Sistem Kecantikan [Pendamping]

Sistem Kecantikan [Pendamping]
CHAPTER 03


__ADS_3

Esok paginya ayahnya datang bersama seorang pria yang sangat tampan khas orang eropa dengan rambut pirang panjang diikat dan disampirkan ke sebelah kanan, dia memiliki mata ungu yang indah seperti aurora di malam yang dingin.


Pria itu memiliki tinggi 185 cm dan sikapnya sangat elegan dan sopan.


Namun setelah berkenalan selama beberapa hari, Lou Yan tahu bahwa pria yang tampak lembut ini sebenarnya seorang playboy. Buktinya karena dirinya yang selalu digoda setiap kali ada kesempatan yang membuat Lou Yan cukup tak bisa berkata-kata dengan muka tebalnya.


Apakah kamu sadar bahwa aku ini seorang pria? Masih begitu bersemangat?


Dia akhirnya dengan kejam menggunakan kemampuannya dalam berbicara dan membuat pria yang sekarang menjadi dokter pribadinya selalu cemberut dan mengeluh padanya.


Walau begitu mereka akhirnya akrab dan Lou Yan juga menerima kenyataan bahwa pria playboy ini menjadi dokter pribadinya.


Namanya adalah Michel Nicholas, dia memanggilnya dokter Michel.


Sejujurnya untuk seorang dokter, Dr.Michel termasuk sangat muda, dan usianya baru 23 tahun. Namun dia sudah menerima banyak penghargaan dokter termuda dan genius disetiap kali ada kesempatan. Kedudukannya dalam dunia dokter juga tidak rendah karena latar belakangnya.


Untuk Lou Yan, Dr. Michel agak tidak tampak seperti dokter, dia lebih cocok menjadi seorang anak dari keluarga bangsawan. Karena sikapnya terlalu elegan dan dia cukup gila kebersihan.


Setelah berbicara lama dengannya, dia akhirnya tahu bahwa Dr.Michel merupakan salah satu anggota keluarga kerajaan inggris.


Mata ungu yang tampak sangat istimewa menunjukan identitasnya sebagai keturunan kerajaan. Karena diseluruh negara inggris, hanya keluarga kerajaan yang memiliki mata ungu.


Ayahnya merupakan salah satu bangsawan kerajaan, dan ibunya sendiri seorang puteri dan keturunan langsung sang raja terdahulu.


(Tolong ini hanya untuk novel, bukan kenyataan yah, jangan anggap serius)


Selama satu bulan Lou Yan memakan makanan yang bergizi, makanan seimbang dan berolahraga ringan seperti Yoga, dan lari pagi.


Dari awal hanya tumbuh 166 cm dalam satu bulan dia menjadi 167 cm. Namun hal ini membuat Lou Yan tak puas, dia juga panik.


Hanya tinggal satu bulan dan targetnya adalah 170 cm, namun masih ada jarak tiga cm dan Lou Yan tak tahu harus berbuat apa. Dia hanya terus bekerja keras namun setengah bulan kemudian Lou Yan hanya bisa sampai 168 cm.


Kemudian ayahnya memanggilnya ke bawah, dia mengatakan bahwa semua anggota keluarga utama akan datang ke Mansion.


Hal ini membuat Lou Yan gugup dan bersemangat.


Selama satu bulan lebih ini Lou Yan akhirnya menerima keberadaan ayah dan saudaranya. Untuk adiknya Lou Jin, dia juga tahu bahwa anak itu tidak membencinya, hanya saja sifatnya itu benar-benar stundere (gk tahu tulisannya).


Yang artinya hanya dipermukaan dia terlihat galak, namun aslinya sangat pemalu. (Hanya Lou Yan yang bilang gitu)


Padahal Lou Yan tidak tahu bahwa Lou Jin ini dikenal preman sekolah. Bahkan seorang wanita akan menjauh ketika melihatnya, walaupun Lou Jin sangat tampan sekalipun.


....


Negara Z.


Salah satu perusahaan terbesar didunia. BTL Corps.


