia tak mau
terburu buru, dia tahu ini anak seorang
penguasa besar
" Kapan lagi datang ke kantor bermain saham
Steve, " terlihat pengharapan di mata Tiara
" Mungkin dalam waktu dekat, saya masih ada
beberapa tugas yang mesti dikerjakan, kenapa
masih butuh untung yang besar ya " canda Steve
yang membuat Tiara tersenyum indah
Siapa sih yang tak mau untung Steve " ledek
__ADS_1
HandokO sambil menatap putrinya