![Sistem Kecantikan [Pendamping]](https://asset.asean.biz.id/sistem-kecantikan--pendamping-.webp)
Lou Yan kemudian beralih ke hadiah kedua dari misi khusus.
Suara puteri duyung?
Judul ini bahkan lebih aneh.
Lou Yan dengan heran memandang deskripsi yang dijelaskan oleh sistem. Sangat terkejut.
[ Suara Puteri Duyung.
Suara puteri duyung memiliki kemampuan hipnotis dan mampu mengendalikan semua orang disekitarnya. Suaranya sangat indah dan lembut sehingga mampu membuat siapapun akan merasa mereka di berada di tempat yang mereka impikan.
Bahkan suara puteri duyung dikenal dengan sebutan nyanyian surgawi, karena suara mereka yang tidak seperti manusia, melainkan makhluk didunia lain.
Selama tuan rumah menggunakan keterampilan suara puteri duyung, tuan rumah akan memiliki kemampuan menyanyi yang luarbiasa indah, mampu membuat para penonton merasakan setiap emosi dalam lirik lagu yang dinyanyikan.
Juga membuat mereka mengagumi tuan rumah dalam lubuk hati mereka. Tuan rumah juga mendapatkan beberapa kesempatan untuk mengendalikan seseorang melalui suara tuan rumah. ]
"Sial, mengendalikan orang dengan hanya suara? Keterampilan ini terlalu menakutkan bukan?" Lou Yan memiliki ekspresi yang rumit.
Namun dalam hati dia merasa sangat senang.
Ini memang bukan pertama kalinya dia mendapat keterampilan, namun keterampilan kali ini sangat kuat sehingga dia mau tidak mau merasa sangat luarbiasa.
Xiao Yan...
Xiao Yan...!
Suara panggilan seseorang yang familiar membangunkan Lou Yan yang tengah linglung.
Dia menyadari bahwa ayahnya tengah memanggil nya.
Lou Yan buru-buru merapikan dirinya, dia keluar dengan ekspresi bingung.
Melihat ayahnya berdiri didepan pintu kamar mandi, mata Lou Yan berkedip dengan rasa bersalah.
"Ayah, kenapa kamu berdiri disini?" Dia memiringkan kepalanya dengan bingung.
Lou Jian yang sedari tadi merasa cemas karena tidak melihat puteranya keluar dari kamar mandi akhirnya merasa lega.
Menghadapi pertanyaan puteranya dia hanya tersenyum ringan.
"Kamu ini membuat ayah merasa sangat cemas, lihatlah berapa lama kamu berada didalam, 10 menit! Ayah hampir berpikir kamu kenapa-napa." Lou Jian memeluk puteranya dengan tenang.
"Ahh..." Lou Yan menggaruk kepalanya dengan senyum kecut.
"Maaf ayah, perut Yan Yan tadi sedikit sakit, tapi sekarang sudah tidak apa-apa. Apakah kita akan berangkat sekarang ayah?"
Untungnya kamar mandi memiliki kedap suara yang bagus. Pikir Lou Yan lega.
Karena dia lupa menyalakan keran dikamar mandi tadi, siapa tahu jika ayahnya curiga dengan apa yang dia lakukan didalam.
Setelah dia dan ayahnya membereskan beberapa barang yang tertinggal, selusin pengawal yang tinggi dan kekar datang untuk membawa semua barang-barangnya.
Lou Yan dan Lou Jian masuk kedalam mobil Roll-Royce diparkir. Selusin mobil mewah lainnya mengikuti dibelakang dan mereka mengemudi menuruni gunung.
Didalam mobil Lou Yan tiba-tiba teringat dengan dua mobil yang dihadiahkan oleh sistem.
Kalau tidak salah itu Lamborghini Poison dan Roll-Royce Phantom kan??
