SISTEM

SISTEM
CHAPTER 45


__ADS_3

Sesampai dijalan raya Steve sudah tidak kuat lagi, dia menghubungi jannet dan memberikan lokasinya, dia roboh dan tergeletak jalan raya


Untung saja jalan raya menuju lokasi ini sangat sepi, dengan kecepatan maksimal jannet


akhirnya sampai di lokasi, dia memapah Steve ke mobil dan menuju rumah sakit.


Stevd harus melakukan operasi pengambilan peluru di tangannya, juga memerlukan


transfusi darah akibat kehilangan cukup banyak darah.


Hana dan lara saling berpelukan dan menangis melihat ruang operasi. Tiba tiba


rombongan militer datang, mereka berbaris berdiri menjaga pintu operasi. Hana, lara dan


jannet memandang dengan heran dan bingung.


Lampu hijau ruangan operasi berkedip pertanda operasi sudah sukses dilakukan, dengan


segera didampingi pasukan militer Steve dipindahkan keruangan khusus, sementara Hana,


lara dan jannet dilarang masuk ruangan itu.


Mereka tidak terima dan protes kepada tentara militer kenapa tidak boleh mnasuk ruangan


dan melihat kakak mereka. Tentara militer menjelaskan dengan baik bahwa itu perintah


dari atas dan Steve dituding melakukan tindakan yang dianggap membahayakan militer


nasional.


Hana, lara dan jannet bersikukuh menunqu Steve sadar, walau tidak dibolehkan masuk


mereka tetap menungu, sampai langit runtuhpun mereka akan menungu Steve, dia kakak


mereka satu satunya dan penganti orang tua mereka, tempat berbagi suka dan duka,


bagaimana mungkin mereka meningalkan Steve ketika mengalami masalah.


Jannet pulang mengambil pakaian dan membeli makanan untuk mereka, berencana


menginap di rumah sakit.


Selang beberapa waktu Steve sadar, dan melihat sekeliling dia tahu bahwa dirawat di


rumah sakit, badannya terasa sangat lelah, dia bingung kenapa tidak ada kedua adiknya,


dia menekan tombol meminta bantuan perawat


Perawat datang dan menjelaskan semua kepada Steve bahwa adik mereka tidak


diperbolehkan masuk oleh tentara dan tentara menjaga pintu kamar diluar. Steve merasa


geram adiknya diperlakukan demikian, apakah kesalahannya begitu besar sampai


keluarganya diperlakukan demikian


Jika dipikir pikir dia sudah banyak berbuat untuk militer sedangkan militer belum berbuat


apa apa untuk dirinya bahkan ketika dia terkena masalah malah keluarganya diperlakukan


dengan tidak hormat, Steve menyesal membantu Handoko bagi dirinya harus ada take and


give jangan hanya meminta saja


Steve berbisik kepada perawat, meminta bantuan agar tas yang dia bawa diberikan


kepadanya tanpa sepengetahuan pasukan militer, perawat merasa kasihan dan keluar

__ADS_1


serta meminta tas kepada adik Steve


Steve yang sudah menerima tasnya mengeluarkan jarum perak dan menusuk beberapa


titik pada bagian tubuhnya, reaksi datang dengan cepat, luka ditubuhnya pulih dengan


segera dan bekas operasi merekat seakan akan tidak pernah dijahit.


Bangkit dari kamar dan melihat keadaan, dengan cepat Steve melumpuhkan kedua


pasukan militer yang sedang menjaganya, dia melihat kedua adiknya dan jannet, memeluk


mereka dan mengajak kabur dari rumah sakit.


Adiknya dan jannet kaget ketika Steve keluar dan memukul penjaga, tapi mereka senang


Steve dalam keadaan baik baik saja


Mereka pulang dan sampai di rumah, Steve menyuruh kedua adiknya tidur dan istirahat


sambil memeluk dan mencium mereka terutama lara, dia takut lara mengalami depresi


dan tekanan psikologis akibat penculikan, setelah melihat lara kuat dan tegar Steve


merasa lega.


Sekarang dia mau mengurusi masalah ini dengan tuntas, dia menghubungi jendral


handoko dan menanyakan kenapa diperlakukan demikian, bukankah dania kembali


dengan keadaan selamat ke laboratorium.


