Sistem Kecantikan [Pendamping]

Sistem Kecantikan [Pendamping]
CHAPTER 22


__ADS_3

Fu Shichen menatap gerbang tinggi didepannya dengan ekspresi rumit, dia memegang kedua adiknya di kanan kiri. Ada dua koper besar yang tampak lusuh dan tiga tas biasa yang terdapat bekas jaitan di bagian bawah ditaruh di tanah.


Didepan gerbang, dua pengawal dengan tinggi badan diantara 1,9 meter berdiri dengan sikap waspada.


Mereka juga menatapnya dengan curiga dan tidak yakin.


"Apa anda yakin anda teman tuan muda kedua?" Tanya salah satu pengawal itu dengan tatapan tajam.


Kedua pengawal itu tak menyangka akan ada seseorang yang datang ke Villa dengan penampilan yang begitu lusuh dan sederhana dengan membawa banyak barang seperti orang yang akan pindah.


Dan orang itu masih mengatakan bahwa dia adalah orang tuan muda mereka.


Walaupun penampilan pria ini sangat tampan dan tidak akan lebih buruk dari para tuan di keluarga mereka, namun melihat gayanya yang miskin mereka masih merasa curiga.


Ini... teman tuan muda? Bukankah levelnya terlalu rendah.


Fu Shichen menggigit bibirnya lembut, dan dia merasakan kedua adiknya itu gemetar ketakutan melihat penampilan ganas kedua pengawal itu.


Fu Shichen menunduk.


Disebelah kanannya, seorang gadis kecil yang tampaknya berusia 5 tahun meringkuk dengan takut, dia menggenggam tangan kakaknya dengan kuat.


Gadis itu memiliki kuncir kuda dikepalanya, pakaiannya yang tampak sederhana bahkan terkesan lusuh memiliki pola kelinci ditengahnya. Walaupun usia gadis kecil itu aslinya 7 tahun, namun tubuhnya yang kurus tampak kekurangan nutrisi dan terlihat berumur 5 tahun.


Namun dia masih memiliki penampilan yang bagus, mungkin diturunkan dari gen kedua orang tuanya.


Wajahnya yang mungil nampak bulat dengan kulit putih porselen, matanya besar dan jernih seperti tetesan air yang menggenang. Hidungnya mancung dengan bibir merah yang alami.


Namun pipinya sedikit lebih kurus dan wajahnya yang awalnya bulat dan imut sedikit lebih tajam.


Dia adalah adik perempuannya, namanya adalah Fu Lushi.


"Lulu, tidak apa-apa." Fu Shichen berbicara lembut pada adik perempuannya dan kemudian dia berbalik pada adiknya yang satunya.


Seorang pria kecil memakai pakaian berbentuk hewan beruang, pakaian itu juga tampak kusut dan sederhana, dia memiliki fitur wajah yang lembut dan imut.


Mata hitamnya yang besar terdapat kemurnian seorang anak, pria kecil itu memiliki poni didepan dahinya, dengan hidung mungil dan bibir merah alami. Wajahnya juga halus dan lembut, nampak jelas jika pria kecil ini tumbuh dewasa itu akan menjadi pria tampan seperti kakaknya.


Umurnya seharusnya tidak berbeda jauh dari gadis kecil tersebut.


Dia adalah adik lelakinya, namanya Fu Yang.


"Yangyang, tetap pegang kakak dan jangan lepas oke?" Fu Shichen memeluk adik lelakinya.


Fu Yang menangguk patuh, dia tidak berbicara dan dengan tenang memeluk lengan kakaknya.


Fu Shichen mengangkat kepalanya dan melirik dua pengawal yang masih menunggu jawabannya.


Dia membuka mulutnya dan berkata: "Saya telah membuat janji dengan tuan muda Yan, tuan muda meminta saya untuk datang ketempat tinggalnya bersama kedua adik saya. Saya datang kesini dan baru saja menelpon tuan muda. Tuan muda mengatakan dia akan memanggil seseorang." Suaranya lembut dan tenang.


Dua penjaga saling melirik.


Memanggil seseorang?


Baru saja salah satu pengawal akan berbicara sebelum suara dering ponsel menghentikan ucapannya.


Salah satu pengawal yang pertama kali bertanya melihat bahwa ponselnya mendapat panggilan dari kepala pelayan yang tidak lain adalah Tn.Ennma.


Dirinya sangat terkejut karena dia tahu bahwa identitas kepala pelayan bukanlah sederhana, bahkan Tuan pertama Lou juga meminta mereka untuk mengikuti perintahnya.


Hal ini sudah menujukkan bahwa identitas Tn.Ennma pasti sangat luar biasa sehingga Tuan pertama sangat percaya padanya, atau lebih tepatnya menghargainya.


Didunia ini sangat sedikit orang yang mampu membuat Tuan pertama keluarga mereka untuk menghargai seseorang. Dan level orang itu pasti tidak akan lebih rendah dari tuan pertama sendiri.


Pengawal itu bergegas menjawab dan mereka melakukan percakapan singkat dengan pihak lain.


Dalam sekejap ekspresi pengawal itu menjadi halus. Telepon ditutup dan dia memandang pemuda tampan yang tampak sederhana dengan pandangan hormat dan sopan, hal ini membuat pengawal yang satunya bingung dan curiga, tapi dia tidak berani bertanya. Ini adalah sikap profesionalisme yang mereka latih dari dulu.


Pengawal itu berbicara pada Fu Shichen dengan nada sopan.


"Tuan ini, tuan muda telah menghubungi Tn.Ennma dan meminta anda untuk masuk. Tuan muda akan segera pulang tidak lama lagi." Katanya sambil memberi isyarat.


Gerbang yang tadinya ditutup dengan perlahan terbuka dan menampilkan halaman luas dan kolam besar didepan Villa.