"Saudara Wen Li, bisakah kamu nanti membawa dua mobil Lamborghini Poison dan Roll-Royce Phantom di garasi menuju Ibukota? Tempatkan saja dua mobil itu di Villa ku." Lou Yan berkata pada seorang pria imut yang duduk di depannya, lebih tepatnya di co pilot.
Apa yang dikatakan Lou Yan menarik perhatian ayahnya, Lou Jian.
"Xiao Yan, kapan kamu beli mobil? Ayah bahkan tidak tahu kamu keluar dari Mansion." Dia menatap puteranya dengan heran.
Dia belum pernah melihat puteranya keluar dari area Mansion Lou, paling-paling setiap pagi dia akan melihat puteranya berlari kecil mengelilingi taman bunga yang cukup besar.
Lou Yan membeku, dia benar-benar lupa tentang masalah dua mobil yang asalnya tidak diketahui ini.
Sistem hanya mengatakan mobil itu berada di garasi. Namun tidak mengatakan kapan mobil itu dikirim, seharusnya dua mobil itu mungkin keluar dari udara tipis kan?
Lalu apa yang akan dia katakan pada ayahnya?
Mata Lou Yan berkedip dengan cahaya aneh.
Lalu kemudian dia tersenyum polos dan tak bersalah.
"Ayah, kamu tahu Ah Jin sangat menyukai mobil balap kan. Dua mobil ini diberikan Ah Jin padaku karena dia takut aku akan kepanasan di Ibukota nanti, karena itulah aku berpikir sangat bagus jika dua mobil hadiah Ah Jin disimpan di Villa gunung Ibukota nanti. Ini pertama kalinya Ah Jin memberikan aku hadiah." Dia berkata dengan mata yang murni dan senang.
Seolah-olah dia tersentuh dengan apa yang dilakukan adiknya.
Lou Jian langsung mengerti.
Dia tidak terlalu banyak berpikir, anaknya yang ketiga itu memang sangat suka balap mobil liar, reputasinya di kota S juga terkenal karena kenakalannya. Jadi itu tidak mengejutkan Lou Jin ini mendapatkan dua mobil yang mahal dan mewah, Lou Jian langsung berhenti memikirkannya.
Hanya mendengar nama Lou Jin membuat dia merasa sakit kepala.
Anak ketiga hanyalah seorang preman sekolah yang bersertifikat.
Dia malas membahas putera ketiganya.
Pria imut yang dipanggil saudara Wen Li adalah asisten yang dipekerjakan oleh ayah Lou Yan untuk mengurus keperluannya di Ibukota nanti. Dia pria yang antusias dan mudah bergaul, cukup baik untuk dijadikan teman bermain.
Wen Li berbalik dengan penasaran.
"Tuan muda, apa benar itu adalah mobil Lamborghini Poison dan Roll-Royce Phantom?! Dua mobil itu sangat mahal!" Ucapnya dengan mata terbelalak.
"Benarkah?" Melihat ekspresi asisten kecilnya yang sangat terkejut membuat Lou Yan menjadi tertarik.
Dia mengira hanya untuk dua mobil sport Lou Yan tidak akan terlalu bersemangat, karena dia tahu bahwa ini hanyalah permulaan. Dimasa depan dia akan mendapat banyak hal yang lebih baik dari dua mobil itu.
Namun harus ia akui bahwa jiwa seorang lelaki dewasa dalam tubuhnya meronta untuk mengemudikan mobil sport yang keren dan memamerkannya didepan semua orang.
Bagaimanapun sebagai orang miskin ingin tampil mewah jika ada kesempatan bukan hal berlebihan kan?
"Tentu saja!" Wen Li dengan antusias menjelaskan.
"Lamborghini Poison merupakan mobil sport edisi terbatas global yang dikeluarkan oleh salah satu perusahaan mobil ternama yaitu Volkswagen. Dengan harga 90 juta dan hitungan pajak sendiri akan memakan lebih dari 100 juta."