Handoko yang menerima telpon Steve kaget, bukankah Steve diawasi dan masih di rumah


sakit, dia mengode pengawalnya untuk melihat keadaan di rumah sakit, dengan tenang dia


membahayakan keamanan militer nasional.


Steve tertawa dengan sinis, ketika dia menyelamatkan dania dan pasukan khusus tidak


sedikitpun mereka menqungkit jasa Steve dan ketika Steve dalam masalah dan


mengunakan salah satu aset militer mereka dengan kompak menyalahkan dan menuding


Steve


" Ingat jendral saya pernah menyelamatkan nyawa anda tanpa pamrih " Steve sengaja


mengungkit jasanya, dia perlu melakukan hal demikian terhadap orang yang suka


mengambil manfaat pada dirinya


Sejenak handoko terdiam, dia tahu berhutang nyawa pada Steve dan dia juga tau Steve


sudah banyak berbuat untuk militer khusus tetapi dia sendiri ditekan dari atas agar


menghukum Steve akibat tindakannya yang dianggap berbahaya, dia bingung apa yang


mesti dia lakukan.


Steve yang mendengar handoko terdiam di telpon kemudian memberikan solusi, dia


keluar dari pasukan khusus bahkan dia bersedia tidak lagi mengungkit jasanya serta tidak


berhubungan dengan handoko termasuk dengan Tiara.


Handoko menarik nafas dengan berat dia tahu Steve kesal dan marah serta tidak pernah

__ADS_1


main main dengan ucapannya, kerugian yang besar bagi mereka kehilangan Steve tapi jika


itu solusi yang terbaik apa boleb buat, handoko setuju dengan permintaan Steve


Steve sendiri merasa baik baik saja dengan apa yang dia lakukan, waniat bisa di cari tapi


kalau adik yang mati bagaimana mencari gantinya, dia muak dengan orang yang tau azas


manfaat tapi tidak mau berkorban


Dia menghubungi Tiara dan menjelaskan bahwa perusahaan sekuritas menjadi milik Tiara


pribadi dan dia juga menjelaskan akan menjual seluruh perusahaan kecuali perusahaan


sekuritas


Tiara yang mendengar ini terkejut dan terpukul, bagaimana bisa seperti ini, apa yang


sudah dilakukan oleh ayahnya, dia mencintai Steve sepenuh hati.


Keesokan harinya masalah Steve sudah diangap selesai berkat campur tangan handoko,


militer menarik semua tanda pengenal serta senjatanya, bahkan identitas Steve yang


semula dirahasikan dibuka oleh militer.


Setelah mendengar dan menerima semua perlakuan seperti itu Steve tidak peduli, dia


berjanji tidak mau lagi membantu militer yang bagi dirinya sangat egois, dia bertemu


dengan Tiara dan melimpahkan di depan notaris hak kepemilikan untuk perusahaan


sekuritas, setelah selesai dia langsung keluar dan pergi tanpa sedikitpun bicara dengan


Tiara, hatinya sudah terluka cukup dalam


Steve segera menghubungi Rinaldi, dia menceritakan semua permasalah dan minta tolong


agar Rinaldi bisa mengelola atau menjual perusahaan yang ada, Rinaldi berjanji akan


membantu Steve mengelola perusahaan yang dia miliki, dia melarang Steve menjual


perusahaan, sangat tidak baik menjual perusahaan yang lagi berkembang


Setelah mengurusi perusahaan Steve meminta jannet pergi ke Beijing dan mencari


sekolah serta kampus yang terbaik, dia inggin memindahkan semua keluarganya dan


pindah ke Beijing, dia inggin melupakan semua masa lalunya, adik adiknya juga setuju


mereka khawatir jika Steve berada di Jakarta akan mendapat masalah


Bagi mereka kemanapun pindah tidak masalah selagi ada Steve yang menemani mereka,


itulah kekompakan kakak beradik tersebut.


Semua urusan ***** bengek segera selesai Steve menjual semua aset rumah dan mobil


dengan murah, dia tidak peduli uang yang dia miliki masih banyak untuk bertahan hidup di


Beijing


Dia juga meminta jannet membeli rumah di Beijing serta membeli kendaraan pribadi, saat


ini dia sudah berada di bandara dan siap siap pergi ke Beijing memulai hidup baru dengan


semua petualangan barunya

__ADS_1


__ADS_2