Sistem Kecantikan [Pendamping]

Sistem Kecantikan [Pendamping]
CHAPTER 25


__ADS_3

Lou Yan melihat kejadian ini dengan tertegun. Dia reflek memanggil gurunya yang akan jatuh.


"Guru!!" Dia berjalan untuk membantu gurunya berdiri.


"Guru, apa kau baik-baik saja?" Lou Yan bertanya dengan prihatin.


Guru itu menepuk celananya yang tidak kotor, tersenyum canggung dan dengan getir menjawab sambil menggelengkan kepalanya. "Aku baik-baik saja."


Dia dengan pahit melirik penjaga itu dan menghela nafas dalam hati.


Guru itu berpikir bahwa dia menganyam pendidikan tinggi dan keluar dari sekolah bergengsi, namun walau nilainya menjadi salah satu yang terbaik dijurusannya, tetapi ketika dia datang ke sekolah ini kedudukannya juga tidak sebaik seorang penjaga.


"Kau berlebihan!" Mata Lou Yan menjadi dingin dan dia menatap penjaga yang tadi menghalangi dan mendorong dirinya dan guru itu dengan tatapan marah.


Penjaga itu mengerutkan kening, namun dia tetap mengabaikan keberadaan dua orang didepannya. Berdiri dengan angkuh dan meremehkan.


Melihat ini membuat Lou Yan semakin marah.


Dia mengeluarkan ponselnya dan memanggil seseorang. Setelah hanya panggilan kurang dari satu menit, dia menutup telepon.


Matanya yang dingin dengan acuh tak acuh menatap penjaga yang sombong.


Dia mencibir dengan senyum tak ramah: "Hanya seorang penjaga rendahan ingin menghalangiku masuk? Apakah tuan anjingmu tidak tau sopan santun? Pihak mana yang memperkejakan babî sepertimu? Apakah itu pihak sekolah? Atau siswa dari kelas khusus?!"


Ekspresi penjaga itu menjadi jelek, dia dengan mengancam melototi pemuda cantik didepannya.


"Bajîngan kecil, keberadaan tuanku bukan sesuatu yang vas kecil sepertimu untuk diketahui. Dan juga beraninya bajîngan sepertimu menyebut tuanku yang cantik dengan sebutan anjing, apa kau ingin mati?" Dia mendengus dingin dan berbicara melalui hidungnya tinggi-tinggi.


Cantik?


Apa tuan babî ini seorang wanita?


Dan juga beraninya babî ini menyebut dirinya vas.


Mata Lou Yan berkedip dengan bahaya. 'Ini yang pertama'.


"Bah, kau dan tuanmu itu adalah babî dan anjing. Bahkan jika tuanmu adalah anak presiden, dia harus bertarung denganku sekarang!!" Lou Yan dengan berani berkata dengan dingin.


Penjaga itu mulai tak sabar. Dia ingin mendorong Lou Yan dan memukulnya, namun guru itu segera menghalangi lengannya yang kuat.


"Tunggu, apa yang kau lakukan. Anak Lou Yan adalah siswa di sekolah ini, apakah anda tidak membaca peraturan sekolah yang melarang untuk melakukan kekerasan pada siswa terlepas dari pekerjaan kalian?"


Guru itu merasakan rasa sakit di punggungnya akibat menerima pukulan penjaga. Dia hanya mencondong ke depan namun masih bisa menstabilkan kakinya. Namun dia masih tidak bisa menerima kekasaran penjaga itu pada murid Lou Yan.


Walaupun Lou Yan bukan muridnya secara langsung, namun sebagai seorang guru, bisakah dia hanya diam melihat siswa dari sekolahnya digertak oleh pria berbadan besar.


Dan juga penjaga ini... orang ini sungguh tercela.


Guru itu menjelaskan dengan marah.


"Penjaga, tolong hormati saya sebagai guru sekolah. Ada larangan bahwa semua penjaga sekolah dan penjaga pribadi siswa dilarang untuk melakukan kekerasan pada murid lain. Dan hukuman untuk penjaga yang melanggar aturan adalah dikeluarkan dari sekolah dan mendapat denda. Tidak peduli seberapa kuat tuan anda, anda masih akan saya tuntut pada kepala sekolah." Matanya tegas dan dia melindungi Lou Yan dibelakang punggungnya.


Mata Lou Yan yang melihat guru itu rumit dan kagum.


Guru ini adalah pria yang baik dan tegas, dia juga bukan tipe orang yang memihak yang kuat dan memilih melindungi yang lemah.


Namun Lou Yan juga semakin marah. 'Ini yang kedua'.


Semenjak dia dilahirkan kembali, kapan dia 'Lou Yan' harus begitu dipermalukan oleh orang lain. Dan lagi orang yang mempermalukannya adalah seorang penjaga yang memiliki status rendah.


Lou Yan merasakan penghinaan dihatinya, dan ekspresinya semakin kesal.


Bukankah penjaga ini bosan hidup?


Penjaga itu mencibir dan memandang guru dengan ekspresi mengejek.


"Aturan sekolah? Apakah kau idiot? Aturan sekolah hanya berlaku pada sekumpulan orang rendahan dan itu tidak akan berpengaruh pada tuanku."


"Dan apa itu menghormati guru? Apa kau memandang dirimu terlalu tinggi? Orang kaya biasa disekolah ini bisa menghancurkanmu sampai mati, kau masih ingin berbicara tentang hukuman denganku?"


"Aku juga mungkin bisa membantumu untuk dikeluarkan dari sekolah!" Penjaga itu mendengus bangga.


Tangan guru itu mengepal erat. Apa yang dikatakan penjaga itu memang benar. Status guru disekolah ini tidak sebesar para murid. Tentu saja itu hanya berlaku pada sekolah ini. Karena semua guru disekolah lain masih sangat berperan penting dalam pendidikan.


Namun karena terlalu banyak keterlibatan pihak orang kaya yang berkuasa dan keluarga besar di sekolah SMA Elit Young Lan, itu membuat pengaruh guru sangat lemah dan perannya tidak sebaik pengawal pribadi.


Apakah dia salah untuk masuk ke sekolah ini? Tapi gaji yang diterima para guru disekolah beberapa kali lebih banyak dari kebanyakan guru di sekolah lain.


"Cukup, apakah kamu berani memanggil tuan anjingmu kemari?! Biarkan aku bertemu dengannya!" Lou Yan menghentikan ocehan pria kasar didepan gurunya.


Dia ingin menyelesaikan masalah perdebatan yang menurutnya sia-sia ini.


"Kèntut! Bukankah aku sudah bilang bajîngan sepertimu tidak layak untuk bertemu dengan tuanku, dan juga beraninya kau memanggil tuanku dengan sebutan anjing. Aku akan membunuhmu bocah sîalan." Penjaga itu maju dan ingin berkelahi dengan dua orang didepannya.