"Mobil ini memiliki kecepatan maksimum mencapai 348,5 kilometer per jam yang sungguh menakutkan. Memiliki output 750 tenaga kuda dan akselerasi dari 100 kilometer hanya dalam 2,8 detik!"
"Dikatakan bahkan jika anda punya uang, anda belum tentu anda bisa membelinya, karena dibutuhkan jaringan yang besar atau kenalan dari perusahaan sendiri yang bisa membeli mobil ini."
Kemudian matanya bersinar.
"Tuan muda, anda luarbiasa untuk bisa mendapatkan mobil Lamborghini Poison ini."
Walaupun Wen Li belum pernah melihat mobil Lamborghini milik tuan mudanya, namun dia sudah membayangkan betapa menakjubkan penampilan mobil impian banyak orang ini.
Lou Yan yang mendengar penjelasan asistennya juga sangat terkejut.
Lou Jian disisi lain mengangkat aslinya setelah mendengar percakapan mereka.
Walaupun 90 juta hanyalah uang receh untuknya yang seorang kepala keluarga Lou. Namun mendengar anaknya mendapatkan mobil mewah seperti itu masih membuatnya sedikit curiga.
Bahkan untuk anak orang kaya, mustahil ada anak yang akan menggunakan mobil semahal itu untuk taruhan.
Lou Yan melihat ayahnya mulai curiga asal dari mobil sport miliknya, wajahnya sedikit tegang.
"Ah, lalu ada juga Roll-Royce Phantom!"
Wen Li kembali antusias.
"Tuan muda, apakah kamu tahu—"
Sebelum Wen Li selesai menjelaskan tentang mobil kedua, Lou Yan langsung menyela dengan suara lembut dan imut.
"Saudara Wen Li, kupikir kamu melupakan sesuatu. Apakah kamu telah menyiapkan pakaian sekolahku?" Dia memiringkan kepalanya dan meliriknya curiga.
Wen Li tiba-tiba terdiam, dia dengan cepat mengeluarkan ponselnya dan kembali berurusan dengan pakaian sekolah yang belum selesai dibuat dari pihak sana.
Mata Lou Yan berkedip.
"Ayah, jika Yan Yan tidak bisa pulang diakhir bulan, ayah akan pergi ke Ibukota untuk menjenguk Yan Yan oke?"
__ADS_1
Lou Jian pikirannya teralihkan oleh perkataan puteranya.
"Apakah Yan Yan tidak bisa pulang?" Lou Jian mengeryit dan bertanya dengan lembut.
"Uh, Yan Yan juga tidak tahu. Tapi... Yan Yan ingin ayah menjenguk Yan Yan. Tidak bisakah..." Lou Yan memperlihatkan matanya yang besar dengan sedikit air mata di sudut matanya. Penuh permohonan dan harapan.
Lou Jian tidak bisa menolak putera kesayangannya. Jadi dia setuju tanpa ragu.
Setelah selusin mobil sampai di bandara pribadi milik keluarga Lou, dimana disana terdapat begitu banyak kendaraan udara seperti pesawat pribadi, helikopter, dan jet yang semuanya tampak mewah dan mahal.
Lou Yan dipegang oleh ayahnya, dibelakangnya banyak orang mengikuti.
Mereka semua yang mengikuti adalah para pelayan, pengawal elit dan veteran dari keluarga Lou.
Mereka semua yang akan dibawa oleh Lou Yan ke Ibukota untuk mengurusnya dan melindunginya.
Di belakang Lou Yan ada Wen Li yang menjadi asistennya, dia memiliki tinggi 173 cm dengan wajah imut dan tampak penuh semangat, padahal umurnya sudah 25 tahun.
Disampingnya seorang pria berkulit kuning dengan tubuh kekar dan tingginya mencapai 197 cm adalah penjaga elit yang dibesarkan langsung oleh keluarga Lou untuk menjadi Guardian.
Dia masuk ke 100 besar Shadow Guard diantara ribuan penjaga keluarga Lou.
