![Sistem Kecantikan [Pendamping]](https://asset.asean.biz.id/sistem-kecantikan--pendamping-.webp)
"Apa ini?" Lou Yan bertanya tentang tiga simbol di pintu itu.
Qiang Fu melihat tiga simbol di pola segitiga di pintu. Pedang, kipas, dan topeng.
"Tiga gambar ini adalah simbol dari budak tiga teratas. Dikarenakan profil mereka selalu berkaitan dengan masing-masing benda ini. Jadi pemimpin kami berpikir akan bagus jika ketiganya memiliki julukan di arena."
"Leng Junnan adalah pedang, julukannya di arena adalah Killing Sword Ice, karena setiap kali dia bertarung, dia selalu terlihat tajam dan membunuh semua lawan seperti pedang. Gu Chenghan adalah kipas, julukannya adalah Master Tianzhi (mulia, yang berasal dari surga), dia terutama seorang tuan muda yang terlihat anggun dan tampan. Dan terakhir Li Qiang, dia adalah favoritku, mungkin karena nama kita hampir mirip, julukannya adalah seniman wajah hantu. Uh, orang ini adalah yang paling gila diantara ketiganya. Ck, ck, ck. Terutama dia, orang yang selalu menyiksa semua lawannya di arena."
Setelah Qiang Fu menjelaskan, dia langsung membuka pintu didepannya dengan meminta isyarat untuk mengikuti.
Lou Yan berjalan dibelakangnya.
Kemudian mengejutkan, didalam adalah sebuah ruangan yang sangat besar dan cahaya dalam ruangan juga sangat redup dan pandangan seseorang akan ditekan sangat banyak didalamnya.
Didalam ruangan, itu dibuat seperti ruang tamu.
Ada sofa mewah dan selimut merah berbulu, meja terbuat dari kayu cendana, lampu kristal kecil dan memancarkan cahaya redup, pot bunga dengan kurang dari seratus tangkai bunga mawar di samping pintu kanan kiri, memancarkan aroma wewangian yang aneh dan khas.
Lantai granit mengkilap warna merah darah dan itu bersinar dengan dingin dibawah cahaya redup. Seluruh ruangan memiliki suasana horror, suram, dan keputusasaan.
Lou Yan merasa sangat tidak enak dihatinya, namun melihat ekspresi tenang Qiang Fu, dia tidak mengatakan apa-apa.
Qiang Fu datang ke sebuah pillar diruangan dan memencet tombol merah yang bersinar redup. Sangat sulit menemukannya jika seseorang tidak memperhatikannya.
Ding~ Dong~
Suara panggilan yang khas datang ke rumah bergema di ruang tamu besar.
"Ayo duduk." Qiang Fu tersenyum pada Lou Yan dan duduk di sofa berbulu merah.
Lou Yan juga tidak sopan. Dia duduk disampingnya.
Mereka menunggu selama sepuluh menit, namun tidak ada tanggapan.
Lou Yan melihat sekeliling dengan curiga. Berlama-lama ditempat seperti ini membuatnya merasa tidak enak. Ruangan ini jelas sangat besar, namun karena cahaya dalam ruangan sangat redup, penglihatannya hanya bisa sampai pada pilar sebelumnya, dan area lainnya sangat gelap, apalagi lantai merah darah yang membuat suasana di ruang tamu semakin aneh dan suram.
"Sampai kapan kita harus menunggu?" Lou Yan merasa sangat tidak sabar.
Jika bukan karena tugas yang memperlihatkan hukuman untuk menyita seluruh asetnya, dia terlalu malas untuk menunggu begitu lama. Pàntatnya sakit karena duduk.
Yah, walaupun hanya sepuluh menit bagi orang lain waktu yang pendek, tapi bagi Lou Yan orang yang aktif, ini sangat menyiksa.
"Tunggu sebentar lagi, mereka seharusnya akan muncul." Dibandingkan dengan Lou Yan yang tidak sabar, Qiang Fu jauh lebih tenang.
