SISTEM

SISTEM
CHAPTER 43


__ADS_3

Harapan Santoso sekarang hanya bergantung


pada kelompok Tiger dan utusan militer asing,


dia tidak mau kedua kelompok ini menunda,


semakin ditunda tugas mendekati Tiara dan


menundukan jendral handoko semakin susah.


Kelompok Tiger terkenal sebagai pembunuh


bayaran nomor satu dunia, kelompok ini


menculik anak anak kecil dari seluruh dunia,


melatihnya dalam keadaan hidup dan mati, jika


berhasil maka naik pada tahapan berikut


sehinga menjadi pakar dalam urusan


membunuh, bagi anak anak yang mati latihan


mereka kubur begitu saja


Tidak ada tugas yang gagal dilakukan oleh


kelompok Tiger, tingkat keberhasilan 100%, baru


kali ini kelompok Tiger mengalami kegagalan,


mereka sendiri tidak menyangka target


merupakan ahli beladiri, makanya mereka


mengutus pembunuh elit tingkat SS merupakan


pembunuh tertingi dalam kelompok tersebut,


banyangin aja untuk menurunkan pembunuh


sekelas ini handoko harus merogoh sakunya


seratus milyar.


Sedangkan militer asing, menurunkan tentara


khusus yang mempunyai kualifikasi di atas


tentara elit. Kesepakatan mereka setelah


membunuh Steve mereka akan menculik Tiara


dan menekan jendral handoko agar


menyerahkan ilmuwan nuklir. Supaya tidak


overlap satu sama lain maka komunikasi antara


kelompok Tiger dan tentara asingpun di


sinergikan.


Mereka sudah sampai di Jakarta, pembunuh


SSS menyamar sebagai pelancong dan tentara


asing masuk melalui pelabuhan tikus. Mereka


harus bergerak cepat, jika memakan waktu lama


identitas mereka pasti terbongkar oleh inteligen


dan militer negara.Identitas Steve sudah mereka kantongi, dan juga


perjalanan Steve, entah bagaimana mereka


mendapatkan identitas Steve pedahal sudah


ditutupi oleh pemerintah, yang jelas pasti ada


pengkhianat dalam pemerintahan.


bel berbunyi menandakan pelajaran sudah


selesai, Lara berlari kecil menuju parkiran,


sewaktu membuka pintu mobil dia tiba tiba


disekap oleh tangan yang kekar, dia tak


sadarkan diri karena sapu tangan yang dipakai


oleh penjahat itu bercamput dengan obat bius.


Dia diseret menuju mobil box berwarna putih


yang kemudian melaju dengan kencang.


Steve yang berada di rumah tidak memiliki


firasat adiknya mengalami kejahatan, dia hanya


bingung sampai sore ini lara belum kembali


sedangkan hana sudah daritadi pulang dari


kampus


"Hana, lara kemana, apa dia ada acara? jam


segini kok belum pulang, mana hp nya ngga bisa


dihubungi" Steve mulai merasa cemas


Ngga tau juga kak biasanya lara pulang cepat

__ADS_1


begitu selesai sekolah" jawab hana yang mulai


dag dag dig, bagaimanapun lara adalah adik


bungsu mereka yang mereka sayangi dan selalu


perhatikan


" Ya sudah ikut kakak ke sekolah, siapa tau


mobil dia rusak atau bagaimana " Steve


mengajak hana segera ke sekolah


Lambhorgini melaju dengan kencang waktu


sudah menunjukan pukul lima sore, Steve dan


Hana sampai ke sekolah mereka bertanya pada


satpam, menutut satpam sekolah sudah usai


dan tidak ada lagi kegiatan belajar.Mendengar itu keduanya menjadi pucat pasi,


mereka segera ke parkiran melihat apakah


mobil lara masih ada atau sudah pergi. Dan


mereka melihat mobil lara masih terpakir di


halaman sekolah


Wajah Steve sudah mulai suram dan mengigil,


dia tidak sangup membayangkan jika sesuatu


terjadi pada adiknya, jangankan memikirkan


membicarakan nya bahkan dia tidak sangup,


bagi dia adiknya di atas segala galanya.


