Sistem Kecantikan [Pendamping]

Sistem Kecantikan [Pendamping]
CHAPTER 28


__ADS_3

Maaf Author lagi thur ke Bali.


Lou Yan melihat ketiga orang itu dengan penuh minat. Melihat suasana aneh diantara kedua wanita, dan ketidakpedulian pria tampan itu pada keduanya, dia bisa menebak pria ini pasti seorang bajîngan.


Dilihat dari kemiripan 80% antara pria tampan itu dengan wanita cantik dengan tubuh panas, mereka adalah saudara kandung. Namun yang dikatakan wanita cantik itu menarik perhatiannya.


Apakah hubungan mereka itu incèss?


Ini pertama kalinya Lou Yan melihat seseorang yang memiliki hubungan ambigu diantara saudara kandung, dan sepertinya pangeran Long itu sudah pernah tidur dengan saudara perempuannya. Atau bahkan sering?


....


"Xinya, jangan membuat masalah." Long Yuan berkata dengan lembut.


Long Xinya menyipitkan matanya dan melirik saudaranya dengan mata rubah yang menawan. Dia tidak peduli, hanya menatap wanita didepannya dengan arogan.


Yue Qingqing ragu-ragu, akhirnya dia menyerah untuk membujuk pangeran Long. Dia juga orang yang tahu diri mana yang baik untuk bertindak dan mana waktu untuk mundur.


Jika pangeran Long harus memilih, dia pasti akan memilih wanita rubah didepannya tanpa ragu-ragu. Pertama, itu karena hubungan diantara mereka jauh lebih dalam, kedua, Long Xinya ini jauh lebih cantik dibandingkan dirinya dan tubuhnya bahkan lebih baik, dia memiliki sosok tubuh sebanding dengan iblis.


Bagi pangeran Long yang tidak memiliki garis bawah, dia tidak akan peduli apakah Long Xinya adalah adiknya atau bukan, dia tetap akan menjadikannya teman tidur berdasarkan penampilan dan seleranya.


"Batuk! Pangeran Long, aku lupa hari ini ada ulangan matematika. Kalau begitu aku akan pergi dulu." Yue Qingqing berkata dengan cepat. Kemudian dia pergi dengan tergesa-gesa, meninggalkan punggung yang melarikan diri.


Dari awal hingga akhir, dia tidak melihat Long Xinya sama sekali.


Long Xinya tidak peduli, dia hanya melirik saudaranya dengan ekspresi prihatin dan mengejek. Kemudian dia juga berjalan dengan punggung tegak, memamerkan pàyudaranya yang sombong. Membuat semua pria yang lewat mengeluarkan air liur.


Long Yuan yang ditinggalkan oleh kedua wanita itu menyenderkan tubuhnya pada batang pohon. Ekspresinya malas dan acuh tak acuh. Matanya yang merah tampaknya memiliki banyak hal yang tidak bisa diprediksi oleh orang lain. Tampak misterius dan aneh.


"Sayangku, sampai kapan kamu akan bersembunyi disana? Perlukah aku menjemputmu, cantik?" Suara pria itu malas dan menggoda, tampak magnetis dan memiliki daya tarik yang fatal.


Lou Yan sangat terkejut sehingga dia hampir melompat. Tunggu! Siapa yang dia panggil. Pasti bukan dia kan? Dia jelas sudah bersembunyi dengan baik.


Long Yuan menyipitkan matanya berbahaya, matanya berputar disekitar taman dengan ekspresi main-main.


"Ayo, sayang. Kamu suka bermain petak umpet? Kalau begitu biarkan aku mencoba menemukanmu. Hanya saja tidak akan menarik jika hanya bermain permainan yang membosankan seperti ini, bagaimana jika kita bertaruh?"


Long Yuan tidak menunggu seseorang menjawab, dia langsung berbicara.


"Jika aku menemukanmu, kamu akan memberikanku sebuah hadiah ciuman, dan jika aku tidak menemukanmu, aku berjanji aku akan memberikanmu ciuman yang memuaskan. Bagaimana, bukankah ini menarik?" Seulas senyum jahat melintas di bibir merah Long Yuan.


Sisi lain sudut mulut Lou Yan berkedut. Bagaimana bisa didunia ini ada orang yang begitu tak tahu malu? Tingkat ini benar-benar menakutkan. Apakah wajah pria itu lebih tebal dari tembok China?


Tapi... Lou Yan ragu-ragu, apakah pangeran Long ini benar-benar menemukannya? Lou Yan agak khawatir.


Long Yuan mulai berjalan berkeliling dengan mata main-main menatap sekitarnya, senyumnya masih malas dan cara postur dia berjalan sepertinya bukan untuk mencari seseorang, lebih seperti sedang berjalan-jalan.


"Ayo, sayangku. Kemana kamu bersembunyi?" Long Yuan bersenandung malas.


Lou Yan memiliki banyak pikiran dan dia tidak tahu kapan dia merasakan rasa geli di lehernya, rasa panas dan napas samar menyemprot ke leher dan membuat bulu kuduknya berdiri. Mata Lou Yan menyusut tajam.


Lou Yan dengan jelas merasakan bau parfum lembut tercium dihidungnya, dan napas samar dilehernya jelas menunjukkan seseorang tengah duduk dibelakangnya.


Siapa itu? Sejak kapan seseorang duduk dibelakangnya? Kenapa dia tidak merasakannya?


Lou Yan agak terkejut dan takut. Orang ini datang tanpa suara menunjukkan seni beladirinya sangat kuat. Itu membuat Lou Yan penasaran namun juga waspada.


"Sayangku... aku menemukanmu." Suara lembut seseorang berkata dengan seringai jahat yang tidak tersembunyi. Tubuh Lou Yan menegang dan sedikit bergetar.


Orang itu... sejak kapan? Sebuah pemikiran melintas dimata Lou Yan. Tapi gerakannya tidak lambat, dia langsung berguling dan melompat ke taman yang memiliki area lebih luas dengan kecepatan yang sangat cepat.