Fu Shichen dan kedua adiknya berjalan memasuki gerbang tinggi.


Dan mereka semua segera terpana oleh pemandangan megah didepan mereka.


"Sangat cantik!" Gadis kecil itu berteriak penuh semangat. Matanya di penuh bintang.


Pria kecil disampingnya juga melihat bangunan megah didepannya dengan pandangan kagum dan gembira.


"Saudaraku, apakah kita akan tinggal di istana ini dimasa depan?" Fu Yang bertanya pada saudaranya dengan pandangan penuh harap, begitu pula Fu Lushi yang mendengarnya, dia menatap saudaranya dengan gembira dan harapan.


Mereka berdua sangat menyukai bangunan indah yang tampak seperti istana dalam dongeng itu.


Guru mereka pernah berbicara bahwa sebuah istana hanya ditinggali oleh para pangeran dan putri bersama raja dan ratu. Sebuah istana juga memiliki bangunan yang sangat besar dan indah.


Ini adalah pertama kalinya Fu Yang dan Fu Lushi melihat rumah sebesar ini, jadi mereka menganggap bangunan indah didepan mereka sebagai istana yang disebut guru mereka.


Fu Shichen menatap keduanya adiknya yang penuh dengan harapan, hatinya dipenuhi rasa sakit dan masam. Dia tidak bisa memberikan yang terbaik untuk kedua adiknya dan kakeknya.


Namun segera kesedihan dihatinya berubah menjadi kebahagiaan karena mengingat bahwa dia akan bertemu dengan orang yang disukainya.


Namun dia juga harus mengingatkan kedua adiknya untuk tidak membuat masalah, dia tidak ingin orang yang dia cintai memiliki kesan buruk pada kedua adiknya, dia ingin ketiganya akur, setidaknya itulah yang dia pikirkan.


Padahal dalam hati dia hanya tidak ingin orang yang dia cintai memandang rendah keluarga mereka.


Pria manapun ingin menampilkan diri mereka yang paling sempurna dan terbaik didepan orang yang mereka sukai.


Bahkan jika orang yang dia sukai seorang pria sekalipun.


Hanya saja Fu Shichen tidak memiliki banyak modal untuk melakukannya sekarang. Walaupun sebelumnya dia mendapatkan puluhan juta yuan dari hasil live streamingnya.


Namun dia sekarang berencana untuk mengembalikan uang yang dihabiskan oleh tuan muda padanya beserta uang milik Long Yuan maupun kaisar lain.


Dia hanya mengambil satu juta yuan dari total lebih dari 70 juta yuan.


Fu Shichen tidak ingin menerima uang dari orang yang disukai, walapun dia tahu kedua kaisar itu menghabiskan uang tidak lebih untuk bersenang-senang, dia masih merasa tidak nyaman mendapat uang begitu banyak dari tuan mudanya.


Jadi dia harus mengembalikan uangnya sekarang.


"Saudaraku, apakah saudara baik-baik saja? Kenapa saudara tidak berbicara?" Fu Lushi yang pintar menyadari perubahan suasana hati saudaranya dan bertanya dengan khawatir.


Fu Yang juga memegang erat tangan saudaranya dan menatapnya cemas.


Fu Shichen sadar dari lamunannya ketika ujung bajunya ditarik pelan oleh adik perempuannya. Dia melihat mata khawatir keduanya dan hatinya langsung menghangat.


Dia tersenyum seolah-olah tidak ada yang terjadi.


"Tidak apa-apa, ayo kita masuk kedalam." Dia menggenggam tangan kedua tangan adiknya dan melihat kebelakang, kedua pengawal itu berinisiatif membawa dua koper dan tas lusuh miliknya. Dia langsung berterima kasih pada mereka.


Fu Shichen tidak berani mengatakan pada kedua adiknya bahwa mereka akan tinggal di tempat ini, karena dia belum tahu pasti apakah tuan muda akan berubah pikiran atau tidak.


Namun dia juga dipenuhi harapan di hatinya, jika dia bisa tinggal disini, dia akan dapat dengan mudah melihat tuan muda lebih banyak dimasa depan.


Tapi dia masih ingat pelajaran dari kakeknya, semakin tinggi harapan mereka, semakin sakit pula ketika kenyataan kejam menghantamnya.


Dia mungkin dapat menahannya, namun kedua adiknya pasti tidak. Mereka mungkin akan menangis jika mereka tidak jadi tinggal ditempat ini ketika mereka dipenuhi harapan.


Jadi lebih baik mengalihkan perhatian mereka.


Ketiganya berjalan melewati pintu gerbang villa, dan mereka masuk dengan langsung disuguhi pemandangan kolam besar ditengah villa dan patung rubah ditengahnya. Deretan bangunan megah dengan ratusan lampu menyala di banyak tempat menerangi seluruh area Villa seperti siang hari.


Fu Shichen memandang takjub pemandangan megah didepannya, apakah ini tempat tinggal tuan muda? Dunia mereka memang terpisah sangat jauh.


Namun hati Fu Shichen tidak nyaman, semakin dia melihat hal-hal yang dimiliki tuan muda, semakin dia merasa rendah diri. Namun jika dia akan tinggal disini dimasa depan, dia juga harus beradaptasi.


Jadi dia memberanikan diri untuk melihat sekitarnya.


Luas Villa sangat besar dan dia melihat ada sebuah kebun binatang tidak jauh dari villa, kedua adiknya bahkan berseru ketika melihat harimau putih yang lanka sedang berbaring dengan malas.


Ada juga panda yang umurnya kelihatan masih kecil, dan ada monyet yang memiliki beberapa bulu putih di wajah mereka. Monyet ini tampaknya berasal dari negara China dan jumlahnya kurang dari 30.


Yang pasti semuanya adalah hewan-hewan yang dilindungi ketat oleh negara, karena jumlah mereka yang sudah dianggap sangat lanka. Dapat melihatnya di sini menunjukkan kekuatan latarbelakang tuan muda.