Dimana titik buta pandangan keduanya, sebuah titik kecil berkedip dengan cahaya merah.
Dan di ruang tertentu, tiga orang dengan temperamen yang berbeda tengah memandang layar besar didepan mereka dengan tenang.
Pria yang duduk di kursi malas memegang kipas lipat warna hitam, ada gambar platform pengadilan yang melayang diatas awan putih dan beberapa orang bersayap tertutup sinar melayang disekitar awan.
Pria itu memiliki alis yang halus, wajahnya yang lembut dan mata phoenix yang memancarkan cahaya musim semi dari waktu ke waktu. Dia adalah pria yang sangat tampan, mengenakan hanfu putih yang panjang sampai terseret lantai. Dia tampak lembut dan elegan. Yang paling menarik perhatian adalah aura abadi yang keluar dari tubuhnya. Dia tampak sangat rendah hati.
Sedangkan yang lain berdiri dan bersandar pada dinding warna putih. Dia mengenakan setelan hitam ketat dan menguraikan bentuk tubuhnya yang sempurna, tidak kurus atau besar, namun tubuhnya memberi orang perasaan ledakan yang kuat. Terutama delapan otot diperutnya yang terlihat jelas, otot-otot pria itu tersusun rapi. Auranya bahkan lebih sombong dan menindas.
Matanya yang tajam seperti pedang dengan alis panjang, bulu mata tebal dan bibir merah. Wajahnya terukir dengan sempurna dan tidak memiliki celah, garis rahang yang tegas, hidung lurus dan rambut disisir rapi ke belakang.
Dan pria terakhir sekarang tengah duduk diambang jendela, angin bertiup pelan, namun seluruh orang itu mengeluarkan aura malas dan menggoda.
Sepasang mata jahat berkedip-kedip dengan nakal. Warnanya yang merah mengandung banyak misteri yang membuat orang takut untuk menatapnya.
Pria itu memiliki topeng hantu menangis diwajahnya dan hanya memperlihatkan dagu halus dan putih. Pakaian yang ia kenakan adalah model china modern dengan kerah lebar di lehernya, memperlihatkan tulang selangka yang lebih indah dari seorang wanita. Tubuhnya kurus namun tidak membuat orang merasa lemah, sebaliknya, dia kuat dan penuh kekejaman dari tulang.
Dan rambut hitamnya yang panjang dia ikat ekor kuda sampai pinggangnya.
"Apakah bocah ini yang ingin membeli kita?" Pria bertopeng hantu menangis menatap sosok pemuda cantik di layar dengan penuh minat.
"Apakah orang tua itu memiliki rencana, kenapa dia meminta kita untuk mengikuti pemuda yang tampak seperti porselen ini?" Kali ini yang bertanya adalah pria lembut yang tampak rendah hati. Mata Phoenix yang sempit tampak curiga dan matanya cerdas.
"Mungkin karena latarbelakang bocah ini bagus?" Pria bertopeng tampak tidak peduli.
"Apakah kita akan keluar dan menemui mereka?" Gu Chenghan, pria yang memegang kipas itu bertanya pada dua temannya.
"Tentu saja keluar, apakah kamu ingin orang tua bau itu mengomel lagi?" Pria bertopeng itu memutar matanya malas, gerakannya cepat dan dalam sekejap dia telah sampai di pintu.
Jika Lou Yan ada disini, dia akan sangat terkejut dengan kecepatan teleportasi pria bertopeng itu.
Baiklah. Gu Chenghan mengangkat bahunya dan bangun dari kursi untuk mengikuti.
Sebelum itu dia melirik temannya yang masih menutup matanya tenang.
"Ayo pergi juga, Leng Junnan." Gu Chenghan melambaikan kipasnya pada temannya yang dingin, dia berjalan menuju pintu.
Leng Junnan yang dipanggil membuka matanya, cahaya tajam melesat dikedalaman matanya.
Dia mengikuti keduanya tampa mengucapkan sepatah katapun. Wajahnya masih dingin seperti Dewa Yama.
....