Memiliki kemampuan bertarung yang kuat setara 30 orang biasa, kemampuan menembak, dan berbagai teknik seni beladiri lainnya.
Namanya Gumo dan kodenya adalah No.47 Shadow Guard, berasal dari negara kepulauan yang terkenal fisiknya yang kuat karena tinggal di laut.
Dibelakangnya seorang pria tampan khas eropa dengan rambut pirang panjang yang dikepang dan dilampirkan bahu kirinya. Matanya yang berwarna ungu nampak sangat indah dan dia memakai pakaian putih khas dokter, kepribadiannya lembut dan elegan.
Itu tidak lain merupakan Dr.Michel Nicholas.
Dokter pribadi Lou Yan.
Disebelah Dr. Michel merupakan seorang pria tampan dengan kacamata emas yang mewah, dia mengenakan stelan jas putih yang tampak elegan, membuatnya lebih menawan dan bersih.
Matanya menutup dan dia berjalan tanpa tergesa-gesa, walaupun begitu dia nampak seperti mengetahui semua jalan yang ia lewati tanpa membuka matanya.
Anting putih sangat panjang dan dijepit sisi kiri jas didadanya.
Seluruh orang memancarkan aura yang sangat kuat sehingga bahkan Lou Jian sang kepala keluarga Lou masih jauh dibelakangnya.
Orang itu memiliki aura yang sama menakutkannya dengan tuan pertama keluarga Lou, Lou Qiunchang.
Semua orang memanggilnya Tn.Ennma.
Dia akan menjadi kepala pelayan di Villa baru Lou Yan.
Memang kedengarannya sangat aneh, karena orang ini memiliki aura yang begitu kuat seperti gunung yang sombong namun malah menjadi kepala pelayan.
Bahkan Lou Yan juga meragukannya.
Pasalnya ayahnya memperlakukan orang ini dengan sopan, bahkan dia juga melihat kekaguman yang dipancarkan oleh mata ayahnya walau dia berusaha menyembunyikannya dengan sikap dingin.
Pasti ada rahasia yang tidak dia ketahui.
Kita akan membahasnya nanti.
Kemudian selusin pelayan, pengawal, koki dan bawahan lainnya mengikuti dengan sikap tenang.
Mereka memasuki salah satu pesawat terbesar dan nampak mewah.
Lagi-lagi Lou Yan mengagumi keluarga Lou yang luarbiasa kaya.
Pesawat itu mulai terbang menuju langit tanpa batas.
.....
Sebuah taman bunga pribadi yang luas dengan berbagai warna bunga yang berbeda, ada bunga matahari, bunga sepatu, bunga mawar, bunga melati dan lainnya. Mereka bergoyang ketika angin lembut menyapu mereka.
Disebuah bangku taman seorang pria yang tampak kurus dengan mengenakan pakaian China modern memegang sebuah kuas ditangannya.
Didepannya sebuah lukisan seorang wanita paruh baya duduk diatas batu besar memegang bunga menghadap bulan perak dimalam yang dingin.
Ada kesedihan diantara alisnya.
Kolam yang menampung batu besar dibawahnya memantulkan sinar bulan membuatnya lebih indah.
Membuat orang yang melihatnya merasakan emosi dan kata-kata yang tak terucapkan. Membawa kesedihan yang dialami wanita paruh baya yang nampak cantik tersebut.
"Tuan muda."
Suara dingin tanpa emosi datang dari belakang punggung pria yang tampak kurus.
Pria yang melukis itu tidak berhenti walau seseorang memanggilnya. Tangannya yang putih dan indah mulai melambai dengan kuas yang terjepit diantara jarinya yang ramping. Dia sepertinya tenggelam dalam hobi melukis yang sangat diminatinya.
"Tuan besar telah kembali ke China, sekarang beliau akan tinggal di Mansion utama. Beliau menyuruh pelayan yang rendah ini untuk memanggil Tuan muda agar tuan muda kembali ke Mansion utama."
