
" Tidak perlu Steve, yang lama masib tersisa kok
" canda Jannet sanmbil terbahak
Setelah berbincang Steve kembali ke ruangan
menuju meja yang dia tempati dengan Tiara,
tapo di meja itu dia lihat terjadi keributan
Tiara sedang menunjuk ke muka seorang pria
sambil yang dikelilingi oleh pemuda lainnya
" Ada apa ini Tiara " tanya Steve penuh rasa
cemas, bukan cemas karena takut tapi cemas
jika terjadi apa apa dengan Tiara, kemana mau
di letakan muka jika ketahuan oleh calon mertua
"Reseh ni orang Steve daritadi ganguin terus "
kelihatan sekali Tiara merasa jijik dan bete
melihat pemuda yang memandang tajam ke
arahnya dan Steve
Steve ingat bukankah ini orang yang lomba
mobil di jalan, benar benar tak sopan, dijalan aja
ngga sopan apalagi sama perempuan
Steve ini yang namanya Santoso yang aku
ceritain ke kamu" bisik Tiara ke telinga Steve.
" Tiara siapa pemuda ini " tatap Santoso dengan
tajam, baru pertama ini dia lihat Tiara dekat
dengan seorang pria dan terlihat sangat intim
Dia pacarku dan apa urusanmu, memang apa
hak kamu untuk bertanya " jawab Tiara dengan
ketus
tidak bisa begitu Tiara kamu tahu aku sudah
lama mengejarmu, kamu tidak bisa berasama
pria lain dan kau bung cepat berhembus dari sini
__ADS_1
jika tak mau menyesal nanti " Santoso emosi
sambil berusaha menarik tangan TiaraSebelum berhasil satu tangan yang kuat dan
kokoh menjepit tangan Santoso, saking kuatnya
tangan tersebut terdengar secara sama bunyi
tulang retak, wajah Santoso merah hijau
menahan rasa sakit, terdengar jeritan yang keras
dalam ruangan, Santoso menyuruh teman
temanya untuk menghajar Steve.
Gerombolan pemuda kemudian menyerbu Steve,
tanpa melepaskan jepitan tangannya Steve
menahan pukulan mereka dan membalas,
dalam beberapa menit enam teman Santoso
tergelatak semua di lantai, sementara Santoso
masih menjerit kesakitan akibat jepitan tangan
Steve.
plak..plak
menampar wajahnya berulangkali, terdengar
jeritan kesakitan dan terlihat wajah yang
bengkak, pada akhirnya Steve melepaskan
jepitan tangannya, tamu yang datang bisa
melihat tangan Santoso patah dan sudah
terkulai layu.
Petugas keamanan hotel datang untuk melerai
dan membawa Santoso dan temannya untuk
diobati, sementara tamu yang tadinya
bergerombol melihat pertunjukan sudah kembali
ke meja mereka masing masing.
Sebenarnya mereka juga muak melihat Santoso
ini, tapi karena dia punya genk mobil apalagi
__ADS_1
anggotanya terdiri dari pengusaha dan pejabat
mereka tidak berani memperlihatkan ketidak
sukaa. mereka, lebih baik menghindar daripada
berseberangan dengan Santoso.
Seremoni perkenalan pun di mulai dengan tata
cara saling menukar kartu nama, beberapa tamu
yang datang menghampiri mejaTiara, mereka
pengusaha kelas kakap yang juga teman dari
orang tua Tiara." Steve perkenalkan ini pak hidayat dan pak
rinaldi, pak hidayat pengusaha hotel terbesar di
Indonesia dan pak rinaldi pengusaha real estate
yang juga terbesar di kota Jakarta.
" hallo Steve." sapa hidayat dan rinaldi sambil
mengulurkan tangab mereka
" Hallo pak hidayat dan pak rinaldi, senang
berjumpa dan berkumpul dengan anda " Steve
menjabat erat tangab mereka
Perbincangan terasa hangat karena tidak ada
yang memandang rendah satu sama lain, hanya
orang kaya baru yang biasanya banyak gaya dan
lagak seakan akan menjadi konglomerat
Dari perbincangan dengan pak hidayat dan pak
rinaldi, Steve kemudian meng akusisi salah satu
hotel pak hidayat i jakarta, sedangkan dengan
Rinaldi, steve berencana untuk investasi
terhadap rencana pembangunan proyek
mercusuar real estate seribu rumah di daerah
bogor.
" Pas lah sudah dengan kedatangan Jannet, biar
__ADS_1
jannet yang akan mengurus semua" pikir Steve
dalam hati