Dia juga melihat sebuah taman bunga yang sangat luas, dibawah cahaya lampu, puluhan ribu mawar merah mekar dengan indah dan menyapu pandangan Fu Shichen beserta kedua adiknya. Ketiganya merasa tercengang.


Apakah ini masih dianggap taman bunga pribadi? Bukan tempat wisatawan? Bagaimana rasanya semua mawar dikota ini digabungkan bahkan tidak bisa memenuhi seperempat taman ini?


Itu terlalu... boros, ah.


Fu Shichen menenangkan dirinya yang terkejut, dia dengan cepat berjalan ketika mendengar panggilan kedua pengawal dibelakangnya.


Kedua pengawal itu memintanya untuk masuk ke Villa karena Tn.Ennma ingin berbicara padanya.


Tn.Ennma?


Bukankah itu orang yang dihubungi tuan muda dan juga orang yang menyuruhnya masuk?


Fu Shichen tersenyum lembut terlepas dari pikirannya yang berkecamuk.


"Baiklah, Yangyang... Lulu... ayo kita masuk." Dia masih menggenggam kedua tangan adiknya dan berjalan ke Villa ditengah dan tampaknya juga yang paling mewah diantara lima Villa.


....


Di ruang tamu.


Seorang pria tampan dengan kacamata emas mewah dan setelan jas putih bersih tampa debu duduk dengan tenang di sofa lembut yang diimpor dari negara rusia. Sikapnya yang dingin dan tajam seperti pisau yang bisa membuat orang ketakutan hanya dengan berdiri menatapnya.


Dipangkuannya terdapat laptop dan dia melihat pasar saham dengan jari-jari giok yang bergerak cepat dan akurat di layar bagian bawah menampilkan huruf.


Laptop ini merupakan keluaran terbaru dari perusahaan BTL, corp dengan semuanya terdiri dari layar. Bahkan yang di gunakan untuk mengetik juga terbuat dari layar yang menampilkan setiap huruf abjad.


Di sofa sampingnya seorang pemuda yang sama tampannya menggenggam buku tebal dengan tulisan 'Aritmatika' disampul buku tersebut.


Pemuda itu memakai kemeja putih bersih dan bagian lengan digulung sampai siku, celana hitam dan sepatu hitam mengkilap melengkapi kakinya. Walaupun tampaknya sederhana namun sangat sulit menyembunyikan temperamennya yang tampak seperti bangsawan.


Matanya yang lembut membawa perasaan terasing yang jelas. Seolah-olah dia adalah seorang abadi yang mengabaikan urusan duniawi.


Langkah kaki datang dari pintu masuk, dan seorang pria tampan yang lembut memakai pakaian sederhana dengan kesan lusuh memimpin dua anak kecil yang lucu dan imut.


"Tuan, ini adalah teman tuan muda yang anda perintahkan untuk masuk." Pengawal disampingnya menunduk hormat pada Ennma dan berbisik.


Tn.Ennma berhenti mengetik dan tatapannya dialihkan dari layar laptop menuju pemuda yang datang dan berdiri tidak jauh dari mereka.


Melihat Fu Shichen yang berdiri didepannya, sebuah kilatan tajam melesat dimatanya yang tertutup kacamata dan matanya menjadi semakin dalam seperti lubang abyss, penuh misteri.


"Nama." Suara dingin dan penuh keagungan keluar dari mulut Tn.Ennma yang diarahkan pada Fu Shichen.


Fu Shichen disana tertegun sejenak melihat dua pria yang memiliki penampilan sempurna dan auranya yang kuat juga mempengaruhinya. Tampa sadar dia menjawab pertanyaan pria dengan kacamata emas itu.


"Fu Shichen." Katanya dengan ekspresi gugup.


Fu Shichen dapat merasakan bahwa kedua adiknya merasa tegang dan takut karena diruangan ini terdapat banyak pengawal yang tinggi dan kuat.


Apalagi dengan instingnya yang tajam, dia bisa merasakan tatapan mata yang lebih banyak menatapnya dari kegelapan. Fu Shichen mungkin tahu ada lebih banyak orang diruangan ini dan mereka mungkin bersembunyi di tempat yang tidak dapat dia lihat.


"Umur."


Fu Shichen masih menjawab dengan patuh: "18 tahun."


"Asal."


"Ibukota, distrik D."


"Pekerjaan."


"Saya bekerja paruh waktu disebuah kafe kecil di tempat saya tinggal, dan saya juga melakuan live streaming jika saya punya luang waktu."


"Orangtua?"


"Saya tidak memiliki orang tua, ayah saya meninggal ketika dia masih bekerja menjadi pekerja bangunan dan jatuh dari gedung lantai tiga. Ibu saya memiliki penyakit jantung dan meninggal tidak lama. Sekarang saya tinggal bersama kedua adik saya dan masih ada kakek yang tengah di rumah sakit untuk perawatan. Saya tidak memiliki anggota keluarga lain karena orangtua saya anak tunggal." Dia menjelaskan dengan cukup detil.


"Sekolah."


Fu Shichen ragu-ragu untuk menjawab pertanyaan ini, namun dia masih menjawab dengan singkat.


"Saya bersekolah di SMA Elit Young Lan."


"Kelas?" Kali ini yang bertanya adalah pemuda yang tengah memegang buku tebal di samping Ennma, itu tidak lain merupakan Nangong Ryuji. Dia melihat pemuda yang tampak familiar dengan penuh minat.


"Itu... saya berada di kelas khusus." Jawab Fu Shichen setelah dia ragu-ragu.

__ADS_1


Asisten Nangong Ryuji menatap pemuda tampan itu dengan terkejut dan tak percaya. Dia melirik tuan mudanya dengan tanda tanya. Kemudian dia juga melihat pakaian lusuh yang dikenakan oleh Fu Shichen.


