SISTEM

SISTEM
CHAPTER 33


__ADS_3

" Tidak perlu Steve, yang lama masib tersisa kok


" canda Jannet sanmbil terbahak


Setelah berbincang Steve kembali ke ruangan


menuju meja yang dia tempati dengan Tiara,


tapo di meja itu dia lihat terjadi keributan


Tiara sedang menunjuk ke muka seorang pria


sambil yang dikelilingi oleh pemuda lainnya


" Ada apa ini Tiara " tanya Steve penuh rasa


cemas, bukan cemas karena takut tapi cemas


jika terjadi apa apa dengan Tiara, kemana mau


di letakan muka jika ketahuan oleh calon mertua


"Reseh ni orang Steve daritadi ganguin terus "


kelihatan sekali Tiara merasa jijik dan bete


melihat pemuda yang memandang tajam ke


arahnya dan Steve


Steve ingat bukankah ini orang yang lomba


mobil di jalan, benar benar tak sopan, dijalan aja


ngga sopan apalagi sama perempuan


Steve ini yang namanya Santoso yang aku


ceritain ke kamu" bisik Tiara ke telinga Steve.


" Tiara siapa pemuda ini " tatap Santoso dengan


tajam, baru pertama ini dia lihat Tiara dekat


dengan seorang pria dan terlihat sangat intim


Dia pacarku dan apa urusanmu, memang apa


hak kamu untuk bertanya " jawab Tiara dengan


ketus


tidak bisa begitu Tiara kamu tahu aku sudah


lama mengejarmu, kamu tidak bisa berasama


pria lain dan kau bung cepat berhembus dari sini

__ADS_1


jika tak mau menyesal nanti " Santoso emosi


sambil berusaha menarik tangan TiaraSebelum berhasil satu tangan yang kuat dan


kokoh menjepit tangan Santoso, saking kuatnya


tangan tersebut terdengar secara sama bunyi


tulang retak, wajah Santoso merah hijau


menahan rasa sakit, terdengar jeritan yang keras


dalam ruangan, Santoso menyuruh teman


temanya untuk menghajar Steve.


Gerombolan pemuda kemudian menyerbu Steve,


tanpa melepaskan jepitan tangannya Steve


menahan pukulan mereka dan membalas,


dalam beberapa menit enam teman Santoso


tergelatak semua di lantai, sementara Santoso


masih menjerit kesakitan akibat jepitan tangan


Steve.


plak..plak


menampar wajahnya berulangkali, terdengar


jeritan kesakitan dan terlihat wajah yang


bengkak, pada akhirnya Steve melepaskan


jepitan tangannya, tamu yang datang bisa


melihat tangan Santoso patah dan sudah


terkulai layu.


Petugas keamanan hotel datang untuk melerai


dan membawa Santoso dan temannya untuk


diobati, sementara tamu yang tadinya


bergerombol melihat pertunjukan sudah kembali


ke meja mereka masing masing.


Sebenarnya mereka juga muak melihat Santoso


ini, tapi karena dia punya genk mobil apalagi

__ADS_1


anggotanya terdiri dari pengusaha dan pejabat


mereka tidak berani memperlihatkan ketidak


sukaa. mereka, lebih baik menghindar daripada


berseberangan dengan Santoso.


Seremoni perkenalan pun di mulai dengan tata


cara saling menukar kartu nama, beberapa tamu


yang datang menghampiri mejaTiara, mereka


pengusaha kelas kakap yang juga teman dari


orang tua Tiara." Steve perkenalkan ini pak hidayat dan pak


rinaldi, pak hidayat pengusaha hotel terbesar di


Indonesia dan pak rinaldi pengusaha real estate


yang juga terbesar di kota Jakarta.


" hallo Steve." sapa hidayat dan rinaldi sambil


mengulurkan tangab mereka


" Hallo pak hidayat dan pak rinaldi, senang


berjumpa dan berkumpul dengan anda " Steve


menjabat erat tangab mereka


Perbincangan terasa hangat karena tidak ada


yang memandang rendah satu sama lain, hanya


orang kaya baru yang biasanya banyak gaya dan


lagak seakan akan menjadi konglomerat


Dari perbincangan dengan pak hidayat dan pak


rinaldi, Steve kemudian meng akusisi salah satu


hotel pak hidayat i jakarta, sedangkan dengan


Rinaldi, steve berencana untuk investasi


terhadap rencana pembangunan proyek


mercusuar real estate seribu rumah di daerah


bogor.


" Pas lah sudah dengan kedatangan Jannet, biar

__ADS_1


jannet yang akan mengurus semua" pikir Steve


dalam hati


__ADS_2