Sistem Kecantikan [Pendamping]

Sistem Kecantikan [Pendamping]
CHAPTER 11


__ADS_3

Maaf buat kalian karena nunggu lama.


Lou Yan akhirnya membuat keputusan untuk mengikuti saran sistem.


"Sistem, aku percaya padamu."


Sejujurnya ketika pertama kali dia mendapat sistem, Lou Yan merasakan perasaan aneh, seolah-olah sistem itu sudah terikat padanya sejak kelahirannya kembali.


Dia bahkan berpikir bahwa sistem lah yang mengirimkannya ke dunia ini dan sistem ini ditakdirkan menjadi pendamping yang senantiasa membantunya di dunia yang belum dia kenal.


Namun dia menepisnya karena ucapan sistem saat itu mengatakan dia memilihnya karena memiliki jiwa yang kuat dan penampilannya yang cantik.


Lou Yan berpikir—


Tok tok tok


Suara ketukan pintu menggema di toilet yang sepi. Menghentikan pikiran Lou Yan yang berantakan.


Tok tok tok


"Tuan muda, apakah anda didalam. Apakah anda baik-baik saja? Saya no. 45!" Suara dingin salah satu pengawal ayahnya membuat Lou Yan merasa lega.


Dia pikir siapa yang datang, ternyata pengawal ayahnya.


Dia memang ingat ada seorang pengawal yang menyebut dirinya no.45


Lou Yan juga tahu ini kode nama pengawal keluarganya.


"Aku disini! Dan aku baik-baik saja. Tunggu diluar, aku akan datang sebentar lagi." Dia berkata sambil berteriak.


"Baik tuan muda kedua."


Ruang toilet kembali hening.


Lou Yan mencuci tangannya dan mengambil tisu toilet untuk mengelap tangan yang basah.


Membuka pintu luar, dia menemukan seorang pengawal yang memakai jas hitam dengan kacamata hitam menutupi mata dingin dan tajam. Tubuhnya kekar dengan tingginya mungkin mencapai 190 lebih, kulit nya juga putih.


"Bagus, ayo kembali. Ayah akan mencariku." Dia melirik santai pengawal dengan kode 45 ini.


Pengawal menunduk hormat.


"Baik, tuan muda." Suaranya dingin dan acuh tak acuh.


....


"Tuan, Tn.Ennma ada di ruangan terdalam." Asisten itu berbisik pada tuannya.


Sedangkan tuannya yang merupakan pria berkemeja putih bersih dan wajah tampan berjalan didepan dengan sikap malas dan tenang.


"Em." Dia hanya berdehem santai.


Lima pengawal dibelakang mengikuti dua orang tuan dan asisten itu.


Ketika pria itu hendak berbelok, tiba-tiba sebuah bayangan hitam menabraknya dan membuatnya mundur selangkah karena terkejut.


Namun nasib orang yang menabraknya justru tidak seimbang dan hampir jatuh, dengan sigap seorang pria kekar dibelakang orang yang menabrak memegang tubuh yang hampir terjatuh itu.


Walau begitu orang itu masih terduduk di lantai.


"Oh ghosh, kepalaku!"


Orang yang tertabrak itu berkata dangan menyedihkan, suaranya lembut dan terdengar marah.


"Siapa yang menaruh tembok di belokan jalan sih! Apakah dia tahu jika ingin menaruh tembok itu tidak perlu membuat belokan, hampir membuat kepalaku yang bernilai dua kehidupan ini mengalami geger otak!" Orang itu berkata marah.


Namun karena suaranya yang lemah dan lembut malah terdengar seperti keluhan.


Pria tampan berkemeja itu menunduk dan melihat siapa orang yang berani menabraknya, dan masih mengeluh dan menyebutnya tembok?


Bahkan asisten dan lima pengawal juga ingin melihat siapa orang yang berani mengumpati tuannya.


Kemudian semua orang tertegun.


Wajah itu sangat cantik dan seputih porselen, hampir menjadi transparan. Mata besar dengan bentuk persik nampak lebih berair dan sekarang matanya merah karena keluhan, membuat orang merasakan kerapuhan dan keindahan yang lebih menawan.


Hidungnya mungil nampak merah karena tabrakan tadi, dengan bibir merah seperti kelopak bunga mawar.


Dagunya halus dan ada sedikit maskulin yang terlihat.


