SISTEM

SISTEM
CHAPTER 32


__ADS_3

Ponsel di tangan Steve bergetar, dia melihat


pesan masuk dari nomor yang dia kirim dan


berisi tulisan


Ok


singkat, padat tetapi ngga jelas, bagaimana dia


harus menemukannya, apakah dia menghubungi


saja ilmuwan ini, ah nantilah pikirnya yang


paling penting sekarang menemani Tiara.


Mengendarai lambhorgini, Steve datang


menjemput Tiara, terlihat cantik dan menawan


dengan gaun berwarna biru serasi dengan jas


yang Steve pakai saat ini


Rambut tergerai dengan indahnya, hidung bangir


dan kulit yang putih seperti model international,


pembawaan sedikit dingin dan wangi parfum


yang lembut klop lah sudah. Dimana lagi mau di


cari gadis seperti ini.


Dengan sopan meminta izin membawa Tiara,


Pak handoko tersenyum simpul sambil berhayal


akan punya cucu secepatnya, kalau perempuan


pasti cantik seperti anak gadisnya dan kalau


pria pasti tampan seperti Steve.


Steve melebarkan tangannya, Tiara mengerti


bahwa ini isyarat agar dia mengandeng tangan


Steve, membuka pintu mobil untuk Tiara dan


menutupnya Steve masuk ke dalam mobil


Tiara sangat terkesan dengan cara Steve


memperlakukannya, mau cari yang gimana lagi,


gantleman, ganteng jangan di tanya, cerdas,


kaya dan punya banyak kemampuan yang paling


penting tidak genit dan nakal.


Steve membawa mobil dengan konsentrasi


berusaha mencari bahan apa yang mau di


bincangkan sama Tiara, maklun saja selama ini

__ADS_1


dia hanya bergaul dengan perempuan dengan


adiknya saja


Tiara juga seorang introvet yang jarang bergaul


dengan pria, dia seorang pekerja keras, dia takut


Steve menjadi bosan dan berusaha memikirkan


bahan buat obrolan


"Tiara.Steve.


Secara bersamaan mereka memangil satu sama


lain, mereka saling pandang dan tertawa, Steve


tersenyum dengan menawan, membuat hati


Tiara terkenyot kenyot


" Lady first" pinta Steve mencoba


mementingkan Tiara terlebih dahulu


Tiara tersipu ketika dengan beraninya Steve


mengengam tanganya sedang satu lagi


menyetir mobil, tidak ada penolakan dari Tiara


bahkan dia juga ikut mengengam tangan Steve


Semoga Steve nanti suka ya berada disana "


" Kalau bersama Tiara kemanapun pergi Steve


suka kok " goda Steve dengan mengedipkan


sebelah matanya, Tiara memukul kecil pundak


Steve. Dia merasa bahagia malam ini.


Sesampai di loby hotel, Steve berhenti dan


bergegas turun membuka pintu untuk Tiara dan


menyerahkan kunci mobil pada pelayan hotel,


biar pegawai hotel saja yang memarkirkan


mobil, padahal sejatinya pegawai itu sendiri


sudah gemetaran ketika melihat mobil yang dia


harus parkirkan lambhorgini.


Mengandeng tangan Steve, Tiara dengan


percaya diri masuk keruangan, sudah banyak


tamu yang datang dan beberapa mengenal Tiara


" Wah tumben nih Tiara" goda sahabat yang dia


kenal, mereka tahu Tiara manager yang dingin

__ADS_1


dan kaku sama pria, tapi saat ini semua


terbantahkan


Tidak ada wajah dingin yang kaku, yang ada


wajah yang ceria dan mata yang penuh


kelembutan. Tampan sekali pemuda ini


makanya hati yang si ratu es hatinya mencair


begitu dugaan teman teman tiara.


Setelah mendapatkan meja dan duduk di kursi


ponsel Steve berdering, karena suara di dalam


ribut Steve meminta izin menerima pangilan


telpon


" Tiara sebentar saya terima dulu pangilan


telpon ini " sentuh menyentuh tangan Tiara


" baik Steve silahkan"


Sesampai di dekat toilet Steve menerima telpon


yang ternyata berasal dari jannet


" hallo jannet apa khabar?"


"baik Steve, saya masih di macau ibu juga


sudah pulih, Steve apakah membutuhka tenaga


saya di Indonesia? " tanya jannet penuh harap


Setelah berpikir sejenak dan memang Steve


membutuhkan seorang sekretaris, dia


menjawab


" Tepat sekali jannet silahkan datang ke


Indonesia kebetulan saya memanf lagi butuh


seorang sekretaris saat ini


Jannet merasa sangat senang hampir tiap hari


setelah berpisah dengan Steve dia


memikirkannya, ketampanannya, kebaikannya


dan rendah hatinya yang susah untuk dilupakan


"ya sudah Steve jika jangan lupa tungu di bandara ya


"Sep jannet jangan khawatir, oh ya apa perlu


saya kirim uang buat tiket dan akomodasi


jannet" Steve takut jannet lagi kekurangan uang

__ADS_1


__ADS_2