SISTEM

SISTEM
CHAPTER 44


__ADS_3

Dania jangan takut saya akan melindungi anda


" Steve sambil mengendarai mobil menceritakan


semua kejadian kepada dania, dia tidak mau


dania salah paham


Jangan khwatir Steve saya mengerti dengan


situasi yang terjadi, dan saya yakin anda mampu


mengatasi semua dan melindungi saya" Dania


tidak sedikitpun merasa khwatir, toh jikapun


tertangkap mereka tidak mungkin membunuh


dirinya, mereka butuh rumus dan keahlian dania,


sekarang yang mereka pikirkan keadaan adik


Steve yang tidak bersalah


Steve tidak peduli handoko marah, bukan dia


yang terkena masalah tapi keluarga ku, bahkan


jika handoko kemudian memutuskan hubungan


dengan dirinya dia juga siap termasuk


melepaskan Tiara


Bukan apa apa kepentingan adiknya bagian


utama sedangkan kepentingan dirinya bisa


kapan kapan saja, jika terlalu ribet dia bisa


pindah keluarga negeri bersama adik adiknya


dan menjual semua perusahaan yang dia miliki,


sudah banyak yang dia pikirkan sambil menyetir


mobil menuju tempat pertemuan


Sesampai ditempat pertemuan bulu kuduknya


merinding, dia batinnya gelisah dan firasatnya


tidak enak. Tempat yang dia datangi adalah


perbukitan, sangat susah memindai jika ada


penjahat yang bersembunyi.


Satu pria bertopeng keluar dari pondok, Steve


juga keluar dari mobil dan menyuruh dania


menungu di mobil dan jangan keluar kecuali ada


instruksi darinya."Serahkan ilmuwan itu dan anda bisa


menjemput adik anda di dalam pondok "


pembunuh SS melihat bahwa Steve memang


tidak membawa polisi dia sudah memasang


kamera di jalan sejauh satu kilometer sebelum


masuk ke daerah perbukitan.


" Saya akan menyerahkan ilmuwan jjka saya


melihat adik saya terlebih dahulu " Steve mana


mau dibodohi oleh pembunuh SS, dia perlu


mendapat jaminan bahwa adiknya dalam


keadaan baik baik saja, jika adiknya terluka akan


dia buat pembunuh SS ini hidup segan matipun


tak mau.


Setelah menatap mata Steve, dia kembali


kepondok dan membawa adik Steve, dia


mengalah bukan karena takut, buat apa dia


takut, sejumlah sniper dari militer asing sudah


bersembunyi dibalik bukit, apalagi dia seorang


pembunuh yang memiliki imu dan kekuatan, dia


membawa adik Steve agar tidak mengulur


waktu, dia masih punya pekerjaan untuk


membunuh yang lain.


Steve memberi isyarat agar dania turun dari


mobil, setelah melihat keadaan adiknya baik


baik saja.


Dania berjalan menghampiri Steve, kedua belah

__ADS_1


pihak datang mendekat dengan membawa


masing masing pertukaran, secepat kilat Steve


meloncat dan menendang pembunuh SS


dengan sekuat tenaga


Pembunuh SS bukan tidak tahu adanya


serangan itu dia sudah bersiap tapi gerakan


Steve terlalu cepat membuat dia terlempar


beberapa meter


Steve segera meraih adiknya dan memeluk


dania, dia menyuruh mereka masuk ke mobil


dan pergi darisana secempat mungkinLara tidak mau pergi, mana mungkin dia


meningalkan kakaknya seorang diri, lebih baik


baginya mati berdua bersama Steve


" Cepat lara, jangan khwatir kakak akan baik baik


saja," Steve mendesak dan menyeret adiknya ke


mobil dan memberikan kunci mobil kepada


dania, sebelum permbunuh SS pulih.


Dengan mata berlinang kedua gadis itu masuk


ke mobil dan mengemudikan mobil dengan


cepat, pembunuh bayaran SS pulih dia segera


menyerang Steve dengan kekuatan penuh


Swit...swit


Bunyi pisau melesat ke arah Steve, dengan salto


beberapa kali Steve menghindar tapi tidak


disangka begitu dia berdiri dengan normal satu


tendangan kuat mengenai kepalanya


Bruk..


Steve jatuh dan sempoyongan dan satu sinar


kilat serta bunyi letusan menghantam dirinya,


dia menahan peluru dengan kedua tanganya,


" Sialan ada sniper..."