Ketika kesabaran Lou Yan hampir mencapai puncaknya, suara malas dan main-main seorang pria datang dari arah belakangnya.
Lou Yan terkejut dia tidak bisa mendengar langkah kaki mereka.
"Halo manajer yang baik. Ada apa kau datang ke tempat kami?"
Lou Yan melihat ke belakang dan tiga pria berjalan tampa suara ke arah mereka.
Matanya membulat ketika melihat penampilan ketiganya.
Pria didepan memakai topeng hantu menangis, dia memiliki sepasang mata yang sangat jahat, itu bukan sepasang mata mèsum atau càbul, tapi itu pasti sepasang mata yang membuat jantung orang berdebar-debar.
Warnanya merah yang mengandung kengerian tampa batas. Bahkan Lou Yan merasa merinding dan geli ketika melihat sepasang mata pria itu.
Dia mengenakan pakaian china modern dengan bagian kerah terbuka, menampilkan tulang selangka yang lebih indah dari seorang wanita. Dagunya halus dibawah topeng, dan tubuhnya tampak kurus namun tidak membuat orang merasa lemah. Rambut hitamnya yang panjang dia ikat ekor kuda dan bergoyang dengan anggun ketika dia melangkah.
Jika Lou Yan tidak melihat adanya pàyudara ditempat seharusnya, dia akan mengira pria ini adalah seorang wanita. Karena entah proporsi tubuhnya, warna kulit yang terbuka, itu bisa membuat semua wanita merasa cemburu. Kecuali tinggi badannya yang diatas 1,8 meter dan pinggang yang sedikit lebih kuat.
"Maaf membuat dua tamu menunggu lama. Kami saat itu berada di ruang paling belakang. Butuh waktu lama untuk datang ke sini."
Kali ini adalah suara pria yang lembut seperti lonceng yang menyenangkan. Nadanya jauh lebih tulus dari pria bertopeng tadi.
Kecuali fakta bahwa dia berbohong tampa mengubah wajahnya. Bahkan Qiang Fu yang mengetahui sifat mereka selama bertahun-tahun memutar matanya mendengar apa yang pria lembut itu katakan.
Dia bergumam dalam hati. Kalian bertiga mampu mengitari seluruh ibukota yang besar dan luas dalam waktu kurang dari 10 menit. Berapa lama yang dibutuhkan ruang paling belakang ke ruang tamu sekarang?
Lou Yan memalingkan wajahnya penasaran. Kemudian dia melihat seorang pria yang sangat tampan dan lembut berjalan di belakang pria bertopeng.
Pria itu memiliki alis yang halus, wajahnya yang lembut dan mata phoenix yang memancarkan cahaya musim semi dari waktu ke waktu. Dia mengenakan hanfu putih yang panjang sampai terseret lantai. Dia tampak lembut dan elegan, setiap langkah yang dia lewati terlihat anggun. Yang paling menarik perhatian adalah aura abadi yang keluar dari tubuhnya.
Dia membuat orang merasa sangat rendah hati dan lembut.
Ada kipas lipat yang dia pegang dengan tangan kanan, ketika kipas itu terbuka, Lou Yan dapat melihat gambar yang sangat persis dengan yang ada di depan pintu sebelumnya.
Sebuah platform pengadilan yang melayang diatas awan putih dan beberapa orang bersayap tertutup sinar melayang disekitar awan. Gambar itu terlihat sangat indah namun juga membuat orang merasa sangat tidak nyaman. Kontras aura pria itu dan pembawaan kipas membuat Lou Yan merasa tertarik.
__ADS_1
"Namaku Gu Chenghan, siapa namamu cantik?" Gu Chenghan menatapnya dengan lembut dan ekor matanya melengkung dengan senyuman yang menawan.
Bibir Lou Yan bergerak-gerak, "Lou Yan." Katanya singkat.
"Oh? Lou Yan? Nama yang sangat bagus." Pria itu memuji dengan mata Phoenix yang menyipit tersenyum.
"Terima kasih." Lou Yan membalas tersenyum manis.
