Sistem Kecantikan [Pendamping]

Sistem Kecantikan [Pendamping]
CHAPTER 15


__ADS_3

Lou Yan memandang ponselnya dengan mata aneh. Bahkan wajahnya yang cantik tampak kaku dan sulit untuk mengespresikan emosi dalam hatinya.


"Apa-apaan ini? Dia hanya ingin bersaing dengan Long Yuan, kenapa semua orang malah ikut-ikutan? Bahkan terlihat bersenang-senang." Lou Yan merasa konyol dihatinya.


Ding!


[ Selamat tuan rumah karena berhasil menyelesaikan misi untuk menghabiskan 30 juta koin China untuk pembawa acara di platform siaran langsung tertentu.


Hadiah:



50 juta yuan


20 poin pengalaman


15 poin kecantikan ]



Ding—


[ Selamat! Tuan rumah telah menyelesaikan misi tersembunyi.


Misi: Membuat Long Yuan menghabiskan seluruh koin China untuk target tuan rumah di platform siaran langsung.


Tingkat kesulitan: C


Hadiah:



100 juta yuan


Keterampilan mengemudi profesional


Perusahaan Ai Yusshi.


Bar Terbaik Ibukota, WQ STAR.


25 poin pengalaman


15 poin kecantikan ]



Ding—


[ Selamat! Tuan rumah telah menyelesaikan misi tersembunyi.


Misi: Membantu Fu Shichen untuk menghadapi masalah keuangan.


Tingkat kesulitan: D


Hadiah:



10% saham Grup Shiren.


Villa Georyua di Distrik A Ibukota.


3% saham Grup Vigan Pharless.


10 poin pengalaman


20 poin kecantikan ]



Mata Lou Yan menyentuh kejutan yang luarbiasa.


Bagaimana menjelaskannya ini?


Dia sebenarnya menyelesaikan tiga tugas dengan dua misi tersembunyi?


"Sistem, kamu sebelumnya belum mengatakan akan ada tugas tersembunyi." Lou Yan langsung mengeluh.


Sistem benar-benar pelupa.


[ Tugas tersembunyi akan keluar secara acak, selain itu jumlah presentase untuk mengeluarkan misi tersembunyi adalah 30% dari 100% ]


"Tetap saja kamu seharusnya menjelaskannya." Lou Yan masih mengeluh dengan cemberut.


"Oh ya sistem, pertama kali kau memberikan hadiah, kau telah memberikan aku satu kesempatan untuk memutar lotere. Apa kau ingat? Aku belum memutarnya."


[ .... ] apa kau masih ingat?


[ Baiklah. ]


Senyum Lou Yan mengembang, jangan mengira dia lupa dengan tiket lotere yang susah payah ia dapatkan dari kerja kerasnya menaikkan tinggi badannya.


"Ayo kita bahas lotere ini nanti."


Dia memijat tangannya yang hampir patah karena terlalu lama menekan ponsel berulangkali.


Untungnya sistem membantunya dengan mengendalikan ponselnya.


Jika tidak, bagaimana mungkin dengan kondisinya sekarang dia mampu menekan layar ponsel hadiah berulang kali sampai ribuan kali.


Tangannya pasti akan patah.


Kupikir ini layak menjadi legenda Yue Xing dimasa depan.


Dia menggelengkan kepalanya.


Siapa yang peduli berapa banyak uang yang dikeluarkan orang-orang itu?


Hal ini tidak ada hubungannya dengan dirinya.


Bukankah bagus jika orang-orang ini menghabiskan banyak uang. Pria Oracle itu pasti akan mendapatkan banyak uang dan bisa mengatasi kesulitannya.


Memikirkan mata lembut pria itu, hati Lou Yan tergerak.


Tiba-tiba dia memikirkan sesuatu.


Pria ini tidak buruk sama sekali, karena pria ini kekurangan uang. Mungkin dia bisa membantunya dengan memperkerjakannya di Villa ini?


[ Tuan rumah, itu pemikiran yang bagus. ]


Suara logam dingin terdengar di telinga Lou Yan, membuatnya sangat terkejut.


"Sistem, menurutmu itu bagus."


[ Ya. ]


Lou Yan bahkan lebih heran, ini pertama kalinya sistem optimis tentang seseorang. Sepertinya pria tampan yang memiliki akun 'Oracle' itu sangat bagus sehingga sistem yang sombong juga mengakuinya.


Dia pasti benar-benar jenius.


Lou Yan benar-benar tergerak.


"Baiklah sistem."


Lou buru-buru fokus pada ponselnya.


Dia mengunduh aplikasi Wechat dan memasukkan nomornya.


Dia kembali ke Yue Xing dan menulis komentar di live streaming 'Oracle'.


[Kaisar Agung Caplips]


-Penyiar Oracle, kamu pasti punya wechat kan? Bisa tukar nomor tidak?


Lou Yan diam-diam menunggu.


Dia melihat pria tampan di layar menatap kamera dengan terkejut. Seolah-olah dia tidak berharap seseorang meminta nomornya.


Fu Shichen buru-buru menatap ponsel yang kameranya masih menyala. Dia awalnya merasa ragu.


Dia ingin bertanya apakah dia menyukai suara nyanyiannya atau wajahnya.


Namun mengingat ini masih berada di live streaming dan sangat tidak sopan untuk menanyakan kalimat seperti itu pada pihak yang belum ia kenal.


Fu Shichen terdiam.


Hanya saja...


Badump—


Jantungnya berdebar cepat.


Kegelisahan, kekhawatiran, dan rasa bahagia datang pada waktu yang bersamaan.


Akhirnya dia menggertakkan giginya.


Jika... jika ada kesempatan untuk melihatnya langsung di dunia nyata.


Dia... ingin mengucapkan terima kasih secara langsung.


"Baiklah, kaisar agung dapat menelpon saya. Ini nomor ponsel saya. 08******, apakah sudah? Kaisar agung tidak perlu menyebutkan nomor anda disini, cukup telepon saya dan saya memasukkan nomor anda di wechat saya." katanya dengan cepat.


Fu Shichen merasakan kebencian dan rasa cemburu para penonton.


Bagaimanapun dia baru saja mengatakan untuk tidak membiarkan kaisar agung menyebarkan nomornya sembarangan.