Kuas itu berhenti sejenak, kemudian dia mulai melukis kembali.
Suara lembut itu terdengar di taman yang sepi itu.
"...Baiklah, kamu bisa pergi." Dia dengan tidak tergesa-gesa mulai kembali ke dunianya sendiri.
Dibelakangnya seorang pria tinggi dan kurus mengenakan jas hitam dan kacamata hitam. Mengeluarkan aura membunuh yang kuat.
"...."
Dia terdiam mendengar jawaban tuan mudanya.
Dari awal hingga akhir, kepalanya menunduk, seperti seorang pelayan yang saleh dan menghormati atasannya.
"...."
"Tuan muda, tuan besar juga mengatakan bahwa akan ada murid baru disekolah ini. Beliau menyuruh tuan muda untuk memulai pertemanan dengan murid baru ini. Dikatakan oleh tuan besar murid baru itu memilik latarbelakang yang sangat kuat. Sepertinya berasal dari keluarga Phantaminum."
Ketika pria yang memakai kacamata hitam itu menyebut kata akhir, itu terdengar sangat lirih, namun orang yang memegang kuas dan disebut 'tuan muda' masih bisa mendengarnya.
"....."
Taman itu sunyi.
"Aku mengerti."
Suara lembut yang menenangkan itu membuat pria berkacamata lega.
"Baik tuan muda, pelayan yang rendah ini akan undur diri."
Setelah itu taman kembali sepi, menyisakan sosok kurus yang mengenakan pakaian china modern duduk dibangku taman dengan memunggungi sinar matahari yang mulai terik.
Menyisakan bayangan samar.
"Murid baru..."
Bisikan samar terdengar di taman yang sepi.
.....
Dentuman—
Suara musik dj yang keras terdengar diseluruh ruangan yang besarnya mencapai 60 meter.
Lampu berbentuk bola besar tergantung ditengah-tengah ruangan dan berkedip-kedip dengan warna yang berbeda-beda.
Dentuman—
Hentakan kaki puluhan orang yang tengah menari diruang kosong yang sekarang penuh orang-orang mabuk dan bersenang-senang.
Para wanita memakai pakaian seragam sekolah yang minim dan para pria pakaiannya terlihat acak-acakan.
Tangan mereka memegang gelas anggur dan wine berwarna hijau dan kuning, tangan satunya memegang pasangan mereka masing-masing.
Klub ini didominasi oleh para siswa nakal disekolah SMA Elite Young Lan.
Dikamar VIP no.01
Ruangan itu memiliki cahaya redup, samar-samar terlihat beberapa orang tengah duduk ditengah-tengah ruangan yang memilki beberapa bangku persegi panjang membentuk segi empat.
__ADS_1
Namun diantara beberapa orang tersebut, ada dua orang yang paling mencolok.
Orang itu tepat berada ditengah dan yang satu ada disebelah kanan kursi tengah.
Pria di tengah adalah seorang pria yang sangat tampan dengan nominal 98 poin memegang wine warna emas di gelas rampingnya. Alisnya yang tebal, rambutnya yang hitam pekat disisir kebelakang dan nampak sedikit mengkilap.
Mata hitam tajam seperti elang yang mengintai mangsanya.
Momentum tubuhnya terlihat liar dan tidak terkendali, dengan aura dingin yang terus menerus keluar seperti AC.
Dia dengan tenang menutup matanya dan menyenderkan punggungnya ke kursi.
Mengabaikan semua orang diruangan dan lebih menyendiri.
"Tuan muda Qu, kudengar kau putus dengan wanita itu? Bukankah kamu baru satu minggu pacaran dengannya, begitu bosan?" Salah satu pria yang memiliki rambut cat merah bertanya pada temannya yang ada didepannya.
Nadanya terdengar bercanda.
Qu Mian memegang seorang wanita cantik yang memakai pakaian sekolah SMA Elit Young Lan, rok wanita itu sangat minim sehingga pahanya yang putih dan indah terekspor dihadapan semua orang.