Lantai 202, President Room.


Ruangan itu tampak sangat mewah dan besarnya hampir mencapai 20 meter.


Sebuah lemari kaca besar terdapat deretan anggur terbaik dengan merek ternama yang semuanya berusia diatas sepuluh tahun, deretan yang paling atas berusia lebih dari seratus tahun.


Mereka semua berasal dari perusahaan terbaik dari sejenisnya.


Didepan jendela prancis besar yang memperlihatkan pemandangan 'kota sibuk' dengan puluhan gedung tinggi membuatnya tampak megah dan indah.


Meja kerja terbuat dari kayu terbaik dari yang terbaik terdapat sosok kuat yang sangat dikenal semua orang dalam dunia bisnis dengan sebutan 'Orang berdarah dingin'. Dirinya sendiri duduk dengan tenang.


Ruangan itu agak gelap karena diluar mendung, namun tidak bisa menyembunyikan sosok rupawan pria itu.


Wajah yang sangat tampan, mata yang tajam seperti binatang buas yang haus darah dan pakaiannya yang pas dan tampak mahal, tinggi nya mencapai 195 cm.


Penampilannya yang benar benar mampu membuat semua wanita bertekuk lutut dibawahnya dan kekuatan yang ia pegang mampu membalik seluruh benua jika ia mau.


Dia adalah Lou Qiunchang, president perusahaan BTL, perusahaan yang sekarang terdaftar diurutan ke-dua didunia, nilai pasarnya sendiri mencapai ratusan triliun yuan.


Dan mereka terutama dibidang teknologi, dan berkembangnya barang-barang canggih lain didunia terutama didukung oleh mereka. Baru-baru ini perusahaan BTL akan terjun kedalam pemasaran mobil sport dan lainnya.


Bisa dibilang, dia orang yang paling kaya di seluruh benua ASIA.


Dia juga orang yang terkenal sangat dingin, kejam dan tampa ampun.


Lou Qiunchang merupakan anggota keluarga Lou, dan didalam keluarga utama, semua orang memanggilnya 'Tuan pertama'.


Saat ini Lou Qiunchang tengah menerima telepon dari pamannya, Lou Jian.


Setelah mengetahui apa yang terjadi, dia tahu bahwa keponakannya telah bangun dari koma panjangnya.


Lou Qiunchang berdiri didepan jendela yang memperlihatkan pemandangan seluruh kota.


Namun dia mengabaikannya.


Karena saat ini yang ada dipikirannya adalah seorang anak kecil berusia 10 tahun dengan penampilan peri karena terlalu cantik mengenakan pakaian tuxedo untuk ukurannya yang pas dibadannya yang mungil.


Dia memiliki ekspresi serius namun membuatnya lebih imut karena mata rubah yang polos berkedip nakal.


Peri kecil itu berkata pada pria tampan yang duduk didepannya. Mengabaikan tatapannya yang tajam.


'Tuan... Xiao Yan disini akan melamar menjadi asisten tuan. Jadi Xiao Yan harap tuan akan memperlakukan Xiao Yan dengan baik. Jangan lupa, diakhir bulan tuan harus membayar Xiao Yan dengan harga yang tinggi. Karena ayah bilang, Xiao Yan bernilai ratusan miliar!' ucap peri kecil itu dengan ekspresi bangga.


Dadanya membusung seolah ingin menunjukan kesombongannya.


Tampa sadar Lou Qiunchang mengangkat sudut mulutnya.


Kemudia dia tiba-tiba tersadar dengan apa yang dilakukannya.


Mengerutkan bibirnya dan ekspresinya kembali menjadi dingin.


Dia menelpon seseorang, dan suaranya yang sedingin es keluar dari bibir sexy itu.


"Siapkan pesawat pribadi, kita akan kembali ke Mansion Utama di gunung."


Setelah mengatakan itu dia menutup telponnya. Duduk diam dengan udara dingin seperti raja yang sedang beristirahat sebelum kembali memburu mangsanya.