Long Yuan tidak langsung mengejar, sebaliknya, ekspresinya main-main dan dia mengagumi reaksi naluri yang begitu cepat. Tampaknya dia masih meremehkan murid baru yang imut ini. Apakah ini masih seorang Lotus putih yang lemah? Atau seekor rubah yang lincah? Senyum melintas mata merah yang seperti tetesan darah milik Long Yuan.


Dia meletakkan tangannya disakunya dengan santai, entah sejak kapan sebuah permen karet dia makan dengan cara lamban. Long Yuan berjalan menuju pemuda cantik yang tampak rapuh itu dengan perlahan, dia tampaknya tidak terburu-buru untuk berbicara. Hanya diam dan dia menatap Lou Yan dengan ekspresi menggoda.


Lou Yan menggertakkan giginya, namun dia menahannya dan menampilkan ekspresi polos dan tidak bersalah.


Long Yuan menjadi tertarik. Dia akhirnya berbicara dan suara malas dan sedikit magnetis terdengar, "Sayangku, aku benar-benar mengagumimu karena bisa bersembunyi dengan sangat baik. Jika bukan karena seni beladiriku sedikit lebih baik darimu, aku tidak akan menyadari seorang penggemar tertentu telah mengintipku dari kegelapan."


Tubuh Lou Yan mengejang, dia menahan untuk bersumpah dengan marah. Siapa penggemarmu? Aku bukan!


Tapi Lou Yan hanya tertawa dua kali dan kemudian dengan polos berkata, "Uh, maaf. Aku tidak tahu ada orang ditempat ini. Awalnya aku ingin mencari tempat yang sepi untuk beristirahat, namun tidak sengaja melihat sesuatu yang seharusnya tidak aku lihat." Dia berkata dengan ekspresi malu-malu.


Long Yuan menyipitkan matanya dengan senyum tidak berbahaya. "Oh? Sesuatu yang seharusnya tidak kamu lihat? Seperti apa itu?" Dia bertanya dengan nada menggoda.


Lou Yan hampir ingin memutar matanya dan berkata, Gan, tentu saja gambar tertentu tidak bisa dilihat secara langsung. Kenapa masih bertanya?


Tapi dia menjawab dengan ekspresi malu, "Batuk, tidak, tidak apa-apa." Dia menggelengkan kepalanya dengan canggung dan gugup.


Long Yuan tidak memaksa, dia malah mendekati Lou Yan dan membuat pemuda cantik itu mundur dengan ekspresi ketakutan. "Sayang, bukankah kamu berjanji akan memberikan hadiah padaku? Ayo, kemarilah! Aku tidak akan menyakitimu." Ekspresi Long Yuan tampak tulus, tapi tidak cukup membuat Lou Yan percaya.


Aku tidak menyakiti hantumu!


Lou Yan diam-diam mengutuk marah. Tapi dia malah mundur dengan sedih, "Kamu, kamu jangan mendekat!"


Dia dengan gugup mundur sampai punggungnya menabrak pohon dibelakangnya. Sial, Lou Yan sangat marah sehingga dia ingin menghancurkan sesuatu.


Long Yuan melihat ini dan tersenyum jahat, membuat Lou Yan bergidik ngeri.


Tangan pria itu bergerak cepat dan langsung memegang kedua tangan Lou Yan, sebelum Lou Yan bereaksi, Long Yuan telah menahan kedua tangan Lou Yan diatas kepalanya, membiarkan pemuda cantik itu bersandar pada pohon di taman.


"Kamu, kamu, menyingkir!" Lou Yan sangat ketakutan sehingga air mata menetes disudut matanya, membuat lapisan air keluar dan matanya tampak kabur dan menghalangi pandangan. Tentu saja, tangisannya hanyalah kepura-puraan, tapi tetap saja dia terlihat sangat menyedihkan.


Long Yuan melihat air mata seperti kristal jatuh dari mata rubah yang jernih yang di lapisi air, ekspresinya tampak sedih dan pria itu mengangkat tangannya untuk menyeka air mata dengan kasihan.


"Oh, cantik. Kenapa menangis? Bukankah aku sudah bilang tidak akan menyakitimu?" Dia berkata dengan nada lembut, ekspresinya yang dipenuhi kasih sayang tampak tulus. Matanya yang merah bahkan tampak sangat lembut dan memanjakan.


Jika bukan karena Lou Yan melihat adegan sebelumnya, dia akan mengira pria ini hanyalah seorang Dewa pria yang lembut dan penuh kasih sayang. Namun sekarang, Lou Yan hanya merasa kesal dan mual, ingin menyingkirkan tangan yang menyegel kedua tangannya. Tapi beberapa saat dia berjuang, dia menyadari di meremehkan kekuatan pria ini.


Pria ini sangat kuat sehingga dia tidak dapat menggerakkan tangannya sedikitpun. Lou Yan diam-diam terkejut, apakah ini kekuatan sebenarnya dari anak-anak keluarga besar? Seni beladiri pria ini cukup tinggi.


"Ada apa? Kau merasa lelah?"


Long Yuan tentu saja merasakan penolakannya dan perjuangannya diam-diam, namun dia sekarang sedang dalam suasana hati yang buruk akibat provokasi adiknya, jadi dia ingin melampiaskan kekesalannya pada seseorang dan menggertak mereka.


Sekarang, peri kecil yang lembut dan cantik ini datang kesini dengan insiatif sendiri, bagaimana mungkin dia melepaskannya? Jadi dia bertanya hanya sekedar untuk formal, setidaknya dia harus menunjukkan pesona pria penyayang dan Dewa pria yang lembut sehingga peri kecil didepannya lebih nyaman.


"Ti-tidak, kamu, kamu, lepaskan!"


Lou Yan sangat marah sehingga dia ingin menggigit orang didepannya dengan keras, namun sekarang dia terlihat sangat lemah didepan bajîngan ini, dia harus setidaknya mempertahankan karakternya yang lembut dan penakut, jangan sampai pria ini mengganggunya dimasa depan.