"Kau berasal dari kelas khusus? Bagaimana kau bisa masuk kesana?"


Asisten itu tidak bisa menahan rasa ingin tahu dihatinya dan dia dengan berani bertanya.


"Temanku membantuku untuk mendapatkan tempat di kelas khusus karena sebelumnya aku menolongnya." Fu Shichen berkata dengan tenang.


Asisten Nangong Ryuji mengangkat alisnya, namun dia masih menyelidiki karena dia masih tak percaya. Seseorang membantu untuk mendapatkan tempat di kelas khusus.


Jika itu orang lain, mereka mungkin juga akan iri sampai mati.


Apa itu kelas khusus?


Itu adalah tempat dimana anak-anak keluarga besar Phantaminum berkumpul!


Tempat dimana tuan mudanya memulai pelajaran kelas.


Bukan hanya semua orang yang ada di kelas ini memiliki identitas yang luarbiasa, namun kelas khusus juga merupakan lambang kekuasaan para murid sendiri yang memiliki hak membuka mulut disekolah.


Kekuatan, kekuasaan, uang dan reputasi.


"Bisakah kau menjelaskan bagaimana kau menolong temanmu itu sampai-sampai dia membantumu mendapat tempat di kelas khusus?" Asisten itu bertanya dengan penasaran sekaligus curiga.


Fu Shichen menggenggam erat tangan kedua adiknya. Dia membuka mulutnya dan merasa ragu. Dia menjelaskan dengan lembut dan sedikit gugup.


"Aku... ketika aku masih berumur 14 tahun, waktu itu aku tinggal di desa luar ibukota, dan ketika hujan datang, aku ingin menutup pintu, namun aku mendengar suara teriakan dan tembakan dari gang kecil tidak jauh, awalnya aku tidak ingin melihatnya karena tidak ingin menimbulkan masalah. Namun teriakan itu datang beberapa kali, jadi aku membawa payung untuk melihat karena aku khawatir sesuatu terjadi...."


"Ketika aku sampai di jalan sempit, aku mencium bau darah yang kuat, awalnya aku takut dan ingin kembali, namun aku mendengar suara kesakitan datang dari bagian dalam gang itu. Aku merasa ragu, namun karena kakekku menyuruhku untuk menolong orang-orang yang membutuhkan, jadi aku mengikuti datangnya suara...."


"Dan... dan... aku melihat banyak orang berjatuhan... ada banyak darah... sangat banyak." Kali ini suara Fu Shichen gemetar. Dia mencoba menenangkan diri mengingat pembantaian tersebut.


Cahaya aneh melesat melewati mata tajam Tn.Ennma, dia mendengar penjelasan pihak lain tanpa mengubah wajahnya.


"Aku... aku melihat seseorang sepertinya masih hidup, jadi aku ingin melihatnya. Itu adalah seorang pria yang umurnya sama denganku, pria itu terluka dibagian pinggangnya dan sepertinya dia terkena peluru. Aku mencoba membawanya kembali ke rumah dan ingin menelpon pihak rumah sakit dikota untuk mengirim ambulan. Namun pria itu menolaknya dan mengatakan seseorang akan datang kesini, jadi aku hanya membalut lukanya...."


"Kemudian seorang wanita berusia 20 tahunan datang kerumahku dan mengatakan ingin menjemput tuan muda. Dia membawa pulang pria itu, sebelum pria itu pergi, dia mengatakan akan membalas kebaikannya dimasa depan. Dan setelah aku berusia 17 tahun, aku berhasil masuk ke SMA Elit Young Lan, pada tahun pertama aku masih berada di kelas utama....."


"Entah bagaimana tiba-tiba di tahun kedua aku dipindahkan ke kelas khusus. Baru setelah sebulan aku disana dan mengetahui bahwa pria itulah yang membawaku masuk ke kelas khusus, dia mengatakan selama aku lulus dari kelas ini akan membuatku diterima disemua perusahaan ternama negeri maupun luarnegeri."


Fu Shichen berhenti, dan ada sentuhan kehangatan dihatinya. Dia sangat ingin berterimakasih pada 'teman' ini. Namun pria itu sekarang telah meninggalkan China dan pergi keluar negeri selama beberapa tahun.


Semua orang dalam ruangan diam.


Tn.Ennma mengangkat kacamata emasnya dalam diam. Dan Nangong Ryuji mendengarkan cerita itu penuh minat. Begitupun Asisten itu yang setelah mendengar cerita dari Fu Shichen dia terkejut dan mengangguk dalam pemahaman.


"Kamu sangat beruntung." Asisten itu menatap Fu Shichen dengan iri, dia juga lulusan sekolah SMA Elit Young Lan, namun dia hanya bisa memasuki kelas utama dan lulus dari sana.


Namun dibandingkan dengan kelas khusus, itu masih perbedaan langit dan bumi. Jaraknya sangat jauh sehingga ia mau tak mau merasa iri. Namun rasa sedih dihati Asisten langsung tersapu mengingat pekerjaannya sekarang sudah terbilang luarbiasa.


Yaitu menjadi asisten pribadi tuan mudanya.


Mengingat ini asisten itu mengangguk puas.


Apalagi dengan status tuan muda, pekerjaannya jauh lebih mudah dari seorang pekerja kantoran, gajinya juga lebih tinggi dari seorang direktur perusahaan besar. Ini adalah kenikmatan hidup. Tidak ada penyesalan sama sekali.


Nangong Ryuji mengangkat alisnya setelah mendengar cerita pemuda yang tampak lembut didepannya.


Dia akhirnya ingat ada seorang murid di kelas yang duduk dibangku belakang sendirian. Itu adalah seorang pria kutu buku.


