
Dania jangan takut saya akan melindungi anda
" Steve sambil mengendarai mobil menceritakan
semua kejadian kepada dania, dia tidak mau
dania salah paham
Jangan khwatir Steve saya mengerti dengan
situasi yang terjadi, dan saya yakin anda mampu
mengatasi semua dan melindungi saya" Dania
tidak sedikitpun merasa khwatir, toh jikapun
tertangkap mereka tidak mungkin membunuh
dirinya, mereka butuh rumus dan keahlian dania,
sekarang yang mereka pikirkan keadaan adik
Steve yang tidak bersalah
Steve tidak peduli handoko marah, bukan dia
yang terkena masalah tapi keluarga ku, bahkan
jika handoko kemudian memutuskan hubungan
dengan dirinya dia juga siap termasuk
melepaskan Tiara
Bukan apa apa kepentingan adiknya bagian
utama sedangkan kepentingan dirinya bisa
kapan kapan saja, jika terlalu ribet dia bisa
pindah keluarga negeri bersama adik adiknya
dan menjual semua perusahaan yang dia miliki,
sudah banyak yang dia pikirkan sambil menyetir
mobil menuju tempat pertemuan
Sesampai ditempat pertemuan bulu kuduknya
merinding, dia batinnya gelisah dan firasatnya
tidak enak. Tempat yang dia datangi adalah
perbukitan, sangat susah memindai jika ada
penjahat yang bersembunyi.
Satu pria bertopeng keluar dari pondok, Steve
juga keluar dari mobil dan menyuruh dania
menungu di mobil dan jangan keluar kecuali ada
instruksi darinya."Serahkan ilmuwan itu dan anda bisa
menjemput adik anda di dalam pondok "
pembunuh SS melihat bahwa Steve memang
tidak membawa polisi dia sudah memasang
kamera di jalan sejauh satu kilometer sebelum
masuk ke daerah perbukitan.
" Saya akan menyerahkan ilmuwan jjka saya
melihat adik saya terlebih dahulu " Steve mana
mau dibodohi oleh pembunuh SS, dia perlu
mendapat jaminan bahwa adiknya dalam
keadaan baik baik saja, jika adiknya terluka akan
dia buat pembunuh SS ini hidup segan matipun
tak mau.
Setelah menatap mata Steve, dia kembali
kepondok dan membawa adik Steve, dia
mengalah bukan karena takut, buat apa dia
takut, sejumlah sniper dari militer asing sudah
bersembunyi dibalik bukit, apalagi dia seorang
pembunuh yang memiliki imu dan kekuatan, dia
membawa adik Steve agar tidak mengulur
waktu, dia masih punya pekerjaan untuk
membunuh yang lain.
Steve memberi isyarat agar dania turun dari
mobil, setelah melihat keadaan adiknya baik
baik saja.
Dania berjalan menghampiri Steve, kedua belah
__ADS_1
pihak datang mendekat dengan membawa
masing masing pertukaran, secepat kilat Steve
meloncat dan menendang pembunuh SS
dengan sekuat tenaga
Pembunuh SS bukan tidak tahu adanya
serangan itu dia sudah bersiap tapi gerakan
Steve terlalu cepat membuat dia terlempar
beberapa meter
Steve segera meraih adiknya dan memeluk
dania, dia menyuruh mereka masuk ke mobil
dan pergi darisana secempat mungkinLara tidak mau pergi, mana mungkin dia
meningalkan kakaknya seorang diri, lebih baik
baginya mati berdua bersama Steve
" Cepat lara, jangan khwatir kakak akan baik baik
saja," Steve mendesak dan menyeret adiknya ke
mobil dan memberikan kunci mobil kepada
dania, sebelum permbunuh SS pulih.
Dengan mata berlinang kedua gadis itu masuk
ke mobil dan mengemudikan mobil dengan
cepat, pembunuh bayaran SS pulih dia segera
menyerang Steve dengan kekuatan penuh
Swit...swit
Bunyi pisau melesat ke arah Steve, dengan salto
beberapa kali Steve menghindar tapi tidak
disangka begitu dia berdiri dengan normal satu
tendangan kuat mengenai kepalanya
Bruk..
Steve jatuh dan sempoyongan dan satu sinar
kilat serta bunyi letusan menghantam dirinya,
dia menahan peluru dengan kedua tanganya,
" Sialan ada sniper..."