Entah kenapa hati Fu Shichen menolak membiarkan semua orang di live streaming-nya mengetahui nomor kaisar agung.


Bukankah sangat mudah bagi semua orang menambahkannya ke kontak mereka.


Memikirkan ini hati Fu Shichen dilanda kecemburuan.


Untungnya dia berkata dengan cepat, kaisar agung seharusnya mengerti tentang dia yang mencoba membantunya.


Dia tidak akan marah tentang perkataannya tadi kan?


Kemudian Fu Shichen melihat balasan kaisar agung.


[Kaisar Agung Caplips]


-Baiklah, aku akan menelponmu nanti. Ngomong-ngomong aku menyukai nyanyianmu. Itu sangat bagus terutama lagu yang kau bawakan tadi.


Jantung Fu Shichen berdetak lebih keras, seolah-olah dia baru saja lari maraton.


"Em." Dia mengangguk dengan wajah panas.


Itu bagus.


Tangan Fu Shichen yang terkepal erat langsung mengendur.


Dia menundukkan sedikit kepalanya dan berkata dengan suara paling lembut yang bisa ia lakukan.


"Terima kasih... Caplips." Dia ingin mengatakan kaisar agung, namun tiba-tiba dia mengubahnya dengan nama akunnya.


Matanya yang menurun terdapat kelembutan dan bahkan sedikit belaian dan keposesifan yang tidak bisa dijelaskan.


Sudut mulutnya tidak bisa menahan untuk tidak mengangkat sedikit dengan menyeringai.


Fu Shichen selalu mencoba mengingatkan dirinya sendiri untuk mengendalikan diri.


Namun dia tidak bisa menahannya.


Hatinya yang selama ini beku dan emosinya yang tenang hancur karena orang ini.


Selama bertahun-tahun semua orang selalu mencoba menjauhinya, selain para wanita yang hanya menghargai wajahnya yang tampan, atau orang-orang yang mencoba memperalatnya, bahkan sekelompok siswa yang membullynya dan menjauhinya karena miskin di sekolah.


Dia pernah merasakan bagaimana rasanya hidup di titik yang paling rendah kehidupan.


Namun dia tidak bisa mengendalikan diri untuk tidak jatuh cinta pada seseorang yang belum pernah ia temui.


Dan sosok itu mungkin memiliki kehidupan di tingkat tertinggi yang jauh dari dirinya.


Seberapa baik orang itu, berapa usianya, apa pekerjaannya ataupun yang lain.


Fu Shichen ingin rasanya mengabaikan semua pertanyaan dalam hatinya.


Yang ingin dia lakukan sekarang adalah mencari kesempatan untuk bertemu dengannya didunia nyata.


Hanya untuk memastikan... apakah dia masih memiliki kesempatan atau tidak.


Sedangkan para kaisar mengobrol santai di komentar dan menyapa para penggemar mereka.


Suasana di ruang siaran langsung jauh lebih harmonis dari yang diduga semua orang.


Hanya pangeran Long yang tidak mengatakan apa-apa dari awal hingga akhir.


Pada akhirnya 15 menit kemudian siaran langsung 'Oracle' telah selesai.


....


Satu jam kemudian.


Fu Shichen mengangkat ponselnya itu dengan tatapan terbakar.


"Kaisar agung..." gumamnya rendah.


Dering ~


Ponsel yang dipegangnya berbunyi.


Fu Shichen tidak bisa menahan perasaan kegembiraan dihatinya.


Dia langsung mengangkatnya bahkan tanpa memikirkannya.


Dia hanya memikirkan satu hal dibenaknya sekarang.


Itu pasti dia.


Itu pasti dia.


"Halo." Fu Shichen pertama kali menyapa dengan suara rendah dan lembut.


"Hai..."


Suara muda yang lembut dan anggun membuat Fu Shichen tercengang. Dia hampir tidak bisa menahan untuk melompat ke udara.


Walaupun sikapnya masih tenang, tuhan tahu bahwa dikepalanya sudah ada ratusan fantasi yang memungkinkan.


"Kamu... apakah kamu kaisar agung?" Fu Shichen bertanya ragu-ragu.


"Ya." Suara lembut dan rendah itu menjawab pertanyaannya.


Badump!


Jantung Fu Shichen rasanya berdetak kencang.


Masih muda!


Dan suaranya milik pria yang tampak lembut.


Tangannya menjadi berkeringat. Dia dengan hati-hati bertanya penasaran.


"Kaisar agung, boleh kah aku tahu, kenapa kaisar memanggilku?" Dia memiringkan kepalanya sedikit dengan sikap ramah yang lebih lembut.


Namun jika seseorang melihat lebih dekat, mereka akan melihat matanya yang gelap dan penuh kesenangan yang aneh.


Rasa posesif ini membuat seseorang merinding.


....


Batuk.


Lou Yan pertama-tama batuk sebentar, kemudian dia mulai percakapannya yang serius.


"Tuan Oracle, namaku Lou Yan, anda bisa memanggil saya Yan Yan atau Xiao Yan. Aku memanggilmu karena suatu alasan yang cukup penting. Aku telah melihat kemampuanmu dalam bernyanyi. Sejujurnya aku sangat menyukai nyanyianmu."


"Jika tuan Oracle memiliki pertimbangan, apakah kamu mau bekerja padaku? Jangan khawatir, aku akan membayar gaji anda dengan tinggi setiap akhir bulan. Dan tentu saja anda dapat tinggal dirumah saya."


Lou Yan selesai membicarakannya dan dia menunggu jawaban dari sana.


"Bolehkah aku tahu. Kenapa kaisar agung ingin saya bekerja pada anda." Fu Shichen bertanya ragu-ragu.


"Itu karena penyakit saya." Lou Yan tidak mengubah ekspresinya ketika dia mengatakan dia memiliki penyakit.


"Penyakit?" Nada suara Fu Shichen meningkat. Tampak sangat terkejut dan khawatir.


"Ya, aku memiliki riwayat penyakit insomnia. Aku tidak bisa tidur tanpa ditemani orang lain, namun aku juga akan mudah bangun di tengah malam. Ketika aku mendengar suaramu, tanpa alasan yang jelas itu membuatku sangat nyaman. Aku mulai mengantuk dan hal itu mengejutkanku."


