SISTEM

SISTEM
CHAPTER 40


__ADS_3

Setelah bersepakat mereka pergi menuju


gundukan batu yang menumpuk, Steve berjalan


mengelilingi batu batu yang menumpuk, setelah


beberapa saat Steve menunjuk untuk membeli


sepuluh gengam batu dari tiga puluh tumpukan


batu yang terlihat.


Jhonson meminta Kubulai melakukan


pengawalan ketempat dia biasa membelah batu,


dia tidak inggin dicegat suku lain, sangat


beresiko tanpa dikawal, ini mancuria bung!


Tentu Kubulai setuju dan mengawal Steve serta


jhonson ketujuan, setelah sampai dengan aman


batu diturunkan dan siap untuk dipotong


Steve memilih beberapa batu dan menyuruh


jhonson membuang sisanya, batu yang dipilih


oleh Steve berjumlah dua puluh batu dengan


ukuran sebesar bola basket


Total uang yang dihabiskan oleh jhonson kurang


lebih dua milyar rupiah dan untuk pengawalan


dia mengeluarkan uang sejumlah lima puluh


juta, dia berharap pilihan yang dibuat Steve


memberikan keuntungan besar bagi dirinya.


Steve menandai dan melingkari batu yang


hendak di potong, dia meminta pemotong untuk


memotong bagian luar jangan sampai terkena


bagian dalam


Batu segera dipotong sesuai permintaan Steve,


keluar semburat warna hijau di batu pertama,


warna merah darah di batu kedua dan juga


begitu juga dengan batu lainnya.


Terdapat jamrud, giok, safir, blue safir dan jade,


utuh semua hampir sebesar bola basket, bukan


hanya jhonson yang hampir pingsan tukang


potong batu juga hampir pingsan melihat


keberuntungan yang luar biasa iniJika ditotal maka harga batu sesuai pasaran jual


mencapai satu milyar dollar setara dengan


empat belas triliun rupiah. Jhonson sampai

__ADS_1


melompat kegirangan memeluk Steve


" Steve anda luar biasa!!! Steve melihat jhonson


dengan tatapan jijik, peluk peluk emang gw


hemong gumamnya cemberut


Jhonson harus membagi keuntungannya,


setelah dikurangi semua pembiayan jhonson


mentransfer uang sejumlah enam triliun untuk


Steve serta menanda tagani kerjasama


membuka cabang penjualan batu mulia di


Jakarta yang akan di kelola secara penuh oleh


perusahaan Steve.


Tugas jhonson hanya mengirimkan barang


secara rutin yang akan dibeli oleh Steve dengan


harga di bawah pasar. Untuk kesepakatan ini


Steve memberikan deposit kepada jhonson


sebesar lima ratus milyar rupiah


Sebenarnya jhonson sangat bersukur berteman


dengan Steve, jhonson menilai Steve orang yang


baik dan tidak neko neko, terkadang banyak juga


orang yang punya sedikit keahlian tapi banyak


Steve kembali ke Jakarta dan segera menemui


Tiara di kantor, dia mau membahas tentang


perusahaan sekuritas dan perusahaan


penjualan barang berharga.


Sesampai di perusahaan terjadi sedikit kesalah


pahaman dia dihadang oleh satpam, satpam


meminta identitas dirinya dan bertanya ada


keperluan apa


Dengan heran dan bingung Steve berkata bahwa


dia owner dan penmilik perusahaan, Steve


menilai mungkin saja satpam ini orang baru dan


tidak mengenal dirinya, apalagi dia juga jarang


datang ke perusahaan.


Satpam tertawa dan mengejek Steve


"kakek saya komisaris di perusahaan ini" ledek


satpam yang membuat Steve semakin murka,


bayangin aja dia diperlakukan oleh orang seperti

__ADS_1


ini, dia yang punya perusahaan dan dia yang


punya uang tapi direndahkan oleh orang yang


dibayar dari uangnya.Dengan hati yang kesal Steve menghubungi


Tiara dan jannet, dia mau semua eksekutif


perusahaan turun dan datang menjemputnya,


dia menyalahkan bagian SDM yang tidak becus


merekrut pekerja, minimal etika dan sopan


santun jadi hal utama


Tiara yang mendengar Steve diperlakukan


demikian panik dan segera mengumpulkan


eksekutif dan turun ke bawah, dia melihat Steve


sedang kesal serta marah pada satpam yang


lagi mentertawakannya.


Tiara dan para eksekutif pucat pasi melihat


keadaan yang terjadi


"Selamat siang bos."


Selamat datang bos"


Pangilan yang dilakukan oleh Tiara dan para


eksekutif membuat satpam menjadi terdiam, dia


tidak menyangka pemuda ini bos yang


sebenarnya.


"Mulai saat ini gantung foto saya di semua


perusahaan dan pecat satpam yang tidak punya


etika serta kepala personalia ," perintah Steve


kepada Tiara


Satpam dan kepala personalia ketakutan,


memang satpam ini masih keponakan dari


kepala personalia, dia masuk melalui jalur


khusus, mereka menangis dan memohon


kepada Steve jangan diberhentikan


Mereka tahu bahwa gaji di perusahaan Steve ini


sangat besar dan potensi untuk maju sangat


tinggi, dimana lagi mereka akan mendapat


pekerjaan dengan gaji yang tinggi


Tanpa menghiraukan kedua orang itu Steve


masuk ke kantor yang diringi oleh semua


eksekutif, bagi Steve jika anda masuk ke rumah

__ADS_1


orang lain maka kenali dulu pemiliknya.


__ADS_2