Belum sempat dia pulih dan sadar satu pukulan
lagi menghantam dadanya, untung saja reflek
Steve sangat bagus, dia menahan pukulan
tersebut dan mendorong dirinya ke belakang
agar terhindar dari bidikan sniper
Tiba tiba Steve bergerak dengan cepat,
bayangan hitam berkelebat di balik perbukitan
dan jeritan jeritan kesakitan terdengar dimana
mana, ya Steve mengunakan ilmu peringan
tubuhnya bergerak secepat kilat menemukan
para sniper dan membunuhnya dengan jarum
perak yang dia milikiSniper bergelatakan mati, dan Steve kembali
berhadapan dengan pembunuh SS
Pembunuh SS terkejut dengan situasi yang dia
hadapi, pantas saja kelompok Tiger mengutus
dirinya dalam misi ternyata lawan sangat
tanguh. Tapi dia tidak takut dia memiliki banyak
pengalaman dan sudah menghadapi berbagai
jenis tipe lawan.
Kali ini dia waspada dengan gerakan Steve,
sedangkan Steve sendiri mulai merasa sedikit
pusing akibat banyaknya darah yang keluar
matanya mulai berkunang kunang
Gw harus menghabisi pembunuh ini dengan
cepat jika tidak bisa membuat pembunuh ini
menyerah' Steve berencana melumpuhkan
pembunuh ini dan mengorek informasi tetapi
__ADS_1
tenaganya mulai terkuras
Dua tendangan kuat ke dada dan kepala
mengarah ke badan Steve, gerakan sangat kuat
akurat dan tajam tapi masih bisa di atasi oleh
Steve, yang dia tidak sadari tangan pembunuh
SS mengeluarkan pisau dan menyayat badan
Steve
Darah mengucur deras di tubuh Steve belum lagi
luka dikedua tangannya yang mana peluru
masih ada di dalam
hiaatttttttt...!!
Dengan pekikan kuat Steve menghilang dan
hanya kelihatan kelebatan bayangannya saja,
tiba tiba pembunuh SS merasakan kedua
tangannya di blokir dan
kretak..kretak
bunyi patahan tulang terdengar, sebuah teriakan
menyayat hati terdengar dari mulut pembunuh
SSbelum cukup sampai disitu, Steve juga
mematahkan kedua kakinya
kretak..kretak
kembali jeritan yang kuat terdengar di malam
yang sunyi, mungkin saja bagi yang melintas di
sana dan mendengar jeritan ini akan ketakutan,
karena begitu sedih dan menyayat
Terduduk, pembunuh SS tidak mampu bergerak
lagi dia lumpuh total
Siapa yang menyuruhmu dan siapa para sniper
dibalik bukit " Steve melihat dengan tajam ke
pembunuh SS
Perkataannya tenang tak ada bentakan tapi
pembunuh SS yakin Steve adalah iblis, buktinya
dia tidak ragu mematahkan semua tulang
tangan dan kaki pembunuh SS
"Santoso, dan sniper dibalik bukit adalah militer
asing yang kerjasama dengan santoso, militer
dari negara singa yang menginginkan ilmuwan"
terang pembunuh SS tanpa daya, dia bukan
orang bodoh yang mau menutup mulut tapi
harus disiksa, dia tidak punya kemungkinan
untuk bunuh diri.
Setelah mendapatkan keterangan Steve
menusuk beberapa titik di tubuh pembunuh SS
dengan jarum perak dan segera pergi
meningalkan lokasi
" Apa yang kamu lakukan, jangan tingalkan saya
" jerit pembunuh SS tapi Steve tidak peduli dia
terus berjalan selagi daya tubuhnya masih kuat.Terdengar jeritan menyayat dari pembunuh SS,
jarum perak yang berada di titik tubuhnya mulai
berkerja, rasa sakit tak tertahankan mulai
mengerogoti bagian tubuhnya, rasa sakit ini
seperti tulang yang di cabut paksa, dan dia tidak
bisa pingsan karena Steve sudah menotok titik
sadarnya, dia bahkan sampai buang air kecil di
celana
" iblis...iblis." teriak pembunuh SS, dia tidak
pernah menyangka pemuda itu lebih kejam
daripada iblis
__ADS_1