Namun bukannya malu dia malah dengan genit menggesek-gesekan pant*tnya ke benda dibawahnya yang tertutup celana. Membuat kancing didadanya terbuka dan menampilkan belahan dada yang sangat besar hingga ingin meledak.
Qu Mian melihat tindakan gadis yang menjadi kekasih barunya dengan senyum santai, dia dengan malas mengecup pipinya yang putih dan membalas ucapan temannya.
"Tidak apa-apa, wanita itu selalu menempel padaku dan bertanya kemana aku akan pergi? Menurutmu aku akan tahan? Ck, membosankan!"
Qu Mian merupakan salah satu pangeran sekolah di SMA Elite Young Lan.
Dia tidak kalah tampan dengan pria dingin yang menutup matanya tadi, yang merupakan temannya dan juga ketua tim basket sekolah, Jiang Muyi.
Qu Mian memiliki wajah tampan dan halus, dia terlihat sedikit cantik dengan mata gelap yang tajam namun malah menampilkan ekspresi menggoda.
Dia juga playboy yang terkenal di Ibukota, walau tidak sebanding dengan pangeran Long dalam latarbelakang-nya. Dia termasuk satu kamp dengan Long Yuan.
Keluarga Qu juga salah satu 10 keluarga teratas China.
"Eh, wanita itu benar-benar menyedihkan, kupikir kau memanjakannya karena menyukainya, ternyata... ck! Benar-benar barang yang dibuang seperti kain rusak." Temannya yang berambut merah menggelengkan kepalanya dengan sayang.
Wanita itu sangat cantik, sayangnya hanya menjadi mainan temannya. Siapa yang membuatnya menjadi wanita yang sombong?
Pria berambut merah mendesah pelan.
"Hm! Wanita itu sangat tidak tahu diri. Tuan muda Qu sudah dengan sabar memanjakannya dan memberikan apa yang dia inginkan, namun wanita itu malah dengan berani mengurusi urusan tuan muda Qu. Bukankah wanita itu terlalu lancang?! Memang pantas tuan muda Qu mengabaikannya!"
Wanita dipangkuan Qu Mian pura-pura marah dan dia dengan genit menggosok-gosokkan kepalanya pada dada bidang Qu Mian.
Seperti kucing yang meminta dibelai.
Qu Mian tersenyum malas, dengan lembut dan 'penuh kasih' mengelus kepala wanita dipangkuannya yang berstatus 'pacar'. Dia dengan tajam melirik pria berambut merah, menyuruhnya untuk tidak membahas perihal masalah ini.
Dia benar-benar bosan mendengarnya.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu membuat semua orang dalam ruangan menoleh. Kecuali Jiang Muyi yang menutup matanya dan Qu Mian yang masih memainkan rambut halus wanita dipangkuannya.
"Eh? Apakah kita memesan sesuatu?" Salah satu pria yang cukup tampan dengan rambut berponi bertanya heran pada temannya.
"Sepertinya tidak, anggur yang kita pesan sudah sampai dari tadi."
"Mungkin seorang wanita yang ingin menghibur kita?" Temannya yang memiliki kulit sangat putih memandang Qu Mian bercanda.
Yang lain langsung saling memandang dan tertawa keras.
"Haha... mungkin para wanita itu tidak sabar untuk mengangkat roknya didepan kita."
"Kau benar, pesona tuan muda Qu dan tuan muda Jiang terlalu kuat. Para wanita cantik disekolah kita tidak bisa menahannya walau hanya 10 menit, tidak, itu satu detik!"
"Para wanita itu pasti malu untuk masuk kesini lebih awal dan menunggu diluar untuk mencari kesempatan mendekati tuan muda Qu dan tuan muda Jiang."
"Hei, jangan terlalu berharap, kita hanya akan menjadi penonton. Lagipula para wanita itu hanya tertarik pada dua tuan muda kita. Kalian terlalu banyak berpikir." Salah satu temannya yang memiliki rambut panjang berkata dengan cemoohan.