Karena penampilannya yang terlalu sepi dan terkesan pemalu, semua orang di kelas khusus mengabaikannya. Lagipula semua siswa di kelas ini adalah orang-orang yang tidak peduli pada urusan orang lain, jadi tidak ada yang bertanya tentang identitas pria kutu buku itu. Dan dia juga diabaikan.


Nangong Ryuji bahkan tidak ingat nama pria ini.


Namun masih cukup mengesankan bahwa pria ini menduduki peringkat 10 besar nilainya di semua mata pelajaran seluruh sekolah.


Perlu diketahui bahwa di sekolah SMA Elit Young terdapat puluhan mata pelajaran, baik umum maupun tambahan, setiap nilai dimata pelajaran akan digabungkan menjadi satu dan semua poin akan diurutkan berdasarkan siswa yang mendapat poin tertinggi dan namanya akan di pajang di koridor sekolah.


Pria ini menduduki peringkat ke 7 kalau tidak salah.


Setelah mengetahui identitas pria ini Nangong Ryuji telah kehilangan minat. Jadi dia hanya diam.


Ketika mereka semua masih sibuk dengan pikiran masing-masing, langkah kami datang dari pintu masuk.


Semua orang dalam ruang tamu melihat ke pintu.


Seorang pria yang tampak imut berjalan beriringan bersama pria tampan berkacamata emas, itu adalah asisten Wen Li dan manager Ming Ru.


Dibelakangnya seorang pemuda dengan penampilan peri dan dapat menghancurkan para aktris baris pertama industri hiburan. Pemuda cantik itu tidak lain adalah Lou Yan.


Namun mata tajam Nangong Ryuji langsung terpaku pada wajah Lou Yan yang cantik, kemudian tatapannya beralih pada seorang pria dengan penampilan malaikat disampingnya.


Pria itu sangat tampan dan dingin, sikapnya yang acuh tak acuh tampaknya tidak berhubungan dengan siapapun, dia tampak seperti malaikat yang berdiri dengan sikap acuh tak acuh pada dunia. Keberadaan yang sulit dijangkau.


Alis halus Nangong Ryuji terangkat.


Dia bertanya-tanya 'pengemis' mana lagi yang dibawa pulang oleh peri kecil dari keluarga Lou ini.


Masing-masing mereka cukup menarik.


Yang satu malaikat yang lembut, dan yang lain acuh tak acuh.


Tatapannya beralih pada Fu Shichen kemudian Jia Yu dengan cahaya aneh.


.....


"Paman Ennma, saudara Ryuji... kalian semua berkumpul disini." Lou Yan menyapa orang-orang di ruangan dan agak terkejut melihat semuanya berkumpul disini.


Tn.Ennma hanya mengangguk dalam diam, sikapnya yang agung tampaknya tidak memiliki fluksi dalam emosinya, begitu tenang seolah-olah langit runtuhpun tidak dapat mengguncangnya.


Sedangkan Nangong Ryuji tersenyum lembut, dibandingkan keterasingan tadi, dia jauh lebih lembut sekarang.


"Ah... kamu..." Lou Yan menyadari ada seorang pria yang familiar berdiri disana.


"Fu Shichen..." suara lembut pemuda itu menyela ucapan Lou Yan.


"Ah... ya. Aku lupa menanyakan namamu." Lou Yan menggaruk kepalanya agak malu.


Fu Shichen menatap hati-hati pemuda dengan penampilan peri itu. Dalam sekejap jantungnya berdebar-debar seolah-olah itu akan keluar dari tempatnya.


Dia tahu pihak lain mungkin seorang pemuda yang lembut dari suara dalam telepon, namun tidak menyangka itu melebihi harapannya. Penampilan itu... terlalu peri!!


Fu Shichen berusaha menenangkan hatinya yang kacau, dia biasanya tenang dan terkendali, bahkan waktu itu, dihadapkan pembantaian berdarah, dia masih menjadi orang yang terkendali walau sedikit gugup.


Namun pemuda peri didepannya membuat semua pikirannya kacau seolah-olah ada sesuatu yang menggelitik hatinya dan dia merasa otaknya blank...


"Itu tidak masalah, lagipula tuan muda sibuk dan saya tidak akan mengganggu tuan muda." Fu Shichen berbicara dengan lembut.


Jia Yu yang berdiri disamping Lou Yan mengerutkan alisnya.


Dia awalnya terkejut dengan penampilan megah villa milik pemuda ini, namun sekarang dia lebih fokus pada ketiga pria dengan penampilan luarbiasa didepannya.


Dari segi penampilan dan momentum, pria berkacamata emas mewah yang duduk di sofa memiliki momentum terkuat diantara orang-orang diruangan ini. Dia memberi perasaan tajam dan agung seperti reinkarnasi dari iblis. Kejam dan dingin.


Ada perasaan berada diujung pisau setiap kali matanya bertabrakan dengan mata gelap dibalik kacamata emas itu.


Punggung Jia Yu terasa dingin, rasanya seorang pembunuh duduk di kegelapan dan dia berada disisi yang terang.


Dia dengan tenang mencoba mengalihkan perhatian.


Tatapannya jatuh pada pemuda dengan penampilan yang tak kalah menakjubkan, dia adalah seorang pemuda dengan kemeja putih dengan bagian lengan yang digulung sampai siku. Sederhana namun anggun.


Dia memiliki aura bawaan dari seorang bangsawan tinggi. Matanya lembut namun terasing. Dia nampaknya dekat namun nyatanya berada di ribuan mil jauhnya. Sikapnya yang acuh tak acuh dan lembut membuatnya tampak seperti abadi yang mengalami hidup selama ribuan tahun.


Dan pemuda terakhir itu...


Jia Yu melirik Fu Shichen, temperamen mereka berdua berlawanan.


Pria itu tampak sangat lembut sehingga dia sangat tidak nyaman. Apakah pria ini juga tipe tuan muda?