Walau Lou Yan hanya sedikit menjelaskan, namun Fu Shichen langsung paham.


"Itu..." suara lembut itu tampak ragu-ragu.


"Tuan kaisar, saya memiliki dua adik yang masih sekolah dasar. Saya tidak mungkin meninggalkannya...." dia terdiam sejenak.


Mata Lou Yan berkedip.


Dia langsung mengerti.


Fu Shichen ini tidak menolaknya, sebaliknya dia memang ingin bekerja padanya. Namun dua adiknya membuatnya ragu-ragu.


"Kamu bisa membiarkan kedua adikmu tinggal di Villa ku bersamamu. Ngomong-ngomong sekolah mana kedua adikmu itu?" Lou Yan bertanya.


"Itu sekolah dasar di block D."


Lou Yan mengangguk lega.


"Itu bagus, jarak antar sekolah block D dan gunung tempat saat ini aku tinggali tidak terlalu jauh. Kamu bisa datang ke Villa ku kapan saja. Ngomong-ngomong besok aku akan masuk ke sekolah baru."


"Sekolah baru?" Fu Shichen mengangkat sebelah alisnya.


"Ya, itu SMA Elit Young Lan Ibukota. Aku akan pergi sekolah besok." Katanya dengan tenang.


"Ahh..." Fu Shichen sedikit terkejut, namun lebih banyak kesenangan dimatanya.


SMA Elit Young Lan!


Itu adalah sekolahnya!


Bukan hanya dia akan melihatnya berada di Villa, tapi dia bisa melihatnya di sekolah.

__ADS_1


Yang lebih penting karena kaisar agung mengatakan ini menunjukkan usianya baru 17-20 tahun.


"Itu... bagus." Gumamnya pelan.


"Kapan kau mau pindah ke Villa ku?" Lou Yan bertanya samar.


"Kaisar... tidak, tuan muda. Aku akan pindah besok pagi. Karena aku harus menyiapkan barang-barang yang aku miliki. Ngomong-ngomong aku juga belum pamit pada kakekku yang ada dirumah sakit." Fu Shichen berganti panggilan nya menjadi tuan muda, dan dia tidak berbicara terlalu formal.


"Kakekmu sakit?" Lou Yan bertanya prihatin.


"Tidak apa-apa, ini hanya usia kakekku yang sudah tua. Tubuhnya lemah dan butuh bantuan tim medis untuk menopang hidupnya." Walau dia mengatakan tidak apa-apa, nadanya masih masam.


Lou Yan menjadi kasihan.


"Kalau begitu kamu juga jaga diri baik-baik diluar. Jika butuh bantuan, kau bisa menelpon ku."


"Baik tuan muda."


Lou Yan menutup panggilan setelahnya.


Disisi lain Fu Shichen terus menatap ponsel murahnya dengan tatapan dalam. Baru saja panggilan tadi dilihat nama kontak nya.


'My Angel'


Tangannya membelai seolah-olah dia bisa mengebor ke dalamnya


Ketika Lou Yan ingin pergi untuk tidur. Ponselnya yang baru menutup malah mendapat panggilan.


Dering~


Dia menatap layar ponsel yang menyala dengan bingung.


Itu... nomor asing.


Lou Yan ragu-ragu.


Lupakan, mari angkat. Siapa tahu itu hal yang penting.


"Halo... tuan Yan."


Di telepon suara rendah seorang pria terdengar menyenangkan di telinga Lou Yan. Itu magnetis dan memiliki pesona sendiri.


Pria dewasa.


Pikiran Lou Yan berkutik.


"Halo. Ya... dengan siapa?" Dia bertanya dengan tenang.


Pihak sana terdiam sejenak.


Kemudian bahasa china standar diucapkan pria diseberang sana dengan suaranya yang rendah dan agak sedikit dingin.


"Yan... tuan Yan, saya adalah pemilik dari Gedung Wing Stone sebelumnya, karena tuan Yan telah membeli gedung ini dengan harga mahal dilelang waktu itu. Saya akan menyerahkan berkas-berkas yang perlu dikirim. Seharusnya semua file akan sampai besok pagi."


Lou Yan mengangkat sebelah aslinya heran.


Lelang?


Lelang apa?


Sistem ini... apa yang dia lakukan.


Lou Yan tidak tahu apa yang dilakukan sistem untuk mendapatkan gedung ini. Namun dia tetap menjawab seolah-olah dia yang memang membelinya.


"Oh, begitukah? Bagus. Aku akan menunggu." Dia menjawab seadanya.


"Kalau begitu tuan Yan. Saya ada rapat penting, tidak dapat menemani tuan Yan berbicara. Sampai jumpa." Pria disana berkata dengan tenang dan anggun.


"Baik." Lou Yan tidak masalah.


Dia juga tidak peduli.


Tep!


Telepon mati begitu Lou Yan berbicara.


"...." Lou Yan.


Ada apa dengan sikap presiden mendominasi ini?


Bahkan jika dia mengatakan dalam hati tidak akan peduli. Rasanya diabaikan masih membuat nafasnya tercekik.


Pria itu terlalu sombong kan?


Dia baru selesai berbicara dan belum mengucapkan sampai jumpa namun telepon nya benar-benar dimatikan begitu saja.


"Sistem. Ada apa dengan pria asing itu? Lelang apa?"


[ Tuan rumah tidak perlu tahu, cukup menerima hadiah sistem. Semua hal yang diberikan sistem semuanya berada di jalur hukum dan legal. Jangan khawatir. ]


"...."


"Baiklah." Karena sistem tidak ingin mengatakannya, dia akan menutup satu matanya.


...........


.......


....


Esok pagi.


"Sistem, status!"


Lou Yan bangkit dari tidurnya dan ingin memastikan statusnya sebelum melakukan tugas harian dan berangkat ke sekolah.


________


[ Nama: Lou Yan


Status: Tuan Muda Kedua Keluarga Lou. Tuan Rumah dari Sistem Pendamping [Kecantikan]


Umur: 17 Tahun (22 Tahun)


Tinggi Badan: 170 cm


Berat Badan: 49 kg


Kepintaran/EQ: 132 (200+) (+)



Ctt: Dibutuhkan 2 poin pengalaman untuk meningkatkan.


