
Setelah bersepakat mereka pergi menuju
gundukan batu yang menumpuk, Steve berjalan
mengelilingi batu batu yang menumpuk, setelah
beberapa saat Steve menunjuk untuk membeli
sepuluh gengam batu dari tiga puluh tumpukan
batu yang terlihat.
Jhonson meminta Kubulai melakukan
pengawalan ketempat dia biasa membelah batu,
dia tidak inggin dicegat suku lain, sangat
beresiko tanpa dikawal, ini mancuria bung!
Tentu Kubulai setuju dan mengawal Steve serta
jhonson ketujuan, setelah sampai dengan aman
batu diturunkan dan siap untuk dipotong
Steve memilih beberapa batu dan menyuruh
jhonson membuang sisanya, batu yang dipilih
oleh Steve berjumlah dua puluh batu dengan
ukuran sebesar bola basket
Total uang yang dihabiskan oleh jhonson kurang
lebih dua milyar rupiah dan untuk pengawalan
dia mengeluarkan uang sejumlah lima puluh
juta, dia berharap pilihan yang dibuat Steve
memberikan keuntungan besar bagi dirinya.
Steve menandai dan melingkari batu yang
hendak di potong, dia meminta pemotong untuk
memotong bagian luar jangan sampai terkena
bagian dalam
Batu segera dipotong sesuai permintaan Steve,
keluar semburat warna hijau di batu pertama,
warna merah darah di batu kedua dan juga
begitu juga dengan batu lainnya.
Terdapat jamrud, giok, safir, blue safir dan jade,
utuh semua hampir sebesar bola basket, bukan
hanya jhonson yang hampir pingsan tukang
potong batu juga hampir pingsan melihat
keberuntungan yang luar biasa iniJika ditotal maka harga batu sesuai pasaran jual
mencapai satu milyar dollar setara dengan
empat belas triliun rupiah. Jhonson sampai
__ADS_1
melompat kegirangan memeluk Steve
" Steve anda luar biasa!!! Steve melihat jhonson
dengan tatapan jijik, peluk peluk emang gw
hemong gumamnya cemberut
Jhonson harus membagi keuntungannya,
setelah dikurangi semua pembiayan jhonson
mentransfer uang sejumlah enam triliun untuk
Steve serta menanda tagani kerjasama
membuka cabang penjualan batu mulia di
Jakarta yang akan di kelola secara penuh oleh
perusahaan Steve.
Tugas jhonson hanya mengirimkan barang
secara rutin yang akan dibeli oleh Steve dengan
harga di bawah pasar. Untuk kesepakatan ini
Steve memberikan deposit kepada jhonson
sebesar lima ratus milyar rupiah
Sebenarnya jhonson sangat bersukur berteman
dengan Steve, jhonson menilai Steve orang yang
baik dan tidak neko neko, terkadang banyak juga
orang yang punya sedikit keahlian tapi banyak
Steve kembali ke Jakarta dan segera menemui
Tiara di kantor, dia mau membahas tentang
perusahaan sekuritas dan perusahaan
penjualan barang berharga.
Sesampai di perusahaan terjadi sedikit kesalah
pahaman dia dihadang oleh satpam, satpam
meminta identitas dirinya dan bertanya ada
keperluan apa
Dengan heran dan bingung Steve berkata bahwa
dia owner dan penmilik perusahaan, Steve
menilai mungkin saja satpam ini orang baru dan
tidak mengenal dirinya, apalagi dia juga jarang
datang ke perusahaan.
Satpam tertawa dan mengejek Steve
"kakek saya komisaris di perusahaan ini" ledek
satpam yang membuat Steve semakin murka,
bayangin aja dia diperlakukan oleh orang seperti
__ADS_1
ini, dia yang punya perusahaan dan dia yang
punya uang tapi direndahkan oleh orang yang
dibayar dari uangnya.Dengan hati yang kesal Steve menghubungi
Tiara dan jannet, dia mau semua eksekutif
perusahaan turun dan datang menjemputnya,
dia menyalahkan bagian SDM yang tidak becus
merekrut pekerja, minimal etika dan sopan
santun jadi hal utama
Tiara yang mendengar Steve diperlakukan
demikian panik dan segera mengumpulkan
eksekutif dan turun ke bawah, dia melihat Steve
sedang kesal serta marah pada satpam yang
lagi mentertawakannya.
Tiara dan para eksekutif pucat pasi melihat
keadaan yang terjadi
"Selamat siang bos."
Selamat datang bos"
Pangilan yang dilakukan oleh Tiara dan para
eksekutif membuat satpam menjadi terdiam, dia
tidak menyangka pemuda ini bos yang
sebenarnya.
"Mulai saat ini gantung foto saya di semua
perusahaan dan pecat satpam yang tidak punya
etika serta kepala personalia ," perintah Steve
kepada Tiara
Satpam dan kepala personalia ketakutan,
memang satpam ini masih keponakan dari
kepala personalia, dia masuk melalui jalur
khusus, mereka menangis dan memohon
kepada Steve jangan diberhentikan
Mereka tahu bahwa gaji di perusahaan Steve ini
sangat besar dan potensi untuk maju sangat
tinggi, dimana lagi mereka akan mendapat
pekerjaan dengan gaji yang tinggi
Tanpa menghiraukan kedua orang itu Steve
masuk ke kantor yang diringi oleh semua
eksekutif, bagi Steve jika anda masuk ke rumah
__ADS_1
orang lain maka kenali dulu pemiliknya.