Lou Yan juga merasakan darah naik ketenggorokannya.


Dia ingin muntah sekarang.


Bisa-bisanya dia menemukan penjaga yang memiliki temperamen lebih buruk dari pengawal Donald saat ini.


Bukannya dia tidak ingin berkelahi, namun tubuhnya sekarang sangat lemah dan jangankan bertarung dengan penjaga yang memiliki tinggi 1,9 meter, dia bahkan tidak bisa menang melawan seorang pria biasa yang sehat.


'Sistem, keluar dan bantu aku menyelesaikan masalah.' Dia memanggil sistem.


[ .... ]


[ Tuan rumah, kau butuh sesuatu? ]


'Bah, jangan pura-pura mati. Keluarkan alat yang bisa membantuku untuk memukul pria anjîng ini.' Dia mendengus marah.


[ .... ]


[ Baik. ]


[ Sistem melalui pencarian.......... filter telah didapat! ]


[ Beberapa alat pembantu dan alat pelindung yang dapat membantu tuan rumah:


▪ Stun Gun (Alat kejut listrik) -Taser Gun


– Air Stun Gun (Pistol Listrik)


▪ Semprotan / Pepper Spray


▪ Pen Setrum


▪ Kartu Atm Rahasia / Card Knife / Pisau Lipat Mini bentuk ATM


▪ Baton Stick


Diatas merupakan alat-alat yang dapat membantu tuan rumah untuk sementara. ]


[ Silakan tuan rumah memilih alat perlindungan diri diatas. Poin kecantikan dibutuhkan. ]


[ Poin kecantikan: 3 poin ]


Lou Yan menatap layar dengan tercengang.


'Sistem, apa kau yakin semua alat ini memiliki efek pada pria kasar itu? Walaupun pistol listrik juga berguna dan dapat membuat orang mematung, namun itu hanya berguna untuk melawan orang biasa! Pria kasar ini adalah seorang pengawal yang terlatih. Dibandingkan orang biasa, ketahanan tubuhnya sangat kuat dan pistol listrik atau alat lain tidak akan begitu berguna.' Lou Yan berbicara dengan kesal.


Apakah sistem ini error, tidak bisakah dia melihat situasi sekarang.


[ Tuan rumah, anda memandang rendah produk sistem. ]


'Terserah.' Lou Yan memutar mata malas.


[ .... ]


[ Tuan rumah jangan khawatir, semua produk sistem ditingkatkan dan jauh lebih berkualitas dari semua barang ataupun produk dari dunia tuan rumah saat ini. ]


[ Pistol listrik didunia tuan rumah hanya dapat membuat seseorang mematung selama 15 detik. Dengan ditingkatkan dan menggunakan teknologi sistem. Itu dapat membuat seseorang dengan kesehatan fisik terbaik akan mematung selama 30 detik yang dua kalilipat lebih baik dari yang aslinya. ]


[ Selain itu, sistem tidak dapat memberikan pilihan alat-alat perlindungan diri lainnya pada saat ini. Karena dunia tuan rumah adalah dunia hukum dan saat ini tuan rumah berada ditempat yang ramai dan mudah disalahpahami. Jika tuan rumah mengeluarkan pedang, tombak atau bahkan pistol dari tempat penyimpanan, orang-orang akan berpikir tuan rumah adalah seorang pembunuh, bisa jadi alien dan hantu. Jadi sistem membuat pilihan yang bijak untuk megeluarkan alat-alat yang lebih legal dan mudah di keluarkan. ]


'.....' Lou Yan.


Masuk akal.


Sistem ini lebih cerdas dari yang dia kira, eh.


Bentak—


"Ugh..." suara benturan dan eràngan kesakitan terdengar dari arah depan.


Lou Yan terkejut dan mendongak, dia tertegun.


"Ini..."


Dia menatap tak percaya pada gurunya yang sekarang berbaring disisi tangga dan darah mengalir melalui mulutnya.


Tangan Lou Yan sedikit gemetar. Dia lupa bahwa penjaga itu akan memukulnya karena sibuk berbicara dengan sistem.


Tampa berpikir panjang Lou Yan memilih pisau Lipat Mini bentuk ATM.


Ding!


[ Poin kecantikan dikurangi ]


[ Sisa poin kecantikan: 207 ]


Dia juga meningkatkan kekuatan tubuhnya.


Layar sistem—


[ Kekuatan: 67 (1000 max) (+)



Dibutuhkan 1 poin pengalaman untuk meningkatkan ]


[ Poin Pengalaman: 226 ]


Lou Yan langsung meningkatkan kekuatannya menjadi 100.


Ding—


[ Tuan rumah meningkatkan kekuatan sebanyak 33. Jumlah poin pengalaman dikurangi. ]


[ Sisa poin Pengalaman: 193 ]


[ Kekuatan: 100 (1000 max) (+) ]


....


Lou Yan berlari dengan kecepatan sangat cepat, berkat kekuatan tubuhnya yang ditingkatkan, kekuatan ledakan kecepatan jauh lebih baik dari orang biasa.


Tangannya yang menggenggam pisau lipat mini bentuk ATM langsung meluncur untuk menggores penjaga yang masih memunggunginya dan menghadap guru yang duduk dilantai.


Penjaga itu merasakan bahaya datang dari arah punggungnya, dia awalnya terkejut, namun detik berikutnya dia langsung berbalik ke samping untuk menghindar, kemudian matanya yang tajam melihat tangan seputih giok dan kurus melewati wajahnya, pisau lipat mini itu berkilau dengan ketajaman yang luarbiasa.


Penjaga berguling ke samping dan langsung berdiri tegak. Matanya yang tajam menyapu seorang pemuda yang sangat cantik yang tengah menatapnya dengan dingin.


Penjaga merasakan punggungnya dingin. Dan keringat menetes didahinya.


Hampir saja.


Dia awalnya tidak menempatkan pemuda cantik ini dimatanya. Karena bagaimanapun tubuh pemuda itu kurus dan tingginya hanya sekitar 170 cm.


Bagaimana mungkin orang yang tampak seperti porselen memiliki kekuatan untuk melawannya. Dia tak percaya dan segera menjadi percaya diri.


Dia tidak takut menyinggung anak orang kaya, karena tuannya adalah nona dari keluarga besar yang memiliki latarbelakang kuat. Dia tidak menempatkan orang lain dimatanya kecuali anak-anak dari kelas khusus yang beberapa bahkan lebih kuat dari tuannya.