Kekuatan: 67 (1000 max) (+)



Ctt: Dibutuhkan 1 poin pengalaman untuk ditingkatkan.


Golongan Darah: ( O )


Hobi: Acting


Sifat: Tenang, licik, narsis, percaya diri, perhitungan, perut hitam.


Keterampilan: Pesona Langit, Mata Langit, Suara Puteri Duyung, Keterampilan Kedipan Mata, Otak Super Genius, Mengemudi Profesional, (didapat dari sistem)


Julukan: Rubah berpakaian Kelinci, Tuan Muda Porselen yang Menghitam (didapat setelah terlahir kembali).


Kecantikan: 97 (000/100) (+)



Ctt: Dibutuhkan 100 poin kecantikan untuk ditingkatkan.


Poin Kecantikan: 110


Poin Pengalaman: 115


Hadiah: Lamborghini Poison, Cincin Pemandu, Gedung Wing Stone, Rumah England Ibukota, Roll-Royce Phantom, Gedung Her FinaNcing, Perusahaan Ai Yusshi, Bar WQ STAR, 10% saham Grup Shiren, Villa Georyua Distrik A Ibukota, 3% saham Grup Vigan Pharless.


Penyimpanan: -


Tugas: (tekan panel)


Mall: (tekan panel) ]


_________


Lou Yan menatap takjub, tanpa dia sadari rupanya dia telah mendapat banyak manfaat dari sistem.


Dia bangkit dari duduknya dan melakukan Yoga sesuai instruksi dalam ponselnya.


Bagaimana pun tugas untuk melakukan Yoga dan berlari kecil setiap pagi juga demi kesehatannya. Itu bukan hal buruk.


Dia keluar dari Villa menuju lapangan olahraga pribadi. Disana tidak ada orang dan hanya ada beberapa pengawal yang menjaga.


Dia mulai berlari kecil dan santai mengelilingi seluruh lapangan olahraga.


15 menit kemudian.


Ding—


Hadiah: 3 poin kecantikan dan 7 poin pengalaman ]


Lou Yan bergerak untuk pergi ke kamar mandi.


Dia memakai seragam sekolah SMA Elit Young Lan.


Jas putih, celana putih dan sepatu booth putih tinggi sampai lutut.


Dasi itu dilipat membentuk segitiga, dengan giok biru yang bersinar ditengahnya. Ada lambang diagram bintang lima disisi lengan kiri.


Dia juga menyisir rambutnya ke belakang untuk menampilkan dahinya yang putih dengan wajahnya yang sangat cantik seperti porselen.


Anting perak berbentuk salib dikenakan disebelah kanannya, jam tangan merek terkenal di tangan kirinya.


Penampilannya yang penuh pesona anak bangsawan membuat Lou Yan terkekeh.


Sejujurnya pakaian khas SMA Elit Young Lan ini lebih cocok untuk pergi ke pesta karena menurutnya terlalu mewah. Bahannya saja tampak halus dan nyaman untuk digunakan. Ini sangat jelas harganya mahal.


Bergaya seperti ini membuat Lou Yan tampak seperti pangeran dari keluarga bangsawan kerajaan.


Sudut mulutnya terangkat dengan malas.


Persis!


Lihatlah siapa si cantik di cermin itu?


Hehehe... itu adalah Lou Yan si pangeran cantik.


Dia bergumam dengan narsis.


Setelah mengagumi karya tuhan yang paling sempurna ini. Lou Yan mengambil tas-nya yang berwarna hitam dan trendi.


Dia berjalan keluar kamar menuju lift, dan menekan tombol lantai satu.


Sesampainya di lantai satu, Lou Yan melihat kepala pelayan alias Tn.Ennma dengan penampilannya yang seperti biasa, penuh kebangsawanan dan mendominasi.


Matanya tertutup dengan kacamata emas mewah menggantung diatas hidungnya.


"Pagi paman Ennma." Lou Yan menatapnya dengan suara lembut yang manis.


Tn.Ennma membuka matanya dan memperlihatkan mata tajam yang hanya ada ketenangan. Dia mengangguk pada Lou Yan dengan anggun.


"Tuan muda kedua, pergilah sarapan sebelum berangkat." Suaranya yang agung dan tenang membuat Lou Yan lebih mengagumi.


Orang kuat memang pesonanya tidak dapat diabaikan.


"Em, oke!" Dia mengangguk dan berjalan menuju ruang makan.


Tn.Ennma mengikuti dibelakangnya tampa terburu-buru.


Setelah Lou Yan sampai diruang makan, dia menemukan ada satu orang yang telah duduk di meja makan.


Itu tidak lain Nangong Ryuji dengan asistennya yang berdiri dibelakangnya.


Lou Yan memiringkan kepalanya dengan curiga. Dia menatap pakaian setelan jas hitam dengan lambang diagram bintang lima yang sama seperti Lou Yan dengan heran.


Kenapa warna pakaian pria ini warna hitam?


[ Itu karena di sekolah SMA Elit Young Lan laki-laki mengenakan jas hitam. Dan perempuan warna putih. ] suara dingin sistem membuat Lou Yan tersentak.


"...." tunggu, apa maksudmu dengan warna hitam itu untuk siswa pria?


[ ...Ya. ]


Sudut mulut Lou Yan bergetar.


Dia melirik pakaiannya yang putih, seharusnya orang akan tahu dia pria secara sekilas kan?


Tunggu, apakah asistennya salah memesan atau apa? Bahkan jika dia pernah mengatakan dia akan mengenakan setelan jas putih, seharusnya asistennya memesan atas jenis kelamin yang ditetapkan di sekolah.


Namun kemudian dia tetap tenang.


Lalu bagaimana dengan dia yang memakai setelan putih? Fakta bahwa dia masih pria itu tidak akan terbantahkan.


Lou Yan dengan tenang duduk didepan Nangong Ryuji. Dia kemudian ingat tugas sistem.


Kemudian dia memesan pada pelayan untuk mengambil sarapannya.


Sarapan roti dengan isi daging dan sayuran, dan minumnya segelas susu.


Setelah selesai.


Ding—


[ Selamat tuan rumah telah menyelesaikan tugas harian dengan sarapan pagi dengan roti sayur, daging dan ikan. Minum segelas susu. (Makanan tetap).