Orang yang diseberang terdiam sejenak setelah mendengar perintah atasannya.


Ini pertama kalinya dia mendengar tuan ini mau pulang ke Mansion atas inisiatifnya sendiri.


Jika bukan dipaksa kepala keluarga, tuan mungkin akan menyegel dirinya sendiri dengan pekerjaannya.


"Baik tuan." Setelah itu pria itu berbalik dan menghubungi seseorang.


....


Ibu Kota China.


Bangunan Pengadilan Tertinggi.


Sebuah bangunan yang bersejarah yang berada di pusat Ibukota. Bangunan yang nampak tua dengan ukiran-ukiran unik dan penuh bersejarah.

__ADS_1


Pandangan sekilas semua orang bisa merasakan suasana disana nampak penuh keagungan dan khusyuk.


Walaupun bangunan itu nampak tua, namun semua orang yang merupakan penduduk asli Ibu Kota tahu, bahwa dibalik kerapuhan diluar bangunan, semua orang yang berada didalam adalah orang orang penting yang mengendalikan kekuatan pemerintah Negara China.


Para menteri, seorang jenderal, dan para pemimpin akademik, bahkan hingga profesor.


Terutama satu orang yang paling berpengaruh.


Yaitu Guru Agung Pengadilan, Lou Jiu Chang.


Orang yang mengendalikan seluruh hukum dan pemerintah negara.


Dalam keluarga utama Lou, dia dipanggil 'Tuan ke-empat'.


Dia adalah paman ke-empat Lou Yan.


Sekarang ini Lou Jiu Chang tengah mendengarkan para menteri yang berdebat dengan jenderal negara. Sikapnya tenang dan elegan, dia tidak tampak seperti seorang guru pengadilan yang serius dan ketat.


Namun lebih seperti seorang pangeran yang mendengarkan bawahannya berdebat soal pakaiannya yang akan dikenakan.


Ini merupakan pemandangan biasa untuknya.


Pepatah china mengatakan musuh abadi para menteri pemerintah adalah jenderal negara.


Sejak dahulu kala, perang antar negara membuat keberadaan militer kedudukannya dalam pengadilan lebih tinggi dari menteri, namun sekarang adalah dunia yang damai, secara alami para menteri dahulu yang selalu cemburu mulai ingin mengambil tiket dan menekan posisi militer dalam pengadilan.


"Chu Wen, kau jangan keterlaluan! Bulan lalu para menteri telah mendapatkan bantuan untuk membereskan masalah banjir di desa. Bukankah sekarang giliran militer yang mendapatkan bantuan dari pemerintah? Ada banyak prajurit yang cacat karena melindungi negara, kita perlu memberikan kompensasi pada keluarga mereka. Sebagai menteri keuangan, kau jangan terlalu semena-mena!"


Jenderal Jiang Hu yang telah lama bersabar akhirnya mengatakan sesuatu dengan nada marah.


Dia merupakan seorang Jenderal yang dihormati di negara, kedudukannya dalam pemerintah sama sekali tidak rendah. Dan lagi keluarga Jiang merupakan salah satu keluarga besar dan bangsawan di Ibu Kota.


Selama ratusan tahun mereka semua keturunan keluarga Jiang menjadi jenderal, hal itu membuat keluarga Jiang menjadi sangat kuat.


Namun sekarang mengejutkan bahwa ada yang berani untuk bertengkar dengan calon kepala keluarga Jiang berikutnya.


Itu adalah Chu Wen, sang menteri keuangan.


Chu Wen melirik pria kuat yang duduk diseberangnya dengan santai. Dia sepertinya tidak memiliki pendengaran terhadap kemarahan yang dilampiaskan oleh pria bermata tajam itu.


Dia masih berbicara dengan sopan pada Guru Agung yang duduk tidak jauh dari sana.


"Guru Agung, anda tahu bahwa bencana banjir yang membawa banyak kerusakan dibeberapa desa juga menimbulkan banyak korban jiwa yang tidak sedikit. Berdasarkan laporan yang ada, satu desa memiliki lebih dari sepuluh korban jiwa, dan itu masih beberapa desa.