Lou Yan telah melihat bagaimana pria ini sepertinya tipe orang yang kurang tertarik pada wanita yang menempel, pria ini lebih suka orang yang berpura-pura sehingga dia bisa bersenang-senang. Lou Yan takut jika dia menunjukkan penolakan yang keras, pria ini akan tertarik padanya dan akan terus menempel dimasa depan. Memikirkan ini saja cukup membuat Lou Yan merasa tidak nyaman.


Dia cukup menyesal kenapa dia datang ke tempat ini. Seharusnya dia langsung pergi begitu dia mengetahui pria ini berasal dari keluarga Long. Keluarga Long benar-benar keluarga pembuat onar dan dia akan sial jika berurusan dengan mereka.


Baru dia membereskan satu orang dari keluarga Long, sekarang datang yang lainnya. Keluarga Long ini benar-benar seperti kuman yang terus menempel dan berdatangan. Itu membuat Lou Yan bertanya-tanya apakah keluarga Long dibuat untuk menjadi musuh abadinya.


"Oh, lepaskan? Kemana aku aku harus melepaskan? Bukankah kamu berjanji akan memberikanku sebuah hadiah? Ayo, ciumlah sesuka hatimu, aku tidak keberatan." Long Yuan dengan murah hati menundukkan kepalanya dan kedua wajah itu berdekatan. Napas hangat saling menyentuh sisi wajah masing-masing.


Lou Yan menggigit bibirnya dengan enggan. Dia menolak untuk melakuan apa yang dikatakan pria itu. Hmp, dia sama sekali tidak berjanji padanya, selain itu, dia mengatakan sesuatu apakah dia, Lou Yan, harus melakukannya? Yang dia katakan?


Berpikir seperti ini, Lou Yan lebih menjadi keras kepala, dia menolak dan tetap diam. Bahkan matanya juga dia tutup.


Melihatnya tampak tidak mau dan tetap menutup matanya dan tidak melihatnya. Long Yuan menyipitkan matanya dan menghela nafas.


"Hei, kupikir aku sudah akan sangat rugi untuk dicium olehmu, tapi tampaknya sekarang aku jauh lebih rugi. Karena kau tidak mau, maka biarkan aku menciummu. Jangan katakan aku orang càbul, aku juga dipaksa." Long Yuan berpura-pura menyesal dan tatapannya yang mengeluh menatap Lou Yan.


Lou Yan tersentak dengan wajah merah, dia membuka matanya dan melotot pada pria tak tahu malu itu.


Long Yuan tidak bersalah, dan dia menatap pemuda cantik dipelukannya dengan ekspresi polos.


"...." Lou Yan.


"Cepatlah, jangan membuang waktuku." Lou Yan sangat tidak sabar, namun dia menahannya.


Long Yuan menampilkan ekspresi sedih. "Sayangku, kamu sangat tidak tulus. Itu membuatku sangat sedih..."


Mulut Lou Yan bergerak-gerak, dia benar-benar ingin mencabik-cabik wajah pria ini. Untuk segera menyelesaikan masalah sekarang, Lou Yan dengan enggan mencium bibir Long Yuan dengan kecepatan yang sangat cepat. Sebelum Long Yuan bereaksi, Lou Yan mengambil kesempatan untuk kabur dari lengan Long Yuan yang mulai longgar.


Kemudian Lou Yan berlari dengan cepat meninggalkan taman dan pria itu.


Ketika Lou Yan berlari sampai taman sekolah yang lain, itu sudah siang. Lou Yan harus datang ke Fu Shichen sesuai janjinya. Dia membuka ponsel dan menghubungi Fu Shichen.


"Saudara Fu, dimana kamu sekarang? Aku akan datang kesana." Lou Yan bertanya pada Fu Shichen.


"Apa? Tidak perlu, saudara Fu tidak perlu datang menemuiku. Aku akan datang ke tempatmu sekarang." Sebelum Fu Shichen membalas, Lou Yan langsung menutup ponselnya.


Saudara Fu mengatakan dia ada cafe dekat sekolah. Jadi sekarang dia ada diluar sekolah?


Lou Yan merasa heran, tapi mungkin dia tahu kenapa dia tidak datang ke restoran sekolah. Apakah Fu Shichen tidak ingin orang lain melihatnya bersama denganku karena takut merusak reputasiku?


Lou Yan menghela napas. Orang ini benar-benar pemalu dan polos, kenapa dia begitu terampil ditempat tidur? Diam-diam Lou Yan bergumam.


Tidak perlu menunggu lama, Lou Yan datang ke cafe yang dimaksud, ada tulisan 'Cafe in Love' diatas bangunan tiga lantai didepannya.


Masuk kedalamnya, Lou Yan melihat sekeliling dengan hati-hati, dekorasi dinding di buat sederhana dan sesuai tema cafe, ada bentuk cinta dimana-mana. Warna dinding biru langit, merah muda, dan ungu muda yang dipadukan dengan gambar-gambar grafik yang lucu. Seluruh bangunan mempesona dan penuh cinta dimana-mana.


Lantai bawah ada banyak siswa seperti dirinya duduk berkelompok atau berpasangan, suara tawa dari waktu ke waktu dapat terdengar. Ada juga lantai dua, itu adalah sebuah kotak, atau ruangan persegi yang khusus bagi mereka memesan untuk ketenangan.


Fu Shichen telah mengatakan bahwa dia ada dilantai dua nomor 4. Jadi Lou Yan mencari-cari dan menemukan ruangan yang dimaksud.


Membuka pintu, Lou Yan melihat seorang pria tampan yang tampak lembut duduk dekat jendela.


Ada empat kursi kayu didalam dan membentuk melingkar. Meja kayu cokelat elegan terdapat sebuah kain yang menutupi, kain itu berwarna biru muda, ada juga kacamata hitam besar diatas meja yang tampak kuno, itu seharusnya milik saudara Fu.


Ruangannya tidak besar, tapi sangat bersih dan nyaman, apalagi terdapat jendela kaca besar bagian kanan yang tidak tertutup.