Namun dia tak menyangka bahwa orang yang tadinya dia anggap porselen hampir berhasil menggores wajahnya. Dan kecepatan itu benar-benar sebanding dengan ketua pengawal dari kelompok D yang saat ini mempimpin dirinya dan pengawal yang lain.


Ekspresi penjaga memadat.


"Kamu nak, jangan salahkan aku yang benar-benar akan menghancurkan wajah putih kecilmu!" Dia berteriak dengan garang.


Kakinya memadat dan mulai berlari dengan cepat menuju Lou Yan, tangannya terkepal dan dilayangkan ke wajah putih kecil pemuda itu.


Lou Yan bergerak cepat. Dia langsung menyingkir dan pisau lipat mini dengan bentuk ATM kembali diarahkan pada tangan milik penjaga itu, yang belum sempat menghindar dan melewati samping wajahnya.


Mata penjaga itu menyusut.


Kecepatan pemuda itu lebih cepat dari yang dia kira.


Namun dia tidak sempat menghindar karena kekuatan tubuhnya semuanya diarahkan pada kecepatannya saat ini. Apalagi menghindar, dia sendiri kesulitan untuk membagi kekuatan tubuhnya.


— tes...


Darah merah cerah keluar dari bagian lengan yang tergores.

__ADS_1


Memang tidak panjang, namun masih membuat penjaga mengeryitkan keningnya. Perih.


Dia mengepalkan tangannya dan mengabaikan luka ditangannya.


Berbalik dan langsung menyerang pemuda itu dengan kendali kecepatan yang lebih cepat dan akurat.


Lou Yan buru-buru ingin menghindar, namun gerakan itu berhasil diblokir oleh kaki kanan penjaga yang menendang dengan ganas. Tangan yang terkepal penjaga itu dengan kuat melayang cepat menuju wajah Lou Yan yang dingin.


Lou Yan cemberut. Dia tidak memiliki keterampilan bertarung.


Mau tak mau Lou Yan kembali menaikkan kekuatan tubuhnya keketinggian 150.


[ Tuan rumah meningkatkan kekuatan sebanyak 50. Jumlah poin pengalaman dikurangi. ]


[ Sisa poin Pengalaman: 143 ]


[ Kekuatan: 150 (1000 max) (+) ]


....


Ledakan kuat datang dari kaki yang tampak ramping dengan balutan sepatu booth tinggi. Lou Yan menerjang langsung kedepan. Tangannya terkepal erat dan dilayangkan cepat pada pukulan penjaga didepannya.


Bunyi letupan kecil dan retakan tulang membuat penjaga itu mengèrang kesakitan. Penjaga itu dibawa mundur sepuluh langkah dengan tangan yang saling menopang dan matanya melotot ngeri.


"Ah, tanganku. Bagaimana ini mungkin? Ini mustahil! Kau hanya orang biasa, bagaimana bisa, bagimana bisa..." penjaga itu bergumam dengan menatap kedepan dengan tak percaya.


Tangannya yang tadi terkena pukulan Lou Yan bergetar terus-menerus, dengan rasa sakit yang memyetrum tubuhnya namun penjaga itu abaikan.


"Kau! Siapa kau?!" Mata penjaga itu menjadi tajam dan tatapannya curiga jatuh pada Lou Yan yang tenang.


Lou Yan tidak peduli, tatapannya yang dingin menatap penjaga seperti menonton orang mati.


Dia berjalan kedepan dengan acuh tak acuh. Penjaga menjadi waspada.


Namun sebuah angin kencang membuat rambut penjaga terangkat dan sebuah kaki ramping melayang ke pipinya. Penjaga itu merasakan bahaya dan ingin menghindar.


Tapi bagaimana mungkin Lou Yan membiarkannya. Dia menekan kekuatan pada kakinya lebih kuat dan tendangan itu menjadi lebih cepat.


Kurang dari satu detik, kaki itu telah mengenai pipi lawan dan 'Ledakan!'.


Tubuh penjaga menghantam pot tanaman hias tidak jauh dari tubuhnya.


"Ugh..." penjaga merasakan sakit pada tubuhnya. Matanya merah dan sisi wajahnya bengkak dengan goresan panjang mengerikan dan berlumuran darah di wajahnya.


Bekas luka itu mirip dengan goresan dilengan penjaga sendiri.


Ya, bekas luka itu dibuat oleh pisau lipat mini dengan bentuk ATM yang diselipkan dan kencangkan Lou Yan pada sepatunya. Dia tentu saja menghindari sebanyak mungkin untuk mencegah mengenai matanya.


Penjaga itu dengan gemetar berlutut dan menyentuh wajahnya dengan ekspresi ketakutan.


Ketika penjaga berpikir hidupnya akan berakhir. Suara dingin dan marah dari temannya membuat penjaga itu membangkitkan harapan dihatinya.


"Apa yang kau lakukan padanya." Penjaga lain yang tadinya pergi ke toilet kembali dan menyaksikan temannya berlutut dengan kondisi menyedihkan.


Matanya yang tajam menatap pemuda yang memegang pisau lipat mini dan guru yang sudah pingsan tidak jauh.


Tiba-tiba dia langsung mengerti. Namun dia tidak peduli.


Yang dia pedulikan sekarang adalah kondisi temannya dan merasa khawatir dan marah.


Lou Yan mengeryit tidak senang. Namun ekspresinya tidak berubah, matanya jernih seperti air, tenang dan tidak ternoda. Sangat polos.


Penjaga yang berlutut dilantai itu menatap temannya dengan penuh semangat.


"Tiga belas! Kau harus membalaskan dendamku. Bocah bau ini menghina tuan kita dan menyebut kita babî!!" Ada ekspresi kemarahan yang terdistorsi di wajahnya ketika dia menyebut babî.


Tatapannya yang muram mendarat pada pemuda peri yang menampilkan ekspresi polos yang tidak sesuai dengan lingkungan. Ekspresinya menyakitkan ketika merasakan darah masih keluar dan rasa menyengat di wajahnya bertambah parah.


'Bajîngan kecil ini.' Giginya gemetaran karena marah dan malu. Kebencian yang tidak tersamar bersinar dengan cahaya ganas dimatanya.


Penjaga itu berpikir dia dikalahkan oleh seorang anak dan anak itu masih memiliki penampilan seperti porselen. Apalagi temannya masih ada disini dan melihat penampilannya yang malu. Diperkirakan akan ada rumor ditim pengawal nantinya.


Penjaga lain yang masih menatap mereka mengerutkan keningnya. Tatapannya yang dingin menatap pemuda dengan penampilan peri ini.


Dia masih tak percaya bahwa pemuda dengan penampilan porselen inilah yang baru saja mengalahkan temannya.