Gu Chenghan mengangkat sebelah alisnya.
Pandangan Lou Yan melihat seorang pria dingin yang berjalan dibelakang Gu Chenghan.
Pria itu mengenakan setelan hitam ketat, delapan otot perut yang kuat dan pas terlihat jelas. Wajahnya yang sempurna dengan sudut tajam dan mata yang dingin, dia berjalan dengan tenang, tidak terburu-buru atau lambat. Namun anehnya setiap dia melangkah, itu akan menjadi jarak dua atau tiga langkah.
Lou Yan tidak bisa melihat dengan jelas, padahal dilihat dari sini, pria tampan itu berjalan sangat santai, anehnya itu tampak sangat cepat. Seolah-olah dia hanyalah bayangan yang bergerak dan tidak membuat gelombang riak atau suara di lantai.
Apakah ini yang di namakan langkah bayangan? Kekuatan seni beladirinya lebih kuat darinya.
Diam-diam Lou Yan menilai ketiganya.
Disisi lain mereka bertiga juga menatapnya samar. Jelas, mereka juga tengah menilainya.
Pemuda itu mengenakan pakaian SMA Elit Yeong Lan. Wajahnya yang sangat cantik tampak seputih porselen. Rambut lembut hitam legam disisir ke samping dengan sedikit poni di bagian depan. Sepasang mata rubah cerah tampak berair dan polos. Seluruh orang tampak sangat patuh dan lembut.
Ada anting hitam disisi kanan, tapi itu tidak membuatnya merasa nakal, sebaliknya, itu malah menonjolkan karakternya yang bebas dan mudah. Seluruh orang nampak bersih dan ceria.
Namun mereka bertiga telah melihat ekspresi kesal dan ketidaksabarannya sebelumya, jadi mereka tidak berpikir penampilannya sekarang adalah sifat aslinya.
Gu Chenghan berjalan dengan senyum lembut, dia duduk di sofa paling kanan. Leng Junnan disebelahnya, ekspresinya masih dingin dan dia tidak memiliki minat untuk berbicara. Li Qiang masih berjalan malas dan duduk diseberang Lou Yan.
Qiang Fu menatap ketiganya dengan senyum profesional dan matanya menilai dengan hati-hati. Melihat ketiganya tidak memiliki kemarahan karena panggilannya, dia menghela nafas lega.
"Baiklah, mari kita berbicara. Kalian bertiga seharusnya mendapat panggilan dari pemimpin, saya akan menjelaskannya sekali lagi. Ini adalah tuan muda yang ingin membeli kalian bertiga, namanya Lou Yan. Tuan muda Yan datang kesini juga karena pemimpin telah berbicara sebelumnya. Selama kalian bertiga setuju untuk mengikuti tuan muda Yan, beliau tidak akan mengatakan apa-apa. Jadi, kalian akan mencoba melihat apakah kalian memiliki minat untuk melihat dunia luar?" Qiang Fu menatap ketiganya dengan bercanda.
Tapi dia tidak berbohong dalam hatinya, ketiga orang ini telah tinggal di arena bawah tanah sejak lama. Mereka pergi ke dunia luar hanya satu atau dua kali setiap tahun. Itupun ketika mereka ingin menguji kekuatan seni beladiri mereka dan berencana mengitari ibukota menggunakan kekuatan internal.
Ketika dia memikirkan ini, Qiang Fu masih agak merasa simpati. Ketiganya memiliki nasib yang sama. Pada akhirnya mereka berakhir di arena bawah tanah, menjadi seorang budak.
Tapi disisi lain Qiang Fu juga merasa takut pada mereka, karena dia tahu bahwa ketiga orang ini memiliki masalah mental. Orang-orang ini sangat kejam dan brutal. Setiap mereka bertarung di arena, lawannya akan terluka sangat parah, dan tidak sedikit yang berakhir dengan kematian.
Tentu saja pihak arena tidak berani secara langsung mengatakan mereka mati, baling banter mereka akan mengatakan mereka cacat atau lumpuh. Itu juga alasannya ketiganya selalu menduduki peringkat tertinggi.