"Saudara Fu." Lou Yan menyapa dengan senyum manis. Dia datang dan duduk di depan Fu Shichen.


Fu Shichen menatap pemuda cantik didepannya dengan hati-hati, senyum lembut tertampang diwajahnya dan kebahagiaan meluap dari matanya sehingga sulit disembunyikan. "Yanyan..." panggilnya lembut.


"Saudara Fu, kamu belum memesan?" Lou Yan telah melihat meja didepannya belum memiliki makanan atau minuman apapun. Jadi dia menebak saudara Fu pasti menunggunya.


"Belum, kita memesan sekarang? Jangan sampai kamu kelaparan." Fu Shichen menatap Lou Yan khawatir.


Dada Lou Yan terasa hangat, saudara Fu sangat lembut dan perhatian, tapi dia juga merasa bersalah. Bagaimanapun hubungan mereka sekarang sangat rumit. Saudara Fu tidak akan menyesal dan marah jika dia tahu dia tidur dengan orang lain kan? Sekarang dia merasa bahwa dia adalah seorang bajîngan.


"Ya." Lou Yan menjadi pendiam. Fu Shichen tidak menemukan ini.


Dia sangat bahagia sekarang karena dia melihat tuan muda menyetujui untuk makan siang bersamanya. Bagaimanapun tuan mudanya orang yang sibuk, untungnya tuan muda adalah murid baru. Sehingga waktu seolah masih banyak pelajaran kosong karena adanya ujian bulanan.


Kelelahan karena ujian matematika telah tersapu semenjak Lou Yan datang ke ruangan ini. Membuat Fu Shichen yang sedari tadi gugup dan tegang karena takut tuan mudanya tidak akan datang menghilang banyak.


Seorang pelayan wanita datang dengan sopan dan bertanya makanan dan minuman apa yang akan dipesan.

__ADS_1


Lou Yan memilih es teh, karena waktu sekarang panas, dia akan tidak nyaman jika memesan minuman panas yang menurutnya tidak cocok sekarang. Fu Shichen juga memesan es jeruk. Keduanya hanya memilih hidangan paling populer di cafe ini.


Setelah keduanya menunggu selama beberapa menit, makanan dan minuman datang. Lou Yan pertama-tama minum es teh yang dia pesan. Merasakan tenggorokan yang kering dibasahi oleh air dingin membuatnya menghela nafas lega. Kelelahannya karena menghadapi si playboy keluarga Long langsung tersapu.


Fu Shichen melihatnya merasa lelah, dia menjadi tertekan. "Yanyan, apakah kamu mau mencari hotel atau tempat menginap untuk tidur dan beristirahat lebih dulu?" Dia bertanya prihatin.


Lou Yan menggelengkan kepalanya dengan senyum lembut. "Aku baik-baik saja saudara Fu. Ayo makan."


Untuk mengalihkan perhatian Fu Shichen, Lou Yan menundukkan kepalanya dan makan-makanan diatas meja.


Setengah jam kemudian.


Lou Yan pergi lebih dulu setelah berpamitan dengan Fu Shichen. Dia memanggil supir di villa dan berkeliling Ibukota untuk mencari udara segar.


Ketika dia di mobil, tiba-tiba suara sistem yang dikenalnya datang dari pikirannya. Tugas baru! Lou Yan berkata dalam hati.


"Pergi ke distrik B."


....


Setelah Lou Yan tiba di salah satu bar teratas Ibukota. Dia turun dari mobil.


Bangunan didepannya tepat ditengah-tengah antara dua gedung tinggi, jadi terlihat sangat kecil. Tampilan diluarnya tampak biasa saja, dan tidak akan ada yang penasaran. Namun faktanya ini adalah salah satu bar paling populer dikalangan orang kaya di ibukota.


Lou Yan masuk ke dalam bangunan itu dengan salah satu pengawalnya.


Didalamnya cukup mengejutkan Lou Yan, karena hanya ada tampilan restoran biasa. Hanya ada beberapa set bangku dan meja, serta dua orang pria yang satu duduk di meja kasir dan yang lain tengah membersihkan lantai.


Melihat ada yang datang, pria yang duduk di kasir meliriknya dengan aneh, namun dia masih sopan datang kearahnya.


"Tuan, apa anda ingin memesan sesuatu?" Pria itu bertanya dengan ramah. Senyumnya tidak menyanjung namun membuat orang merasa nyaman.


Pria itu cukup tampan, tingginya 179 cm. Dia mengenakan pakaian pelayan biasa warna biru tua dan hitam dibawahnya. Seluruh orang mencerminkan seorang pekerja restoran yang berdedikasi. Memang tidak mewah, tapi dari bahannya, Lou Yan yang bermata tajam bisa melihat harga pakaian pelayan ini tidak murah, dan pasti lebih mahal dari beberapa pelayan di sebuah perusahaan besar atau villa mewah.


"Buka pintu." Lou Yan berkata samar.


Mata pelayan pria itu terkejut, ini adalah kode yang restoran mereka biasanya digunakan untuk anak-anak bangsawan dan kaya di ibukota. Tidak banyak yang tahu tentang kode ini.


Semua orang kaya di ibukota tahu bahwa tempat mereka adalah bar, dan bar didalamnya dibagi menjadi dua, bar pertama dibuka dengan kode 'Buka kamar', tempat ini adalah tempat dimana anak-anak orang kaya bersenang-senang, ada banyak Pelàcur yang di jual di tempat ini.


Yang kedua adalah bar yang lebih ramai, kodenya adalah 'Buka pintu', tempat ini adalah tempat dimana banyak anak orang kaya terutama bangsawan berkumpul dan mengobrol. Disana juga terdapat permainan piano, judi, catur, permainan biliar, dan pertarungan bawah tanah yang paling populer.


Kebanyakan dari mereka akan bertaruh siapa yang akan menang. Ini juga tempat yang illegal.


"Baiklah, tolong ikuti saya."