Walaupun temannya tidak sekuat dia, namun dia jauh lebih kuat dari orang biasa rata-rata. Bagaimana bisa orang yang memiliki berat badan lebih dari 90 kg dan tinggi 1,9 meter dapat dikalahkan oleh pemuda ini?


Apakah pemuda ini adalah seorang seniman beladiri dari keluarga kuno?


Tapi tidak mungkin, pemuda ini terlalu muda untuk memiliki kekuatan sekuat itu. Kecuali jika dia seorang jenius yang hanya muncul seabad dan sangat lanka.


Penjaga itu menyingkirkan tebakannya untuk saat ini. Nampaknya itu tidak mungkin.


"Tuan muda ini, tidak menjadi masalah jika anda menghina kami. Namun anda berani menghina tuan kami, maka anda sebaiknya tidak berpikir untuk keluar dari masalah ini dengan mudah." Tatapan penjaga itu menjadi tajam dan seluruh auranya langsung berubah.


Cahaya ganas memenuhi matanya dengan niat membunuh, tangannya terkepal kuat dan kakinya mengumpulkan kekuatan dan langsung menembak ke depan seperti angin kencang.


Lou Yan sudah waspada sejak penjaga lain ini muncul. Jadi ketika penjaga itu langsung menyerangnya, dia tidak terkejut atau takut. Sebaliknya, dia telah bersiap.


Tangannya dikencangkan pada pisau lipat mini dengan bentuk ATM, kakinya yang ramping dan tampak rapuh namun menyembunyikan ledakan kekuatan yang mengerikan langsung membuat tubuhnya melayang kedepan. Menembak dengan pisau ditangannya.


Karena Lou Yan tidak memiliki keterampilan seni beladiri, dia hanya mengandalkan poin kekuatan tubuhnya.


Awalnya penjaga itu terkejut melihat kecepatan tubuhnya, namun kemudian dia menjadi waspada dan dengan pukulan itu melayang kearah Lou Yan.


Lou Yan mencoba untuk menekan kakinya dan membalik tubuhnya sekuat tenaga, mengandalkan IQ yang tinggi, dia telah menghitung dari saat penjaga itu menembak kearahnya dan berapa porsi kekuatan yang dilayangkan penjaga itu dan berapa persen persentase yang bisa dia peroleh dari menggores wajahnya menggunakan pisau lipat mini.


Dan itu adalah...


60%.


Benar saja, ketika Lou Yan yang berbalik, pisau dengan ATM itu melayang langsung kearah wajah penjaga.


Penjaga sudah menyadari bahaya dari arah sampingnya, tiba-tiba dia membalik tubuhnya dengan kecepatan yang sangat cepat.


Namun pisau lipat mini Lou Yan masih berhasil menggores sedikit diwajahnya, dan darah segar mengalir dari tempat dimana luka muncul diwajahnya.


Penjaga buru-buru melompat dengan lincah, matanya berkilat melihat darah di wajahnya, nampak terkejut.


Dia menjadi semakin waspada.


....


(Author ubah dari penjaga menjadi pengawal)


...


15 menit kemudian.


Dan lebih menakjubkan adalah karena kakinya yang terangkat dibawahnya terdapat sosok bertubuh besar yang tengah pingsan. Satu orang lagi bertubuh besar berlutut dengan wajah berlumuran darah dan bengkak. Terus berlutut dan memohon ampunan dengan tubuh gemetar dan mata penuh ketakutan serta teror.


"Tuan muda, salahkan kami tidak melihat gunung Tai dan menyinggung tuan muda. Tolong tuan muda berbekas kasih pada orang rendahan ini..." pengawal itu berlutut dengan dan membenturkan kepalanya pada lantai.


'Ledakan!'. Suara ledakan karena benturan kulit kepala yang keras pada lantai yang dingin terdengar sampai ketelinga Lou Yan, namun pemuda cantik itu tidak peduli.


Tap tap tap


Suara langkah kaki banyak orang datang dari arah timur tidak jauh.


Kemudian setelah sekumpulan orang itu sampai ke tempat Lou Yan, semua orang terdiam.


"...." hening.


Nangong Ryuji baru datang dan dia menyaksikan tampilan luarbiasa didepannya dengan pandangan aneh dan lebih banyak kejutan dan rasa heran.


Jujur saja, pemandangan didepannya benar-benar membuatnya yang hidup selama 18 tahun masih merasa agak luarbiasa.


Bagaimana tidak, tepat didepannya adalah seorang pemuda yang setiap harinya terlihat sangat cantik dengan tampilan yang polos dan memegang citra 'anak baik' dari segi manapun yang terlihat.


Namun sekarang tampilan rapi dan patuh pemuda itu tampak sedikit berdarah dingin dan keterasingan dan sifat acuh tak acuh pada matanya membuat orang merasa tersesat.


Ini benar-benar berkebalikan dengan penampilannya yang biasa.


Di belakang Nangong Ryuji, Ye Qifeng memandang pemuda itu dengan penuh minat. Ada tatapan penuh arti dimatanya yang gelap dan dalam.


Pemuda peri ini... semakin dia melihat semakin menarik jadinya.


....


Lou Yan juga berbalik dan melihat Nangong Ryuji dan temannya, ada asisten Nangong dan beberapa pengawal dibelakang mereka.


Tapi sekarang Lou Yan tidak ingin berbicara, karena dia teringat sesuatu.


"Guru!"


Lou Yan dengan tergesa-gesa datang menemui pria berusia 30 thn keatas yang sekarang pingsan dipinggir tangga. Masih ada darah disudut mulut pria dewasa itu.


Lou Yan memeriksa detak jantungnya dan nafasnya. Memastikan gurunya itu masih hidup, dia buru-buru memanggil asisten Nangong Ryuji. Memintanya untuk membawa guru ke rumah sakit dan memeriksanya dengan baik.


Dia menghela nafas dalam-dalam dan merasa kelelahan menyapu tubuhnya.


Emosinya menjadi mudah tersinggung. Dia bahkan tidak repot-repot mempertahankan kelembutan dan kepolosannya yang biasa dia tampilkan.


Tatapannya yang dingin jatuh pada pengawal yang masih berlutut dengan ekspresi ketakutan ketika melihat selusin pengawal yang auranya menekan wilayah disekelilingnya dengan kuat menguncinya ditengah.


Orang-orang itu seharusnya pengawal milik Nangong Ryuji.


Dengan marah Lou Yan melangkah menuju dua pengawal dengan yang satu pingsan dan yang lain berlutut. Dia mendatangi pengawal yang berlutut.


Dengan keras bertanya padanya dengan suara dingin.


"Siapa tuanmu?" Tanya Lou Yan sambil memegang pisau lipat mini dengan bentuk ATM dan menyodorkannya pada pipi pengawal seperti penjahat di televisi. Tak lupa kakinya menginjak tubuh pingsan pengawal satunya.