Alasan kenapa Gu Chenghan dan Li Qiang memiliki nilai kekalahan karena mereka bertiga bertemu satu sama lain. Terutama yang terkuat diantara mereka bertiga, Leng Junnan.
...
Senyum Gu Chenghan tidak berubah, dia bertanya dengan penasaran menatap pemuda cantik yang duduk dalam diam.
"Tuan muda Yan, bolehkah aku tahu kenapa anda ingin membeli kami?" Sepasang mata Phoenix menatap Lou Yan dengan lembut dan cahaya musim semi melintas dari waktu ke waktu.
Lou Yan melihatnya dengan senyum manis dan menjawab dengan sikap jujur.
"Kalian bertiga sangat kuat..." dia terdiam sebentar, kemudian melanjutkan.
"Aku selalu bertemu dengan beberapa orang yang mengganggu akhir-akhir ini. Terakhir kali aku hampir terluka jika keluargaku tidak mengajariku bertarung."
Gu Chenghan menatapnya agak menarik, "Jadi kamu membutuhkan seorang pelindung? Tapi dari pakaian yang kamu kenakan, kamu tidak kekurangan uang? Bukankah kamu seharusnya memiliki seorang pengawal yang melindungimu?" Senyum Gu Chenghan ramah.
Lou Yan mengangguk setuju, tapi dia masih menjelaskan.
"Aku memang memiliki seorang pengawal. Tapi mereka semua berusia diatas 30 tahun. Aku diganggu di sekolah."
"Walaupun SMA Elit Yeong Lan mengizinkan murid elit untuk memasukkan pengawal ke dalam sekolah. Mereka di larang untuk menyakiti sesama murid. Jadi aku pikir akan ada banyak masalah jika aku membawa pengawalku ke dalam sekolah. Apalagi pengawalku adalah orang yang dipimpin ayahku untuk mengawasi dan melindungiku dan mereka sangat paranoid dan protektif."
Li Qiang mendengarkan mereka dengan penuh minat, tapi tidak berbicara.
"Jadi kamu ingin menjadikan kami sebagai pelindung dalam sekolah? Tapi bukankah kamu sendiri yang mengatakan sangat merepotkan membawa pengawal ke dalam sekolah?" Gu Chenghan menatapnya agak aneh.
"Yah, tentu saja bermasalah. Tapi bagaimana jika aku memasukkan kalian kedalam sekolah bukan dengan status pengawal?" Tatapan Lou Yan menatap ketiganya dengan senyum misterius.
Gu Chenghan melebarkan matanya dan kemudian dia tenang. Matanya yang lembut bersinar seolah mengerti sesuatu.
"Tuan muda Yan, kamu bermaksud untuk memasukkan kami ke dalam sekolahmu dengan status seorang murid pindahan?" Nadanya agak aneh, tapi itulah kebenarannya.
Li Qiang san Leng Junnan jelas terkejut dengan proposal pemuda cantik didepan mereka.
"Ya." Tampa diduga jawaban Lou Yan sangat tegas dan tidak bertele-tele.
"Bagaimana? Apa kalian tertarik untuk bersekolah?" Lou Yan memandang mereka bertiga dengan penuh harap.
"Itu..." Gu Chenghan terdiam sebentar. Dia melirik teman-temannya.
Faktanya disini bukan dia yang membuat keputusan akhir.
"Oke, bagaimana caramu memasukkan kami sebagai murid. Umurku sudah 27 tahun." Perkataan santai Li Qiang alias pria bertopeng membuat Gu Chenghan sedikit terkejut, namun senyum muncul dimata Phoenix yang sempit.
Sepertinya temannya sudah membuat keputusan sejak lama.
Tampa sadar Gu Chenghan melirik temannya Leng Junnan dengan ragu.