Belum sempat dia pulih dan sadar satu pukulan


lagi menghantam dadanya, untung saja reflek


Steve sangat bagus, dia menahan pukulan


tersebut dan mendorong dirinya ke belakang


agar terhindar dari bidikan sniper


Tiba tiba Steve bergerak dengan cepat,


bayangan hitam berkelebat di balik perbukitan


dan jeritan jeritan kesakitan terdengar dimana


mana, ya Steve mengunakan ilmu peringan


tubuhnya bergerak secepat kilat menemukan


para sniper dan membunuhnya dengan jarum


perak yang dia milikiSniper bergelatakan mati, dan Steve kembali


berhadapan dengan pembunuh SS


Pembunuh SS terkejut dengan situasi yang dia


hadapi, pantas saja kelompok Tiger mengutus


dirinya dalam misi ternyata lawan sangat


tanguh. Tapi dia tidak takut dia memiliki banyak


pengalaman dan sudah menghadapi berbagai


jenis tipe lawan.


Kali ini dia waspada dengan gerakan Steve,


sedangkan Steve sendiri mulai merasa sedikit


pusing akibat banyaknya darah yang keluar


matanya mulai berkunang kunang


Gw harus menghabisi pembunuh ini dengan


cepat jika tidak bisa membuat pembunuh ini


menyerah' Steve berencana melumpuhkan


pembunuh ini dan mengorek informasi tetapi

__ADS_1


tenaganya mulai terkuras


Dua tendangan kuat ke dada dan kepala


mengarah ke badan Steve, gerakan sangat kuat


akurat dan tajam tapi masih bisa di atasi oleh


Steve, yang dia tidak sadari tangan pembunuh


SS mengeluarkan pisau dan menyayat badan


Steve


Darah mengucur deras di tubuh Steve belum lagi


luka dikedua tangannya yang mana peluru


masih ada di dalam


hiaatttttttt...!!


Dengan pekikan kuat Steve menghilang dan


hanya kelihatan kelebatan bayangannya saja,


tiba tiba pembunuh SS merasakan kedua


tangannya di blokir dan


kretak..kretak


bunyi patahan tulang terdengar, sebuah teriakan


menyayat hati terdengar dari mulut pembunuh


SSbelum cukup sampai disitu, Steve juga


mematahkan kedua kakinya


kretak..kretak


kembali jeritan yang kuat terdengar di malam


yang sunyi, mungkin saja bagi yang melintas di


sana dan mendengar jeritan ini akan ketakutan,


karena begitu sedih dan menyayat


Terduduk, pembunuh SS tidak mampu bergerak


lagi dia lumpuh total


Siapa yang menyuruhmu dan siapa para sniper


dibalik bukit " Steve melihat dengan tajam ke


pembunuh SS


Perkataannya tenang tak ada bentakan tapi


pembunuh SS yakin Steve adalah iblis, buktinya


dia tidak ragu mematahkan semua tulang


tangan dan kaki pembunuh SS


"Santoso, dan sniper dibalik bukit adalah militer


asing yang kerjasama dengan santoso, militer


dari negara singa yang menginginkan ilmuwan"


terang pembunuh SS tanpa daya, dia bukan


orang bodoh yang mau menutup mulut tapi


harus disiksa, dia tidak punya kemungkinan


untuk bunuh diri.


Setelah mendapatkan keterangan Steve


menusuk beberapa titik di tubuh pembunuh SS


dengan jarum perak dan segera pergi


meningalkan lokasi


" Apa yang kamu lakukan, jangan tingalkan saya


" jerit pembunuh SS tapi Steve tidak peduli dia


terus berjalan selagi daya tubuhnya masih kuat.Terdengar jeritan menyayat dari pembunuh SS,


jarum perak yang berada di titik tubuhnya mulai


berkerja, rasa sakit tak tertahankan mulai


mengerogoti bagian tubuhnya, rasa sakit ini


seperti tulang yang di cabut paksa, dan dia tidak


bisa pingsan karena Steve sudah menotok titik


sadarnya, dia bahkan sampai buang air kecil di


celana


" iblis...iblis." teriak pembunuh SS, dia tidak


pernah menyangka pemuda itu lebih kejam


daripada iblis

__ADS_1


__ADS_2