SISTEM

SISTEM
CHAPTER 22


__ADS_3

"Team bersiap siap, pembelian saham segera


dimulai, konsenstrasi dan ikuti apa yang


diperintahkan beli , jangab sampai ada


kesalahan" Tiara mencoba meyiapkan


segalanya dengan sempurna


" Tuan Steve silahkan memilih mana saham


yang harus di beli


Setelah memperhatikan kurva yang naik turun,


pil kesempurnaan berkerja dalam pikiran Steve,


dengan segera dia memerintahkan membeli


saham KS dan Nasdag


" bagi dua pembelian, dan beli masing masing


dua ratus lima puluh miliar" segera Steve


memerintahkan Tiara untuk bergerak cepat


" Team beli keduanya segera " Tiara dengan


sigap memberi arahan sesuai permintaan Steve


Kurva dua saham mulai bergerak fluktuatif,


harga yang dibeli perlembar seribu lima ratus


rupiah, kurva menunjukan garis merah harga


saham yang bergerak turun


Seketika Tiara dan team merasa pusing dan


ketakutan walau bukan uang mereka tapi


mereka juga tidak mau nama sekuritas mereka


hancur


"apakah pembelian saham ini salah" berbagai


pertanyaan berkecamuk dalam hati Tiara dan


team


Sementara di satu sisi Steve tetap tenang dan


fokus, dia yakin sistem tak akan pernah salah,


jikapun salah dia masih punya cadangan sekitar


satu koma lima triliun


Berselang dua menit kurva kembali stabil ke


harga dasar dan garis hijau bergerak naik harga


dasar seribu lima ratus mencapai titik tertinggi

__ADS_1


empat ribu lima ratus perlembar


Tiara dan team bersorak " Tuan sebagusnya


cepat dijual sebelum hargaa kembali turun "


instruksi dari Tiara, lagian keuntungan sudah


sangat besar didapat dan tentu saja jangan


mengambil resiko menungu


Belum dan tungu perintah dari saya" Steve


masih yakin harga akan terus bergerak naik,


sementara Tiara dan team sedikit panik Steve


tidak mau menjual, mereka tau berdasarkan


pengalaman menjual dan membeli saham


dalam satu detik harga bisa berubah, tidak ada


dalam sejarah permainan saham harga akan


terus naik dalam setiap menit.


Mendekati harga lima ribu rupiah perlembar


Steve memerintahkan Tiara dan team untuk


melepas kedua saham segera


" jual sekarang" perintah Steve


ikut memerintahkan team


done


Terdengar sorak sorai dan senyum yang


bermekaran di ruangan pembelian saham,


mereka dapat keuntungan maaksimal 4 triliun


rupiah dari penjualan sahaam.


Sementara di tempat lain terjadi kegaduhan,


tidak satupun pialang saham yang menang.


mereka tak pernah percaya bahwa KS dan


Nasdag mengalami lompatan kenaikan harga


saham yang tinggi.


Beberapa yang membeli saham KS dan Nasdag


disaat kenaikan mengalami kerugian, begitu


Steve menjual semua saham harga KS dan


Nasdag jatuh ke titik rendah seribu rupiah.


" Luar biasa tuan Steve, pengamatan anda

__ADS_1


sangat jeli sekali, kita menang besar kali ini,


baiklah saya akan mentransfer uang penjualan


saham setelah di potong lima belas persen dari


keuntungan


Baik silahkan lakukan, dan ambil dua milyar


lagi dari keuntungan dan bagikan kepada team


secara merata"


Team bersorak, sangat jarang sekali customer


mereka memberikan bonus yang begitu besar


jikapun ada paling banyak hanya seratus atau


dua ratus juta rupiah


'terima tuan Steve..."


"terim kasih bos"


" Tuan Steve semua sudah diselesaikan, kami


sangat berharap tuan Steve akan kembali dan


bergabung bersama kami"


Tiara berharap bukan kali ini saja Steve


bergabung dalam sekuritas mereka, keuntungan


lima persen dari empat triliun membuat


keuntungan perusahaan begitu besar bahkan


nama Tiara menjadi treding topik di perusahaan


dan kalangan pemilik saham.


" Jangan khawatir saya orang yang konsisten,


selagi saya merasa nyaman saya akan selalu


berkerjasama dengan sekuritas anda " ujar


Steve dengan penuh rasa percaya diri.


Setelah mendapatkan janji dari Steve, Tiara dan


team mengantarkan Steve keluar ruangan


dengan penuh semangat.


Ponsel Tiara berdering dengan nyaring, Tiara


melihat nomor yang tak asing, ayahnya yang


menghubungi


" Tumben ayah telpon, guma Tiara "


"Hallo ayah, apa khabar "

__ADS_1


__ADS_2