"Itu mudah, dengan latarbelakangku, seharusnya tidak apa-apa memasukkan kalian ke sekolah SMA Elit Yeong Lan dengan identitas palsu, hanya saja wajah kalian..." alis halus Lou Yan melipat setelah dia mengingat ketiga orang ini sangat populer di arena bawah tanah.
Dilihat dari sini, ada banyak orang yang datang kesini berasal dari SMA Elit Yeong Lan. Jika dia membawa mereka ke sekolah, bukankah identitas mereka akan dikenali?
Seolah mengerti pikiran Lou Yan, Gu Chenghan berbicara lebih dulu.
"Tuan muda Yan, jangan khawatir. Selain pihak tingkat tinggi dari arena bawah tanah, tidak ada yang mengenali identitas kami. Karena setiap kami datang ke arena untuk bertarung, kami akan mengenakan topeng." Gu Chenghan menjelaskan dengan singkat.
Namun Lou Yan langsung paham. Diam-diam dia juga merasa sangat lega.
"Bagus, aku akan membereskan sisanya. Namun, apakah kalian benar-benar mau mengikutiku?" Lou Yan menatap mereka curiga.
Gu Chenghan tertawa pelan.
"Arena bawah tanah memang cocok dengan temperamen kita. Hanya saja terkadang kita akan bosan seiring berjalannya waktu. Aku merasa tempat ini hanya sedikit lebih baik dari 'kandang' yang kami temui." Tatapan Gu Chenghan mendarat pada asisten Qiang Fu dengan penuh arti. Pria itu tersenyum, namun senyum itu tidak mencapai matanya.
Sudut mulut Qiang Fu berkedut. Bahkan jika mereka tidak puas dengan fasilitas dan aturan yang pihak arena bawah tanah mereka tetapkan. Bukankah kalian bertiga harusnya mengeluh pada pemimpin tertinggi. Kenapa rubah tua ini menatapnya dengan sinis eh.
Tapi Qiang Fu tidak mengatakan apa-apa, diam-diam tersenyum dengan sikap profesional.
"Baik, jadi kau mau mengikutiku. Bagaimana dengan mereka berdua?" Tatapan Lou Yan mendarat pada Leng Junnan dan Li Qiang yang sedari tadi diam.
Seolah merasakan tatapan Lou Yan yang dipenuhi harapan, Li Qiang mengangguk dengan ekspresi malas, suaranya tampak tenang namun matanya bersinar dengan kilau jahat yang mempesona.
"Bagus, tidak apa-apa."
Leng Junnan juga mengangguk acuh tak acuh.
"Menejer Fu, bisakah kita mencari tempat untuk mengobrol?" Lou Yan menatap penuh arti pada Qiang Fu.
Qiang Fu paham, apakah ini membicarakan harga?
Lou Yan juga berpikiran sama. Dia harus membicarakan harga ketiga orang ini. Namun dia tidak ingin berbicara tentang harga didepan orang yang dijual, itu membuatnya merasa sangat bersalah dan tak nyaman.
__ADS_1
Bagaimanapun ketiganya akan menjadi orangnya. Dia tidak benar-benar ingin memperlakukan ketiga orang ini sebagai budak. Jika dia membicarakan harga didepan ketiga orang ini, itu akan melukai harga diri mereka.
"Baiklah, mari tuan muda Yan. Saya antar anda menemui menejer keuangan klub kami." Qiang Fu tersenyum cerah.
Kali ini dia mendapat banyak komisi dari penjualan ketiga budak. Apalagi ketiga orang ini berada didaftar teratas budak arena. Harganya pasti yang paling mahal. Senyum Qiang Fu semakin lebar.
Gu Chenghan meliriknya dengan kasihan, entah apa yang dia pikirkan. Dia hanya menggelengkan kepalanya dengan ekspresi aneh.
Qiang Fu dan Lou Yan berdiri dan mereka berjalan keluar dari ruangan, meninggalkan ketiga orang yang diam dalam keheningan.
"Dia masih anak yang sopan." Gu Chenghan bergumam dengan tenang.
