SISTEM

SISTEM
CAHPTER 31


__ADS_3

Apaan sih pak" Tiara tersipu malu


"Tiara bukankah besok ada pertemuan para


pengusaha di hotel Hilton, bawa saja Steve


sekalian ke sana kalian bisa datang berdua


sambil Steve bisa mengenal pengusaha besar di


Jakarta"


Handoko ingat dengan undangan yang dia


dapatkan, selain pengusaha, penguasa juga


diundang karena pengusaha tidak terlepas


dengan penguasa, kesempatan bagi Handoko


untuk lebih mendekatkan mereka berdua


"Baik pak, Tiara bagaimana baiknya bapak saja,


tapi apa Steve mau ikut besok" tanya Tiara, ada


harapan yang besar bagi Tiara supaya Steve


setuju, selain sebagai partner dia juga tak ingin


di gangu oleh pria lain terutama Santoso


seorang pengusaha tambang batu bara yang


sering mendekatinya, dia muak dengan Santoso


ini


"Baik Tiara saya bersedia ikut, biar nanti saya


yang jemput dan kita satu mobil saja " bukan


hanya Tiara yang senang Steve juga merasa


senang karena selain bisa berdekatan dengan


Tiara dia juga bisa mengenal pengusaha besar


di Jakarta untung untung bisa saling


berkerjasama, dia punya uang dan yang dia


butuhkan adalah jaringan dan partner


"Steve dalam waktu dekat ini kamu memiliki


tugas, dokumen tentang tugas itu akan di antar


oleh kurir dan tolong di pelajari, ini sangat


penting dan berkaitan dengan pertahanan


nasional" ujar pak Handoko


Baik pak saya siap menerima tugas, semoga


tidak mengecawakan bapak " Steve sendiri


sedikit berdebar debar karena ini permulaan dia


mendapat tugas


"Sedikit merepotkan, tugas kamu nanti


mengawal salah satu ilmuwan yang datang dari


luar negri, menjaga keamanan dia dari


pembunuh bayaran dan pasukan asing


Handoko sendiri sebenarnya tidak mau melepas


tugas ini karena resikonyo cukup berat, tapi


laporan yang dia terima dari badan inteligen,


mengatakan Steve mampu berkomunikasi


dalam berbagai bahasa asing serta memiliki


pengendalian diri serta tidak mencolok sebagai

__ADS_1


pasukan SSS, mana ada pria yang tampan dan


menawan terlihat sebagai pasukan rahasia.


Setelah makan malam dan berbincang Steve


pamit pulang ke rumah, dia mengendarai


lambhorgini dengan pelan dan tidak terburu


buru, menikmati angin yang lembut sambil


membakar sebatang rokok


wusshhhh...


Dua mobil sport berpacu melewati mobilnya di


samping kiri dan kanan membuat Steve kaget


sampai rokoknya sendiri terlepas dan


membakar celananya.


" Dam..." makinya dengan marah


"Sunguh keterlaluan memotong dari sebelah


kiri, coba kalau terjadi tabrakan, gimana nasib


kedua adik gw " dengan kesal Steve memacu


lamborghininya jangan di tanya keahlian Steve


untuk mengendarai mobil, dia memiliki


segudang keahlian yang diberikan oleh sistem


Lambhorgini melesat dengan cepat, hanya


bayangan perak yang dilihat oleh pengemudi


lain ketika Steve memotong mobil mereka satu


persatu


Dari kejauhan seratus meter Steve bisa melihat


lambhorgini dan ferari saling melesat bagai


peluru di jalan raya.


Dengan menekan secara berkala dan


memainkan gigi Steve masuk ke tengah


diantara dua mobil dan menunjukan jari tengah


nya.


Terus memacu mobil dengan kencang dan


menghilang, pengendara lambo dan ferari


merasa marah dengan sikap Steve yang masuk


ke tengah pacuan dan menunjuk satu jari tengah


" Kurang ajar pemuda itu menyetir sembarangan


disaat pacuan sedang berlangsung" maki


Santoso menghubungi lawan main lewar mick di


telinganya.


"ayo kita kejar dan hajar bajingan bajingan kecil


itu" jawab temannya sambil memacu lambo


lebih cepat, dan Santoso juga memacu ferarinya


dengan kecepatan maksimal menerob0s semua


lampu merah


Walau sudah berpacu secara makasimal lambo


perak Steve tidak lagi terlihat, mereka


kebingunan apakah lambo itu sembunyi dan

__ADS_1


berhenti di satu tempat atau bagaimana, ngga


mungkin bisa menghilang begitu saja, apalagi


sesama mobil sport mereka tau kekuatan dan


kecepatan mobil mereka.


'Brengsek, coba saja nanti kalau ketemu


Jakarta ini ngga luas, kalau ketemu rasakan


nanti " maki Santoso sambil menghubungi klub


sport mereka dan menceritakan masalah


Sementara Steve sendiri sudah sampai di


rumah, dia perlu lebih mengolah potensi


kekuatan tubuhnya untuk tugas pertama yang


akan dia terima.


Didalam kamar dia berkultivasi sampai pagi,


tidak ada rasa lelah yang ada rasa segar dan


penuh fitalitas


Tok tok


Selesai sarapan dia kedatangan tamu dua orang


militer yang menyerahkan dokumen


'Salam hormat sersan mayor ini tugas dan


dokumen dari jendral untuk anda" Dua pasukan


militer memberikan hormat militer dan


menyerahkan dokumen kepada Steve.


" Baik terima kasih dan balik ke kantor" perintah


Steve dengan wibawa


Siap perintah sersan mayor" Setelah salam


hormat kedua pasukan militer itu meningalkan


Steve, Steve melihat kop sampul dokumen itu


dengan keterangan rahasia khusus negara.


Steve bergegas ke kamarnya dan membuka


dokumen, di dokumen dia menemukan foto


seorang gadis cantik yang memakai baju


ilmuwan berikut dengan biodata, keahlian, tugas


dan no kontak.


Setelah membaca dan menyimpan semua


dalam memori otaknya Steve kemudia


membakar dokumen, karena memang begitu


perintahnya, dokumen tidak boleh disimpan baik


dirumah atau brangkas sekalipun karena ini


adalah rahasia negara dan tidak boleh jatuh ke


tangan musuh.


Dia mencoba mengirim pesan pada nomor itu


dengan menulis SSS steve 05


Sementara menungu balasan Steve bersiap siap


menjemput Tiara, pergi ke acara pertemuan


pengusaha besar Jakarta di hotel Hilton.


Agar tidak malu maluin dia memilih baju kemeja dan jas yang satu warna dengan celana yang dia pakai, terlihat begitu tampan dan kontras kemeja putih, jas berwarna biru dan celana dasar warna biru, dia puas dengan penampilannya

__ADS_1


__ADS_2