Karena banyaknya orang biasa terutama para petani mengeluh tentang masalah banjir dan mengatakan bahwa panen mereka untuk akhir tahun mungkin akan gagal, beras dan sayuran dipasar harganya naik tajam karena masalah ini.


Semakin banyak orang protes membuat beberapa anggota pemerintah terutama para menteri yang berhubungan dengan masyarakat kewalahan menghadapi kemarahan warga.


Sebagai menteri keuangan saya lebih tahu tentang uang khas negara, kami memiliki banyak penyimpanan, namun itu juga untuk perkembangan negara kedepannya.


Jika semua uang ini digunakan untuk menghadapi beberapa masalah sekarang, dimasa depan mungkin kita akan kekurangan pasokan untuk pembangunan gedung penelitian yang dikatakan oleh presiden." Chu Wen menjelaskan permasalahannya dengan santai.


Jenderal Hu awalnya marah dan ingin bertarung dengan rubah licik bermarga Chu itu. Namun setelah mendengar permasalahannya yang begitu serius sehingga menyeret para warga negara dia mulai kembali tenang.


Lou Jiu Chang mengangkat matanya yang tertutup, tatapannya tenang dan tajam, dia mengalihkan pandangannya ke pria paruh baya yang duduk di sebelahnya.


Ya, itu tepat di sebelahnya.


Padahal semua orang diruangan tahu bahwa Lou Jiu Chang adalah guru agung negara, dikatakan dia adalah satu-satunya orang dinegara china yang tidak terikat oleh hukum negara, melainkan justru sebaliknya.


Pengaruhnya di pemerintah sendiri yang paling kuat dan bahkan seorang presiden harus membungkuk dan memanggilnya dengan sopan dan hormat.


Selama dia mau, hukum negara dapat dibalik dalam satu ayunan tangannya.


Karena gosip mengatakan, selama kau masuk ke gedung pengadilan karena kesalahan, akan sangat sulit untuk keluar.


Harta, kekuasaan, uang dan reputasi tidak akan bisa menggerakkannya.


Latar belakangnya juga sangat kuat.


Lou Jiu Chang sendiri tidak perduli tentang uang karena kehidupannya dibiayai oleh semua warga negara China. Setidaknya di China memiliki ratusan juta orang yang membayar pajak, apakah dia masih khawatir tentang uang?


Kekuasaan? Apa itu? Apakah bisa dimakan?.


Keluarga besar? Keluarga kaya?


Seberapa kuat mereka di depan dia sang guru agung yang mengendalikan hukum dan pemerintah negara.


Untuk membeli dan mengontrak tanah milik negara, seseorang harus datang kepadanya dan meminta persetujuannya.


Untuk memilih seorang presiden, bahkan keputusan akhir ada ditangannya.


Untuk mereka keluarga besar yang sombong dan angkuh, selama mereka menginjakkan tanah di negara China. Mereka akan terikat oleh hukum negara, dan hukum negara itu sendiri adalah dirinya.


Pria paruh baya yang di lirik Lou Jiu Chang adalah Fang Tu Yi, kepala keluarga besar Fang.


Dibandingkan semua keluarga besar di negara, keluarga Fang sangat kuat dalam reputasinya. Keluarga Fang dikenal sebagai keluarga bangsawan tertinggi di negara China. Keluarga besar tertua di negara ini.


Selama ratusan tahun keluarga Fang menjadi keluarga yang paling dihormati dibandingkan keluarga besar lain.


Itu karena ketika negara china masih mengunakan sistem kekaisaran, anggota keluarga Fang selalu menempati posisi Guru besar kekaisaran. Dimana kaisar bahkan hingga permaisuri harus menghormatinya.


Sejak saat itu pula keluarga Fang dinobatkan sebagai bangsawan tertinggi Ibu Kota dan negara China.