Bahkan jika dia berdiri dibawah sinar matahari, dia mungkin akan menjadi pusat perhatian banyak orang.


Namun sekarang pria cantik ini duduk di lantai dengan ekspresi marah, namun juga lucu.


Matanya yang berbentuk persik penuh dengan keluhan dan basah, membuatnya terlihat seperti orang yang dianiaya.


Jika asisten dan lima pengawal itu tidak melihat kejadian yang sebenarnya, mereka juga akan percaya bahwa tuan mereka sebenarnya membuli pria cantik yang tampak menyedihkan ini.


Ini terlalu... tidak tertahankan.


Lou Yan dengan kesal mengerucutkan bibirnya.


Dia hanya ingin kembali ke ruangan tempat makan ayahnya kenapa tiba-tiba malah menabrak seseorang.


Ya, dia tahu bahwa sesuatu yang ia tabrak adalah orang.


Alasan kenapa dia mengatakan itu tembok itu semua hasil rancangannya, lagipula yang menabrak lebih dulu adalah dirinya.


Dan dia tidak mungkin mau membuat masalah lebih besar, tapi juga tidak mau mengalami kerugian.


Jadi pilihan terbaik adalah berpura-pura menyedihkan dan membuatnya terlihat menjadi orang yang paling dirugikan.


Dia yakin siapapun yang melihat penampilannya yang cantik dan menyedihkan pasti akan memaafkannya kan?


No.45 dibelakangnya terkejut, dia menatap tuan mudanya dengan heran.


Bukankah tadi dia telah menangkap tuan muda? Kenapa tuan mudanya malah mencubit tangannya dan membuatnya jatuh ke lantai.


Ya, no.45 memang tadi menangkap Lou Yan, namun Lou Yan mencubitnya karena dia ingin berakting menyedihkan.


Jika no.45 menangkapnya, bagaimana cara dia berakting lebih alami?


Itulah yang Lou Yan pikirkan.


Lou Yan menyentuh hidungnya dengan mata basah. Dia bergumam yang masih didengar semua orang.


"Pemilik restoran sangat jahat, membuat tembok di belokan dan membuat Yan Yan sekarang duduk di lantai. Yan Yan pasti akan melapor pada ayah dan meminta ayah untuk membeli restoran ini."


Dia berkata dengan ekspresi imut. Bibirnya mengerucut dan dia menggembungkan pipinya marah.


Pria tampan itu mengangkat alisnya.


Kedengarannya menyedihkan, namun di telinganya kenapa menjadi ancaman.


Pria cantik ini apakah benar-benar sepolos itu?

__ADS_1


Pria tampan itu menyipitkan matanya curiga dan ada makna yang lebih dalam dimata gelap yang tampak lembut itu.


Lou Yan pura-pura dibantu pengawalnya untuk bangkit.


Alasan Lou Yan mengatakan hal semacam itu karena diam-diam Lou Yan mengingatkan orang yang ia tabrak bahwa dia tidak tahu yang ditabraknya adalah 'orang', dan hanya berpikir itu tembok.


Tentang ancaman yang dirasakan pria tampan itu juga tidak sepenuhnya salah.


Karena Lou Yan 'tidak sengaja' mengatakan 'bahwa dia akan memberi tahu ayahnya untuk membeli restoran ini'.


'Secara tidak langsung' dia memperingatkan orang yang ia tabrak bahwa ayahnya 'sangat kaya'.


Lou Yan tidak tahu tentang informasi dunia yang ia tinggali, namun dia masih sangat percaya diri tentang 'aturan tak terucap' [1] dalam sebuah kehidupan.


[1] Yang dimaksud aturan tak terucap yaitu sebuah ancaman. Contohnya ketika orang miskin takut menyinggung orang kaya, orang yang lemah takut dengan yang kuat, dll.


"Tuan muda, apakah kamu baik-baik saja?" No.45 bertanya dengan nada dingin.


Namun tidak bisa menyembunyikan kekhawatiran dalam nadanya.


Lou Yan masih memiliki mata yang basah, tapi dalam hati dia sedikit tersentuh.


Pengawal ini sangat memperhatikannya dan melindunginya dengan sangat baik, dilihat dari refleknya ketika dia membantunya dapat terlihat bahwa dia adalah orang yang sangat cakap.


Ayahnya mempunyai mata yang bagus.