Pikiran Jia Yu berantakan.


"Paman Ennma, ini adalah temanku Fu Shichen. Mulai hari ini dia akan tinggal di Villa, sedangkan ini juga temanku, namanya Jia Yu, dia adalah seorang aktor. Dia juga akan tinggal disini." Lou Yan memperkenalkan.


Tn.Ennma tidak bergerak, dia sangat tenang.


Nangong Ryuji tidak terkejut, karena dia telah melihat tas dan koper yang dibawa pemuda bernama Fu Shichen, dia telah menebak beberapa pikiran.


"Saudara Fu, siapa nama kedua adikmu itu?" Lou Yan menatap penasaran dua anak kecil yang pendiam dan patuh itu.


Kedua anak itu menyadari peri cantik didepan tengah menatapnya dan mereka tersipu.


Fu Shichen ingat kedua adiknya belum memperkenalkan diri.


"Lulu, Yangyang... ayo katakan namamu pada tuan muda." Dia menunduk dan berbicara lembut pada dua adiknya.


Fu Yang sedikit berani dan dia membuka mulutnya, suara susu yang lembut itu terdengar ditelinga Lou Yan.


"I-itu... namaku Fu Yang. Salam tuan muda." Fu Yang menatap gugup dan tersipu pada Lou Yan.


Dia berpikir tuan muda adalah peri tercantik yang pernah dilihatnya.


Lou Yan langsung tersenyum.


"Ah, ya. Namamu Fu Yang, kan? Itu nama yang bagus." Dia memuji dengan tangan membelai kepalanya yang lembut. Anak ini sangat imut.


Fu Yang semakin tersipu karena dipuji oleh peri cantik dan merasakan tangan lembut dikepalanya, dia menyusut malu-malu.


Fu Shichen yang melihat ini mau tidak mau merasa iri. Adiknya masih kecil, dan tuan muda memperlakukannya dengan lembut. Jika dia juga anak kecil, apakah tuan muda juga akan mengelus kepalanya?


"Ugh, n-namaku... Fu Lushi. Salam juga tuan muda." Fu Lushi memperkenalkan diri dengan wajah merah, dia menatap kagum pada wajah Lou Yan.


"T-tuan muda terlihat sangat cantik." Fu Lushi mengagumi Lou Yan.


Fu Shichen terbatuk mendengar ucapan adik perempuannya.


Walaupun dia juga mengakui dalam hati bahwa tuan muda adalah pria tercantik didunia dan hatinya, namun mengatakannya secara langsung masih menjadi masalah.


Tuan muda adalah seorang pria, dan anak perempuan menyebutnya cantik apakah akan membuat tuan muda marah dan merasa malu?


Memikirkan ini Fu Shichen menjadi gugup.


Dia membuka mulutnya dan suara lembut itu tampak cemas.


"Tuan muda, Lulu masih anak kecil, dan dia sama sekali tidak tahu apa-apa. Tolong tuan muda tidak menyimpan ini dalam hati. Lulu, minta maaf pada tuan muda sekarang!" Dia menegur adiknya dengan lembut dan memintanya meminta maaf.


Fu Lushi memiringkan kepalanya dengan bingung, bukankah dia baru saja memuji tuan muda? Kenapa kakaknya terlihat gelisah?


Fu Lushi tidak yakin dengan pemikiran kakaknya, namun kemudian dia menyadari masalahnya.


Bukankah tuan muda berarti laki-laki. Apakah seorang laki-laki harus disebut cantik? Apakah tuan muda akan malu?


Fu Lushi akan membuka mulutnya untuk meminta maaf, namun suara lembut dan anggun Lou Yan menyela.


"Tidak apa-apa. Gadis kecil ini tidak mengatakan sesuatu yang salah. Bukankah itu kebenaran jika aku ini cantik? Semua orang mengatakan itu."


Lou Yan hanya berbicara dengan santai, namun itu berhasil membuat semua orang dalam ruangan terdiam.


Kecuali Tn.Ennma yang acuh tak acuh.


Satu kata 'narsis' terbentuk dibenak orang-orang itu untuk menggambarkan pria cantik ini.


Terutama Nangong Ryuji yang menatapnya dengan geli dan penuh minat.


Fu Shichen agak linglung dan Jia Yu tak bisa mengatakan apa-apa. Bahkan Ming Ru dan Wen Li sedikit terdiam.


Tingkat narsis ini... agak menakutkan.


"Baiklah, karena kalian semua sudah berkenalan maka saudara Wen... tolong kamu persiapkan kamar dan bawa saudara Fu dengan kedua adiknya beserta saudara Jia Yu dan menejer Ming untuk ke kamar masing-masing." Lou Yan melambai dengan santai dan dia ingin kembali ke kamar. Mengabaikan semua orang dalam ruangan dia mulai bersenandung pelan.


Fu Shichen dan Jia Yu memandang punggung anggun pemuda itu yang perlahan menghilang di belokan. Sedikit terdiam.


....


Lou Yan hendak membuka pintu kamarnya namun dia mendengar suara familiar dari sistemnya.


Ding—


[ Selamat tuan rumah berhasil menyelesaikan tugas: Bantu aktor Jung Syuk menyelesaikan skandal di internet.


Hadiah:


__ADS_1


Pil kecantikan


10.000.000.000 ¥


40 poin pengalaman


50 poin kecantikan ]



Lou Yan melihat hadiah sistem dengan kecewa. Apakah dia tidak menerima keterampilan? Tapi 10 miliar yuan ini lumayan.


Ding!


Ponsel Lou Yan bergetar dan dia melihat pesan itu.


[ Bank Internasional Phantom mengirimkan 10.000.000.000 ¥ China ke kartu anda dengan nomor 9593 pada 17 Mei 2025. Sisanya adalah 11.144.000.000 ¥ China ]


Lou Yan menghitung nol dan melihat angka yang menurutnya astronomi ini dengan tatapan tercengang.