Li Qiang meliriknya dengan malas, tapi matanya berkilat dengan cahaya aneh. Senyum misterius muncul di bibirnya yang sexy. "Aku punya firasat hidup kita tidak akan kebosanan jika mengikutinya."
Gu Chenghan tidak mengangguk atau menggeleng, dia diam namun tidak menyangkal. Seperti ini menyetujuinya.
Disisi lain pria dengan paras tampan dan tajam duduk dalam keheningan.
Bibir Leng Junnan mengerucut dan dia menatap pintu masuk dengan ekspresi aneh. Wajahnya seperti biasa, masih acuh tak acuh dan tegak seperti gunung.
....
"Tuan muda Yan, apakah harga ini memuaskan?" Qiang Fu bertanya pada Lou Yan dengan menaruh beberapa lembar kertas.
Lou Yan melihat nama Li Qiang dengan tanda tangan pemimpin klub bawah tanah, disampingnya kosong dan itu membutuhkan tanda tangannya.
Tapi dia langsung melihat harga yang tertera dalam tinta tebal.
Li Qiang, no 3: 【189.000.000 ¥ 】
189 juta yuan? Itu memang agak mahal, namun bisa di mengerti karena bagaimanapun Li Qiang memiliki seni beladiri yang tinggi dan dia masih merupakan salah satu kandidat terbaik di arena bawah tanah.
Kemudian Lou Yan membalik kertas dan semua katanya sama, kecuali nama yang berbeda.
Gu Chenghan, no 2: 【197.000.000 ¥】
Hm? Jarak keduanya hanya 17.000.000 ¥?
Dan terakhir.
Leng Junnan, no 1: 【232.000.000 ¥】
Lou Yan menatap nomor harga di tinta tebal dengan terkejut? Apakah Leng Junnan begitu kuat sehingga harganya sangat mahal? Sekarang benar-benar tidak bisa disebut budak.
"Tuan muda Yan, bagaimana?" Qiang Fu siap untuk menegosiasikan penurunan harga, menurutnya harga ketiga budak ini memang mahal, bahkan uang 100 juta bagi anak-anak keluarga besar masih jumlah yang cukup banyak.
Akibatnya belum sempat dia menyesuaikan penurunan harga, jawaban pemuda cantik didepannya mengejutkannya.
"Baiklah, bisakah aku membayarnya lewat kartu? Tolong gesek!"
Sebuah kartu hitam dengan garis emas diberikan kepada Qiang Fu.
Qiang Fu menatap pemuda cantik yang dengan mudah mengeluarkan kartu dengan ekspresi santai.
Sudut mulutnya bergerak-gerak.
Benar-benar tidak tahu generasi kedua yang kaya ini makan apa?
Bukankah dia mengeluarkan uang ratusan juta yuan dengan begitu santai?
"Ugh, baiklah tuan muda Yan. Tunggu sebentar."
....
Transaksi keduanya berjalan lancar dan Lou Yan menemukan pengawalnya yang tampak panik dan ketakutan, setelah dia menjelaskan dengan nada menenangkan, dia membawa ketiga budak ke dalam mobil.
Karena Lou Yan membawa dua mobil, itu masih muat untuk beberapa orang lagi.
Sesampainya mereka di villa, seluruh halaman masih banyak pengawal yang menjaga.
Diam-diam Gu Chenghan dan lainnya terkejut melihat aura pembunuh yang disembunyikan oleh para pengawal dengan sangat baik. Namun karena mereka bertiga bukan orang biasa, secara alami mereka dapat melihatnya.
Sangat jelas bahwa semua pengawal dalam villa tersebut terlatih dengan sangat baik. Dan bahkan ketiganya menemukan beberapa pengawal rahasia memiliki kekuatan hampir setara dengan mereka.
Ketiga orang itu mengikuti dibelakang Lou Yan dan mereka semua memasuki pintu villa besar.
"Aku pulang." Lou Yan menyapa dalam villa seperti biasa.
Dan keenam orang yang ada dalam ruang tamu menoleh untuk menatapnya.