Hadiah: 3 poin kecantikan dan 5 poin pengalaman ]


Lou Yan memandang panel sistem dengan puas.


"Yan Yan, apakah kau akan berangkat ke sekolah dengan sendiri atau ingin bersama denganku." Nangong Ryuji yang baru saja selesai makan tanpa malu-malu memanggil Lou Yan dengan intim.


Seolah-olah mereka berdua memang kenalan dan masih dianggap sahabat yang terdekat.


Hal ini membuat sudut mulut Lou Yan berkedut.


Ada apa dengan jurus muka tebal ini?


Batuk!


"Aku akan pergi ke sekolah sendiri, saudara Ryuji bisa berangkat lebih dulu." Karena pihak sana memanggilnya dengan begitu akrab, Lou Yan juga tidak canggung sama sekali.


Dia akan memanggilnya saudara agar lebih mudah dimasa depan untuk membuat koneksi.


"Baiklah." Nangong Ryuji tidak keberatan.


Dia bangkit dan asistennya memegang tas untuk mulai berjalan menuju keluar Villa.


"Seharusnya asisten itu telah mengirim dua mobil hadiah sistem padanya. Apakah sekarang digarasi?"


Lou Yan melambaikan tangannya pada Tn.Ennma yang berdiri dengan tegap dan wajah lurus.


"Paman Ennma, Yan Yan pergi dulu."


Tn.Ennma hanya mengangguk tampa membuka matanya yang tertutup tenang.


Lou Yan tidak peduli, dia berjalan menuju garasi Villa untuk menemukan mobilnya.


Namun ketika dia baru keluar dari Villa, seorang pria berpakaian seperti kurir terlihat di padangan matanya, hanya saja kurir itu memiliki wajah blasteran dan nampak kekar seperti seorang pengawal.


Ada kotak yang terbungkus plastik khusus ditangannya. Kotak itu tidak besar, namun berbentuk persegi panjang.


Kurir itu datang padanya.


Lou Yan memandang kurir pria itu dengan bingung dan curiga.


Tiba-tiba dia teringat seseorang yang menelponnya kemarin.


Apakah pria asing itu?


Kurir itu sampai didepannya dan menundukkan badannya dengan rendah hati namun tetap tegas.


Dia berkata dengan hormat dan tenang.


Membawa kotak itu pada Lou Yan.


"Tuan Yan, ini adalah barang yang dikirim untuk tuan Yan dari 'beliau'. Semua berkas dan sertifikat real estat ada disini. Beliau juga mengatakan bahwa keamanan gedung akan diubah menjadi sidik jari anda atau anda bisa menggantinya dengan kata sandi sesuai pengaturan. Seseorang akan mengaturnya untuk anda. Kalau begitu saya permisi."


Setelah Lou Yan menerima kotak berisi berkas dan sertifikat real estat, pria berpakaian seperti kurir itu berjalan menuju keluar Villa dengan diawasi para pengawal elit dari keluarga Lou yang berjaga.


Mereka nampak sangat waspada karena penampilan pria itu tidak tampak seperti kurir yang sesungguhnya.


Pria itu tampak tajam dan tenang walaupun diawasi puluhan pengawal elit keluarga Lou.


Dapat menunjukkan mentalnya sangat kuat.


Harus diketahui bahwa para pengawal elit keluarga Lou adalah seorang yang dilatih selama bertahun-tahun antara hidup dan mati.


Selain itu mereka juga sudah membunuh orang dan membuat aura mereka menjadi ganas dan dingin.


Orang biasa akan sangat ketakutan hanya dengan melihat mereka yang tinggi dan penuh momentum. Ditambah keganasan yang membuat mereka lebih mendominasi.


Namun lihatlah pria yang menjadi kurir itu, dia tampak tenang dan tidak mengubah raut wajahnya.


Seolah-olah dia tidak melihat puluhan orang bermata tajam yang tengah menatapnya seperti binatang buas kelaparan.


Lou Yan memandang kotak ditangannya dengan senang. Dia buru-buru ingin meletakkannya di tempat penyimpanan sistem yang telah dia pelajari sebelum tidur malam.


Namun mengingat sekarang masih didepan Villa dan ada banyak kamera pengawas serta para pengawal elit, dia mengurungkan niatnya.


Simpan setelah dia sampai di mobil. Pikirnya saat ini.


Lou Yan kembali berjalan menuju garasi di depan Villa ke lima.


Sejujurnya setiap Villa disini memiliki garasi masing-masing. Namun karena Lou Yan berencana mengoleksi supercar dimasa depan. Garansi Villa ke lima yang terbesar dan itu juga tidak terlalu jauh.

__ADS_1


Pagi ini masih pukul 6.30


Sedangkan sekolah Elit Young Lan akan dimulai pada pukul 8.00


Gerbang garasi terbuka secara otomatis hanya dengan memindai wajahnya.


Ingat, dunia paralel ini lebih maju.


Walau tidak terlalu jauh dari bumi, peningkatan teknologi masih beberapa lebih maju di dunia ini.


Lou Yan memandang kedalaman garasi dengan takjub. Layak menjadi Villa yang harganya mencapai miliaran.


Dalam garasi itu tampak sangat besar.


Ada banyak jenis teknologi yang biasanya digunakan untuk memindah mobil-mobil secara otomatis, seseorang hanya perlu mengatur mobil disebuah lempengan besi dan kemudian sebuah produk yang tampak seperti robot secara otomatis akan mengatur mobil sesuai nomor yang diatur pemilik.


Terlebih ada banyak tempat mobil yang membentuk kotak dengan pembatas, setidaknya ada ratusan tempat untuk parkir mobil.


Berbagai rangka besi dibuat dengan sangat rumit dan rancangannya tampak indah dan tidak memusingkan. Ada tiga lantai yang dibuat garasi.


Jika di lantai bawah penuh, teknologi yang dirancang seperti robot besar itu akan mengatur dengan mengangkat mobil itu dengan rantai besi yang terdapat penyangga untuk diatur di lantai atas.


Lou Yan memandang dengan takjub.


Dia dengan jelas melihat tiga mobil yang di tempat kan berdampingan di antara kotak-kotak besi lantai terbawah.


Dia berjalan menuju ketiga mobil itu.


Mobil pertama yang memasuki pandangan Lou Yan adalah Lamborghini Poison.