Pelayan itu dengan tenang meminta Lou Yan mengikuti, dia berjalan setelah memberi kode pada temannya yang menyeka lantai, yang dibalas anggukan. Dibelakangnya Lou Yan dan pengawalnya yang tampak terkejut mengikuti pelayan pria itu.


Mereka datang ke sebuah pintu warna hitam yang tampak biasa dan pelayan itu mengetuk tiga kali, seolah membuka kode, pintu terbuka dari dalam.


Seorang pria mengenakan jas hitam yang rapi dengan rambut disisir kebelakang tampak licin. Dibandingkan pelayan tadi, cara berpakaian mereka hanyalah perbedaan ekstrem. Wajahnya juga tampan dengan mata tajam yang licik. Dia mengangkat alis pada pelayan itu.


Pelayan itu menjadi hormat, "Tuan, tuan muda ini ingin membuka pintu." Dia berkata sambil dengan sopan menunjuk kearah Lou Yan.


Pria berjas itu mengangguk, membuat isyarat tolong masuk. Pertama-tama yang masuk kedalam adalah pengawal yang sedari tadi waspada pada tempat yang tidak dikenal, Lou Yan mengikuti dibelakangnya dan meninggalkan pelayan pria yang menatapnya iri. Mungkin, dia juga ingin masuk, sayangnya dia hanyalah anjing miskin.


Mengikuti pria berjas, ada lorong panjang dan beberapa lorong lain yang saling menghubungkan. Terkadang ada juga para pria berjas yang berjalan dua orang atau satu orang. Masing-masing mereka tampan dan rapi, namun dari awal hingga akhir, tidak ada seorangpun yang berbicara, atau itulah aturan di tempat ini. Dilarang berbicara saat menerima tamu.


Lou Yan juga melihat beberapa anak yang tampaknya tuan muda keluarga kaya, ada yang berpasangan, ada juga yang sendirian. Namun arah yang mereka tuju kebalikan dari Lou Yan, mereka menuju pintu keluar. Tapi yang pasti, setiap orang yang melewati Lou Yan, mereka akan tampak terkejut, menatapnya dengan berbagai ekspresi aneh. Ada yang serakah, ada yang penuh apresiasi, ada juga yang menghina, terutama teman wanita disamping tuan muda.


Pengawal sedari tadi menatap mereka semua tajam yang membuat mereka menghindar dengan tergesa-gesa.


Setelah beberapa belokan, akhirnya mereka sampai di sebuah pintu warna emas. Lou Yan juga melihat ada pintu lain di arah berlawanan, pintu itu berwarna merah dengan bentuk cinta ditengahnya, bahkan orang bodoh akan tahu maksud dari pintu itu. Pasti bukan hal yang baik.


Pria berjas membuka pintu emas dan membuat isyarat tolong dengan anggun. Lou Yan masuk bersama pengawalnya.


Mata Lou Yan menyentuh keterkejutan yang luarbiasa. Tempat didalam sangat ramai, yah, tidak benar-benar ramai dalam artian seperti pasar atau mall, tapi di tempat yang luasnya terjangkau, ini termasuk ramai.


Dalam ruangan yang sangat besar, ada beberapa meja yang berisikan enam orang yang jelas berkelompok. Mereka mengitari meja dan sepertinya tengah bermain sesuatu, terkadang beberapa orang berteriak dengan penuh semangat, namun ada juga yang merasa frustasi, kesal, atau marah dan menyesal.


Ada meja Biliar, beberapa pria yang tampak sopan dan halus bermain catur. Dan masih banyak lagi.


Lou Yan melihat ada banyak orang yang keluar dari suatu pintu, dia membuat isyarat pada pengawalnya untuk mengikuti. Dia berjalan kearah pintu itu.


Ketika dia membukanya, dia lebih terkejut.


Itu adalah suatu arena yang besar, arena itu memiliki banyak penonton. Memang tidak sampai ribuan orang, melainkan hanya ratusan, tapi masing-masing mereka mengenakan pakaian bermerk, bahkan sebagian besar berasal dari sekolah yang sama dengannya, SMA Elit Young Lan. Ini tempat orang kaya bersenang-senang.


"Tuan muda..." Pengawal yang awalnya hanya diam akhirnya mulai berbicara. Dia menatap sekeliling dengan khawatir dan waspada.


Dia tidak mengerti kenapa tuan mudanya datang ke tempat yang berantakan seperti ini. Ini jelas bukan gaya tuan muda.


Lou Yan juga awal nya tidak berencana pergi ke tempat ini, selain itu dia tidak tahu bahwa di ibukota ada tempat arena pertarungan manusia. Tempat ini jelas illegal. Namun dari sini jelas ada banyak anak orang kaya yang tahu tempat ini, tidak mungkin pemerintah bahkan tidak mendengarnya.


Mungkin pemerintah menutup mata karena keterlibatan terlalu banyak anak orang kaya?


Lou Yan datang kesini murni karena target tugas yang diberikan sistem ada di tempat ini.


Lou Yan melihat panel sistem didepannya dengan ekspresi tak berdaya.


[ Tugas: Beli budak nomor 01 di arena bawah tanah Ibukota.


Lokasi: Bar kelas atas dekat dua gedung kembar.


Hukuman: Sita seluruh aset tuan rumah ]


"Paman He, kamu coba cari seseorang dan tanyakan dimana pelayan ditempat inu. Pesankan aku tempat duduk VIP." Lou Yan melirik pengawalnya.


Pengawalnya ini bernama He June, dia sudah berjemur 37 tahun dan memiliki fisik kuat. Dia menduduki nomor 67 Guardian Lou family. Dia juga orang yang diperintahkan ayahnya untuk melindunginya bersama Gumo dan ketiga pengawal lain.


"Tapi tuan muda, tempat ini sangat berbahaya. Jika saya meninggalkan tuan muda sendirian, bagaimana jika sesuatu terjadi pada tuan muda? Saya tidak bisa meninggalkan sisi anda dengan santai." He June menatap tuan mudanya khawatir.