Namun Lou Yan tidak tahu bahwa dia terlalu banyak berpikir.


Sejujurnya alasan no.45 panik karena dia takut dengan paman pertamanya 'Lou Qiunchang'.


Dia merupakan anggota elit keluarga Lou, dan semua elit keluarga Lou walau dikatakan dibesarkan oleh keluarga Lou sejujurnya hanya tuan pertama keluarga Lou lah yang benar-benar memiliki kendali seluruh elit 100 teratas Shadow Guard Lou Family.


Semenjak tuan pertama (Lou Qiunchang) datang menemui Lou Yan.


Semua anggota elit keluarga Lou telah mendengar kabar itu dan mereka menghormatinya itu murni karena tuan pertama keluarga Lou memberikan perhatian dan kasih sayang yang lebih besar padanya.


Anggota elit keluarga Lou melindungi dan mematuhi Lou Jian karena itu adalah 'tugas' mereka.


Namun dibandingkan Lou Qiunchang, status Lou Jian masih satu tingkat lebih rendah di mata para elit keluarga Lou.


Karena itulah para elit keluarga Lou terkenal acuh tak acuh dan dingin, mengingat yang membesarkan mereka adalah orang seperti Lou Qiunchang yang terkenal gila di lingkaran bisnis.


No.45 khawatir jika sesuatu terjadi pada tuan muda yang 'rapuh' ini akan membuatnya kehilangan hidupnya.


Tuan muda kedua ini adalah keponakan kesayangan tuan pertama, jika sesuatu terjadi padanya, hidupnya benar-benar berakhir.


"Aku baik-baik saja."


Lou Yan mengangguk dengan ekspresi pucat, matanya basah dan dia berusaha untuk tetap berdiri dengan bantuan pengawal.


"Tuan muda, apa kau yakin?" No.45 ragu-ragu.


Dia merasakan beban tuan muda ditangannya, apakah kaki tuan muda sakit?


"Em." Lou Yan mengangguk, kemudian dia menundukkan kepalanya sedih.


"Kakiku hanya sedikit 'lemah', kamu juga tahu bahwa aku baru bangun dari koma 'tiga tahun' dan mencoba belajar berdiri. Aku bahkan harus dituntun oleh ayahku untuk berjalan, sepertinya aku perlu dirawat dirumah sakit 'lagi'."


Dengan begitu dia dengan 'tidak sengaja' berbalik dan ingin berjalan. Namun dia terdiam.


Lou Yan 'pura-pura' terkejut, dia menatap sekumpulan orang didepannya dengan heran.


Dia memiringkan kepalanya dengan wajah pucat yang sangat cantik, membuatnya lebih rapuh namun tetap menawan.


"Ah, apakah Yan Yan menghalangi jalan anda tuan? Yan Yan minta maaf, Yan Yan akan menyingkir oke? Tuan jangan marah." Dia berkata dengan ekspresi minta maaf.


"Paman 45, kamu juga kesini. Tuan ini ingin lewat, jadi kita tidak boleh menghalangi jalannya." Dia dengan erat memegang tangan pengawalnya dan memintanya untuk membantunya berjalan.


"Baik tuan muda." No.45 mengerutkan kening, apa tuan muda harus begitu sopan pada orang asing seperti pria tampan didepannya?


Dengan status keluarga Lou sekarang, tidak ada yang cukup berani memerintah bahkan hingga meminta tuan muda menyingkir.


Tuan muda memang harus masuk ke sekolah Elit Young Lan seperti yang dikatakan tuan pertama, tempat itu akan membuat wawasan tuan muda lebih terbuka dan membuatnya mengerti betapa luarbiasa statusnya sekarang ini.


No.45 menatap tajam pada pria tampan yang bersama asistennya, juga lima pengawal dibelakangnya.


Berani membuat tuan muda jatuh ke lantai hingga memintanya menyingkir dari jalannya.


Sebagai Shadow Guard No.45, dia akan mengingat wajah ini seumur hidupnya.


Dilihat dari aura yang keluar dari tubuh pria tampan ini, dia seharusnya memiliki latarbelakang yang sangat kuat.


Temperamen yang elegan dan anggun, wajahnya yang tampak sopan namun terasing membuatnya terlihat lebih tenang dan terkendali.