Nangong Ryuji dan asistennya duduk di sofa kanan, Fu Shichen duduk sendirian, sedangkan Jia Yu dan menejer Ming Ru ada disisi kiri.
Jia Yu masih mengenakan pakaian formal, seperti seseorang yang telah datang ke pesta atau acara tertentu.
Dan didepan Fu Shichen ada Ye Qifeng yang memegang segelas anggur dan bersandar malas pada sofa.
Ekspresi Jia Yu dan Fu Shichen lembut ketika menatap Lou Yan, namun senyum mereka membeku ketika tatapannya jatuh pada ketiganya.
Nangong Ryuji menyipitkan matanya dan merasakan aura pembunuh yang tersembunyi dengan sangat baik oleh ketiga pria ini. Seni beladiri yang kuat, pikir Nangong Ryuji penuh minat.
Begitupun dengan Ye Qifeng. Ekspresi malas pria itu menjadi serius.
Jia Yu dan Fu Shichen tidak tahu apa yang dipikirkan kedua pria lain dalam ruangan, hanya berpikir tuan muda membawa orang lain ke dalam villa, rasa asam memenuhi hati mereka.
"Tuan muda..." Fu Shichen berdiri dan datang ke Lou Yan dengan senyum lembut dan mata penuh kasih sayang.
Lou Yan mengangguk dan membalas tersenyum manis. "Saudara Fu..."
Setelah mereka semua bercakap sebentar, Lou Yan duduk disebelah Nangong Ryuji, dan ketiga orang yang mengikuti mengambil sofa lain oleh pengawal dan duduk dibarisan depan, sedangkan Fu Shichen berpindah duduk disebelah Ye Qifeng yang sendirian.
"Baiklah, mari aku perkenalkan. Ini adalah teman-temanku, temanku ini bernama Gu Chenghan." Dia menunjuk pada pria lembut dengan mata phoenix yang tersenyum, dia memegang kipas hitam dengan gambar malaikat dan platform pengadilan.
Gu Chenghan tersenyum anggun pada mereka semua, merasakan permusuhan yang kuat dari para pria ini, dia menyipitkan matanya penuh minat. Kemudian dia mengangguk pada semua orang, seolah menyapa.
"Ini Li Qiang." Dia menunjuk pada pria bertopeng hantu menangis. Pria itu duduk dengan malas dan mata merah jahat menatap semua orang dan mengangguk acuh tak acuh.
"Dan terakhir adalah Leng Junnan." Dia menunjuk pada seorang pria dengan setelan hitam yang memperlihatkan lekukan otot pada perut dan tangan, tidak kurus atau besar. Dan wajahnya yang sangat tampan namun memiliki mata dingin tampaknya dipenuhi ketidakpedulian.
Leng Junnan bahkan tidak melirik Jia Yu ataupun Fu Shichen, dia hanya melirik Nangong Ryuji dan Ye Qifeng dengan tampa ekspresi namun pikirannya bergerak.
Seni beladiri yang kuat. Tangan Leng Junnan bergerak santai.
"Mereka semua akan tinggal disini mulai hari ini, jadi ku harap kalian semua menjadi akrab." Senyum Lou Yan melebar.
Zzztttss...
Seolah ada percikan api diantara ketujuh orang ini, ekspresi semua orang aneh ketika mendengar pemuda cantik itu berkata 'semua menjadi akrab', bagaimana rasanya kata itu memicu medan perang syura diantara mereka?
Dan semua orang memiliki firasat di hati bahwa mereka akan menjadi musuh besar di masa depan.
Disaat ketujuh pria itu tenggelam dalam pikiran mereka. Asisten Nangong dan menejer Ming Ru saling memandang dengan ragu. Tapi mereka tidak mengatakan apa-apa.
Bukannya mereka berdua tidak melihat suasana berat di ruang tamu, tapi mereka tidak bisa membantu selain mengecilkan leher mereka, mencoba sejauh mungkin menekan kehadiran keduanya.
__ADS_1
Tekanan orang-orang ini terlihat sangat menakutkan.