Warna mobil itu biru muda dengan lintasan disetiap sisinya warna perak, ada campuran warna emas di ujung setiap garis bidang lurus yang membentuk pola acak yang berstruktur, pola acak itu tampak indah dan penuh seni karya tinggi.


Mobil itu dibuat ramping dan beratap rendah yang dapat dibuka sesuai selera pemilik, ketika pintu terbuka itu tampak seperti sayap phoenix ice yang mulai melebar dan megah.


Tidak diragukan lagi ini adalah mobil yang cantik dan anggun.


Lou Yan menatap mobil itu takjub.


"Apakah ini Lamborghini Poison? Bukankah seharusnya nama racun Lamborghini dikaitkan dengan warna hitam yang mendominasi, atau warna emas yang penuh keagungan? Nah, ini malah warna biru muda yang terlihat cantik!"


Dia berdecak dengan tatapan aneh.


Walau Lou Yan cukup bingung dengan jenis mobil Lamborghini ini yang tampaknya salah buat atau salah warna, bukankah aneh jika nama Lamborghini Poison ini dikaitkan dengan sesuatu yang indah, namun kemudian Lou Yan menepis pikirannya yang dangkal.


Lalu bagaimana jika mobil ini tampak cantik?


Bukankah ada juga pepatah yang mengatakan bahwa 'Suatu hal yang cantik juga terkadang beracun?'


Kemudian Lou Yan mengalihkan perhatiannya pada mobil kedua.


Roll-Royce Phantom.


Dia melihat mobil Rolls-Royce warna hitam yang cukup mungil, namun walau begitu mobil itu cukup panjang, sekitar 2 meter lebih. Mobil itu tampak mewah dan tentu saja memuat lebih banyak orang.


Mobil Roll-Royce Phantom yang diperpanjang ini biasanya digunakan untuk para orang-orang kaya dan berkuasa untuk berpergian ke tempat penting.


Seperti sebuah acara, pergi ke kantor, perayaan dll.


Harga mobil ini juga tidak main-main. Asisten Lou Yan memberitahunya bahwa harga mobil ini lebih dari 200 juta.


Lebih mahal dari racun Lamborghini.


Dia berjalan menuju mobil ketiga.


Mobil ketiga ini dihadiahkan oleh pamannya yang pertama.


Lou Qiunchang.


Lou Yan sebelumnya belum melihat seperti apa mobil itu.


Kemudian memasuki pandangan Lou Yan, dia melihat sebuah mobil sport yang mirip dengan racun Lamborghini namun body mobil itu sedikit lebih panjang dan beratap rendah.


Ramping namun canggih.


Ada juga sayap kecil dipunggungnya.


Garis-garis merah dan warna utama mobil itu berwarna emas mewah.


Mata Lou Yan berbinar.


Mobil ini pasti sangat mahal.


Lou Yan memotret mobil itu dan meminta sistem untuk melakukan pencarian.


Kemudian sistem menemukan informasinya, berdasarkan pencarian itu, ternyata mobil ini bernama 'Victoria NR 827'.


Nama ini belum pernah didengar oleh Lou Yan didunianya dulu.


Seharusnya mobil ini terbuat dengan teknologi sekarang.


Karena di katakan oleh sistem bahwa mobil ini baru diluncurkan satu bulan yang lalu oleh perusahaan ternama dunia, yaitu BTL, corp.


Disitu juga mengatakan bahwa mobil ini hanya ada 5 didunia. Dan sudah terjual empat.


Masing-masing mobil dihargai lebih dari 1 miliar dollar. Jumlahnya sangat fantastis sehingga Lou Yan juga tercengang.


Apakah mobil ini terbuat dari emas?


Salah satu mobil ini bahkan dibeli oleh pangeran ke tiga keluarga kerajaan inggris.


Tuan muda pertama keluarga terbesar Amerika. Pangeran kelima keluarga terkaya Dubai.


Dan yang keempat adalah tuan muda tertua dari keluarga paling ditakuti oleh semua orang kaya didunia, keluarga yang mengendalikan kekuatan bawah tanah seluruh Eropa.


Keluarga besar Phantom!


Semua orang itu memiliki latar belakang yang luarbiasa dan masing-masing keluarganya kaya, kuat dan berkuasa tentunya.


Bahkan sistem juga mengatakan bahwa keempat keluarga orang-orang yang membeli mobil ini masuk ke-10 keluarga besar Phantaminum.


Yan Yan belum pernah mendengar nama Phantaminum, jadi dia tidak tahu apa itu Phantaminum. Dia bertanya pada sistem.


[ Phantaminum dibangun oleh sebuah Organisasi Black Phillips untuk menentukan status seseorang. Yang termasuk Phantaminum ditentukan berdasarkan beberapa pilihan, dan hanya ada keluarga besar ternama dan tersembunyi yang bisa mengikuti acara ini.]


[ Yang pertama adalah ditentukan berdasarkan seberapa kuatnya keluarga besar tertentu, seberapa berkuasanya mereka, sejumlah kekayaan dan aset, bakat dan status sosial, reputasi dan penampilan mereka di dunia yang mereka tekuni atau bidang yang mereka kerjakan. Seperti dunia hiburan, politik dan pemerintah, dunia bisnis maupun bawah tanah dll. ]


[ Semua hal itu akan dihitung oleh Organisasi Black Phillips dan semuanya akan dijadikan poin. Poin terbanyak akan menjadi keluarga nomor satu dalam daftar Phantaminum dan semuanya akan diurutkan sampai yang paling sedikit poinnya. ]


[ Semua keluarga ternama di seluruh dunia diharuskan untuk ikut dalam pemilihan keluarga Phantaminum setiap sepuluh tahun sekali. Karena ini sangat penting untuk status sosial mereka dimasyarakat dengan skala internasional, bukan hanya dinegara saja, tapi juga didunia. ]


Lou Yan mendengarkan penjelasan sistem dengan tatapan terkejut.


Jadi didunia ini juga ada hal seperti itu?


Kedengarannya sangat luarbiasa.


"Sistem..." Lou Yan ragu-ragu, apakah dia akan bertanya apa tidak. Namun dia membuat keputusan.


"Sistem, apakah keluarga Lou masuk kedalam daftar Phantaminum?"