Melihat postur tubuh kuat pemuda itu membuat sudut mulut Nangong Ryuji berkedut. Postur tubuh ini tampak seperti preman yang mengancam seorang gadis lemah. Sangat aneh dan kontras wajah dan perilakunya membuat orang merasakan pelanggaran yang kuat.


Apakah ini masih peri yang lembut dan polos?


Pengawal itu ketakutan melihat cahaya tajam yang bersinar dari pisau lipat mini, karena takut merangsàng pemuda peri dengan sifat iblis kecil, dia terburu-buru mengatakan nama tuannya.


Tentu saja, alasan kenapa dia menyebutkan nama tuannya disaat itu melanggar aturan tim karena dia takut dengan keganasan pemuda didepannya dan identitas mengerikan dua pemuda tampan lain dibelakangnya.


Sebagai seorang pengawal pribadi, walaupun tingkatan di daftar pengawal dia termasuk sangat lemah, namun dia masih tahu banyak informasi mengenai identitas anak-anak dikelas khusus. Apalagi tuannya menyuruhnya untuk tidak menyinggung kedua pria tampan itu.


"Tuan muda, tuanku adalah nona muda dari keluarga Long. Nama tuanku adalah Long Seyin. Tolong tuan muda memaafkan perilaku kasar orang rendahan ini... nona Seyin adalah salah satu puteri kesayangan kepala keluarga Long. Mohon tuan muda memberikan wajah pada keluarga Long kami. Dimasa depan saya akan memberikan kompensasi yang setara..." penjaga berlutut dengan gugup.


Tapi dalam hati dia sangat sombong, tentu saja dia cukup percaya diri dihatinya bahwa pemuda ini akan memberikan wajah pada keluarga Long.


Lagipula keluarga mereka adalah keluarga yang sangat kuat dan memiliki akar yang dalam di China. Bahkan untuk keluarga tersembunyi, mereka tidak akan repot-repot untuk berkonflik dengan keluarga Long hanya karena masalah kecil.


Dan keluarga Long masih merupakan keluarga raksasa dengan aset yang kaya dan kekuatan ditangannya.


Lou Yan mencibir melihat trik kecil yang dilakukan pria besar didepannya.


Bajîngan ini apakah mengancamnya atas nama keluarga Long?


Dan ini masih keluarga Long yang membuat masalah.


Lou Yan merasa bahwa dia memiliki permusuhan dengan keluarga Long dimana-mana. Setiap kali dia terlibat masalah, selalu keluarga Long yang disebutkan pihak lain.


Betapa membosankan! Pikir Lou Yan dengan suasana hati yang buruk.


"Hah, kompensasi? Seberapa banyak uang yang bisa kau berikan padaku sebagai seorang pengawal rendahan? Apakah kau tahu berapa banyak uang yang aku terima setiap bulan oleh keluargaku? Itu lebih dari cukup untuk membeli puluhan villa di Ibukota!" Lou Yan mencibir dengan tatapan dingin.


"Kau! Bawa dia pergi dan patahkan tangan dan kakinya! Kemudian... huh, buang saja di selokan sekolah!" Dia menunjuk pada salah satu dari pengawal yang melindungi.


Pengawal yang ditunjuk itu tertegun, tidak menyangka dia akan dipilih oleh tuan muda dari keluarga Lou.


Namun kemampuannya sangat cakap, tidak sampai hitungan detik, dia langsung menoleh pada tuannya, meminta persetujuan.


Nangong Ryuji hanya mengangguk ringan. Tapi dalam hati dia terkejut dengan kekejaman dan ketegasan peri kecil ini.


Melihat tuannya tidak keberatan, pengawal itu tanpa ragu datang dan menyeret pengawal yang berlutut dan mencoba melawan, tapi bagaimana mungkin?


Pengawal itu hanya kekuatan paling lemah dari keluarga Long, sedangkan pengawal milik Nangong Ryuji adalah pengawal khusus.


Paling banyak kekuatan pengawal yang berlutut adalah 110 sampai 120. Sedangkan untuk pengawal khusus yang paling lemah saja sudah melebihi 250.


Hanya butuh satu tangan untuk menyeret pengawal itu.


"Ahh, tidak, tidak, lepaskan! Kau tidak bisa melakukan ini! Keluarga Long tidak akan melepaskanmu!" Pengawal itu berteriak ketika dia dengan keras berusaha lepas dari tangan kuat yang mencengkram kakinya.


"Diam!" Pengawal Nangong menendang santai pada tangan pengawal yang dia seret dan bunyi 'krek' dari tulang retak terdengar ditelinga semua orang yang tajam.


"Ahhhhhhhhhhh...." pengawal itu meraung kesakitan. Sebenarnya tulang tangannya retak dan hampir patah!


Lou Yan menyaksikan ini dengan pandangan aneh. Sangat terkejut, hanya satu tendangan dan tulang tangan itu retak? Seberapa kuat tenaganya?


"Saudara Ryuji, apa kamu kenal Long Seyin?" Lou Yan berbalik dan bertanya pada Nangong Ryuji.


Pria tampan itu mengangkat alisnya. Dan berkata dengan suara rendah. "Ya."

__ADS_1


"Dimana dia?"


Tatapan Nangong Ryuji jatuh pada lantai dua dan jawaban dimatanya jelas, Lou Yan juga melihatnya.


"Seperti apa dia?" Lou Yan menyelidiki penampilan wanita bernama Long Seyin ini.


Nangong Ryuji diam. Bagaimana dia menjelaskannya? Perlukah dia mengatakan dia adalah wanita yang membosankan dan terlalu berpura-pura?


Ye Qifeng disampingnya tersenyum menawan. Melihat temannya diam, dia membuka mulutnya dan menjelaskan dengan murah hati.


"Long Seyin hanyalah anak seorang selir dikeluarga Long, pengawal itu mengatakan omong kosong, dan keberadaannya di Keluarga Long tidak terlalu menarik kecuali wanita ini sedikit putih dan penampilannya yang sedikit lebih baik."


Ye Qifeng terdiam sejenak, kemudian dia mengingat sesuatu. Seringai jahat terangkat disudut mulutnya. Sangat mempesona.


"Pagi ini aku melihat Long Seyin bersama temannya, dia mengenakan sweater warna biru muda dan anting bintang besar warna ungu." Katanya sambil berpura-pura mengingat dengan tangan didagunya.


Mata Lou Yan berkedip dengan cahaya aneh, dia menatap Ye Qifeng penuh keraguan.


Tapi fokusnya adalah penampilan Long Seyin, jadi dia mengabaikan warna aneh dimata Nangong dan Ye Qifeng.