Alasan kenapa Lou Jiu Chang mendapatkan posisi Guru Agung bukan hanya karena bakatnya yang kuat, namun juga karena dukungan keluarga Fang.


Sebelum Lou Jiu Chang menjadi guru agung, selama puluhan tahun posisi Guru agung digenggam erat oleh keluarga Fang.


Namun sejak kepala keluarga Fang sekarang menjabat dan menikahi istrinya, sampai sekarang mereka belum memiliki seorang anak laki-laki. Tiga anaknya semuanya perempuan.


Akhirnya Fang Tu Yi memilih menikahkan puterinya yang kedua dengan Lou Jiu Chang yang sangat berbakat, serta menyerahkan kedudukannya sebagai Guru Agung.


Fang Tu Yi dan Lou Jiu Chang sama-sama rubah tua, jadi mereka sangat tahu keuntungan dan kerugian yang dapat mereka terima.


Tetua Fang mendapatkan sinyal dari calon menantunya, dia dengan tenang berdehem sebentar.


"Tentang bantuan yang akan diberikan oleh pemerintah akan menggunakan uang khas negara. Masalah tentang membangun gedung penelitian akan kita bahas kedepannya. Untuk sekarang, selesaikan masalah yang akan mengganggu kedamaian masayarakat terlebih dahulu.


Berikan 100.000.000 yuan ke menteri masayarakat untuk mulai membangun sungai agar nantinya desa-desa tidak terkena banjir, perbaiki desa dan rumah yang rusak serta bantuan untuk para petani yang mengalami kerugian.


Untuk anggota keluarga tentara yang cacat, kami juga akan memberikan kompensasi. Bagaimanapun para tentara dengan gagah berani melawan pasukan musuh demi melindungi negara. Kita sebagai anggota pemerintah negara harus memberikan subsidi setiap bulan pada mereka.


Makanan, pakaian dan beberapa barang yang berguna lain.


Berikan 5.000.000 yuan pada anggota keluarga tentara yang cacat, juga tambahan sebagai bonus dan gaji bulan ini 5000 yuan.


Sedangkan untuk biaya pembangunan gedung penelitian kita akan meminta semua kepala keluarga besar dan keluarga kaya lain untuk membayar pajak dua kalilipat dengan alasan bantuan untuk orang-orang miskin. Kalian semua sudah boleh pergi, rapat selesai."


Tetua Fang telah berbicara dan menjelaskan.


Semua orang hanya bisa mengikuti perkataannya.

__ADS_1


Walaupun sekarang orang yang telah menjadi Guru Agung adalah Lou Jiu Chang, namun kekuatan yang dipegang oleh Tetua Fang tidak sedikit. Dan itu masih senior dalam kekuatan pemerintah.


Menteri Chu dan Jenderal Hu saling memandang dan mereka menjawab serempak dan sopan.


"Baik Tetua Besar."


Chu Wen berbalik dan berjalan pergi, namun sebelum itu dia melirik Jenderal Hu dengan pandangan lurus.


"Jenderal Hu, anda benar-benar beruntung. Sepertinya perjanjian pernikahan putera anda dengan nona ketiga Fang telah membuahkan hasil." ucapnya dengan suara rendah yang hanya didengar oleh mereka.


Wajah Jenderal Hu menjadi hitam setelah mendengar apa yang dikatakan Chu Wan.


Bukankah rubah tua licik ini terang-terangan mengatakan alasan Tetua Fang mau memberikan bantuan dalam jumlah besar pada militer karena pertunangan putera keduanya dan nona ketiga Fang. Jadi dia akan memberikan wajah untuk keluarga Jiang.


Keparat bermarga Chu ini. Dia menggertakkan giginya.


Jenderal Hu seumur hidupnya belum pernah melihat seseorang seberani ini terhadapnya, hanya Chu Wan yang berani.


Keluarga Chu termasuk keluarga besar yang sebanding dengan keluarga Fang, Jiang, dan Lu.