[ Sistem memproses... lakukan pencarian... ]


[ Jawaban, Ya. Keluarga Lou berada dalam daftar keluarga Phantaminum dan itu dalam urutan no.4 daftar keluarga besar Phantaminum. ]


"What?! No.4? Sistem, keluarga Lou sekuat itu?" Lou Yan menatap takjub pada mobil mewah didepannya, namun fokusnya masih di penjelasan sistem.


[ Tuan rumah, perlu sistem ingatkan. Kamu harus berangkat ke sekolah, ini sudah pukul 07.25, sepertiga jam akan ada sambutan digerbang oleh kepala sekolah.]


[ Perlu 15 menit untuk sampai ke sekolah dengan dua mobil Lamborghini dan Victoria. Jangan sampai telat dan gagal melakukan tugas harian. Walaupun tidak ada hukuman jika gagal, namun tuan rumah mungkin akan dicap siswa yang pemalas oleh para direktur sekolah. ]


Lou Yan membuka dan menutup mulutnya. Kemudian dia teringat untuk pergi ke sekolah.


"Oma! Sistem, kenapa kamu tidak mengatakan padaku sedari tadi." Lou Yan mengeluh dan dia buru-buru mendatangi mobil Lamborghini Poison biru perak itu dan mulai mengendarainya menuju gerbang Villa depan.


Brummm~


Suara keras dari racun Lamborghini membuat Lou Yan bersemangat.


Namun itu hanya pertama ketika mobil dinyalakan, karena ketika racun Lamborghini mulai bergerak, suara keras itu langsung menghilang digantikan suara desiran yang halus dan lembut.


Karena Lou Yan memiliki keterampilan mengemudi profesional, dia dapat dengan mudah mengendalikan stir mobil dengan satu tangan, dia juga dapat memacu kecepatan secara ekstrem.


Tentu saja Lou Yan tidak akan menaikkan kecepatan itu disaat dia masih diarea Villa, lagi pula ada banyak mata dan telinga penjaga dan pengawal elit keluarga Lou.


Bagi mereka, Lou Yan baru saja beberapa hari yang lalu belajar mengemudi, karena itu selama dia menuruni jalan gunung, dia mengemudi mobil dengan santai dan normal.


Para Shadow Guard yang bersembunyi dalam kegelapan tidak akan curiga padanya.


Karena Lou Yan yakin mereka akan melapor apa saja yang dia lakukan di Ibukota.


Ini semua pasti perintah ayahnya yang khawatir tentang keselamatannya.


Setelah Lou Yan memastikan tidak ada penjaga yang mengikutinya berdasarkan sistem yang melacak keberadaan mereka, diapun mulai melajukan mobilnya menuju jalan besar.


Disana dia mulai berakselerasi dan mempercepat kecepatan mobil hampir seperti kesetanan. Dia dengan profesional membelokkan stir mobil ketika kendaraan lain berada didepannya.


Satu demi satu dia menyelinap berbagai kendaraan seperti mobil dan bus.


....


Dikoridor sekolah, sekelompok orang yang memakai pakaian rapi dengan aura kuat berjalan tenang namun sedikit lebih cepat menuju keluar dari gedung dan berhenti didepan gerbang sekolah dekat tempat parkir khusus.


Dalam perjalanan itu setiap siswa yang melihat akan berkumpul dan berbisik-bisik dengan kejutan dimata mereka.


"Hei, bukankah itu para direktur tertinggi sekolah kita. Dibelakangnya juga ada kepala sekolah dan beberapa guru teratas."


"Kau benar, ngomong-ngomong apa yang mereka lakukan. Ini pertama kalinya aku melihat para petinggi sekolah berjalan bersama dengan tergesa-gesa. Apakah sesuatu terjadi?"


"Mungkin."


"Menurutku mereka berkumpul menuju gerbang sekolah, mungkinkah mereka ingin menyambut seseorang yang penting? Apakah itu kepala keluarga besar?"


"Ayo kita lihat, mungkin kita akan tahu setelah melihat tamu itu."


"Kau benar, dan sepertinya semua siswa juga berpikir seperti itu. Mereka sekarang berkumpul didepan gerbang sekolah."


Sekelompok enam siswa pria itu berbisik dan setuju untuk melihat ke gerbang sekolah.


Bagaimanapun waktu pelajar akan di mulai pada pukul 8.00, dan ini masih ada 15 menit sebelum pelajaran dimulai.


Mereka mengikuti kerumunan yang juga penasaran kenapa para direktur tertinggi yang sombong itu akan berdiri dengan sikap menunggu didepan gerbang sekolah.


Dari puluhan murid sampai akhirnya ratusan murid yang semuanya terdiri dari anak-anak orang kaya dan bangsawan, mereka semua menatap para direktur dengan tatapan aneh.


Namun para direktur mengabaikan para siswa yang menonton.


Sepertinya mereka tidak keberatan dengan para siswa yang ikut meramaikan.


Para penjaga digerbang sekolah juga terkejut, perlu diketahui bahwa ketika jam sudah menunjukkan pukul 7.30, gerbang diharuskan untuk ditutup.


Karena walaupun siswa disekolah berasal dari keluarga kaya dan bangsawan, citra sekolah tetap harus dijaga didepan mata puluhan juta masyarakat China.


Tidak peduli apakah ada siswa yang telat dengan alasan atau latarbelakang apapun, mereka tetap dilarang untuk masuk ke sekolah bila gerbang sudah ditutup.


Itu aturan yang dibangun 10 kepala keluarga besar.


Namun sekarang penjaga disuruh untuk tetap membuka gerbang sekolah oleh para direktur ini.


Jadi mereka hanya bisa diam dan berdiri dengan tegak seolah ingin menunjukkan sosok mereka pada para direktur tertinggi yang jarang muncul di sekolah.


Brummm...


Ketika semua orang masih berbisik-bisik dengan kebingungan, suara keras itu berhasil membuat semua orang menjadi diam.


Mereka fokus kearah gerbang karena suara itu berasal dari sana.


Gerbang besar SMA Elit Young Lan tampak tinggi dan kuat.


Di tengah gerbang, sebuah mobil berbelok untuk masuk kedalamnya.


Semua orang berseru dengan takjub.


Mereka melihat sebuah mobil sport yang tampak mewah dan cantik memasuki halaman sekolah menuju parkiran khusus tidak jauh dari para direktur berdiri.