Tuan Lou telah memerintahnya untuk melindungi keselamatan tuan muda. Jika sesuatu terjadi ketika dia meninggalkan sisi tuan muda, nyawanya mungkin akan dipertaruhkan.


"Jangan khawatir, aku akan baik-baik saja. Lagipula disini ramai orang, tidak akan ada orang yang cukup bodoh untuk membuat masalah ditempat ini." Lou Yan mencoba menenangkan pengawalnya.


"Tuan muda, tapi..."


"Pergilah." Lou Yan menggelengkan kepalanya untuk menolak membiarkan pengawalnya berbicara.


He June merasa tak berdaya, dia hanya mengikuti perintah tuan muda kedua. "Baiklah tuan muda. Jika sesuatu terjadi pada saat saya tidak ada, anda sebaiknya kembali ke mobil dengan cepat." He June mengingatkan sebelum dia berjalan untuk mencari pelayan di tempat ini.


Semakin dia cepat menemukan pelayan, semakin cepat dia kembali ke sisi tuan muda. Pikir He June dengan tatapan tajam melihat sekeliling.


....


Lou Yan ditinggalkan pengawalnya dan dia melihat sekeliling dengan cermat. Melihat ada seorang pria yang tampak lebih dewasa dan tenang, dia datang untuk bertanya.


Lou Yan mendatangi pria itu. "Permisi, apakah anda tahu dimana penanggung jawab arena?"


Pria itu berbalik ketika seseorang bertanya padanya, kemudian dia terkejut ketika melihat penampilan pihak lain.


Pria yang sangat cantik. Pikirnya.


"Ah? Apakah kau bertanya tentang penanggung jawab arena?" Pria itu memastikan.


"Ya." Lou Yan mengangguk sambil tersenyum.


"Kau berjalan saja lurus, ketika ada layar yang menampilkan nama budak di arena, akan ada sebuah pintu disampingnya, kau bisa masuk untuk menemukan penanggung jawab di tempat ini." Pria itu menunjuk arah dimana tempat itu lebih sepi dari sisi arena.


"Bagus, kalau begitu terima kasih." Lou Yan sedikit menunduk dan kemudian pergi ke arah yang ditunjuk pria tadi.


"Sama-sama." Pria itu menatap punggung Lou Yan dengan ragu.


"Untuk apa dia mencari penanggung jawab arena? Apa dia ingin membeli budak?"


Pria itu berpikir dengan aneh, budak beruntung mana yang bisa dibeli oleh pria secantik itu. Dilihat dari pakaiannya, dia berasal dari keluarga kaya. Pria itu menggelengkan kepalanya dan berjalan menuju temannya.


....


Lou Yan berhenti didepan layar besar yang menampilkan nama-nama budak yang bertarung di arena.


Dia melihat dengan hati-hati.


Ada dua layar dengan yang satu warna merah dan satu warna biru. Warna merah menampilkan nama budak yang memiliki prestasi kemenangan tertinggi dan masuk ke 100 teratas. Sedangkan warna biru adalah nama budak yang telah gugur di arena.


Lou Yan menyipitkan matanya, dia punya firasat buruk. Maksud dari kata 'gugur' bukan yang seperti yang dia pikirkan kan?


Lou Yan menggelengkan kepalanya dan menyingkirkan pikirannya yang berantakan. Dia kemudian berbalik dan melihat layar warna merah.


Masuk ke 10 besar, nama-nama para budak ditampilkan dengan warna emas.


Lou Yan melihat prestasi mereka.


Nomor 10:


Total Pertarungan: 118


【Fei Huan : 38 Tahun】《97 kemenangan》《21 kekalahan》


Nomor 09:


Total Pertarungan: 120


【Hao Ritian : 35 Tahun】《102 kemenangan》《18 kekalahan》


Nomor 08:


Total Pertarungan: 146


【A He : 42 Tahun】《126 kemenangan》《20 kekalahan》


Nomor 07:


Total Pertarungan: 139


【Ru Ge : 31 Tahun】《128 kemenangan》《11 kekalahan》


Nomor 06:


Total Pertarungan: 147


【Du He : 45 Tahun】《134 kemenangan》《13 kekalahan》


Nomor 05:

__ADS_1


Total Pertarungan: 151


【Guan Jing : 30 Tahun】《142 kemenangan》《9 kekalahan》


Nomor 04:


Total Pertarungan: 167


【Yuan Gang : 43 Tahun】《157 kemenangan》《10 kekalahan》


Nomor 03:


Total Pertarungan: 174


【 Li Qiang : 27 Tahun】《168 kemenangan》《6 kekalahan》


Nomor 02:


Total Pertarungan: 176


【 Gu Chenghan : 27 Tahun】《173 kekencangan》《3 kekalahan》


Nomor 01:


Total Pertarungan: 234


【Leng Junnan : 26 Tahun】《234 kemenangan》《0 kekalahan》


Skor Total:


[ No.10 : 76 ]


[ No.09 : 84 ]


[ No.08 : 106 ]


[ No.07 : 117 ]


[ No.06 : 121 ]


[ No.05 : 133 ]


[ No.04 : 147 ]


[ No.03 : 162 ]


[ No.02 : 170 ]


[ No.01 : 234 ]


....


Lou Yan cukup terkejut dengan begitu banyak pertarungan yang mereka lakukan, terutama budak yang berada diurutan nomor satu dan merupakan target tugas.


234 pertarungan!


Dari usia berapa budak ini melakukan pertarungan di arena untuk bisa mencetak skor dengan angka menakutkan. Dan juga masih 0 kekalahan!


Lou Yan tak tahu harus berkata apa, jujur saja, ketiga budak yang berada diurutan teratas masih termasuk pria dewasa berusia 20 tahun keatas. Dan kekuatan mereka sangat kuat. Dengan prestasi ini, bagaimana bisa tidak ada keluarga besar di ibukota yang tidak memperhatikan atau membeli mereka?


Lou Yan merasa aneh.


Seharusnya ada banyak orang kaya yang mencoba membeli orang-orang ini. Apalagi kekuatan mereka patut untuk dipuji dan layak menjadi pengawal pribadi.