"Apakah sekarang dia begitu kaya? Hanya dalam beberapa hari?" Tangan Lou Yan hampir menjatuhkan ponselnya.


Namun dia juga ingat memang kebanyakan hadiah sistem berupa uang. Jadi ini seharusnya bukan hal yang mengejutkan.


"Oke, ini cukup bagus." Lou Yan masih puas dengan jumlah hadiah yang diberikan sistem.


Dia memasuki kamar dan datang ke tempat tidur.


"Ayo lihat bagaimana perkembangannya." Lou Yan ingin melihat jumlah hadiah yang selama ini dia peroleh.


"Status."


_______


[ Nama: Lou Yan


Status: Tuan Muda Kedua Keluarga Lou. Tuan Rumah dari Sistem Pendamping [Kecantikan]


Umur: 17 Tahun (22 Tahun)


Tinggi Badan: 170 cm


Berat Badan: 49 kg


Kepintaran/EQ: 132 (200+) (+)



Ctt: Dibutuhkan 2 poin pengalaman untuk meningkatkan.


Kekuatan: 67 (1000 max) (+)



Ctt: Dibutuhkan 1 poin pengalaman untuk ditingkatkan.


Golongan Darah: ( O )


Hobi: Acting


Sifat: Tenang, licik, narsis, percaya diri, perhitungan, perut hitam.


Keterampilan: Pesona Langit, Mata Langit, Suara Puteri Duyung, Keterampilan Kedipan Mata, Otak Super Genius, Mengemudi Profesional, Pesona Rubah, Peminum ahli, (didapat dari sistem)


Julukan: Rubah berpakaian Kelinci, Tuan Muda Porselen yang Menghitam (didapat setelah terlahir kembali).


Kecantikan: 97 (000/100) (+)



Ctt: Dibutuhkan 100 poin kecantikan untuk ditingkatkan.


Poin Kecantikan: 210 (100 + 30 + 30 + 50)


Poin Pengalaman: 226 (121 + 15 + 30 + 60)


Hadiah: Lamborghini Poison, Cincin Pemandu, Gedung Wing Stone, Rumah England Ibukota, Roll-Royce Phantom, Gedung Her FinaNcing, Perusahaan Ai Yusshi, Bar WQ STAR, 10% saham Grup Shiren, Villa Georyua Distrik A Ibukota, 3% saham Grup Vigan Pharless, Villa Fantasia Blue, Istana Gracelistan.


Penyimpanan: (tekan panel)


Tugas: (tekan panel)


Mall: (tekan panel) ]


_________


"Wow..." dia membulatkan matanya dengan takjub.


"Sistem, aku mendapat begitu banyak hadiah, namun apakah belum ada pihak lain yang menelponku?" Lou Yan curiga jika hadiah dari sistem ini palsu.


Sebelumnya ada orang asing yang menelponnya karena gedung Wing Stone berpindah tangan. Kenapa orang-orang ini juga belum meneleponnya.


[ Sistem melakukan pembelian melalui satelit langsung. Melalui prosedur paling lama butuh satu minggu untuk benar-benar memindahkan semua aset tersebut pada tuan rumah. Apakah tuan rumah ingin sistem mempercepat perpindahan tangan? Sistem dapat menghubungi pihak sana secara langsung. Biarkan tuan rumah berbicara. ] sistem menjelaskan pada Lou Yan.


Lou Yan mengangguk paham.


Jadi paling lama satu minggu? Seharusnya beberapa hari kedepan akan ada panggilan dari orang asing. Dia diam-diam mengingatnya.


"Tidak perlu, biarkan pihak sana yang menelpon. Satu minggu tidak lama."


....


Distrik Pusat, Ibu kota.


Sebuah bangunan bersejarah berdiri berdampingan dengan lima bangunan megah lainnya.


Didalam bangunan itu, sebuah aula sebesar lebih dari 2500 meter persegi memiliki semua interior yang klasik dan penuh prasejarah, tampak megah dan penuh keagungan.


Ruang aula utama, untuk tamu.


Seorang lelaki tua dengan rambut putih dan mata tajam duduk di kursi terbuat dari kayu yang terukir dengan indah. Walaupun usianya tampaknya sekitar 70-80 tahun, seluruh tubuhnya masih memancarkan vitalitas yang kuat, punggungnya juga tegak dan aura agung yang menyelimutinya yang telah dipupuk selama puluhan tahun untuk menjadi pimpinan.


"Tuan tua, ini adalah informasi yang kami dapatkan." Seorang pria dengan setelan pasukan khusus memberikan setumpuk berkas berisi informasi kehidupan seseorang.


"Hm? Apakah ini pemuda yang membeli bangunan Rumah England di Ibukota?" Pria tua itu melihat informasi seseorang yang telah membeli Rumah England yang merupakan salah satu rumah paling mahal di China.


____


Nama: Lou Yan


Umur : 17 Tahun


Status: Tuan muda kedua keluarga Lou, seorang pelajar di SMA Elit Young Lan


Asal : Kota S


Jumlah uang pembelian penuh: 350.000.000.000 ¥


Pemilik sah dari Rumah England di Ibukota Atas nama 'Lou Yan'


Tanggal: 12 Mei 2025


Nomor telepon: 0000000000


____


Mata pria tua itu menyipit dengan tajam.


"Dari keluarga Lou?" Ada sedikit kejutan di nada suaranya yang agung.


"Ini menarik, dari yang kutahu tentang temperamen Lou Jian, dia seharusnya tidak akan memberikan uang yang begitu banyak untuk anak ini habiskan. Orang yang mampu menghabiskan uang begitu banyak untuk pemuda Lou Yan ini pasti uang yang diberikan oleh 'orang itu.' " Pria tua itu mengangguk seolah membenarkan tebakannya sendiri.