"Bagus." Setelah mengatakan ini dia berbalik dan naik ke lantai dua.


Hari ini dia akan melampiaskan kebenciannya terhadap wanita bermarga Long dan memberikan wanita itu pelajaran dan membiarkannya membuka mata anjingnya.


Beraninya wanita itu mengincarnya. Jangan mengira dia tidak tahu bahwa dua pengawal itu jelas-jelas berusaha untuk menyakitinya, terutama pemukulan pengawal yang berkali-kali mengincar wajahnya yang cantik.


Lou Yan tidak tahu kebencian apa yang dimiliki wanita bernama Long Seyin itu, tapi berani ingin merusak wajahnya yang berharga, maka dia harus bersiap untuk bertarung seratus putaran dengannya.


Awalnya dia hanya ingin masuk ke kelas karena kemarin dia tidak masuk.


Tapi siapa yang menyangka dia akan bertemu dengan orang yang tidak masuk akal yang mengincarnya dihari kedua bersekolah. Dan orang itu adalah orang yang belum pernah dia kenal atau temui didunia nyata.


Bukankah ini penuh kebencian?


Ini memang penuh kebencian!!!


Lou Yan berjalan menuju lantai dua dengan wajah hitam penuh kemarahan. Langkahnya kuat, seolah dia siap berperang dengan musuh selama ratusan episode.


Dibelakangnya Nangong Ryuji dan Ye Qifeng saling memandang dan mengikuti dalam pemahaman diam-diam. Sesuatu yang menarik akan terjadi. Mereka tidak boleh ketinggalan untuk menonton pertunjukan.


Asisten Nangong menatap mereka bertiga dengan khawatir dan bingung, ada apa dengan para tuan muda ini. Dan juga... tatapan asisten itu mendarat pada Lou Yan dan merasa cemas. Dia adalah orang yang pintar, bagaimana mungkin dia tidak menemukan ada sesuatu yang salah pada saat ini.


Tapi dia tidak bisa menghentikannya, jadi hanya bisa mengikuti.


Lou Yan melihat sebuah pintu besar warna putih dengan ukuran emas yang mewah. Tampa ragu sedikitpun dia langsung membukanya dan masuk kedalam.


Nangong Ryuji dan Ye Qifeng saling melirik dan ikut masuk kedalam ruangan.


Asisten Nangong berhenti, tempat ini adalah ruangan yang hanya bisa dimasukkan oleh murid khusus, bahkan dengan dia sebagai asisten tuan mudanya, dia tidak bisa masuk sama sekali.


Orang-orang dalam ruangan mendengar pintu ruangan terbuka cukup keras, beberapa melirik, beberapa hanya acuh tak acuh.


Siswa kelas khusus yang melirik melihat orang asing memasuki ruangan mereka, dan mengerutkan kening. Pertama-tama mereka sedikit terkejut dengan penampilan peri pihak lain, dan kemudian menjadi tenang.


Salah satu orang bertanya dengan lembut, dan suaranya seperti musim semi.


"Apakah kamu membutuhkan sesuatu teman?" Tanyanya lembut.


Lou Yan berhenti, dia melirik pria tadi yang bertanya padanya. Ada kejutan dimatanya setelah melihat penampilan pihak lain.


Pria itu tampak seperti pemuda berusia 18 tahun, mengenakan seragam sekolah khas dan dilapisi jas hitam panjang yang lurus dan rapi dengan sedikit ekor dibelakangnya, peniti dikepala setelan jas itu terdapat rantai perak dan kristal ungu.


Rambutnya yang keperakan alami disisir kebelakang dan menampilkan dahinya yang putih.


Wajah tampan pria itu terukir seperti giok, warna kulit putih dan fitur wajah yang mempesona, sedikit kebaratan. Ada senyum diwajahnya yang lembut dan penuh kebaikan.


Tatapannya yang hangat jatuh padanya. Pria itu duduk di kursi dengan tangan diatas lutut dan kakinya yang menopang anggun.


Lou Yan tidak menjawab, melainkan melihat sekeliling dan mencari seseorang.


Pria yang diabaikan tidak marah, dia hanya tersenyum tipis.


Ada sekitar lebih dari 30 orang didalam ruangan. Dan cara mereka duduk tidak sendirian melainkan berdampingan, satu set meja dan sofa yang tampak mewah dan mahal. Seperti pejamuan.


Ruangan itu besar dengan dekorasi yang persis seperti restoran dalam kotak kaisar. Menampilkan keanggunan dan kemegahan seperti aula pejamuan. Semuanya duduk seperti para bangsawan yang berkumpul untuk melakukan pertukaran satu sama lain.


Tiba-tiba tatapannya berhenti.


Dia melihat seorang wanita cantik mengenakan sweater warna biru muda dan anting bintang besar dengan warna ungu bersinar sesekali. Ada beberapa wanita yang duduk disekitarnya, nampaknya teman sekelas dan bermain.


Tatapannya menjadi tajam.


Dia berjalan melewati beberapa orang, dan akhirnya orang-orang yang acuh tak acuh diruangan juga melihatnya heran.


Mereka semua tidak berbicara karena orang-orang ini juga melihat teman sekelas Nangong dan Ye Qifeng yang mengikuti Lou Yan dibelakangnya.


Lou Yan mendatangi Long Seyin dan menamparnya.


—tamparan!


Suara itu bergema diseluruh ruangan, semua orang terkejut. Bahkan Nangong Ryuji dan Ye Qifeng juga menatap takjub kedepan.


"Ahhhhhhhh...." Long Seyin berteriak keras ketika merasakan rasa tajam yang membakar dipipinya, dan dia terpana. Rasa sakit itu nyata sehingga dia merasa tulang dipipinya akan patah dengan sedikit kekuatan.


Dia memegang pipinya tak percaya, melihat seorang pemuda yang sangat cantik namun familiar didepannya. Hatinya menjadi gila.


Beraninya dia, beraninya dia menamparnya! Pelàcur!!


Namun Long Seyin dengan cepat mengingat wajahnya, dia tidak boleh marah, tidak boleh marah....


Dia harus mempertahankan citranya.


Mata Long Seyin yang ganas berubah menjadi air mata. Dia menatap Lou Yan dengan sedih dan malu.


"Kau, kau, apa yang kau lakukan. Kenapa menamparku? Aku tidak mengenalmu." Dia bertanya pada Lou Yan dengan ekspresi sedih.


Tangannya melepas dari pipinya, sehingga semua orang dengan jelas melihat cetakan tangan merah yang mengejutkan diwajahnya. Tampaknya sangat kuat?


Teman-teman Long Seyin jelas terkejut dan baru bangun setelah Long Seyin berbicara.