Mereka memandang mobil itu dengan iri dan kagum, melihat baik-baik warna mobil itu biru muda dengan lintasan disetiap sisinya warna perak, ada campuran warna emas di ujungnya.


Mobil itu tampak ramping dan beratap rendah.


Pintu mobil terbuka secara otomatis, pintu bergerak kebelakang dan tampak seperti sayap phoenix yang mulai melebar dan megah.


Menunjukkan keberadaannya yang anggun dan mendominasi.


Kemudian diikuti sebuah kaki ramping yang dibalut sepatu booth putih tinggi hingga ke lutut, kemudian sosok didalam mobil keluar dan dapat terdengar seruan banyak orang disekitarnya.


Semua siswa hingga bahkan direktur sendiri terkejut melihat wajah dari pemilik mobil.


Mereka menghirup napas dingin.


Seorang pria yang sangat cantik keluar dari mobil Lamborghini dengan anggun.


Wajah itu tampak sempurna dengan mata rubah yang polos dan lembut, rambutnya disisir rapi ke belakang, membuat dahinya yang putih porselen terekspor, menunjukkan sedikit maskulin seorang pria cantik.


Anting perak berbentuk salib panjangnya hampir menyentuh pundak, membuat semua orang bisa mengukur lehernya yang ramping seperti angsa.


Tubuhnya yang menawan dengan pakaian sekolah yang dibuat mewah dan berkelas.


Seluruh tubuhnya memancarkan kebangsawanan yang tampak alami, seolah-olah dia memang dilahirkan dengan keberadaan yang tinggi.


Senyumnya lembut dan elegan, menunjukkan citranya yang berkepribadian baik dan mulia.


Semua orang tidak bisa mengespresikan emosi mereka dalam hati.


Karena mereka saat ini hanya memikirkan satu kata yang cocok menggambarkan pria cantik itu dibenak mereka.


Pangeran.


Pria itu tampak seperti seorang pangeran yang keluar dari cerita dongeng.


Kecantikannya begitu menakjubkan sehingga orang akan sulit untuk menggambarkannya dengan baik. Kemudian tubuhnya yang memancarkan aura bangsawan tinggi dan elegan.


Itu adalah poin yang patut untuk dihitung.


Salah satu siswa perempuan berteriak tanpa sadar.


"Aahhh.... cantik sekali!" Dia melompat-lompat dengan histeris.


Tatapannya yang menyala dan menatap kuat kearah pria cantik itu dengan panas.


Semua orang bangun dari lamunannya.


Segera para siswa disana saling berbisik dengan kejutan luarbiasa dimata masing-masing.


"Ya tuhan... apakah mataku sakit hari ini, aku berhalusinasi melihat seorang yang lebih cantik melebihi Dewi Chu kita." Salah satu pria pendek berkata dengan mata melotot.


Teman disampingnya tak tahan melihat kekonyolan temannya, jadi dia dengan kejam menjentikkan telinga temannya yang pendek dengan keras.


"Aakkkhh!" Pria pendek itu berteriak kesakitan.


Dia terus menerus menggosok telinganya membuatnya lebih merah.


"****! Apa yang kau lakukan? Telingaku sangat sakit!" Dia menatap temannya dengan mengeluh, tangannya ingin meninju balik, namun dengan sigap orang itu langsung mundur menjauh dari jangkauan pukulannya.


"Idiot." Kata orang itu pada pria pendek.


"Gu Yang!" Pria pendek semakin melotot marah.


"Lihat ke depan, itu bukan halusinasi. Semua orang dapat melihatnya." Orang itu berkata dengan malas.


Pria pendek kembali menatap pria cantik itu dengan takjub. Matanya berbintang.


"Hei, apakah itu benar-benar seorang pria? Bukan wanita yang menyamar kan? Wajah itu terlalu cantik!"


"Aku tahu." Orang itu masih menjawab dengan malas. Namun tatapannya dengan erat menatap Lou Yan.


Bukan hanya mereka yang mengatakan hal ini saja, siswa lain juga saling berbisik dengan panas, mereka bergosip dan bertanya-tanya siapa siswa itu. Namun tidak ada yang mengenalnya.


"Itu pasti siswa baru."


.....


Woooiii... lu pada.


Author boleh protes gk?


Ini SINYAL pada kemana semua???!!!


Yang hp 4G pake kartu XL jaringannya E, cuma kadang-kadang 4G -nya, yang 3G pake kartu AXIS jaringannya juga E.


Hp kecilnya pake kartu indosat, boro-boro E, orang datanya aja ditungguin malah gk keluar-keluar.


Ya tuhan, Author pusing jadinya kan!


Emang lu sinyal semua hantu apa? Dikit-dikit muncul, dikit-dikit ngilang.


Author berasa main petak umpet ama ni jaringan semua.


Sebentar Author keluar rumah, naik ke kursi, bolak-balik ke kamar pertama ampe ke dapur. Itu semua buat cari sinyal omaaa!!!


Bahkan Author sampe dateng ke sawah cuma buat cari udara segar karena Author terlalu kesel, sumpah deh...


Jangan-jangan ni sinyal pada buat pertemuan dadakan ya?!


Lebih nyebelin karena Author beli kuota 4 GB cuma buat satu minggu aja. Tapi gimana Author gunainnya juga?


Orang sinyalnya juga susah diakses.


Dan kuota Author jadi sia-sia pake BGT!


Lihat Video youtobe cuma muter-muter. Coba pencarian google malah gak muncul dan bilang jaringannya gak nyambung lah!


Lebih kesel karena Author susah buat Vidcall ama kakak Author yang ada dibali.


Sumpah, Author pengen cekik orang dosa gak sih??


Untung Author masih punya penyelamat masalah.


Makasih buat mb Ufti atas WF gratisnya, moga aja kata sandinya gk diganti guys.😁😁


Gk papalah duduk dipinggir rumah mb Ufti asalkan bisa WF gratisan. Kalo ada orang yang tanya kamu lagi apa duduk disitu? Jawab aja lagi tik-tokan kak.

__ADS_1


Kan sekarang tik-tokan bisa dimana ajakan yah...😄😂 haha...


Jangan ketawa lu! Author masih kesel nih...


__ADS_2