Pertanyaannya adalah apakah karena kepribadian mereka buruk atau mereka suka membuat masalah? Lou Yan berpikir dengan cermat. Tapi dia merasa itu tidak masuk akal.


Ayo coba temui penanggung jawab arena terlebih dahulu kemudian cari ketiga orang ini. Walaupun target tugas hanya satu orang, namun bagus jika dia menambahkan dua pengawal cakap lain.


Lou Yan datang melihat pintu hitam disisi layar, dia mengetuk pintu itu. Selama beberapa detik pintu dibuka dari dalam, memperlihatkan seorang wanita cantik mengatakan pakaian profesional.


Wanita itu memandang penampilan Lou Yan dengan terpana, dia kemudian melihat wajah Lou Yan. Kejutan melintas dimatanya yang tenang kemudian dengan cepat menghilang.


"Permisi, ada yang bisa saya bantu?" Wanita itu bertanya dengan ekspresi sopan dan tenang.


"Ah, ya. Aku datang kesini untuk melihat orang yang bertanggung jawab tempat arena ini. Apakah orang itu ada?" Lou Yan mengangguk dan bertanya.


"Orang yang bertanggung jawab untuk arena? Baik, beliau ada dilantai atas. Saya bisa memanggilnya, namun sebelum itu bisakah anda memberi tahu apa yang anda butuhkan tuan muda?" Wanita itu melihat pakaian yang dikenakan Lou Yan. Itu adalah pakaian sekolah SMA Elit Young Lan.


Dengan temperamen Lou Yan yang tenang dan anggun, wanita itu menebak satu atau dua poin. Ini anak orang kaya atau bangsawan.


"Aku ingin membeli budak." Lou Yan berkata dengan mudah.


Disisi lain wanita itu jauh lebih terkejut, membeli budak?


Tidak heran dia merasa sangat hebat, lagipula selama ini tidak ada tuan muda seusia Lou Yan yang datang padanya untuk membeli budak. Mereka hanya tertarik menonton pertarungan arena dan berjudi di tempat ini.


"Ada apa?" Lou Yan memandang dengan curiga.


"Tidak, tidak. Kalau begitu saya akan memanggil penanggung jawab lebih dulu. Silakan tuan muda masuk." Wanita itu buru-buru menstabilkan emosinya dan menatap Lou Yan dengan tersenyum.


Lou Yan mengikuti wanita itu masuk kedalam ruangan. Dan wanita itu langsung pergi untuk memanggil penanggung jawab arena.


Ruangan didalam nampak sederhana. Meja kayu, empat sofa hitam, lemari kecil, dapur pribadi, tempat pembuat kopi otomatis, beberapa tanaman hias, dan beberapa foto staf atau karyawan tempat ini.


Setelah Lou Yan duduk di sofa dan menunggu selama lima menit. Seorang pria bersetelan profesional dan nampak pintar berjalan menuju kearahnya dari dalam.


Pakaian pria itu dipotong rapi, rambut disisir kebelakang dan nampak mengkilap, alis lembut dan mata phoenix yang menawan dan senyum profesional. Pria itu cukup muda, sekitar 25-29 tahun.


Pria itu juga menatap Lou Yan dengan kejutan dimatanya, namun itu hanya satu detik sebelum senyum muncul di bibir yang sexy.


"Halo tuan muda. Nama saya Qiang Fu. Anda bisa memanggil saya menejer Fu. Saya datang kesini mewakili pemimpin kami untuk berbicara dengan anda. Bisakah anda beritahu saya siapa nama anda?" Qiang Fu tersenyum lembut. Tangannya terulur untuk menyambut.


"Namaku Lou Yan, panggil saja Yanyan." Lou Yan mengangguk sambil membalas uluran tangannya.


"Bagus, jadi tuan muda Yan. Mari kita bahas tentang masalah anda. Apakah anda yakin ingin membeli budak dari arena kami?" Qiang Fu menatap penasaran pada pemuda cantik didepannya.


"Ya." Lou Yan mengangguk pasti.


"Kalau begitu tuan muda Yan. Budak mana yang ingin anda beli? Saya perlu memverifikasinya lebih dulu."


"Saya ingin tiga budak teratas dalam daftar prestasi arena." Lou Yan berkata langsung dan mudah.


Qiang Fu membuka matanya dengan sangat terkejut, dia menatap pemuda yang tenang dengan ekspresi tak percaya.


Tiga teratas? Apakah pemuda ini yakin ingin membeli budak dengan prestasi mereka.


Qiang Fu sedikit sulit untuk berbicara. Tapi akhirnya masih berkata.


"Tuan muda Yan, anda tahu bahwa ketiga mereka adalah kartu hole tempat arena kami. Hampir semua penonton disini ingin selalu melihat tampilan mereka bertiga di panggung arena. Selain itu ada alasan lain kenapa ketiganya tidak diperjual-belikan pada orang-orang kaya diluar. Apakah anda ingin tahu?" Qiang Fu menenangkan napasnya dan menatap pemuda didepannya dengan ekspresi rumit.


"Oh? Apa itu?" Lou Yan menjadi penasaran. Ini adalah yang dia pikirkan semenjak dia melihat prestasi ketiga budak itu. Kenapa tidak ada yang membeli mereka?


"Sejujurnya ketiga budak ini sudah ada ditempat ini selama hampir 15 tahun. Dan untuk Leng Junnan yang berada diurutan pertama pertarungan arena, dikatakan dia dijual oleh ayahnya ke tempat penjualan budak di kota C ketika dia berusia 11 tahun. Dulu ada sepasang orang kaya ingin mengadopsinya, namun Leng Junnan menolak dan mulai memberontak, dia berhasil melarikan diri dari tempat itu setelah mencuri pistol dan membunuh lima pengawal yang menjaga 'kandang'. Dia ditemukan oleh pemimpin kami dalam keadaan koma. Setelah itu pemimpin kami membawanya pulang karena tertarik dengan pengalamannya."


