
"Team bersiap siap, pembelian saham segera
dimulai, konsenstrasi dan ikuti apa yang
diperintahkan beli , jangab sampai ada
kesalahan" Tiara mencoba meyiapkan
segalanya dengan sempurna
" Tuan Steve silahkan memilih mana saham
yang harus di beli
Setelah memperhatikan kurva yang naik turun,
pil kesempurnaan berkerja dalam pikiran Steve,
dengan segera dia memerintahkan membeli
saham KS dan Nasdag
" bagi dua pembelian, dan beli masing masing
dua ratus lima puluh miliar" segera Steve
memerintahkan Tiara untuk bergerak cepat
" Team beli keduanya segera " Tiara dengan
sigap memberi arahan sesuai permintaan Steve
Kurva dua saham mulai bergerak fluktuatif,
harga yang dibeli perlembar seribu lima ratus
rupiah, kurva menunjukan garis merah harga
saham yang bergerak turun
Seketika Tiara dan team merasa pusing dan
ketakutan walau bukan uang mereka tapi
mereka juga tidak mau nama sekuritas mereka
hancur
"apakah pembelian saham ini salah" berbagai
pertanyaan berkecamuk dalam hati Tiara dan
team
Sementara di satu sisi Steve tetap tenang dan
fokus, dia yakin sistem tak akan pernah salah,
jikapun salah dia masih punya cadangan sekitar
satu koma lima triliun
Berselang dua menit kurva kembali stabil ke
harga dasar dan garis hijau bergerak naik harga
dasar seribu lima ratus mencapai titik tertinggi
__ADS_1
empat ribu lima ratus perlembar
Tiara dan team bersorak " Tuan sebagusnya
cepat dijual sebelum hargaa kembali turun "
instruksi dari Tiara, lagian keuntungan sudah
sangat besar didapat dan tentu saja jangan
mengambil resiko menungu
Belum dan tungu perintah dari saya" Steve
masih yakin harga akan terus bergerak naik,
sementara Tiara dan team sedikit panik Steve
tidak mau menjual, mereka tau berdasarkan
pengalaman menjual dan membeli saham
dalam satu detik harga bisa berubah, tidak ada
dalam sejarah permainan saham harga akan
terus naik dalam setiap menit.
Mendekati harga lima ribu rupiah perlembar
Steve memerintahkan Tiara dan team untuk
melepas kedua saham segera
" jual sekarang" perintah Steve
ikut memerintahkan team
done
Terdengar sorak sorai dan senyum yang
bermekaran di ruangan pembelian saham,
mereka dapat keuntungan maaksimal 4 triliun
rupiah dari penjualan sahaam.
Sementara di tempat lain terjadi kegaduhan,
tidak satupun pialang saham yang menang.
mereka tak pernah percaya bahwa KS dan
Nasdag mengalami lompatan kenaikan harga
saham yang tinggi.
Beberapa yang membeli saham KS dan Nasdag
disaat kenaikan mengalami kerugian, begitu
Steve menjual semua saham harga KS dan
Nasdag jatuh ke titik rendah seribu rupiah.
" Luar biasa tuan Steve, pengamatan anda
__ADS_1
sangat jeli sekali, kita menang besar kali ini,
baiklah saya akan mentransfer uang penjualan
saham setelah di potong lima belas persen dari
keuntungan
Baik silahkan lakukan, dan ambil dua milyar
lagi dari keuntungan dan bagikan kepada team
secara merata"
Team bersorak, sangat jarang sekali customer
mereka memberikan bonus yang begitu besar
jikapun ada paling banyak hanya seratus atau
dua ratus juta rupiah
'terima tuan Steve..."
"terim kasih bos"
" Tuan Steve semua sudah diselesaikan, kami
sangat berharap tuan Steve akan kembali dan
bergabung bersama kami"
Tiara berharap bukan kali ini saja Steve
bergabung dalam sekuritas mereka, keuntungan
lima persen dari empat triliun membuat
keuntungan perusahaan begitu besar bahkan
nama Tiara menjadi treding topik di perusahaan
dan kalangan pemilik saham.
" Jangan khawatir saya orang yang konsisten,
selagi saya merasa nyaman saya akan selalu
berkerjasama dengan sekuritas anda " ujar
Steve dengan penuh rasa percaya diri.
Setelah mendapatkan janji dari Steve, Tiara dan
team mengantarkan Steve keluar ruangan
dengan penuh semangat.
Ponsel Tiara berdering dengan nyaring, Tiara
melihat nomor yang tak asing, ayahnya yang
menghubungi
" Tumben ayah telpon, guma Tiara "
"Hallo ayah, apa khabar "
__ADS_1