Keluarga Chu dikenal oleh masyarakat china sebagai keluarga Ratu, itu semua karena selama sistem kekaisaran, semua wanita yang menjadi permaisuri atau Ratu dalam kekaisaran adalah keturunan keluarga Chu.


Bisa dibilang mereka keturunan para Raja dan bangsawan.


Karena itu pula selama sistem negara China berganti presiden, keluarga Chu pengaruhnya tidak turun sama sekali, justru sebaliknya, mereka bekerja sama dengan keluarga Fang dan membangun keluarga yang lebih kuat.


Apalagi para nona keluarga Chu dikenal sebagai Dewi dan kecantikannya selalu menduduki yang tertinggi diseluruh lingkaran kelas atas negara China.


Setelah Chu Wan dan Jiang Hu keluar dari bangunan pengadilan.


Tetua Fang dan Lou Jiu Chang saling memandang dengan tatapannya yang tenang.


"Pertunanganmu dan puteriku akan dilaksanakan satu tahun ke depan. Saat ini Fang Wan masih ada diluar negeri dan akan kembali tahun depan, kamu akan mempersiapkan semuanya." Tetua Fang mulai berbicara.


Raut wajah Lou Jiu Chang tidak berubah sama sekali. Dengan mengenakan setelan jas hitam diseluruh tubuhnya, dengan jubah hitam berlambang beberapa bintang emas sebagai lambang pengadilan.


Kaca mata berantai emas yang menutupi satu matanya disebelah kanan. Ketika mata hitam tajam itu menatap seseorang, itu memberi ilusi ditatap seekor ular yang berbisa dan rubah tua yang licik. Ditambah wajahnya yang tampan membuatnya nampak mengesankan.


Penuh pesona elit dan menawan.


Dia tidak berbicara dan detik berikutnya suara dering ponsel membuat suasana dingin diantara keduanya lebih ringan.


Paman Lou.


Nama itu terpampang di layar depan ponselnya.


Lou Jiu Chang mengangkat sebelah alisnya.


Dia menekan tombol jawab.


"Xiao Yan bangun."


Hanya tiga kata singkat, namun mampu membuat Lou Jiu Chang yang selalu tenang dihadapan gunung dan lautan, memperlihatkan sentuhan minat di matanya yang dalam.


Dia bangkit dan berjalan pergi tanpa melihat Tetua Fang yang tengah minum teh.


"Aku pergi." Hanya dua kata singkat dan keberadaannya menghilang dibalik pintu.


Tetua Fang yang menutup matanya sambil menikmati aroma teh bergumam.


"Sesuatu yang mampu membuat orang itu memiliki minat, kejadian yang lanka."


....


Pagi esoknya.


Lou Yan duduk di depan meja rias. Dibelakangnya sosok wanita panas yang sangat cantik tengah merapikan rambutnya yang sudah dipotong rapi.


Dia sekarang ini mengenakan pakaian jas putih dengan dasi kupu-kupu biru. Wajahnya yang putih porselen nampak seperti boneka, dengan pakaian berjas yang ia kenakan membuatnya tampak seperti seorang pangeran negeri dongeng.


Cantik dan menawan.


Bahkan Park Keely yang sekarang selesai merapikan rambutnya terus memuji dirinya tanpa henti.


"Tuan muda kedua, kamu sekarang terlihat jauh lebih menawan dari sebelumnya. Jika penampilan seperti ini ditempatkan di industri hiburan, diperkirakan anda akan memiliki puluhan hingga ratusan juta penggemar." Ucap Keely sambil memasang anting putih panjang ditelinga kanan Lou Yan.


Sudut mulut Lou Yan berkedut.


Dia sekarang ini telah menjadi anak orang kaya, masih ingin bekerja di industri hiburan? Bukankah menjadi patuh dan bertingkah imut pada ayahnya lebih berguna.


Siapa tahu dia bisa mendapatkan uang saku lebih banyak dan mengumpulkannya untuk masa depannya menjadi ikan asin.