"Untuk berterima kasih atas rahmat kehidupan, Leng Junnan bersedia tinggal ditempat ini dan melakukan pertarungan di arena. Namun identitas dia yang sebenarnya adalah anak angkat dari pemimpin kami, tidak ada yang tahu selain beberapa orang dengan latarbelakang kuat. Jadi tuan muda Yan, kami..." Qiang Fu menatap pemuda itu dengan minta maaf.


Tidak mungkin, Leng Junnan adalah anak angkat dari pemimpin mereka. Artinya dia adalah tuan muda di tempat ini. Siapa orang yang begitu berani menjual tuan muda mereka sendiri?


"Apakah benar-benar tidak mungkin?" Mata Lou Yan tenggelam.


Tidak dijual? Lalu bagaimana cara dia menyelesaikan tugas sistem? Tidak mungkin sistem memberikan dia tugas yang diluar kemampuannya. Artinya masih ada cara untuk membuat dia menyelesaikan tugas.


"Itu..." dia ingin mengatakan itu tidak mungkin. Namun ucapan Qiang Fu terpotong ketika dia mendengar dering akrab dari ponselnya.


Dia terkejut dan buru-buru minat maaf pada Lou Yan dan menjauh untuk menjawab telepon.


Ketika Lou Yan tenggelam dalam pikirannya, dia mendengar langkah seseorang datang. Itu adalah Qiang Fu yang datang dengan tergesa-gesa.


"Tuan muda Yan, apakah anda benar-benar ingin membeli Leng Junnan?" Dibandingkan dengan tadi, sikap Qiang Fu sekarang jauh lebih hormat.


Itu membuat Lou Yan cukup curiga dan menatap pria dewasa didepannya dengan aneh.


Qiang Fu tidak mengubah raut wajahnya ketika melihat tatapan menyelidiki pemuda cantik didepannya.


"Ada satu cara supaya tuan muda Yan dapat membeli Leng Junnan." Dia berkata dengan senyum misterius.


Lou Yan mengangkat alisnya dengan tenang, tapi hatinya terkejut. Apakah ini tidak apa-apa. Bagaimana anda mengubah wajahnya lebih cepat dari membalik rak pakaian?


"Bagaimana itu?" Lou Yan tertarik.


"Tuan muda Yan, pemimpin kami mengatakan selama anda bisa 'membujuk' Leng Junnan untuk mengikuti anda. Harga masih bisa dinegosiasikan." Qiang Fu tersenyum lembut.


Lou Yan mengangkat alis. Harga dapat dinegosiasikan? Apakah begitu sederhana. Namun Lou Yan merasa untuk bisa membujuk Leng Junnan seharusnya tidak akan begitu mudah. Jika tidak, kenapa pemimpin mereka menyuruhnya untuk membujuk?


"Baiklah, tapi kamu ingatkan? Saya bukan hanya membeli Leng Junnan, tapi dua lainnya juga saya ingin membeli mereka." Lou Yan mengingatkan dengan suara rendah.


Qiang Fu membeku sejenak, kemudian mengangguk tenang. "Saya mengerti. Saya telah berbicara dengan pemimpin, selama anda bisa berbicara dengan ketiganya, harga bisa dinegosiasikan." Sikapnya masih tenang dan hormat.


"Bagus."


Qiang Fu memimpin Lou Yan menuju ke tempat dimana disana jauh lebih tenang, sepi dan lingkungannya agak suram. Ada lorong panjang dan dikedua sisi memiliki sel seperti dipenjara.


Dalam rangkaian besi itu, ada orang-orang didalamnya. Beberapa tampak seperti preman dan bajîngan yang selalu melakukan pelanggaran. Beberapa memiliki bekas luka ditubuh yang tidak tertutup pakaian, dan ada juga yang tampak malas dan berbaring tidur seolah tidak peduli dengan hal-hal disekitarnya.


Namun yang mengejutkan Lou Yan adalah disetiap sel besi, masing-masing penjara terdapat furnitur yang cukup lengkap. Ada kasur lantai, lemari kotak kecil yang digunakan untuk menyimpan pakaian, meja dan kursi.


Semakin dia melangkah lebih jauh, beberapa dari mereka bahkan memiliki kipas angin, lemari es kecil dan banyak furnitur lain.


Lou Yan menebak bahwa ini berkaiatan dengan prestasi mereka di arena. Semakin kuat mereka, semakin pihak arena juga memberikan lebih banyak layanan.


Mungkinkah juga ada yang namanya poin?


Qiang Fu berhenti, jadi Lou Yan juga harus berhenti.


Tepat didepan mereka adalah sebuah pintu yang sama sekali berbeda dengan penjara.


Pintu itu tampak biasa, namun ada simbol segitiga. Masing-masing ujungnya terdapat tiga gambar atau pola yang merupakan perwakilan dari pemilik ruangan.


Gambar di simbol segitiga itu adalah; Pedang, kipas, dan topeng.


Pedang itu berwarna putih dan tampak sangat tajam, itu berkilau dengan sinar dingin yang menusuk. Ada pola naga kembar di setiap sisi. Gagangnya berwarna perak dan ada kertas seperti segel berwarna hitam yang memancarkan sinar merah.


Kipas lipat itu berwarna hitam dengan gambar platform persidangan ditengahnya, platform itu melayang diatas awan dan beberapa gambar seperti manusia yang memiliki sayap, itu tampak seperti malaikat dan ditutupi dengan sinar emas yang kuat.


Melihat gambar pada kipas lipat itu membuat sebuah kata melintas di pikiran Lou Yan. Hari kiamat, persidangan.

__ADS_1


Dan terakhir adalah topeng.


Topeng itu berbentuk seperti 'topeng menangis'. Warna tangisannya merah darah dan topengnya sendiri warna hitam, raut wajah topeng itu cemberut seolah dia merasa marah, sedih, dan putusasa, tapi disisi lain memberi orang depresi yang kuat. Perasaan pertama orang adalah merinding ketika melihatnya.


__ADS_2