" Pak bisa kami melihat CCTV sekolah" pinta


Steve mulai panik, dengan segera satpam


memutar CCTV, setelah memperhatikan


dengan seksama Steve melihat dalam CCTV


lara disekap dan diseret ke dalam mobil box


Steve dan hana mengigil dan pucat pasi,


sedangkan satpam segera menghubungi pihak


kepolisian


Bagaimana ini kak, " hana menangis dan


meraung, Steve dengan cepat memeluk adiknya


kehilangan akal dan sangat bingung


Kebanyakan memang begitu jika menyangkut


orang lain maka kita sering rasional dan cermat


dalam memberikan solusi tapi ketika kita sendiri


yang mengalami kecerdasan menjadi buntu


karena emosi lebih mendominasi ketimbang


rasionalitas berpikir


Steve segera menghubungi jendral handoko dan


menceritakan kronologis kejadian , jendral


handoko juga terkejut tapi dia pikir ini adalah


murni kriminal biasa, tidak pernah terpikirkan


oleh dirinya masalah ini menyangkut negara, dia


merasa demikian karena identitas Steve tidak


mungkin bocor dan terlacakDemi menenangkan Steve dia mengutus


beberapa pasukan khusus ke sekolah, polisi


datang bersamaan pasukan khusus, garis line di


pasang oleh polisi dan pasukan khusus


menganalisis CCTV, dengan segera pasukan


khusus membuka seluruh saluran CCTV


melacak keberadaan mobil tersebut


Mobil box warna putih terlihat hilang sewaktu


memasuki terowongan menuju Jakarta selatan,


pasukan khusus terus berusaha meng akses


kamera disekitar terowongan tetapi tidak


menemukan hasil, mobil box putih hilang seperti


siluman


Steve sudah mulai uring uringan bahkan


beberapa telpon dari relasi dan perusahaan dia

__ADS_1


rijek dengan kesal. Polisi yang banyak tanya


tanpa dasar pun dia bentak bentak


Polisi merasa tersingung tetapi kemudian


pasukan khusus menerangkan identitas Steve


yang membuat mereka terdiam dan ketakutan.


Selang beberapa waktu dalam kepanikan ponsel


hana berdering dan hana kemudian menerima


pangilan dari nomor asing, penelepon inggin


bicara dengan Steve karena daritadi Steve


menolak telepon yang masuk


Kak ada yang inggin bicara dengan kakak,


hana ini penculiknya, " hana memberikan telpon


kepada Steve dengan tangan dan kaki yang


gemetar


Steve tidak tega melihat kondisi hana dan


meminta salah satu pasukan khusus mengantar


hana pulang kerumah, dia juga meminta agar


beberapa pasukan khusus menjaga hana dan


rumahnya.


" Hallo...siapa ini " tanya Steve sambil meng


İsatkan polisi melacak keberadaab nomor


tersebut." Hallo Steve...mencari kamikah? itu tak akan


mungkin bisa anda lakukan, adik anda berada di


tangan kami, lakukan barter bawa ilmuwan


nuklir dan akan kami serahkan adik anda, ingat


jangan coba coba membohongi kami dengan


membawa petugas keamanan "terang


pembunuh SS kepada Steve


Steve yakin dia tidak mungkin bisa tawar


menawar apalagi memberitahu polisi dan


militer, dia tahu bahwa kelompok penjahat ini


sangat profesional dan dia tidak mau


mengambil resiko


Steve meluncur ke laboratorium militer negara,


dia mau membawa Dania, tentu saja pasukan


khusus lain mempertanyakan surat tugasnya,


Steve tak bisa memperlihatkan surat tugas,


walaupun begitu dia harus tetap membawa


Dania


Keadaan darurat segera dibunyikan, pasukan


khusus segera datang dan menghalangi Steve,


perkelahian berlangsung dengan sengit, tetapi


pasukan khusus bukan tandingan Steve segera


pasukan khusus bertumbangan dan Steve


meluncur dengan mobil membawa dania sesuai


lokasi yang ditentukan


Pasukan khusus melapor kepada jendral


handoko peristiwa yang terjadi, disitulah jendral


handoko sadar bahwa kejadian yang menimpa


adik Steve berkaitan dengan masalah nasional,


dia heran bagaimana identitas Steve bisa bocor


keluar, apakah masih ada pengkhianat duga


handoko


Dengan segera handoko menghubungi Steve


tetapi Steve sudah mematikan ponselnya,


handoko kemudian mengumpulkan seluruh


perwira pasukan khusus dan melakukan rapat


darurat, pertama mencari pengkhianat yang


membocorkan identitas Steve dan kedua

__ADS_1


mencari solusi bagaimana melindungi Steve dan dania


__ADS_2