Namun dipermukaan Lou Yan tersenyum malu dan dengan manis berkata:


"Saudari Keely, anda berbicara terlalu berlebihan. Di industri hiburan pasti banyak wanita-wanita cantik, pria tampan dan lainnya yang berbakat. Aku hanya memiliki penampilan sedikit lebih baik dari orang biasa." Ucapnya dengan rendah hati.


Kata-katanya yang diucapkan Lou Yan tampak merendah, namun sebenarnya dia juga mengatakan bahwa dia lebih baik dari orang biasa. Setidaknya ada keunggulan.


Jika orang yang mendengarnya sepintar rubah tua, mereka pasti akan mengira dia itu narsis karena memuji diri sendiri.


Namun ditelinga Park Keely yang memandang Lou Yan sebagai anak cantik dan patuh, bagaimana mungkin berpikir dia ini narsis. Dia mengira tuan muda keduanya ini bersikap malu-malu dan rendah hati, yang sangat cocok dengan karakter yang di perankan Lou Yan di rumah keluarga Lou.


Cantik, baik, patuh dan menggemaskan.


Yang pasti, benar-benar porselen.


Harus diakui kemampuan akting yang dipelajari Lou Yan di kehidupan sebelumnya sangat berguna untuk sekarang.


Park Keely menatap wajah cantik seperti boneka itu. Kulitnya dibawah cahaya kamar membuatnya lebih putih seperti kristal, jika itu ditempatkan dengan lebih banyak cahaya, itu akan benar-benar mirip seperti boneka porselen.


Namun setelah jas yang dikenakan Lou Yan menonjolkan sifatnya yang lebih mudah bergaul. Tampan dan cantik seperti pangeran dari negeri dongeng.


'Jika anak cantik seperti ini dikatakan lebih baik dari orang biasa, maka semua artis dan aktris di industri hiburan lebih cocok disebut biasa saja.' gumamnya dalam hati.


Keely buru-buru merapikan dasi dan jas ditubuh Lou Yan.


"Tuan muda, semuanya telah selesai. Saya akan turun dan menemui kepala keluarga, sepertinya semua anggota keluarga utama belum sampai semua. Yang ku tahu sebagian besar berada diluar negeri. Anda bisa tetap dikamar untuk beristirahat. Ingat, jangan terlalu banyak gerakan, nanti jika penampilan tuan muda berantakan kita harus mengulanginya lagi dan itu membutuhkan waktu satu jam lebih." Keely berkata dengan menatap Lou Yan penuh arti.


Tubuh Lou Yan merasa merinding.


Dia sudah menahannya selama dua jam untuk memilih setelan jas yang akan dikenakan, kemudian satu jam untuk menyesuaikan penampilannya.


Selama waktu ini tubuhnya selalu diraba sana-diraba sini membuatnya sangat tidak nyaman. Walaupun tahu ini juga demi penampilannya yang sesempurna mungkin. Dia juga masih pria normal.


Didepannya seorang wanita cantik dan memiliki penampilan panas dengan kain merah ketat selalu menyentuh tubuhnya disana dan disini, apakah ada pria normal yang bisa menahannya.


Untungnya kehidupannya yang dulu menjadi miskin membuatnya memiliki tekad dan mental yang kuat, selama dulu dia sering menjilat orang-orang kaya dan berusaha menyenangkan mereka.


Jadi jika seseorang mengatakan dia dengan kata-kata cemoohan atau merayu dengan penampilan dan fisik. Dia bahkan tidak akan mengangkat matanya atau merasa malu.


Hal ini sepertinya tidak berpengaruh banyak selain ketidaknyamanan diawal.

__ADS_1


Lou Yan mengerucutkan bibirnya imut. Berkata dengan nada manja pada wanita panas yang terus menatap dan mengagumi wajahnya.


"Saudari Keely, Yan Yan sangat lelah. Yan Yan ingin beristirahat sekarang, saudari keely jika bertemu ayah bilang saja Yan Yan sedang beristirahat ya." Setelah mengatakan itu dia berjalan menuju kursi gantung yang nampak bentuknya separuh bulat menghadap ke atas.


__ADS_2