Yang lain memutar matanya malas.
Tapi apa yang dikatakan orang ini memang benar, pesona Qu Mian dan Jiang Muyi memang sulit untuk ditolak para siswi sekolah Elit Young Lan ini.
Apalagi dari segi penampilan, bakat, dan latarbelakang semuanya sangat menonjol yang membuat mereka menjadi pangeran sekolah terbaik Ibukota ini.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu tidak berhenti membuat semua orang bertanya-tanya seberapa keras perjuangan para wanita diluar.
"Baiklah, biar aku yang membuka pintu. Tidak baik membiarkan para gadis cantik diluar menunggu terlalu lama."
Pria berambut merah berkata dengan percaya diri.
Dia berdiri dan berjalan menuju pintu.
Sebelum dia membuka pintu, dia masih berbicara pada orang dibalik pintu.
"Gadis cantik, kamu berjuang begitu lama. Tuan muda ini tidak tega melihatnya. Tanganmu pasti akan merah, biarkan tuan muda ini melayanimu hari in-"
Clek
"??????!"
"Eeehhhhhh???"
Pintu terbuka dan menampilkan seorang pria tinggi dan kekar dengan wajah dingin.
Pria itu memiliki tinggi satu meter dengan kulit hitam dan memakai pakaian tempur untuk tentara khusus membuat pria berambut merah yang tingginya hanya 178 cm merasakan tekanan kuat dari pria didepannya.
"...."
Pria berambut merah membuka mulutnya dengan tatapan tak percaya.
Seolah-olah dia telah melihat hantu dia membeku disana dan tidak dapat pulih untuk sementara.
Yang ada dalam kota ruangan tidak mendengar suara temannya.
Mereka serempak melirik kearah pintu dan melihat bayangan besar menutupi tubuh temannya.
"...."
Pria kekar dengan wajah dingin itu melewati pria berambut merah dengan mengangkat kerah bagian belakang dan menaruhnya dipinggir. Dia lewat dengan mudah.
Berhenti disamping menghadap Jiang Muyi, dia menunduk dengan sikap hormat dan berkata tegas.
"Tuan muda kedua, Jenderal meminta bawahan untuk mengatakan bahwa besok akan ada murid baru yang masuk ke sekolah ini dengan lewat jalur khusus. Jenderal meminta anda berteman dengannya dan memperlakukan murid itu dengan baik serta melindungi keselamatannya. Beliau juga mengatakan 'ini perintah'."
Jiang Muyi yang menutup matanya mulai melirik pria kekar dengan pakaian tempur itu.
Mengerutkan bibirnya dengan tatapan dingin yang mengintimidasi.
"Em." Dia hanya mendengus dan tidak mengatakan apa-apa.
Melihat respon remaja yang dingin didepannya, pria kekar tidak merasakan apa-apa, karena dia telah terbiasa.
Jiang Muyi merupakan cucu dari Jenderal Besar Jiang. Yang sekarang menjadi kepala keluarga besar Jiang, salah satu 10 keluarga teratas China dan Ibukota.
"Kalau begitu bawahan akan pergi untuk melapor." Dia menunduk dan memberi hormat dengan sikap militer dan berjalan keluar menuju pintu.
"Ei, itu sangat menakutkan. Bagaimana menurutmu?" Pria berponi menghela nafas dengan menepuk dadanya ketakutan. Dia bertanya pada temannya yang baru duduk dengan ekspresi pucat.
Temannya itu adalah pria berambut merah.
Pria itu menggelengkan kepalanya dengan linglung.
Desah~
"Aku tahu perasaanmu. Rasa malu yang tak tertahankan." Temannya yang berambut panjang berkata dengan ejekan yang jelas dimatanya.
"...."
Hahaha...
__ADS_1
Semua orang tertawa.
"Murid baru?" Qu Mian menyipitkan matanya penuh minat.