"Paman 45, kenapa hanya diam? Ayo menyingkir, tuan didepan sudah menunggu terlalu lama." Lou Yan menyadarkan lamunan No.45


No.45 dengan enggan memapah tuan mudanya dan berjalan ke arah samping sehingga kelompok pria tampan bisa lewat dengan tenang.


"Tuan, Yan Yan telah membuka jalan, silakan lewat." Lou Yan tersenyum manis di wajahnya yang pucat dan lemah, dia bersandar pada pengawalnya.


Pria tampan berkemeja itu meliriknya penuh arti.


"Maaf, aku tidak ingin ke toilet." Suara lembut dan terasing itu membuat Lou Yan tertegun.


Tidak ingin ke toilet?


Tiba-tiba Lou Yan tersadar.


Bukankah sekarang ini mereka berada di pertigaan?


Satu jalan menuju toilet, satu jalan dari arah lift, dan satu jalan menuju kamar VVIP.


"...."


"Ahh..." Lou Yan menatap konyol pada pria tampan itu.


Aku tahu itu, ini sangat memalukan.


_______



Lift



| | ➡ Toilet 🚪



◼◼◼


Ruang kotak VVIP


(Paham kan maksudnya?)

__ADS_1


_______


Dilihat dari arah tabrakan tadi, sepertinya kelompok pria tampan itu berasal dari arah lift yang sedang menuju ke ruang VVIP kn?


Lou Yan menunduk malu.


Wajahnya terasa panas sehingga dia mau tidak mau meludah dalam hati.


'Dia terlalu tenggelam dalam akting sehingga lupa arah mana yang dia tuju!'


Namun itu hanya sebentar karena sejak dia hidup penuh kemiskinan dulu, dia terbiasa bertindak tidak tahu malu, kenapa sekarang dia harus merasa malu hanya karena salah paham tentang jalan?


Bukankah dia tidak pernah malu ketika dia menjilat orang-orang kaya di kehidupan sebelumnya. Wajahnya sudah cukup tebal setelah pengalaman di kehidupan sebelumnya.


Lou Yan menjadi tenang, namun untuk berakting lebih alami, dia tetap harus menampilkan ekspresi malu.


Ingat, dia sekarang ini menjadi pria cantik yang lemah dan porselen!


"Maaf, Yan Yan tidak tahu. Yan Yan pikir tuan akan pergi kearah toilet dan Yan Yan menghalangi jalan tuan. Maaf!" Lou Yan dengan 'murah hati' menundukkan kepalanya minta maaf.


No.45 tertegun.


"Tuan muda!" No.45 buru-buru menghalangi tuan mudanya untuk menunduk, dia tampak sangat ketakutan.


Apa yang dilakukan tuan muda?


Setelah keluarga Lou bangkit, dia belum pernah melihat ada anggota keluarga Lou yang akan menundukkan kepalanya pada orang lain.


Yang ada hanyalah orang lain yang akan menundukkan kepalanya ketika melihat para tuan dari keluarga Lou.


"Apa?" Lou Yan mendongak dengan bingung.


No.45 menjawab dengan ekspresi tertekan di wajahnya yang dingin.


"Tuan muda kedua, kenapa kamu malah menundukkan kepalanya. Kamu tidak salah! Jelas-jelas orang ini yang menghalangi jalan tuan muda!"


No.45 tidak tahan dan akhirnya berkata dengan nada dingin, menatap tajam pada sekelompok orang yang masih menatap dirinya dan tuan muda.


Apa yang kalian tatap, belum pernah melihat orang buta?!


Ingin rasanya No.45 langsung maju untuk menghancurkan sekelompok orang yang tidak tahu ketinggian langit ini.


Berani membuat tuan mudanya menundukkan kepalanya, apakah kalian ingin menjadi begitu sombong?


Asisten itu mengeryitkan keningnya.


Pria kekar itu nampak terlatih dengan baik, entah itu dari aura kuat dan ganas yang dikeluarkan ataupun dari penampilannya yang mengancam dan membuat orang takut untuk melihat.


Seharusnya pria kekar ini adalah pengawal elit dari keluarga besar tertentu kan?


Lima pengawal dibelakang juga mengerutkan kening dengan ekspresi dingin.


Orang ini berani memarahi tuan mereka?


Salah satu pengawal yang sepertinya ketua diantara mereka ingin bergerak, namun asisten itu memberi isyarat dengan tatapan peringatan.