"Kau, apa kau gila?! Beraninya menampar Seyin!" Salah satu temannya yang duduk disampingnya bertanya dengan marah. Berdiri dan menunjuk kesal pada Lou Yan.


Tapi gadis itu tidak berani mengumpat atau mengeluarkan kata-kata kotor karena tidak ingin menghancurkan citranya didepan para pangeran sekolah yang sekarang tengah menatap mereka.


Teman-teman Long Seyin disekitarnya juga menatap Lou Yan ganas.


Lou Yan mencibir tanpa mengucapkan sepatah katapun. Tangannya kembali melayang dengan kecepatan yang sangat cepat. Sehingga para wanita disekelilingnya tidak bisa melihatnya dan hanya bayangan.


— tamparan!


Suara tamparan kembali bergema diruangan yang sepi. Beberapa gadis berseru.


Mata banyak siswa laki-laki diruangan bersinar dengan penuh minat.


"...." hening.


Long Seyin: "...."


Tangan Long Seyin yang memegang pipinya gemetar, dia menunduk dan matanya bersinar dengan ganas dengan niat membunuh. Dia hampir tidak bisa menahan amarah dan kegilaan dihatinya.


"Kau gila!" Salah satu teman Long Seyin mundur dengan ketakutan dan berteriak sambil menunjuk Lou Yan dengan gemetar.


"Apa yang kalian semua lakukan? Ada orang gila yang masuk ke ruangan, panggil penjaga sekarang!" Gadis yang mengenakan seragam sekolah ketat melototi temannya.


"Ah, ya ya. Ada orang gila, kita harus memanggil penjaga ke ruangan." Teman yang dipelototi gadis dengan seragam ketat ketakutan dan buru-buru mengangguk, berdiri dan ingin pergi.


Hanya saja suara tenang seseorang menyela percakapan mereka.


"Teman sekelas, anda tidak bisa memanggil penjaga." Ye Qifeng berbicara dengan senyum lembut.


Namun ekspresi Long Seyin dan teman-temannya menjadi jelek. Tidak bisa memanggil penjaga, apa maksud pria tampan ini?


Long Seyin yang diam akhirnya berdiri dan berkata dengan suara lembut, ekspresinya yang menyakitkan serta rambutnya yang acak-acakan karena tamparan tadi membuat seluruh orang berantakan dan menyedihkan.


"Tuan muda Ye, saya tahu pemuda ini mungkin adalah teman anda. Tapi tuan muda Ye juga harusnya melihat dengan jelas, pemuda ini menampar saya dua kali. Sedangkan saya sendiri tidak mengenalnya, dan saya bahkan tidak tahu kenapa pemuda ini datang pada saya dan melakukan tamparan. Namun yang saya tahu, pemuda ini telah melakukan tindakan kekerasan. Sebagai teman sekelas, bagaimana bisa anda mengabaikan masalah ini?"


"Saya tidak meminta apapun sebagai kompensasi, namun pemuda ini harus dikeluarkan sekarang dari sini. Tempat ini hanya bisa didatangi oleh anggota kelas khusus. Tuan muda Ye, kamu mungkin bisa mengabaikan saya, namun kamu tidak akan mengabaikan ketidaknyamanan teman sekelas lainnya, kan?" Suara diakhir kalimat menjadi lembut namun cukup tajam.


Mata Ye Qifeng berkilat dengan bahaya.


Wanita yang penuh pura-pura ini. Ye Qifeng mencibir di hatinya, namun dipermukaan dia tetap tersenyum mempesona.


Lou Yan juga berkedip. Keterampilan wanita ini lumayan.


Dia benar-benar bisa berbicara dengan begitu licin dan fasih. Pada dasarnya wanita ini mengatakan bahwa Lou Yan melakukan tindakan kekerasan, kemudian dia berpura-pura menjadi korban, lalu meminta Lou Yan dikeluarkan, kemudian mengatakan bahwa Ye Qifeng ini hanya mementingkan diri sendiri dan mengabaikan teman sekelas.


Jika Ye Qifeng mengatakan sesuatu yang marah, dia pasti akan menyinggung orang-orang disini.


"Apakah nona muda Seyin benar-benar tidak mengenal Yanyan?" Ye Qifeng tidak menjawab pertanyaan wanita itu dan malah berbalik bertanya padanya dengan senyum lembut.


Long Seyin cemberut. Rubah yang tersenyum ini. Giginya gemelatuk marah.


"Apa maksud tuan muda Ye? Aku benar-benar tidak mengenal pemuda ini. Tapi bukankah dia murid baru, sebagai junior, bagaimana bisa dia menampar seniornya?" Long Seyin berpura-pura tidak tahu, dan memandang Lou Yan dengan sedih.


Kemudian dia memandang seorang pria dengan setelan jas hitam rapi dan lurus, jubah hitam dijepit dari ujung kiri dengan pola diagram bintang lima dan lambang SMA Elit Young Lan sampai ujung lain melipat tangan kanannya.


Pria itu mengenakan kacamata emas dan mata tajam dibalik kacamata dari awal hingga akhir tidak melirik mereka, dia fokus pada buku tebal ditangannya. Tubuhnya memancarkan aura 'jangan mendekat', gelombang udara dingin disemprotkan disekelilingnya.


Mata Long Seyin berkedip licik, dia kemudian berpura-pura menyentuh pipinya yang menyakitkan. Kemudian berbicara dengan sedih.


"Apakah kamu punya dendam padaku, kenapa kamu tidak berbicara sedari tadi? Apakah aku menyinggungmu, tapi aku bahkan tidak pernah bertemu denganmu."


"Kamu adalah murid baru, dan mungkin belum tahu aturan sekolah. Ada aturan nomor 36 yang mengatakan dilarang melakukan kekerasan pada siswa wanita, terutama bagi kamu yang seorang 'laki-laki'." Dia menekan kata 'laki-laki' dengan menyembunyikan kecemburuannya pada penampilan pemuda ini.


"Kamu menamparku dan aku tidak akan meminta kompensasi apapun darimu, tapi kamu melanggar aturan sekolah dan harus dihukum. Bukankah aku benar ketua OSIS?" Tatapan lembut wanita itu mendarat pada pria dengan setelan jas hitam dan jubah hitam.


Banyak orang dalam ruangan mendengus dingin melihat trik kecil wanita ini.


Bahkan Ratu Chu yang terbiasa acuh tak acuh menatap Long Seyin seperti menatap orang mati. 'Nona Besar' juga melirik penuh arti pada wanita yang pura-pura itu.


Fang Qu Yi membeku, dia tak menyangka wanita ini akan menyeret saudara pertamanya, bukankah wanita ini bosan hidup? Kakaknya bukanlah serigala yang lembut. Dia membuat 'ck, ck' diudara.


