
Apaan sih pak" Tiara tersipu malu
"Tiara bukankah besok ada pertemuan para
pengusaha di hotel Hilton, bawa saja Steve
sekalian ke sana kalian bisa datang berdua
sambil Steve bisa mengenal pengusaha besar di
Jakarta"
Handoko ingat dengan undangan yang dia
dapatkan, selain pengusaha, penguasa juga
diundang karena pengusaha tidak terlepas
dengan penguasa, kesempatan bagi Handoko
untuk lebih mendekatkan mereka berdua
"Baik pak, Tiara bagaimana baiknya bapak saja,
tapi apa Steve mau ikut besok" tanya Tiara, ada
harapan yang besar bagi Tiara supaya Steve
setuju, selain sebagai partner dia juga tak ingin
di gangu oleh pria lain terutama Santoso
seorang pengusaha tambang batu bara yang
sering mendekatinya, dia muak dengan Santoso
ini
"Baik Tiara saya bersedia ikut, biar nanti saya
yang jemput dan kita satu mobil saja " bukan
hanya Tiara yang senang Steve juga merasa
senang karena selain bisa berdekatan dengan
Tiara dia juga bisa mengenal pengusaha besar
di Jakarta untung untung bisa saling
berkerjasama, dia punya uang dan yang dia
butuhkan adalah jaringan dan partner
"Steve dalam waktu dekat ini kamu memiliki
tugas, dokumen tentang tugas itu akan di antar
oleh kurir dan tolong di pelajari, ini sangat
penting dan berkaitan dengan pertahanan
nasional" ujar pak Handoko
Baik pak saya siap menerima tugas, semoga
tidak mengecawakan bapak " Steve sendiri
sedikit berdebar debar karena ini permulaan dia
mendapat tugas
"Sedikit merepotkan, tugas kamu nanti
mengawal salah satu ilmuwan yang datang dari
luar negri, menjaga keamanan dia dari
pembunuh bayaran dan pasukan asing
Handoko sendiri sebenarnya tidak mau melepas
tugas ini karena resikonyo cukup berat, tapi
laporan yang dia terima dari badan inteligen,
mengatakan Steve mampu berkomunikasi
dalam berbagai bahasa asing serta memiliki
pengendalian diri serta tidak mencolok sebagai
__ADS_1
pasukan SSS, mana ada pria yang tampan dan
menawan terlihat sebagai pasukan rahasia.
Setelah makan malam dan berbincang Steve
pamit pulang ke rumah, dia mengendarai
lambhorgini dengan pelan dan tidak terburu
buru, menikmati angin yang lembut sambil
membakar sebatang rokok
wusshhhh...
Dua mobil sport berpacu melewati mobilnya di
samping kiri dan kanan membuat Steve kaget
sampai rokoknya sendiri terlepas dan
membakar celananya.
" Dam..." makinya dengan marah
"Sunguh keterlaluan memotong dari sebelah
kiri, coba kalau terjadi tabrakan, gimana nasib
kedua adik gw " dengan kesal Steve memacu
lamborghininya jangan di tanya keahlian Steve
untuk mengendarai mobil, dia memiliki
segudang keahlian yang diberikan oleh sistem
Lambhorgini melesat dengan cepat, hanya
bayangan perak yang dilihat oleh pengemudi
lain ketika Steve memotong mobil mereka satu
persatu
Dari kejauhan seratus meter Steve bisa melihat
lambhorgini dan ferari saling melesat bagai
peluru di jalan raya.
Dengan menekan secara berkala dan
memainkan gigi Steve masuk ke tengah
diantara dua mobil dan menunjukan jari tengah
nya.
Terus memacu mobil dengan kencang dan
menghilang, pengendara lambo dan ferari
merasa marah dengan sikap Steve yang masuk
ke tengah pacuan dan menunjuk satu jari tengah
" Kurang ajar pemuda itu menyetir sembarangan
disaat pacuan sedang berlangsung" maki
Santoso menghubungi lawan main lewar mick di
telinganya.
"ayo kita kejar dan hajar bajingan bajingan kecil
itu" jawab temannya sambil memacu lambo
lebih cepat, dan Santoso juga memacu ferarinya
dengan kecepatan maksimal menerob0s semua
lampu merah
Walau sudah berpacu secara makasimal lambo
perak Steve tidak lagi terlihat, mereka
kebingunan apakah lambo itu sembunyi dan
__ADS_1
berhenti di satu tempat atau bagaimana, ngga
mungkin bisa menghilang begitu saja, apalagi
sesama mobil sport mereka tau kekuatan dan
kecepatan mobil mereka.
'Brengsek, coba saja nanti kalau ketemu
Jakarta ini ngga luas, kalau ketemu rasakan
nanti " maki Santoso sambil menghubungi klub
sport mereka dan menceritakan masalah
Sementara Steve sendiri sudah sampai di
rumah, dia perlu lebih mengolah potensi
kekuatan tubuhnya untuk tugas pertama yang
akan dia terima.
Didalam kamar dia berkultivasi sampai pagi,
tidak ada rasa lelah yang ada rasa segar dan
penuh fitalitas
Tok tok
Selesai sarapan dia kedatangan tamu dua orang
militer yang menyerahkan dokumen
'Salam hormat sersan mayor ini tugas dan
dokumen dari jendral untuk anda" Dua pasukan
militer memberikan hormat militer dan
menyerahkan dokumen kepada Steve.
" Baik terima kasih dan balik ke kantor" perintah
Steve dengan wibawa
Siap perintah sersan mayor" Setelah salam
hormat kedua pasukan militer itu meningalkan
Steve, Steve melihat kop sampul dokumen itu
dengan keterangan rahasia khusus negara.
Steve bergegas ke kamarnya dan membuka
dokumen, di dokumen dia menemukan foto
seorang gadis cantik yang memakai baju
ilmuwan berikut dengan biodata, keahlian, tugas
dan no kontak.
Setelah membaca dan menyimpan semua
dalam memori otaknya Steve kemudia
membakar dokumen, karena memang begitu
perintahnya, dokumen tidak boleh disimpan baik
dirumah atau brangkas sekalipun karena ini
adalah rahasia negara dan tidak boleh jatuh ke
tangan musuh.
Dia mencoba mengirim pesan pada nomor itu
dengan menulis SSS steve 05
Sementara menungu balasan Steve bersiap siap
menjemput Tiara, pergi ke acara pertemuan
pengusaha besar Jakarta di hotel Hilton.
Agar tidak malu maluin dia memilih baju kemeja dan jas yang satu warna dengan celana yang dia pakai, terlihat begitu tampan dan kontras kemeja putih, jas berwarna biru dan celana dasar warna biru, dia puas dengan penampilannya
__ADS_1