"Tuan tua, siapa orang itu yang anda maksud?" Pria tinggi dan tampak kuat dibelakang punggung pria tua itu bertanya penasaran, walaupun tidak ada perubahan di wajahnya yang kaku dan dingin.


"Tentu saja... tuan pertama keluarga Lou."


Ketika pria tua itu menyebut tuan pertama, ada kilatan cahaya aneh dimatanya yang dalam dan tenang.


Pria kuat dibelakangnya berseru dengan terkejut, bahwa penampilannya yang dingin tidak bisa menyembunyikan kengerian dalam suaranya.


"Ahh... apakah tuan pertama itu adalah orang yang pernah menghancurkan pasar saham 12 tahun yang lalu? Dan menyebabkan perekonomian Asia bergejolak dan mengalami penurunan yang tajam?"


"Kudengar ribuan perusahaan di seluruh Asia mengalami kerugian yang tidak sedikit. Ada banyak orang kaya yang langsung jatuh miskin pada saat itu. Dan orang-orang biasa yang bekerja tidak mendapatkan gaji karena perusahaan bangkrut dan mereka meratap di tepi jalan."


Memikirkan pemandangan menyedihkan saat dia melihat begitu banyak orang kaya dan orang biasa menangisi kebangkrutan mereka. Tubuhnya bergidik ngeri.


Ini adalah tuan pertama.


Dan juga orang terkaya di Benua Asia dan salah satu yang terkaya didunia.


Pria tua itu diam, tatapannya yang tenang menjadi lebih dalam.


"Shi, panggil tuan muda ketiga kemari." Kata pria tua itu dengan suara agung yang tenang.


"Baik, tuan tua." Shi, pria besar itu menunduk dan perlahan mundur untuk memenuhi tugasnya.


....


Seorang pria mengenakan pakaian china kuno modern dengan pola terbuat dari sutera emas berbentuk bunga phoeni. Itu mekar dengan indah. Dia tampak kurus namun sosoknya masih luarbiasa.


Wajah anggun pria itu tampak diselimuti cahaya mulia dan langkahnya pelan tampa terburu-buru. Pria itu berhenti didepan pria tua yang tampak agung, dan menunduk memberi hormat.


"Kakek." Suara lembut yang tenang seperti cello yang lembut dan murah hati. Tampaknya mengandung kelembutan tampa batas.


"Ye Jianzheng, kemarilah. Duduk disebelah pria tua ini." Pria tua itu menatap cucu kesayangannya dengan ekspresi penuh kasih.


"Baik." Ye Jianzheng menjawab dengan lembut, dan dia berjalan untuk duduk disebelah kursi kakeknya.


"Azheng... apakah kamu sudah melihat murid baru disekolahmu?" Suara pria tua itu tenang, dan dia bertanya dengan penuh minat.


Sentuhan cahaya aneh melintas dimata gelap pria anggun itu.


"Kakek, cucumu ini tidak berbakti. Saya belum melihat murid baru itu karena kemarin saya memiliki mata pelajaran seni. Saya tidak ingin melewatkannya." Suara pria itu menjawab dengan lembut.


Pria tua yang merupakan kepala keluarga Ye bernama Ye Buming.


Dia menatap cucunya penuh arti. Dia tahu cucunya tidak memiliki minat pada murid baru yang dia sebutkan itu. Dia lebih memilih tenggelam dalam dunia lukisan daripada meluangkan waktu untuk orang asing.


"Baiklah, coba kamu lihat ini. Bagaimana menurutmu?" Ye Buming memberikan berkas berisi informasi Lou Yan pada cucunya.


Ye Jianzheng membalik kertas-kertas itu. Perlahan tatapannya menjadi dalam.


Dia menatap kakeknya dalam diam. Kemudian berbicara.


"Kakek, apa yang anda inginkan?" Tanyanya dengan tenang.


Dia tahu kakeknya harus memiliki sesuatu.


"Hahaha... sifatmu yang penuh kecurigaan ini benar-benar mirip dengan bocah bau itu."


Ye Buming menatap cucunya yang tampak hati-hati walaupun ekspresinya masih tenang. Dia tertawa terbahak-bahak dan menggelengkan kepalanya tampa daya.


Bocah bau.


Sudut mulut Ye Jianzheng hampir berkedut, dia tahu ini adalah panggilan kakeknya pada ayahnya. Namun setiap kali dia mendengarnya, itu masih memiliki dampak yang besar.


Ayahnya, tuan pertama di keluarga Ye, dan pewaris keluarga Ye berikutnya. Namanya adalah Ye Chiguang, dia terkenal kekejamannya. Namun begitulah, bagaimanapun dimata kakeknya, ayahnya tetap seorang bocah bau yang nakal.


"Azheng, kakek ingin kau datang ke tempat tinggal Lou Yan ini. Bagaimanapun dia telah membeli Rumah England yang dibangun oleh salah satu leluhur keluarga Ye kita. Dia juga merupakan murid baru yang kakek maksud, kamu bisa berteman dengannya." Dia menepuk pundak cucunya dan mulai berdiri.


Ye Buming meninggalkan aula utama.


Ruang tamu itu sepi, dan tatapan Ye Jianzheng mendarat di foto seorang pemuda yang sangat cantik sedang tersenyum manis kearah kamera.


Dibawahnya terdapat nama 'Lou Yan' dengan tulisan tebal.


Dia diam-diam menutup setumpuk kertas berisi informasi pemuda itu.


"One." Suara lembut memanggil.


"Tuan muda." Pria berjas hitam berdiri dibelakang punggung pria anggun itu menjawab dengan hormat.


"Cari tahu dimana pemuda itu tinggal, besok aku akan menghubunginya."

__ADS_1


"Baik tuan muda."


....


__ADS_2