SISTEM

SISTEM
CHAPTER 30


__ADS_3

Kepalanya menjadi sakit karena begitu banyak


informasi yang berseliweran dalam pikirannya,


selama setengah jam sakit di kepalanya mulai


hilang dan kembali normal, dia sudah punyak


banyak keahlian sekarang, bertarung,


pengetahuan, pengobatan dan musik.


Sore harinya dia keluar dengan pakaian olahraga


dan belari di lapangan, saat itu lapangan masih


sangat sepi hanya ada dia sendiri, dia


menghidupkan stop wacht di ponselnya dan


berlari dengan mengerahkan segenap


kekuatanya


Banyangan berkelebat sangat cepat, dia merasa


ringan sekaan terbang dia sudah menghitung


lari sekitar sepuluh putaran mengelilingi stadion


olahraga, melihat waktu du ponsel Steve terkejut


dia menghabiskan waktu cuma tiga menit,


stadion olahraga itu jika diukur secara horizontal


untuk satu putaran adalah 10 kilometer dan dia


hanya menghabiskan waktu cuma tiga menit


untuk sepuluh kali putaran.


Steve merasa sangat luar biasa, tetapi dia


merasa belum puas, dia merasakan ada potensi


lain yang dia miliki dari meminum pil peringan


tubuh.


Kebetulan Plk berada di daerah kawasan pantai,


dia mecoba berjalan di atas air, pikiran


mendadak ini muncul karena dia yakin sistem


tidak akan sembarangan memberi pil dengan


kekuataan terbatas.


Melihat pantai dia berlari dengan kencang ke


arah laut menjejakan kaki di atas air dengan


penuh keyakinan dan kembali ke pantai, dia


merasa sangat istimewa


Melihat waktu sudah hampir gelap Steve


teringat janjinya dengan Jendral Handoko untuk


makan malam, dia segera pulang dan kemudian


mandi dan bersih bersih.

__ADS_1


Memakai pakaian kemeja ketat dan jeans Steve


terlihat lebih tampan dan menawan


cie cie ada yang kencan nih malam ini " canda


adik adiknya meledek Steve, mereka kagum


melihat ketampanan kakak mereka, seandainya


saja mereka bisa menemukan cowok seperti


Steve tentu saja akan sempurna.


Tapi Steve adalah Steve hanya satu orang Steve


yang ada di dunia dan itu adalah kakak mereka.


" Apaan sih kakak cuma pergi makam maalm ke


rumah salah satu sahabat kakak" muka Steve


merona karena malu, dia memang belum pernah


pacaran, bukan tidak ada yang naksir tapi dia


yang sering menolak karena tidak punya waktu,


waktunya habis untuk mencari uang buat


keluarga, pacaran butuh uang lebih baik


uangnya buat biaya adik adik dan kebutuhan


keluarga itu prinsip dia dulunya entah


bagaimana dengan sekarang setelah dia


memiliki bayak uang.


perumahan elit di Kemang yang di jaga oleh


militer, setelah menyerahkan identitasnya pada


penjaga Steve diantar memasuki kawasan


rumah mewah itu, dipintu masuk terlihat jendral


handoko menungu kedatangan Steve.


Masuk Steve anggap rumah sendiri, disini


cuma saya dan anak gadis serta para pelayan"


" Terima kasih pak atas undangan makan


malamnya " tutur Steve dengan sopan


Mereka duduk dan bercerita sambil menungu


pelayan menyiapkan makanan, seorang gadis


yang cantik dan angun turun dari tangga dan


menuju meja makan, Steve melihat dan merasa


familiar


"Tiara ..."


" Pak Steve ..."


Tiara terkejut melihat tamu bapaknya, dia


merasa kebetulan dan suprise

__ADS_1


Pak ini loh yang kemaren bermain saham di


sekuritas aku"


"Jadi nak Steve ya yang kemaren sempat


menguncang bursa efek dengan keuntungan


empat triliun rupiah" Handoko sendiri tak


menyangka bahwa Steve inilah orang yang di


maksud oleh Tiara


" Hanya kebetulan pak, mungkin lagi hoki saja


jawab Steve merendah


Handoko terkekeh sambil melirik Tiara dia tidak


menyangka bahwa anak buah pasukannya ini


memiliki begitu banyak keahlian.


Timbul keinginan Handoko untuk menjodohkan


mereka berdua, Handoko bisa melihat bahwa


Steve pria yang bertangung jawab, tanguh dan


penyayang, kontras dengan anaknya yang


dingin, cantik dan serta keras kepala, bukankah


dua kutub berlawanan akan menghasilkan


sesuatu yang sempurna


Tiara sebenarnya sangat tertarik dengan Steve


dia melihat paras yang menawan, cool, pria yang


cerdas dalam sosok Steve, tapi sebagai


perempuan tentu dia tidak mau memulai dia


punya harga diri, sangat tabu jika perempuan


yang mulai mengatakan suka pada seorang pria


Mata yang sering bertemu pandang dengan


Steve membuat keduanya sering tersipu dengan


wajah memerah, bagi Steve ini pertama kalinya


dia suka pada seorang gadis, tapi dia tak mau


terburu buru, dia tahu ini anak seorang


penguasa besar


" Kapan lagi datang ke kantor bermain saham


Steve, " terlihat pengharapan di mata Tiara


" Mungkin dalam waktu dekat, saya masih ada


beberapa tugas yang mesti dikerjakan, kenapa


masih butuh untung yang besar ya " canda Steve


yang membuat Tiara tersenyum indah


Siapa sih yang tak mau untung Steve " ledek

__ADS_1


HandokO sambil menatap putrinya


__ADS_2