Senyumnya penuh seringai jahat.


....


Fang Xuaeyi mendongak mendengar seseorang menyebut dirinya. Tatapannya yang dingin dan tajam mendarat pada Lou Yan pertama kali kemudian melirik Long Seyin.


Long Seyin memanggil dengan suara lembut, "Ketua kelas?"


(Ctt/saran: Fang Xuaeyi itu ketua OSIS dan juga ketua kelas di kelas khusus)


Fang Xuaeyi tidak meliriknya namun terus menatap Lou Yan. "Berbicara." Suara pria itu dingin dan tidak berfluksi.


Lou Yan mengangkat alis. Apakah pria ini memintanya untuk menjelaskan? Tapi dia tidak menyangkal. Sebenarnya dia diam karena dia ingin menunggu wanita itu berbicara sampai selesai, baru kemudian dia langsung berbicara tentang intinya dan membersihkan namanya.


"Aku menamparmu sepenuhnya karena kamu tidak bisa mendidik anjingmu dengan baik. Hari ini aku datang untuk pertama kalinya ke kelas. Saat aku tidak tahu dimana tempat siswa kelas khusus berkumpul, seorang guru pria mendatangiku dan mulai membimbingku kemari. Namun ketika aku ingin naik ke lantai dua, dua pria besar yang mengaku penjaga sekolah dan melarang kami untuk naik."


"Aku hanya menegurnya sebentar namun pria itu malah menyerangku dan ingin memukulku, untuk melindungiku guru itu berdiri dan menerima pukulannya. Untuk memberikanku keadilan, guru itu memarahi penjaga itu. Namun sebagai gantinya penjaga mulai menyerang guru dan memukulinya sampai membuat guru itu mengeluarkan batuk darah, beberapa tulang rusuk patah, lengannya juga terkilir, punggungnya membentur anak tangga. Kakinya juga ditendang dan hampir membuatnya lumpuh dan sekarat."


"Berpikir bahwa seorang penjaga sekolah begitu tak masuk akal dan hampir menghilangkan nyawa seorang guru, dan lagi setelah penjaga itu memukuli guru pria, dia ingin memukulku. Aku mencoba melawan, dan kakiku ditendang dan hampir membuatku patah tulang. Saudara Ryuji dan pengawalnya datang dan menyelamatkanku, dia mengatakan bahwa penjaga itu bukan penjaga sekolah, tapi pengawal pribadi milikmu."


Dengan mengatakan ini, mata Lou Yan berkilat dengan dingin, dan suaranya begitu lembut namun menusuk sampai Long Seyin merasakan kulit kepalanya mati rasa.


"Katakan padaku, seorang pengawal pribadi berpura-pura menjadi penjaga sekolah dan melakukan penyerangan terhadap siswa dan guru sekolah. Bahkan sampai hampir menghilangkan nyawa di tempat umum. Sebagai tuan dari dua babî itu, mungkinkah kamu tidak terlibat?" Lou Yan berbicara dengan setengah kebenaran dan setengah kebohongan.


Tentu saja Lou Yan melebih-lebihkan cerita terutama untuk guru sekolah yang hanya batuk darah dan tidak sampai patah tulang. Tapi itu tetap berdarah bukan?


Semua orang yang mendengar ceritanya sedikit terkejut, beberapa dipenuhi minat dan menonton kegembiraan, beberapa hanya acuh tak acuh.


"I, itu fitnah. Aku tidak pernah membuat perintah untuk pengawalku untuk berpura-pura menjadi penjaga sekolah. Hal yang tidak berguna dan membuang-buang waktu seperti itu. Siapa yang akan membuat permintaan bodoh seperti itu?" Long Seyin menyangkal dengan ekspresi sedih.


Lou Yan mencibir: "Maksudmu pengawal pribadimu sengaja berpura-pura menjadi penjaga sekolah hanya untuk kesenangan? Tidak cukup sampai disitu dan malah melakukan serangan yang hampir menghilangkan nyawa seseorang. Bisakah ini dilakukan oleh orang normal?"


"Bukankah pengawalmu juga seekor babî yang tidak punya otak, orang bodoh mana yang akan melakukan tindakan gila seperti itu. Mereka berdua adalah pengawal yang dilatih oleh keluargamu, maksudmu keluargamu tidak punya moral sehingga bahkan seorang pengawal bisa memukul orang sesuka hati."


"Dan juga aku datang untuk naik ke lantai dua, dan sangat jelas tentang statusku sebagai anggota kelas khusus. Namun penjaga itu masih memiliki keberanian untuk memukulku, menurutmu, apakah pengawalmu yakin akan memukulku mengingat mereka melihat statusku jika bukan perintah dari seseorang. Dan orang yang bisa memerintah dua pria besar itu sangat jelas tampa aku memberitahumu." Lou Yan mendengus dingin.


"A, aku..." Long Seyin ingin menyangkal kembali, namun dia merasakan tatapan banyak orang padanya dan merasa malu.


Awalnya dia memang menyuruh dua pengawalnya untuk mencegat pemuda cantik ini yang memiliki akun dengannya. Dia ingin pengawalnya memukul pemuda ini dan merusak wajahnya yang membuatnya iri dan cemburu.


Dia tidak berpikir tetang pria ini yang akan lolos dan dapat naik ke lantai dua dengan keadaan bersih dan rapi. Dan dia mengira pria dengan penampilan peri ini adalah vas yang lembut dan mudah pecah, siapa yang tahu mulutnya begitu beracun sehingga dia kesulitan untuk membuat alasan.


Jadi dia terjebak untuk sementara waktu.


Fang Xuaeyi menatap keduanya dengan ekspresi dingin.


Dia mengambil ponselnya dan membuat panggilan seseorang. Setelah menyelidiki hanya dalam beberapa menit dia langsung mendapat hasilnya.


Beberapa saat kemudian dia berdiri dan memerintah temannya yang juga merupakan anggota OSIS.

__ADS_1


"Bawa Long Seyin ke kantor kepala serikat mahasiswa. Dia diduga melakukan pelanggaran aturan sekolah." Setelah mengeluarkan kata-kata dingin dan penuh acuh tak acuh itu, dia berbalik dan berencana untuk pergi keluar, sebelum itu Fang Xuaeyi sempat melirik penuh arti pada Lou Yan yang masih sangat tenang.


Mata Long Seyin terbuka lebar, menatap tak percaya. "Bagaimana mungkin, tidak, ketua kelas, kamu pasti salah paham. Aku sama sekali tidak melakukan pelanggaran!" Dia menyangkal dengan tangan tergenggam erat, menolak untuk dibawa pergi oleh mereka.


__ADS_2