Asisten itu berkata dengan suara rendah pada pria tampan yang menjadi tuannya.


"Tuan, kita harus menemui Tn.Ennma lebih dulu."


Artinya ialah mereka harus segera pergi dari sini.


Pria tampan berkemeja itu menyipitkan matanya dan menatap pria yang sangat cantik dengan mata polos itu.


Sudut mulutnya terangkat.


"Bagus. Ayo pergi."


Sebelum dia berjalan kembali, pria tampan itu melirik Lou Yan dan berkata dengan suara lembut yang tenang.


"Namaku Nangong Ryuji. Kita akan bertemu kembali." Bisiknya diakhir kalimat.


Kemudian dia melirik No.45 dengan penuh arti.


"Pengawalmu tidak terlalu buruk."


Kemudian kelompok itu kembali berjalan menuju arah beberapa kamar VVIP berada.


"...."


Lou Yan terdiam.


Namun disisi lain No.45 terkejut.


"Tidak heran kenapa pria itu memiliki temperamen yang begitu tenang dan anggun. Rupanya dia berasal dari keluarga Nanggong!" Dia bergumam dengan suara rendah namun Lou Yan masih dapat mendengarnya.


"Keluarga Nangong? Apa kamu tahu siapa keluarga Nangong itu? Apakah sangat kuat?" Dia menatap No.45 dengan penuh minat.


Sifatnya yang polos langsung berubah dalam sekejap, dia juga dengan tenang berdiri tanpa bantuan No.45, membuat pengawal itu tercengang.


"Tuan muda, kaki anda baik-baik saja?"


Lou Yan mengedipkan matanya polos.


"Ini sudah lebih baik, hanya sedikit sakit." Dia berkata dengan mudah.


No.45 hanya merasa aneh, namun dia tidak terlalu banyak berpikir.


"Itu..." No.45 ragu-ragu.


Lou Yan menyipitkan matanya.


Dia tahu ini tidak akan mudah.


Nama 'Nangong' terdengar sangat sombong dan tidak biasa.


Di China dunianya dulu, marga 'Nangong' adalah marga milik Kaisar terdahulu. Itu nama keluarga kekaisaran, dan juga bangsawan tertinggi, sehingga banyak orang di China tidak berani menggunakan marga ini bahkan setelah ribuan tahun berlalu.


Adalah hal tabu menggunakan marga keluarga kekaisaran pada masa itu. (Ini hanya novel)


"Paman 45, kamu seharusnya tahu bahwa aku akan bersekolah di Ibukota. Aku belum tahu tentang banyak hal di Ibukota. Kamu bisa bantu aku untuk menjelaskannya, sekaligus memperkenalkanku dengan banyak keluarga besar di negara ini. Itu akan berguna untukku dimasa depan." Ucapnya dengan tatapan berbinar, seolah-olah dia sangat tertarik dengan masalah ini.


"Ini... baiklah." No.45 mengangguk dengan setuju.


Apa yang dikatakan tuan muda memang masuk akal, tuan muda memang seharusnya memiliki pengetahuan lebih banyak tentang masalah penting ini.


"Keluarga Nangong merupakan keluarga tersembunyi di negara China ini. Mereka termasuk keluarga kuno dan memiliki pengaruh yang sangat kuat di China. Mereka juga membesarkan pasukan khusus dalam jumlah besar sehingga mereka memiliki pertahanan yang menakutkan."


"Biasanya tidak seorang pun keluarga Nangong yang akan keluar dari wilayah mereka. Namun sekarang kita menemukan salah satu anggota keluarga Nangong. Sesuatu seharusnya terjadi. Tuan muda harus berhati-hati nanti, jangan terlalu dekat dengan orang itu."


"Walau pun aku belum pernah mendengar nama Nangong Ryuji, namun seharusnya orang itu masih memegang peran penting dalam keluarga Nangong. Mengingat lima pengawal dibelakangnya memiliki setelan tempur khas keluarga Nangong yang hanya bisa diperintah oleh anggota utama keluarga Nangong."


No.45 berhenti menjelaskan.


"Tuan muda, kepala keluarga mungkin menunggu anda. Kita harus kembali secepatnya."

__ADS_1


"Bagus." Lou Yan mengangguk paham.


Mereka berdua berjalan menuju arah ruang VVIP berada.


__ADS_2